cover
Contact Name
Rahmawati
Contact Email
jurnaljagadtani@gmail.com
Phone
+6282142565631
Journal Mail Official
jurnaljagadtani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan
ISSN : 30467535     EISSN : 30465842     DOI : https://doi.org/10.71333/w557rs37
Core Subject : Agriculture,
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian (pISSN: 3046-7535 | eISSN: 3046-5842) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian (baik penelitian lapangan maupun studi pustaka) di bidang Ilmu Pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. Jurnal ini diterbitkan oleh Yayasan Jagad Aksara Kita sejak tahun 2024.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2025)" : 15 Documents clear
Pengaruh Aplikasi Metarhizium anisopliae Terhadap Populasi Dan Mortalitas Hama Uret Tebu (Lepidiota stigma F.) Di Desa Grati Kabupaten Lumajang Widiyanti Eka Putri; Irma Wardati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/bf5wxn56

Abstract

Pendahuluan. Tanaman Tebu (Saccaharum officinarum L.) merupakan tanaman penghasil gula yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (Ilhamsyah, 2022). Tingkat produktivitas tebu di Indonesia tergolong rendah, yaitu sekitar 5.512 kg/hektar. Tingkat produktivitas tebu nasional yang rendah ini tidak dapat mengimbangi tingginya konsumsi gula nasional membuat Indonesia harus mengimpor gula dari luar negeri. Salah satu penyebab produktivitas tebu kurang optimal adalah serangan hama dan penyakit (Muliasari & Trilaksono, 2021). Hama uret (Lepidiota stigma F.) merupakan salah satu hama tanaman tebu yang dapat menyebabkan kerusakan hingga 50%. Untuk pengendalian hama uret dapat menggunakan pengendalian hayati yang berupa cendawan Metarhizium anisopliae. Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 2 perlakuan yaitu P0 (kontrol) dan P1 (Pengaplikasian M. anisopliae dengan kerapatan 109 spora/ml) dengan masing-masing perlakuan terdiri dari 30 sampel dan menggunakan metode aplikasi dengan cara ditabur secara langsung. Parameter penelitian ini meliputi populasi, mortalitas, dan perubahan fisik hama uret tebu. Analisis data menggunakan uji T-Test Independent. Hasil dan Diskusi. Pada pengamatan perlakuan P0 (kontrol) menunjukkan mortalitas pada pengamatan ke-1 sampai ke-4 adalah 0%. Sedangkan, pada perlakuan P1 (M. anisopliae) menunjukkan rata-rata mortalitas mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu dengan persentase mortalitas yang mencapai 67,5% pada pengamatan ke-4. Populasi hama uret  pra aplikasi P1 memiliki rata rata 3,27 larva/rumpun, pengamatan ke-1 (14 HSA) 3,27 larva/rumpun, pengamatan ke 2 (28 HSA) 3,03 larva/rumpun, pengamatan ke 3 (42 HSA) 2,20 larva/rumpun, dan pengamatan ke 4 (56 HSA) 1,13 larva/rumpun. Sedangan untuk perlakuan kontrol populasi hama uret pra aplikasi dan pengamatan ke 1 memiliki rata - rata 3,17 larva/rumpun, dan untuk pengamatan ke 2-4 memiliki rerata populasi 3,23 larva/rumpun. Hama uret yang terserang M. anispoliae akan mati dalam keadaan kaku, berwarna putih, dan tidak berbau. Simpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa agens hayati Metarhizium anisopliae berpengaruh nyata pada populasi dan mortalitas hama uret tanaman tebu dengan persentase mortalitas mencapai 67,5% pada pengamatan ke-4.
Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Perbedaan Media Simpan dan Lama Penyimpanan Ilham Akbar Adi Jatmiko; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim; Nisa Budi Arifiana
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/qng1xg56

Abstract

Pendahuluan.  Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian sebagai peningkat devisa negara. Benih kakao termasuk benih rekalsitran yang dimana benih kakao tidak dapat disimpan lama. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ii dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 di Lab. Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Perbedaan Media Simpan yaitu M1: Serbuk Gergaji dan M2: Arang sekam padi. Faktor kedua adalah Lama Penyimpanan yaitu P1: Penyimpanan 5 hari, P2: Penyimpanan 10 hari, dan P3: Penyimpanan 15 hari Hasil dan Diskusi. Perbedaa media simpan berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah dan panjang kecambah. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air sebelum penyimpanan dan berpengaruh  nyata terhadap benih berjamur. Simpulan. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan perbedaan media simpan dan lama penyimpanan pada semua parameter.
Pengaruh Konsentrasi Biopesnut Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) M. Yusuf Adi Septian
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/wtbv1966

Abstract

Pendahuluan. Kakao  (Theobroma cacao L.)  merupakan  salah  satu  komoditas  perkebunan  utama  di Indonesia yang  memiliki  peran  penting  dalam peningkatan devisa negara melalui ekspor. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bibit tanaman kakao itu dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Media tanam merupakan salah satu faktor eksternal yang diharapkan mampu memberikan kondisi lingkungan mikro perakaran yang sesuai. Faktor eksternal seperti ketersediaan unsur hara, air dan oksigen pada media tanam tanah ini dapat ditingkatkan dengan menambahkan pupuk organik di dalamnya. atau akibat rekayasa manusia berbentuk padat atau pupuk organik bentuk cair. Pupuk-pupuk organik yang diberikan ini akan mampu menambah bahan organik, meningkatkan ketersediaan hara makro dan mikro, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta meminimalisasi gangguan mikroorganisme merugikan, maka media pertumbuhan bibit kakao di pembibitan diberikan biocharbon+pestisidanutrisi (biopesnut) pada media tanam sebagai media tanam cacao alternatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi biopesnut terhadap pertumbuhan bibit kakao di pembibitan. Metode Pengumpulan Data. Perlakuan B0 (kontrol), B1 biopesnut konsentrasi 5%, B2 biopesnut konsentrasi 10%, B3 biopesnut konsentrasi 15% yang diulang sebanyak 6 (enam) kali. Parameter pengamatan yaitu Tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non-Faktorial dan dianalisis menggunakan ANOVA, apabila hasil menunjukkan pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNT taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi biopesnut berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat tajuk basah, dan berat tajuk kering. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka disimpulkan bahwa konsentrasi biopesnut berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat tajuk basah, dan berat tajuk kering. 
Pemberian Asam Sulfat dan Hot Water Treantmet Sebagai Upaya  Pematahan Dormansi Pada Benih Sengon (Paraserianthes falcataria) Rochmadian Istika Suspramirda; Nanang Dwi Wahyono; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/43ywwe48

Abstract

Pendahuluan. Tanaman sengon memiliki nama latin Paraserianthes falcataria L Nilsen. Tanaman sengon masuk dalam familia leguminosae dengan subfamily Mimosoidae. Sengon merupakan tanaman serbaguna, mampu beradaptasi dengan kondisi lahan yang bervariasi. Sengon memiliki berbagai manfaat dari daun sampai akar bisa digunakan Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Politeknik Negeri Jember, dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Februari 2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL) Faktorial. Dengan perlakuan Kosentrasi H2SO4 H0 0% atau tanpa perlakuan. H1 0,5% H2 1% H3 1,5% dan perlakuan Suhu air W0 Suhu air normal atau tanpa perlakuan W1 50oc W2 60oc W3 70oc. Data yang telah didapatkan dari hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan analisis of varian (Anova). Apabila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunkan BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil Dan Diskusi. Parameter, kecepatan kecambah dan indeks vigor Penggunakan H2SO4 pada pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor Tidak terdapat interaksi antara penggunakan metode HWT dan metode perendaman H2SO4. Kesimpulan. Penggunakan H2SO4 dan HWT pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor.
Pengaruh Media MS (Murashige and Skoog) dan Y3 (Eeuwens) Dengan Penambahan 2,4 Terhadap Induksi Kalus Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Secara In Vitro Bramasta Akbar Maulana; Rahmawati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/zrat7261

Abstract

Pendahuluan : Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan  tanaman perkebunan penting di Indonesia. Indonesia termasuk Negara produsen minyak kelapa sawit utama di dunia. Salah satu provinsi penghasil minyak kelapa sawit berada dibagian Barat Indonesia yaitu Pulau Sumatra dengan luas 7.994.520 hektar. Selama periode tahun 2010-2019, nilai ekspor kelapa sawit Indonesia dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pada tahun 2019, total ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya mencapai 36,17 juta ton (Ditjenbun, 2021). Faktor yang mempengaruhi penurunan produktivitas kelapa sawit diantaranya faktor lingkungan, kualitas bibit serta teknik budidaya dan pengolahan dalam budidaya. Atas dasar tersebut, upaya yang dilakukan guna mengatasi permasalahan penurunan produktivitas kelapa sawit yaitu dengan menyediakan bibit dalam skala besar dengan waktu yang singkat serta menyediakan bibit yang unggul dengan menggunakan teknik kultur jaringan. Melalui teknik kultur jaringan, tanaman kelapa sawit mampu diperbanyak secara efisien dan cepat dengan teknik aseptik yang memanfaatkan jaringan tanaman sebagai eksplan (Soh,et al., 2017). Metode Pengumpulan Data. Metode yang digunakan yaitu metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yang pertama faktor Media yang terdiri dari 2 level yaitu MS dan Y3. Yang kedua faktor konsentrasi 2,4-D (0 ppm, 1ppm, dan 3 ppm). Hasil dan Diskusi. Pengamatan pertumbuhan waktu munculnya kalus dalam kultur in vitro menunjukkan bahwa waktu muncul kalus eskplan lebih cepat pada kombinasi perlakuan X1Y2 (Media MS dan 2 ppm 2,4-D) dengan rerata waktu muncul kalus 21 hari setelah kultur (HSK), pada kombinasi X2Y0 (Media Y3 dan 0 ppm 2,4-D) menghasilkan waktu muncul kalus paling lama yaitu 41 HSK yang tidak tumbuh dengan baik pada setiap unit percobaan. Pada perlakuan tanpa ZPT tidak mampu membelah sel dikarenakan nutrisi yang diberikan tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk eksplan tumbuh dan berkembang (Mahadi dkk, 2016). Akan tetapi perlakuan X2Y0 (Media Y3 + 0 ppm 2,4-D) juga mampu tumbuh dengan bantuan hormon endogen yang terdapat pada eksplan umbut tanaman kelapa sawit itu sendiri.  Selanjutnya, presentase eksplan hidup semua eksplan pada perlakuan X1Y0 (MS+2,4-D 0 ppm), X1Y1 (MS+2,4-D 1 ppm), X1Y3 (MS+2,4-D  2 ppm), X2Y0 (Y3+2,4-D 0 ppm), X2Y1 (Y3+2,4-D 1 ppm), X2Y2 (Y3+2,4-D 2 ppm), X2Y3 (Y3+2,4-D 3 ppm) menunjukkan bahwa presentase eksplan hidup tertinggi sebesar 100%, sedangkan pada perlakuan X1Y3 (MS+2,4-D 3 ppm) menunjukkan bahwa presentase eksplan hidup terkecil hanya 67%, Simpulan, Penelitian pengaruh media MS (murashige and skoog) dan Y3 (eeuwens) dengan penambahan 2,4 dichlorophenoxyacetic acid terhadap  induksi kalus kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) secara in vitro, dapat disimpulkan bahwa perlakuan media berpengaruh nyata pada parameter waktu muncul kalus. Perlakuan 2,4-D berpengaruh sangat nyata pada parameter waktu muncul kalus, serta kombinasi media dan zat pengatur tumbuh 2,4-D tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan eksplan kelapa sawit.

Page 2 of 2 | Total Record : 15