cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cakrawala Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 24428620     DOI : -
Core Subject : Education,
Cakrawala Pendidikan (CP) merupakan jurnal ilmiah kependidikan. Jurnal ini menerbitkan berbagai artikel tentang kajian ilmiah dan hasil penelitian pendidikan baik dalam pengertian luas (pendidikan secara umum) maupun khusus (menunjuk pada bidang-bidang studi tertentu). Pemuatan suatu artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan konsep keilmuan dan aplikasinya atau pada pemahaman pendidikan di Indonesia. Jurnal CP terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu edisi Februari, Juni, dan November, diterbitkan oleh LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII" : 11 Documents clear
PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DI JEPANG Pangesti Wiedarti
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8903

Abstract

Dewasa ini Jepang semakin canggih dalam penge'mbanganHmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Jepang jugasukses' sebagai suatu negara industri. Keberhasilannya yangmengagumkan ini mampumenarik perhatian beberapa negaralain untuk mengetahui rahasia di batik kemajuan IPTEK danproses modernisasinya. .Uraian ini bertujuan memberikan gambaran sekilastentang perkembangan IPTEK di Jepang yang telah penulisdapat selama mengikuti program International Association ofTraffic and Safety Sciences ·(IATSS) Forum ke-16 yang diselenggarakandi Suzuka, Mie, Jepang. Hal-hal yang dipaparkanmeliputi: pendahuluan, sejarah modernisasi Jepang, perkembanganpendidikan. faktor-faktor pendukung, kreasi danpengembangan dasar-dasar untuk. industrialisasi, hadan-badanpenelitian IPTEK, rencana-rencana di masa depan, dankontribusi Jepang (khususnya bidang teknik dan ekonomi)dalam menghadapi era globalisasi: emisi gas rumah kaca,perlindungan lapisan ozone, pusat teknologi lingkunga-n bumi,pelestarian hutan tropis, bantuan lingkungan kepada negaranegarayang sedang berkembang; serta kesimpulan.
ZAT WARNA BERBAHAYA PADA PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN Cornelia Budimarwanti
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.548 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8881

Abstract

War~a telah menjadi suatu bagian yang berpengaruhdalam produk makanan dan minuman. Warna pada makanandan minuman sangat mempengaruhi selera seseorang, danmempunyai peran penting karena berpengaruh terhadappenerimaan oleh konsumen. Konsumen akan cenderung menerimamakanan olahan yang mempunyai warna s{~suai denganwarna alami, maka pihak produsen berusaha menarik selerakonsumen dengan pemberian warna pada nl •• kanan danminuman olahan.Dengan meningkatnya kebutuhan akan berbagaj sediaanmakanan dan minuman, maka konsumsi zat warna jugameningkat baik dalam jumlah maupun jenisnya.. Di sampingzat warna alami telah dapat disintesis zat warna buatan.Munculnya zat warna sintetis yang digunakan -pada produkmakanan dan minuman ternyata menimbulkan permasalahantersendiri, yaitu menimbulkan gangguan kesehatan padakonsumen.
KEAHLIAN TENAGA KERJA YANG DIBUTUHKAN INDUSTRI PERMESINAN DAN ASPEK-ASPEK ' KEPENDIDIKANNYA Bambang Setiyo Hari Purwoko
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1517.551 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8795

Abstract

Persaingan pemasaran produk yang ketat dalam industripermesinan telah mendorong teknologi, manufacturing yangdigunakan berkembang demikian pesat. Akibatnya, pergantiansistem dan perangkat manufacturing untuk tujuan perbaikano dan penyempurnaan, berlangsung dalam suatu periode waktuyang semakin singkat. Sasaran akhir yang dituju adalahpemakaian suatu sistem ··dan perangkat manufactur;-ing yangmampu meningkatkan produktivitas, fleksibilitas danotomatisasi yang terpadu di berbagai bidang produksi sehinggamampu menghasilkan produk dengan biaya yang tetapmurah dan cepat.Pada saat ini telah banyak industri permesinan menggunakansistem dan perangkat manufacturing terpaduCADCAM. Pengertian sistem dan perangkat manufacturingini membawa· 'konsekuensi pada pergeseran keahlian dasartenaga kerja yang dib'utuhkan. Semu~a keahlian dasar yangdibutuhkan adalah keahlian dan keterampilan langsung mengoperasikanmesin. Pada saat ini, yang dibutuhkan selainkeahlian langsung, juga keahli-an tidak langsung yang mendukungoperasionaI sistem terpad'-l CADCAM secara optimal,misalnya keahlian membuat program NC, merencana perkakasproduk~i, merencana alat potong, merencana proses, dansebagainya.Lembaga pendidlkan, khususnya yang menghasilkanlulusan untuk bekerja di industri permesinan, harus di tantanguntuk membekali lulusannya dengan seperangkat kompetensi,seperti pemrograman NC, merencana perkakas bantu (jig danFixture), merencana alat potong, merencana proses, dansebagainya "dengan menggunakan bantuan komputer sehinggamereka mampu menangani sistem manufacturing terpaduCADCAM. Salah satu alternatif yang bisa ditempuh adalahmemasukkan sistem terpadu CADCAM ke dalam kurikulum'pendidikan.
PERANAN ETER DAN MORFIN DALAM ANESTESI Th, Karim
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.638 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8894

Abstract

Eter dan' morlin merupakan senyawa organik yangmempunyai titik didih rendah sehingga mudah' menguap danmempunyai daya larut yang baik terhadap jaringan sel ;tubuh.Kedua senyawa ini digunakan dalam proses anestesi yang di- 'maksudkan untuk patirasa pasien yang akan menjalani pembedahan,anestesi ini dapat dilakukan secara lokal maupunkeseluruhan. tergantung pada pembedahan yang akan dilakukan.Kedua senyawa tersebut mempunyai kelemahan terhadappasien yang dianestesi, eter menimbulkan pusing danmua}, sedangkan mor{in menimbulkan kecanduan, oleh karenaitu, metoda anestesi selalu berkembang untuk mencari efeksamping sekecil mungkin yang ditimbulkan bleh penggunaansenyawa kimia tersebut.
KETERLIBATAN PENDIDIKAN DALAM KANCAH PENDEWASAAN IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI INDONESIA Kus Eddy Sartono
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2516.485 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8895

Abstract

Implementasi demokrasi dalam kehidupan politik kenegaraanmenuntut tara! kecerdasan tertentu, tida\ saja bagipara pemimpin, tetapi bagi seluruh rakyat karena mekanismedemokrasi hanya akan berjalansehat jika semua rakyatmemiliki kesadaran dan pengertian akan hak, kewajiban dantanggung jawabnya sebagai warga negara. Keadaan semacamini mau tidak mau menuntut pendidikan untuk berperan sertadi dalamnya.Bagi bangsa Indonesia pendidikan politik sudah menjadikeputusan poUtik. Oleh karena itu, pendidikan poUtik harusdilaksanakan. Meskipun belum mempergunakan istilah pendidikanpolitik secara eksplisit, pendidikan formal telah melaksanakanpendidikan politik dari tingkat dasar sampai pergut-uantinggi baik secara monolitik maupun secara integratif.Pendidikan politik juga dilakukan melalui pendidi~an nonformal,melalui organisasi kemasyarakatan khususnya organisasikepemudaan. Di samping kedua jalur pendidikan tersebut,pendidikan politik juga berlangsung melalui pendidikan masyarakat,dalam hal ini media massa, pengalaman langsung sertasosialisasi palitik dalam pergaulan sangat besar peranannya.Ada korelasi positif antara pemilihan umum denganpendidikan politik. Di satu pihak. pemilihan umum dapat berJungsisebagai sarana pendidikan politik, di lain pihak pendidikanpolitik akan memberikan arti terhadap pemilihanumum. Melalui pendidikan politik yang berhasil, pemilihanumum. akan lebih berfungsi dalam kehidupan demokrasi dank.c:hidupan kenegaraan pada. umumnya.
TEORI MEDAN MAKNA DAN KEBERMAKNAANNYA DALAM PENGAJARAN KOSAKATA PADA SISVIA KELAS I SEKOLAH DASAR Haryadi, Haryadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.525 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8882

Abstract

Pengajaran kosakata sebagai salah satu aspek da~ampengajaran bahasa Indonesia, '!S'e,lama; ini kurang mendapatkanperhatian. Fenomena ini· ·tampak dari kurang~ya buku-bukuyan.g' .' 'membicarakan peng~jaran kosakata termasuk strategipengajarannya. Dalam upaya. mengatasi masalah itu. penulismencoba memperkenalkan teori medan makna dan menguraikankemungkinan penerapannya' dalam pengajaran'. kosakata,- khususnya pada siswa kelas 1 sekolah dasar. ',: ::' :.' ~Pendekatan medan makna memandang ba~asa sebagaisatu keseluruhan yang tertata da-n dipenggal atas bagian yangsaling berhubungan. : " :.~: .. ---. .. Pada dasarnya, ada tiga langkah yang petlu"dipernatikanuntuk menerapkan teori. medan makna pada pengajarankosakata, yaitu (1) mengasosiasikan pokok bahasan qenganbeberapa kata yang menjadi cakupannya atau yang berhubungansecara maknawi melalui berbagaikegiatan ataupermainan yang mengasyikan, (2) menganalisis makna darikata-kata itu untuk mencermati perbedaannya, (3) menggun"akankata-kata itu dalam kegiatan berkomunikasi.Selanjutnya, secara teoretis dapat disimpulkan pahwadengan menerapkan teori medan makna akan dapat diperolehbanyak keuntungan, misalnya (1) memperluas wawasan' siswaten·tang ruan'g' lingkup suatu kata, (2) meningkatkan pemahamanterhadap makna suatu .·kata, (3) meningkatkan kecermatandalam -pemilihan suatu kata, (4) meningkatkan kemampuanpengasosiasian suatu kata, (5) meningkatkan daya kritisdan penalaran, (6) menjadikan pengajaran kosakata lebihkomunikatif dan bermakna.
PERANAN RISET DI PERGURUAN TINGGI DALAM MENYONGSONG ERA TINGGAL LANDAS* Moh. Amien
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8900

Abstract

Bila kita mau membicarakan tentang "Peranan Riset di Perguruan Tinggi dalam Menyongsong Era Tinggal Landa" maka kita harus memahami lebih dahulu apa yang dimaksud dengan: Riset, Perguruan Tinggi dan Era Tinggal Landas
POSISI MEDIA INSTRUKSIONAL SEBAGAI KOMPONEN SISTEM PENGAJARAN SEKOLAH S. Bayu Wahyono
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8905

Abstract

Pemanfaatan mediq instruksional dalam proses belajarmengajartelah me~galami perkembangan cukup berarti, darihanya sekedar sebagai alat peraga hingga pembawa danpenyebar informasi, serta" pada fase perkembangan terakhirmenjadi variabel pemicu meningkatkan motivasi belajar.". Peranannya sebagai pembentuk aspek kognitif, afektif, dan..psikomotorik telah banyak terbukti melalui penelitian empi-.. rik. .. .Namuri demikian, hingga saat ini media instruksionalmasih belum ditempatkan sebagai salah satu komponen sistempengajaran sekolah sehingga pemanfaatannya belum secaraoptimal dalam aktivitas belajar-mengajar. Adanya kecenderunganverbalisme dalam proses belajar-mengajar yangdewasa ini sering disebut-sebut sebagai salah satu penyebabutama rendahnya kreativitas siswa, boleh jadi salah satufaktor penyebabnya adalah belum dimanfaatkannya mediainstruksional tersebut secara optimal. .Oleh karena itu, menempatkan posisi media instruksionalsebagai komponen sistem pengajaran sekolah, diharapkanmerupakan tawaran alternatif permasalahan tersebut. Tulisanini berusaha memberikan pertanggungjawaban secara logis,mengapa media instruksional patut dipertimbangkan untukmenjadi salah satu komponen sistem pengajaran sekolahdalam upaya optimalis~si pencapaian tujuan .belajar.
MODIFIKASI DAN IMPLEMENTASI" RELAI ELEKTRONIK· TEGANGAN LEDIH DAN TEGANGAN KURANG UNTUKJARINGAN LISTRIK SATU FASA Sunomo Sunomo
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8906

Abstract

Tujuan penggunaan relai elektronik tegangan lebih dantegangan kurang untuk jaringan listrik satu f~sa adalah untukmemutus tegangan jaringan satu fasa ke pemakai (beban)secara otomatis untuk melindunginya dari kemungkinan kerusakan. jika oleh suatu sebab, tegangan' jaringan listrik naikmelebihi batas normalnya ,atau turun. melampaui ambangbatas minimum yang telah ditentukan. Beban yang dilindungidapat berupa: televisi, video, perangkat tata suara, komputerdan peralatan llstrik a tau elektronik lainnya. Modifikasi daniinplementasi dimaksudkan sebagai pengembangan dan pelaksanaandalam bentuk rangkaian nyata berdasar gambardiagram blok dari TS Madava Rao, profesor. teknik listrikberkebangsaan India.Gambar blok diagram Rao untuk tegangan lebih dantegangan kurang yang menggunakan dua saklar pemutusmaknetik pada keluarannya, oleh penulis dikembangkan dandiwujudkan menjadi hanya menggunakan satu saklar pemutusmaknetik saja, dilengkapi dengan indikator audio dan visual.Indikator audio berupa sistem alarm yang akan berbunyi jikategangan jaringan telah naik atau turun melebihi batas yangtelah ditentukan bersamaan ...dengan memutusnya kontaktor.Indikator visual berupa tiga buah diode pancar cahaya yangmasing-masing menunjukkan apakah tegangan jaringan sedangdalam batas normal, melebihi atau kurang dari harga pengaturan yang telah ditetapkan.Uji laboratorium terhadap rangkaian menunjukkankinerja yang memuaskan dalam arti mampu bekerja memutu5jaringan ke beban sesuai dengan rancangan pada pengaturan140 volt dan 260 volt. Pada tegangan jaringan 380 volt alatmasih bekerja, pada 440 volt sekering pemutus .bekerjamemutus catu daya ke rangkaian sehingga reJai elektroniksepenuhnya terbebas dari jaringan.
PEMBETULAN KESALAHAN DALAM PENGAjARAN BAHASA KEDUA Suwarna, Suwarna
Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8908

Abstract

Kaum behavioris memandang kesalahan berbahasamerupakan suatu cela yang harus dihindari dan segeradibetulkan bila kesalahan itu terjadl. Kaum nativis sebaliknya.memandang kesalahan berbahasa merupakan hal yangwajar terjadi dan merupakan bukti adanya proses belajardalam diri pembelajar.Pembetulan kesalahan dalam pembeJajaran bahasai<edua (B2) juga masih sangat bervariasi. Hal ini disebabkandasar teori dan cara pandang terhadap adanya kesalahan berbaha~a tiap-tiap aUran (kaum nativisme dan behaviorisme)berbeda sehingga timbul isu apakah pembetulan kesalahanbenar-benar membantu pemerolehan Bl. Makalah ini berusahamenjawab isu tersebut. Pembetulan kesalahan .akan dapatmembantu pemerolehan B? bila (a) dilakukan secara selektif;(b) tidak perlu ajeg dan sistematis; (e) interaksi merupakanaktivitas instruksional .yang bersifat pembelajaran; (d) terdapatvariasi penggunaan teknik langsung dan tidak langsung;(e) terdapat variasi giliran subjek pembetulan kesalahan; (f)nomor a - e mempertimbangka.n .waktu yang tepat dankemampuan pembelajar.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

1992 1992


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): Cakrawala Pendidikan (October 2025) Vol. 44 No. 2 (2025): Cakrawala Pendidikan (June 2025) Vol. 44 No. 1 (2025): Cakrawala Pendidikan (February 2025) Vol. 43 No. 3 (2024): Cakrawala Pendidikan (October 2024) Vol. 43 No. 2 (2024): Cakrawala Pendidikan (June 2024) Vol. 43 No. 1 (2024): Cakrawala Pendidikan (February 2024) Vol. 42 No. 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 3 (2023): Cakrawala Pendidikan (October 2023) Vol 42, No 2 (2023): Cakrawala Pendidikan (June 2023) Vol 42, No 1 (2023): Cakrawala Pendidikan (February 2023) Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022) Vol 41, No 2 (2022): Cakrawala Pendidikan (June 2022) Vol 41, No 1 (2022): Cakrawala Pendidikan (February 2022) Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021) Vol 40, No 2 (2021): Cakrawala Pendidikan (June 2021) Vol 40, No 1 (2021): Cakrawala Pendidikan (February 2021) Vol 39, No 3 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 3, OCTOBER 2020 Vol 39, No 2 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 2, JUNE 2020 Vol 39, No 1 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 1, FEBRUARY 2020 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 3, OCTOBER 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 2, JUNE 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 1, FEBRUARY 2019 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2018, TH.XXXVII, NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2017, TH. XXXVI, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2016, TH. XXXV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2016, TH. XXXV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2015, TH. XXXIV, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2015, TH. XXXIV, NO. 1 CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3 CAKRAWALA PENDIDIKAN JUNI 2014, TH. XXXIII, NO. 2 CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2014, TH. XXXIII, NO. 1 No 3 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN NOVEMBER 2013, TH. XXXII, NO. 3 No 2 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Juni 2013, Th. XXXII, No. 2 No 1 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Februari 2013, Th. XXXII, No. 1 No 3 (2012): Cakrawala Pendidikan edisi November 2012, Th. XXXI, No. 3 No 2 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Juni 2012, Th. XXXI, No. 2 No 1 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2012, Th. XXXI, No. 1 No 3 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI NOVEMBER 2011, Th. XXX, No. 3 No 1 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2011, Th. XXX, No. 1 No 2 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN Mei 2011, Th. XXX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 3 (2010): Cakrawala Pendidikan, November 2010, Th. XXIX, No. 3 No 2 (2010): Cakrawala Pendidikan, Juni 2010, Th. XXIX, No. 2 No 3 (2010): Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY No 1 (2010): Cakrawala Pendidikan Edisi Februari 2010 No 3 (2009): Cakrawala Pendidikan, November 2009, Th. XXVIII, No. 3 No 2 (2009): Cakrawala Pendidikan, Juni 2009, Th. XXVIII, No. 2 No 1 (2009): CAKRAWALA PENDIDIKAN, Februari 2009, Th. XXVIII, No. 1 Vol 2, No 2 (2008): Cakrawala Pendidikan, Juni 2008, Th. XXVII, No. 2 Vol 1, No 1 (2008): Cakrawala Pendidikan, Februari 2008, Th. XXVII, No. 1 No 3 (2008): Cakrawala Pendidikan, November 2008, Th. XXVII, No. 3 Vol 3, No 3 (2007): Cakrawala Pendidikan, November 2007, Th. XXVI, No. 3 Vol 2, No 2 (2007): Cakrawala Pendidikan, Juni 2007, Th. XXVI, No. 2 Vol 1, No 1 (2007): Cakrawala Pendidikan, Februari 2007, Th. XXVI, No. 1 No 3 (2006): Cakrawala Pendidikan, November 2006, Th. XXV, No.3 No 2 (2006): Cakrawala Pendidikan, Juni 2006, Th. XXV, No.2 No 1 (2006): Cakrawala Pendidikan, Februari 2006, Th. XXV, No.1 No 3 (2005): Cakrawala Pendidikan, November 2005, Th. XXIV, No.3 No 2 (2005): Cakrawala Pendidikan, Juni 2005, Th. XXIV, No.2 No 1 (2005): Cakrawala Pendidikan, Edisi Februari 2005, Th. XXIV, No.1 No 3 (2004): Cakrawala Pendidikan edisi November 2004, Th. XXIII, No.3 No 2 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2004, TH. XXIII, NO. 2 No 1 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2004, TH. XXIII, NO. 1 No 3 (2003): Cakrawala Pendidikan edisi November 2003, Th. XXII, No. 3 No 2 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2003, TH. XXII, NO. 2 No 1 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2003, TH. XXII, NO. 1 No 3 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI NOVEMBER 2002, TH. XXI, NO. 3 No 2 (2002): Cakrawala Pendidikan edisi Juni 2002, Th. XXI, No. 2 No 1 (2002): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2002,TH XXI. NO.1 CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,2001,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2000,TH.XX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1999,TH.XVIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1998,TH.XVII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1997,TH.XVI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1996,TH.XV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1992,TH.XII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1991,TH.XI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1990,TH.X CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1989,TH.VIII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1988,TH.VII CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1987,TH.VI CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1985,TH.IX CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1983,TH.III CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1982,TH.II CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1981,TH.I CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I More Issue