cover
Contact Name
-
Contact Email
dyah.rohma87@gmail.com
Phone
+6281317620486
Journal Mail Official
dyah.rohma87@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stikestujuhbelas.ac.id/index.php/jurkestb/about/editorialTeam
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB)
ISSN : 20857098     EISSN : 27150976     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) merupakan media publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, Surakarta. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, studi literatur, konsep keilmuan, dan teknologi inovatif dalam bidang kesehatan. Ruang lingkup artikel meliputi bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, dan bidang kesehatan lainnya. Jurnal Kesehatan Tujuh Belas terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan November dan Mei.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023" : 9 Documents clear
MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PUSKESMAS KABUPATEN KARANGANYAR Sinta Wisma Sari; Martha Tamo Inya
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah medis sebagai bahan sisa hasil kegiatan pelayanan medis yang berpotensi terkontaminasi oleh zat yang bersifat infeksius. Kegiatan puskesmas menghasilkan timbulan limbah medis. Limbah medis yang tidak tertangani dengan baik akan mencemari lingkungan puskesmas, untuk meminimalsir hal tersebut, perlu adanya managemen penglolan limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Manajemen Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, keabsahan data dilakukan teknik triangulasi baik metode maupun sumber informannya, informan penelitian yaitu informan pertama Puskesmas Tasik Madu, informan kedua puskesmas karanganyar dan informan ketiga Puskesman Jaten I. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengelolaan limbah medis di Puskesmas tasik madu, Puskesmas karanganyar dan puskesmas jaten di Kabupaten karanganyar secara umum sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan standart, namun belom dilakukan secara mandiri dan masih bekerja sama dengan pihak ke-3 yaitu PT. Ara. Perbandingan proses pengelolaan limbah medis di Puskesmas tasik madu, Puskesmas karanganyar dan puskesmas jaten di Kabupaten karanganyar secara umum tergolong sama tidak ada perbedaan yang signifikan dan masih terdapat kelemahan dalam segi pengangkutan sampah yang dilakukan 2 hari sekali padahal seharusnya dalam waktu setiap 24 jam harus diangkut. Kendala pada pengelolaan limbah medis di kabupaten karanganyar yaitu menegemen proses pengelolaan limbah medis belum sepenuhnya maksimal karena pihak puskesmas tidak mempunyai insinerator/ autoklaf/gelombang mikro. Limbah medis dari puskesmas, harus dilakukan pengelolaan limbah medis dengan orientasi memberikan perlindungan terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat, dibutuhkan manajemen dalam pengelolaan yang baik dan benar sesuai statndart. Disarankan bagi pihak puskesmas lebih memaksimalkan dalam manageman penglolaan limbah hingga proses akhir secara mandari tanpa campur tangan pihak lain.
UJI AKTIVITAS DENGAN METODE RANDALL SELITTO EKSTRAK 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) Octaviana Dyah Oentari
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi ekstrak daun belimbing wuluh dalam memberikan efek analgesik. Dalam penelitian ini, saya memanfaatkan teknik Randall Selitto yang sering diaplikasikan untuk mengeksplorasi kandidat obat antiinflamasi baru. Proses ekstraksi serbuk daun belimbing wuluh dilaksanakan melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Penelitian ini melibatkan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok, termasuk kelompok yang diberikan ekstrak daun belimbing wuluh 20 mg/200 g berat badan, kelompok kontrol negatif dengan CMC, dan kelompok kontrol positif dengan asam nefemanat.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis 20 mg/200 g berat badan menunjukkan kemampuan analgesik. Diperkirakan bahwa kandungan flavonoid dan steroid dalam daun belimbing wuluh berkontribusi pada efek analgesik tersebut. Efektivitas ekstrak daun belimbing wuluh 20 mg/200 g berat badan terbukti setara dengan kontrol positif, dan pada dosis yang sama, ekstrak tersebut menunjukkan aktivitas analgesik.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL MAHKOTA DAUN NANAS (Ananas comosus) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi Fitri Susilowati; Octaviana Dyah Oentari; Na’imatul Retno Faizah
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas (Ananas comosus) merupkan salah satu tanaman digunakan sebagai bahan herbal alami untuk pengobatan infeksi bakteri. Kandungan kimia mahkota daun nanas adalah kumarin, terpenoid, phlobatannin, alkaloid, fenol, saponin, kuinon, cardiac glycoside, steroid, dan flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol mahkota daun nanas (Ananas comosus) dan konsentrasi ekstrak yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.Ekstraksi mahkota daun nanas menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi menggunakan metode difusi dengan konsentrasi 25 mg/ml, 50 mg/ml, dan 75 mg/ml. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol mahkota daun nanas (Ananas comosus) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, konsentrasi 25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, dan kontrol positif memiliki respon hambatan lemah. Konsentrasi ekstrak mahkota daun nanas (Ananas comosus) 75 mg/ml paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan rata-rata zona hambat 2,20 mm.
UJI MUTU FISIK MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis Soland. Ex Park) DENGAN VARIASI HPMC K15M SEBAGAI GELLING AGENT DAN PROPILEN GLIKOL SEBAGAI HUMEKTAN Alfina Nurrahman
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat antioksidan disebabkan oleh kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang terdapat pada daun kedondong (Spondias dulcis Soland. Ex Park). Setelah diaplikasikan pada kulit dalam jangka waktu tertentu, masker gel peel-off, yaitu sediaan kosmetik berbahan dasar gel, akan mengering dan berubah menjadi lapisan film transparan elastis yang dapat dikupas. Tujuan penelitian ini untuk menilai integritas fisik masker gel peel off yang mengandung ekstrak daun kedondong.Maserasi untuk mengekstraksi daun kedondong memakai etanol 70%. Persentase ekstrak daun kedondong sebesar 1% selanjutnya dimasukkan ke dalam masker gel peel off, dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan HPMC K15M sebagai berikut: Sediaan I (1%:15%) 2%:10% Formula II 3 %:15% Formula III 10%:3% Formula IV 15%: 2% Formula V. Kualitas fisik dievaluasi untuk masing-masing dari lima formulasi.Formulasi masker gel peel off yang mengandung ekstrak etanol 70% daun kedondong secara fisik dikompromikan dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan basa HPMC. Peningkatan konsentrasi propilen glikol mengakibatkan waktu pengeringan lebih lama dan pH asam, sedangkan peningkatan konsentrasi HPMC menurunkan daya sebar dan meningkatkan viskositas.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB.) TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES Na’imatul Retno Faizah
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerawat (acne) adalah penyakit akibat berlebihannya produksi kelenjar minyak (sebum) pada permukaan kulit. Peningkatan jumlah kuman dapat berdampak pada kondisi ini. Bakteri Propionibacterium acnes menyebabkan kulit pecah menjadi pustula dan papula ketika mengekstrak asam lemak bebas dari sebum dan merangsang sel neutrofil membesar. Beberapa tumbuhan, seperti daun pandan aromatik, memiliki sifat antibakteri yang dapat digunakan untuk mengobati jerawat. Penelitian ini merupakan sebuah eksperimen. Daun pandan aromatik dimaserasi dengan etanol 70% kemudian diuapkan dalam rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Kami menggunakan teknik difusi untuk menguji aktivitas antibakteri. Temuan berikut diperoleh dari penelitian ini, yang mengukur zona hambat dalam uji aktivitas ekstrak etanol daun pandan aromatik terhadap bakteri Propionibacterium acnes: 4,43 mm adalah rata-rata zona hambat pada konsentrasi daun pandan aromatik 40 mg/ml. ekstrak; 5,67 mm adalah zona hambat rata-rata pada dosis 50 mg/mlmm.
ANALISIS KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Reni Purbanova; Ervina Alfidayanti Nugroho
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa remaja merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia yang disebut juga dengan masa transisi, yaitu terjadi perubahan fisik yang cepat dan terkadang tidak seimbang dengan perubahan mental. Kesehatan seksual didefinisikan sebagai keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan seksualitas sedangkan, hak reproduksi adalah hak untuk mencapai standar kesehatan seksual dan reproduksi optimalnya. Termasuk hak untuk membuat keputusan terkait reproduksi tanpa adanya diskriminasi dan kekerasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kesehatan reproduksi pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain penelitian metode deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa sebagian besar remaja mengetahui kehamilan remaja, bahaya rokok, miras dan narkoba, dan penyakit menular seksual dan kekerasan seksual terhadap kesehatan reproduksi pada remaja serta mengetahui tentnag analisis kesehatan reproduksi pada remaja.
UJI IN VIVO EKSTRAK BUNGA PEPAYA (CARICA PAPAYA L) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS ATCC 10231 PADA VAGINA KELINCI Dewi Suryani; Octaviana Dyah Oentari; Ani Florida Ngete
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga pepaya mampu menghasilkan zat fitokimia maupun senyawa kimia lainnya seperti flavonoid, sterol, tanin, serta polifenol. Zat-zat tersebut merupakan zat antioksidan yang sifatnya sebagai antivirus, antikanker, antimikroba dan juga antiradang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak bunga pepaya (Carica Papaya L) terhadap pertumbuhan Candida albican atcc 10231 pada vagina kelinci dengan konsentrasi 20%, 40% dan 80% menggunakan uji in vivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing kosentrasi memberikan efek penyembuhan dengan konsentrasi 20% selama 5 hari, konsentrasi 40% selama 6 hari dan konsentrasi 80% selama 7 hari. Maka disimpulkan bahwa ekstrak bunga pepaya pada kosentrasi 20% memberikan hambatan yang kuat terhadap pertumbuhan jamur Candida albican atcc 10231 pada vagina kelinci.
ANALISIS COPING STRESS PADA MAHASISWA YANG BEKERJA PARUH WAKTU DI STIKES TUJUH BELAS KARANGANYAR Fitria Eka Resti Wijayanti; Rinda Nur Pratiwi
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah sambil bekerja merupakan fenomena yang umum terjadi. Ketika menjalani kuliah sambil bekerja yang menimbulkan tekanan, kesulitan dan stress diperlukan cara-cara yang tepat untuk dapat mengatasi tekanan atau stres tersebut. Hal ini disebut dengan coping atau coping stress. Pengelolaan stress biasanya berhubungan dengan strategi coping. Coping membantu individu menghilangkan, mengurangi, mengatur atau mengelola stress yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisa Coping stress pada Mahasiswa yang Bekerja Paruh Waktu di Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Non Eksperimen berupa rancangan penelitian korelasi (Cross Sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Progam Studi Keperawatan Stikes Tujuh Belas yang pernah melakukan pekerjaan paruh waktu. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 20 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner dengan variable analisa coping stress. Penelitian ini menunjukkan hasil perhitungan nilai rata rata dari kategori coping stress yang tertinggi adalah pada Active emotional coping dengan nilai 36,50 dan standar deviasi 3,103, dengan tingkat coping stress cukup baik 70%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES Alfina Nurlita; Na’imatul Retno Faizah; Arti Wahyu Utami
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan salah satu penyakit kulit kronis yang sering terjadi pada usia remaja, namun dapat pula terjadi pada usia dewasa. Jerawat didapatkan pada 9,4? orang di dunia pada tahun 2010 dan memiliki prevalensi seumur hidup sebesar 85?. Jerawat disebabkan oleh infeksi propionibacterium Agnes dan menggunakan antibiotik kloramfenikol. Bunga pepaya dapat sebagai antibakteri Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ekstrak bunga pepaya dengan pelarut etanol 70% terhadap Propionibacterium acnes. Metode penelitian ini menggunakan maserasi dengan etanol 70% dan uji difusi cakram. Metode penelitian ini menggunkan penelitian eksperimental murni (true experimental) dan menggunakan difusi cakram dimana bertujuan guna mengetahui uji aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes. Hasil replikasi pertama menunjukkan bahwa konsentrasi 80% ekstrak bunga papaya menghasilkan zona hambat terbesar, dengan rata-rata sekitar 1,61 mm. Hasil replikasi kedua dan ketiga menunjukkan variasi yang lebih rendah dan perbedaan ona hambat yang tidak signifikan antara berbagai konsentrasi. Propionibacterium acnes, yang sering dikaitkan dengan perkembangan jerawat. Aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes pada perlakuan kelompok konsentrasi 40% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 1,046666667 mm yang menunjukkan respon lemah. Perlakuan kelompok konsentrasi 60% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 1,193333333 mm yang menunjukkan respon lemah. Perlakuan kelompok konsentrasi 80% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 1,298333333 mm yang menunjukkan respon lemah. Perlakuan kontrol positif menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,3 mm yang menunjukkan respon lemah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9