cover
Contact Name
Nanik Lutfiyah
Contact Email
jurnalkambium@gmail.com
Phone
+6281235109277
Journal Mail Official
jurnalkambium@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gus Dur No.29A, Mojongapitindah, Mojongapit, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
KAMBIUM Jurnal Pertanian
Published by Universitas Darul Ulum
ISSN : 31232590     EISSN : 31109004     DOI : https://doi.org/10.32492/kambium
Core Subject : Agriculture,
KAMBIUM Jurnal Pertanian adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Indonesia. KAMBIUM Jurnal Pertanian bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan kajian yang berkualitas tentang pertanian, serta menjadi wadah bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi pertanian untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kami berharap jurnal ini dapat berkontribusi pada pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing di Indonesia. Jurnal ini akan memfokuskan pada topik-topik: Agribisnis dan manajemen pertanian, Agroteknologi dan inovasi pertanian, Ilmu pertanian lainnya, seperti agronomi, ilmu tanah, dan entomologi, Pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan, Kebijakan pertanian dan pengembangan pedesaan, dan Ilmu yang berkaitan dengan pertanian lainnya. e-ISSN: 3110-9004 dan p-ISSN: 3123-2590
Articles 10 Documents
Strategi Pengembangan Produk Jajanan Tradisional (Dumbleg) Khas Gondang-Nganjuk Nur Salam; Enis Muazaroh; Triana Triana
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i1.1101

Abstract

Usaha dumbleg merupakan industri rumah tangga yang bergerak di bidang pengolahan, produk yang dihasilkan adalah dumbleg yang merupakan makanan khas Daerah Nganjuk. Dumbleg telah ada mulai tahun 1942, namun perkembangan usaha ini belum terlihat, sehingga hal tersebut menuntut pemilik untuk menciptakan konsep strategi pengembangan usaha yang sesuai agar dapat mendorong untuk tumbuh dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apa sajakah faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman bagi usaha makanan khas Nganjuk (dumbleg) di Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, (2) Bagaimanakah strategi yang tepat dalam pengembangan usaha makanan khas Nganjuk (dumbleg) di Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, (3) Apakah prioritas strategi dalam pengembangan usaha makanan khas Nganjuk (dumbleg) di Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT, yang meliputi IFE, EFE, kemudian dikembangkan menggunakan Analisis Matrik I-E dan Matriks SWOT, serta penentuan strategi prioritas menggunakan Analisis QSPM. Berdasarkan analisis SWOT dan QSPM diperoleh satu alternatif yang dapat diprioritaskan oleh industri rumah tangga ini adalah melakukan produksi setiap hari dengan kapasitas sesuai dengan permintaan konsumen dengan total TAS terbesar yaitu 6.054.
Pengaruh Kombinasi Pestisida Nabati Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F) Secara In Vitro Dwi Wulandari; Nanik Lutfiyah; Dicki Akbar Ramadhan
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i1.1102

Abstract

Pestisida nabati adalah pestisida yang biasanya bahan-bahannya berasal dari tumbuhan liar atau dari bagian tumbuhan seperti daun, akar, batang dan buah. Bahan-bahan ini diolah dalam berbagai bentuk seperti bentuk tepung, ekstrak atau resin yang merupakan hasil pengambilan cairan metabolisme sekunder dari bagian tumbuhan yang digunakan sebagai pestisida. Penelitian ini merumuskan permasalahan yakni Bagaimana pengaruh kombinasi pestisida nabati terhadap mortalitas ulat grayak secara in vitro dan bagaimana pengaruh kombinasi pestisida nabati terhadap aktivitas makan ulat grayak secara in vitro. Percobaan pengaruh kombinasi pestisida nabati terhadap mortalitas ulat grayak secara in vitro ini merupakan percobaan yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan kombinasi pestisida nabati dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, Sehingga percobaan ini terdiri dari 24 unit perlakuan. Hasil yang diperoleh pada kombinasi pestisida nabati dengan konsentrasi P2 sebesar 1 ml dan P5 (8 ml) menunjukkan hasil yang lebih baik dari perlakuan kombinasi pestisida nabati lainnya. Kombinasi pestisida nabati dengan beberapa perlakuan efektif dalam menurunkan aktivitas makan ulat grayak secara nyata. Sedangkan kombinasi pestisida nabati dengan konsentrasi P4 (4 ml) menunjukkan hasil yang baik dari perlakuan kombinasi pestisida nabati lainnya.
Strategi Pemasaran Kopi Lokal Di Desa Pangklungan Kecamatan Wonossalam Kabupaten Jombang Handi Widyawan; Effy Indriati; Ancha Budi Wicaksana
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i1.1103

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Kopi merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Selain untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri, kopi juga menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan yang menyumbang devisa negara. Dengan demikian perlu adanya strategi pemasaran yang digunakan untuk menganalisis alternatif strategi pemasaran yang tepat guna dapat lebih mendapatkan banyak konsumen dan merambah ke daerah-daerah lain. Oleh karena itu, peneliti ingin fokus membahas pada penelitian ini mengenai “Analisis Strategi Pemasaran Kopi Lokal di Desa Pangklungan Kecamatan Wonossalam Kabupaten Jombang (Studi Kasus pada Perkebunan Kopi Excelsa)” dengan analisis Strength, Weakness, Oportunity, dan Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Metode dasar penelitian adalah deskriptif analitis. Lokasi penelitian dilakukan di perkebunan Kopi Excelsa, Desa Pangklungan, Kecamatan Wonossalam, Kabupaten Jombang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan, analisis SWOT dan analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Nilai skor IFAS pada faktor internal strategi sebesar 1,66 dan nilai skor EFAS pada faktor eksternal strategi sebesar 2,43. Angka ini menandakan bahwa usaha Kopi Excelsa cenderung lemah namun peluang pengembangan usaha Kopi Excelsa terbuka secara lebar. (2) Analisis SWOT menghasilkan alternatif strategi berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal. (3) Urutan rekomendasi prioritas strategi berdasarkan hasil analisis matriks QSPM dimulai dari yang paling penting dengan urutan sebagai berikut: a. Mempertahankan variasi produk dan memasarkan secara online dengan sistem pembayaran yang lebih variatif dan tetap aman, b. Mendaftarkan izin usaha Kopi Excelsa dan mematenkan sebuah merek pada kemasan dengan teknologi yang mumpuni agar lebih terkenal. c. Menetapkan harga yang berbeda untuk B2B dan B2C agar konsumen yang ingin menjual lagi mendapatkan harga yang lebih murah dari konsumen B2C. d. Menetapkan harga dengan memerhatikan fluktuasi yang disebabkan oleh faktor ekonomi makro. e. Melakukan perbaikan investasi pada teknologi agar lebih modern dan memiliki kualitas produk yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk makanan dan minuman, terutama komoditas kopi.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam Dan Poc Ferinsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Agus Fahmi; Daru Setyo Rini; Ivan Nur Fajri
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i1.1104

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa candikuning II, Kec. Baturiti, Kab. Tabanan, Provinsi Bali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC Ferinsa dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih. Metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial (RAK) dengan dua faktor, faktor 1pupuk kandang ayam dengan 4 taraf yaitu: A0 (kontrol), A1 (7,5 ton/ha), A2 (11,25 ton/ha), A3 (15 ton/ha) dan faktor 2 POC Ferinsa dengan 4 taraf yaitu: F0 (Kontrol), F1 (50 m/liter air), F2 (150 ml /liter air), F3 (250 ml /liter air) di ulang 3 kali. Parameter yang diamati meliputi panjang tanaman, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, dan berat umbi. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan analisis of varians (ANOVA = 5%) dan di lanjut menggunakan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dan POC Ferinsa berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih. Perlakuan A3F3 (pemberian pupuk kandang ayam 15 ton/ha + POC Ferinsa 250 ml/liter air) memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi dan berat umbi). Kesimpulannya, pemberian POC Ferinsa dan pupuk kandang ayam dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Petani untuk Menanam Bayam dengan Sistem Kontrak M Sofwan; Mochammad Ilham Firdaus; Mike Nur Widyanti
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i1.1105

Abstract

Sistem kontrak dalam budidaya bayam menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan kepastian harga dan jaminan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih sistem kontrak serta menentukan faktor dominan yang berperan dalam keputusan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara terhadap 30 petani bayam, terdiri dari 20 petani yang mengikuti sistem kontrak dan 10 petani yang tidak mengikuti sistem kontrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang bersedia mengikuti sistem kontrak umumnya berusia di bawah 40 tahun dan memiliki akses luas terhadap informasi digital. Mereka tertarik pada kepastian harga, jaminan penjualan, serta akses terhadap pinjaman modal dan pembinaan teknis. Sebaliknya, petani yang lebih berpengalaman dalam budidaya dan pemasaran cenderung memilih sistem non-kontrak karena mereka sudah memiliki jaringan pasar yang stabil dan lebih fleksibel dalam menentukan harga jual. Faktor dominan yang mempengaruhi keputusan petani adalah jaminan penjualan dan akses terhadap informasi pasar. Petani muda lebih mengutamakan keamanan dalam pemasaran hasil panen, sedangkan petani berpengalaman lebih memilih kebebasan dalam mengelola usaha tani mereka. Oleh karena itu, untuk meningkatkan partisipasi petani dalam sistem kontrak, diperlukan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan masing-masing kelompok petani.
Produksi Benih Jagung Hibrida Pioner 8050 (Corteva) dengan Rasio Tanam 5:1 di Desa Kanigoro Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Juli Santoso; Nirmala Aulia Sari; Moh Yasin; Vergiliano Haumen Colo; Novita Dyah Safitri; Ahmad Faris Al Mubarok
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i2.1201

Abstract

Hybrid maize seed production requires specific cultivation and management techniques that differ from commercial maize production, particularly in regulating the ratio of male and female plants to ensure effective cross-pollination and genetic purity. This study aimed to describe the implementation of hybrid maize seed production of Pioner 8050 (Corteva) using a 5:1 female-to-male planting ratio in Kanigoro Village, Kanigoro District, Blitar Regency, Indonesia. The research employed a descriptive field-study approach conducted on approximately 100–120 ha of seed production land managed by farmer groups under a partnership scheme with a seed company. Data were collected through direct field observations and structured interviews focusing on planting ratio arrangement, detasseling practices, fertilization, pest and disease management, irrigation systems, and partnership mechanisms. The results showed that the application of a 5:1 planting ratio effectively optimized land use while ensuring adequate pollen availability for cross-pollination. Zero tillage practices, balanced fertilization using urea and NPK, integrated pest and disease management, and controlled detasseling contributed to maintaining genetic purity and seed quality. The partnership system facilitated farmers’ access to production inputs, technical guidance, and assured market absorption. Productivity reached 6–7 tons ha⁻¹ of fresh ears, with harvested kernels exhibiting appropriate physiological maturity, moisture content, and high viability. Overall, the hybrid maize seed production system implemented in Kanigoro Village demonstrates a technically effective and institutionally supported model that can be replicated in other regions to enhance sustainable hybrid maize seed development and strengthen national seed supply systems.
Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik Cair Urin Kambing Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terong Ungu (Solanum mengolena L) Daru Setyo Rini; Agus Fahmi; Nanda Maulana Akbar
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i2.1205

Abstract

This study aims to study the effectiveness of liquid organic fertilizer (POC) made from goat urine on the growth and yield of purple eggplant (Solanum melongena L.). The study was conducted in Keras Village, Diwek District, Jombang Regency, using a Randomized Block Design (RBD) with six treatments, namely P0 (control), P1 (NPK 4 g/plant), P2 (POC 100 ml/L), P3 (POC 150 ml/L), P4 (POC 200 ml/L), and P5 (POC 250 ml/L). Each treatment was repeated four times. The analysis of variance showed that the administration of goat urine POC significantly affected all observed parameters, including plant height, number of leaves, number of flowers, number of fruits, and fruit weight. The optimum dose was 250 ml/L of goat urine liquid organic fertilizer.
Pengaruh Media Tanam Kacang Kapri Dan Mikoriza Pada Pertumbuhan Pakcoy Tanpa Pemupukan Tambahan Dwi Wulandari; Nanik Lutfiyah
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i2.1203

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of residual snow pea growing media combined with manure and mycorrhizae on the growth of bok choy without additional fertilization, supporting sustainable agriculture.The research method used was a completely randomized design (CRD) with 7 treatments and 3 replications. The treatments were as follows: P0 = 100% soil, A1D1 = 4 kg soil + 1 kg cow manure + 15 grams of mycorrhizal fertilizer. A1D2 = 3 kg soil + 2 kg cow manure + 10 grams of mycorrhizal fertilizer. A1D3 = 2 kg soil + 3 kg cow manure + 5 grams of mycorrhizal fertilizer. A2D3 = 4 kg soil + 1 kg goat manure + 15 grams of mycorrhizal fertilizer. A2D2 = 3 kg soil + 2 kg goat manure + 10 grams of mycorrhizal fertilizer. A2D3 = 2 kg soil + 3 kg cow manure + 5 grams of mycorrhizal fertilizer. Observed parameters included plant height, leaf number, fresh weight, and mycorrhizal spore density.The results showed that the combination of 1 kg of goat manure and 15 grams of mycorrhizal fertilizer (A2D1) with residual pea growing media resulted in the best growth for bok choy. In the A2D1 treatment, plant height reached 23.6 cm, with 12 leaves, and a fresh weight of 154.3 grams per plant. Meanwhile, the control treatment (P0) and the 154.3 grams of residual pea growing media alone produced the lowest growth rates.
Optimalisasi Sektor Pertanian di Kabupaten Jombang untuk Perkembangan Ekonomi Daerah Muhammad Sofwan; Handi Widyawan; Effy Indriati
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i2.1204

Abstract

The agricultural sector in Jombang Regency serves as the backbone of the regional economy, contributing significantly to the Gross Regional Domestic Product (GRDP), accounting for approximately 27.3%, valued at Rp 21.4 trillion (BPS, 2024). Nevertheless, the sector's direct contribution to Local Own-source Revenue (PAD/Pendapatan Asli Daerah) remains relatively low because most agricultural products are marketed as raw commodities with limited value addition. This research aims to analyze the agricultural sector's contribution to GRDP and PAD, identify the existing potential and constraints, and formulate optimal strategies to enhance the sector's role in local economic development. The research employed a mixed-methods approach, utilizing quantitative analysis through the Location Quotient (LQ) to identify base commodities, and qualitative analysis via in-depth interviews with key stakeholders, subsequently analyzed using the SWOT matrix. The findings indicate that the main base commodities in Jombang include rice (padi), sugarcane (tebu), and horticulture, all possessing high comparative advantage. This significant potential is supported by diverse agro-climatic conditions and the availability of productive human resources, especially young farmers. However, several structural constraints still impede optimization, including limited access to capital/financing, uneven irrigation infrastructure, weak farmer institutional capacity, and limited product quality certification. The recommended strategies include: (1) developing downstreaming (hilirisasi) of agricultural products to increase value addition; (2) strengthening farmer institutions through professional cooperatives; (3) implementing modern agricultural innovation and technology; and (4) establishing an integrated agropolitan area that connects with MSMEs, tourism, and export markets. Implementation of these strategies is projected to boost PAD by approximately Rp 80–100 billion annually, create new job opportunities, and strengthen regional fiscal independence. Thus, reinforcing the agricultural sector in Jombang Regency not only implies improving farmer welfare but also serves as a strategic instrument for the local government in building a competitive, inclusive, and sustainable local economy.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kesejahteraan Petani Tembakau Di Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk Ika Kristie Febri Amalia; Enis Muzaroh; Mike Nur Widyanti
KAMBIUM Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/kambium.v1i2.1202

Abstract

Lengkong Subdistrict, particularly Ketandan,Ngringin, and Jati Villages, is the largest tobacco production centre in Nganjuk Regency. Despite high tobacco production, farmers' welfare has not beenfully achieved due to various factors such as processing and marketingthat are not yet optimal. This study aims to analyse the influence of income, education, and land area on the welfare of tobacco farmers in Lengkong SubdistrictLengkong. A total of 50 respondents were selected using random sampling techniques, anddata was collected through a Google Form questionnaire. Data analysis was performedusing SPSS 26.0. The results showed that the income variablesignificantly influenced farmers' welfare,as indicated by a t-value of 2.429 and a significance level of 0.022. Meanwhile,the variables of education (t count 1.702) and land area (t count 0.503) did nothave a significant effect because the significance value was greater than 0.05. The simultaneous test showed that the three variables together had an effecton farmer welfare with a calculated F value of 11.070, which was greaterthan the table F. Among all the variables, income had the highest Standardised Coefficients Beta value, making it the most dominant factorinfluencing the welfare of tobacco farmers in Lengkong Subdistrict

Page 1 of 1 | Total Record : 10