cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2017)" : 20 Documents clear
PERBEDAAN KECERDASAN EMOSI ANTARA PENDENGAR MUSIK HARDCORE DENGAN PENDENGAR MUSIK KLASIK Virgina Dharmasasmitha; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p01

Abstract

Musik dapat menjadikan seseorang berintraksi dengan orang lain, dan juga bisa mempengaruhi suasana hati seseorang (Schwartz & Fouts, 2003). Kecerdasan emosi dapat distimulasi oleh musik. Para ilmuwan sering membicarakan bagian otak yang digunakan untuk berfikir yaitu korteks (kadang-kadang disebut neokorteks) sebagai bagian yang berbeda dari bagian otak yang mengurangi emosi yaitu sistem limbik, padahal keduanya mempunyai hubungan. Interaksi yang disebabkan rangsangan bunyi musik dapat menentukan kecerdasan emosi. Musik hardcore yang termasuk dalam musik keras dan musik klasik yang termasuk dalam musik lembut merupakan jenis musik yang berbeda. Irama musik yang berbeda akan menyebabkan kondisi emosi yang berbeda pula. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif komparasi. Subjek penelitian ini adalah remaja akhir yang mendengarkan musik hardcore dan musik klasik di Bali sebanyak 100 orang dengan kriteria sering mendengarkan musik, berusia antara 18-21. Metode pengambilan sampelnya dengan metode Simple Random Sampling. Metode pengambilan datanya dengan Skala Kecerdasan Emosi dengan reliabilitas 0,939. Normalitas variabel kecerdasan emosi sebesar 0,925 dan homogenitas variabel kecerdasan emosi adalah 0,204. Metode analisis datanya dengan teknik independent sample t test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecerdasan emosi antara pendengar musik hardcore dengan pendengar musik klasik dengan nilai t -0,020 dan nilai signifikansi 0.984. Artinya tidak ada perbedaan kecerdasan emosi antara pendengar musik hardcore dengan pendengar musik klasik. Kata kunci : Kecerdasan Emosi , Pendengar Musik, Hardcore, Klasik
TUAH KETO DADI NAK LUH BALI: MEMAHAMI RESILIENSI PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KDRT DAN TINGGAL DI PEDESAAN Putu Ayu Meirina Pradnya Paramitha Wedaningtyas; Yohanes Kartika Herdiyanto
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p02

Abstract

KDRT merupakan permasalahan sosial yang identik dengan perempuan, utamanya pada daerah yang dinaungi budaya patriarki, seperti Bali salah satunya. Melalui penerapan konsep purusa-pradana, para perempuan dituntut untuk mampu mempertahankan eksistensinya dalam keluarga sebagaimanapun menekannya suatu keadaan, tidak terkecuali pada kasus KDRT. Perempuan masih ditabukan untuk bercerai ,. Individu yang demikian, dapat diistilahkan sebagai individu yang resilien. Resiliensi merupakan suatu proses aktif untuk mampu memutuskan bangkit, menghadapi, mampu memperkuat diri dan tetap melaksanakan perubahan sehubungan dengan cobaan yang sedang dialaminya (Grotberg dalam Dewi, Djoenaina, & Melisa., 2004). Pada penelitian yang melibatkan satu orang perempuan sebagai responden, didapatkan bahwa resiliensi pada Perempuan Bali terbentuk dari adanya nilai-nilai keyakinan pada dirinya yang mendorong individu untuk bersedia belajar dan beradaptasi selama menjalani kehidupan berumah tangga. Kata Kunci: KDRT, Perempuan Bali, Resiliensi
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN PERILAKU MENJALIN PERSAHABATAN PADA REMAJA DI DENPASAR Kadek Novia Purnamasari; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p03

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Seiring dengan perubahan yang dialami, remaja cenderung mencari jati diri dengan mencoba segala sesuatu yang belum pernah dilakukannya. Terkadang, keinginan para remaja terhalang oleh sikap orangtua dalam mengasuh anak yang masih menjunjung tinggi aturan kebudayaan, sehingga mempengaruhi hubungan antara orangtua dengan anak. Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja terhadap perilakunya. Tidak sedikit anak dengan pola asuh orangtua yang otoriter cenderung menarik diri dari lingkungannya. Hal ini dapat memicu remaja untuk enggan menjalin persahabatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang negatif antara pola asuh otoriter dengan perilaku menjalin persahabatan pada remaja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Subyek penelitian ini adalah remaja SMA Negeri di Denpasar sebanyak 207 orang dengan kriteria anak yang berpola asuh otoriter dan berusia antara 15-17 tahun. Metode pengambilan sampelnya dengan metode area probability random sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Product moment dari Karl Pearson. Oleh karena data hasil penelitian memiliki distribusi yang tidak normal, maka peneliti memutuskan untuk mengubah metode analisis data menjadi nonparametrik Korelasi Spearman Rank. Hasil probabilitas pada korelasi spearman rank 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan (signifikan) dengan kategori nilai korelasi rendah berdasarkan tabel makna nilai korelasi menurut Sugiyono 2007, dimana koefisien korelasi spearman rank-nya adalah +0,327. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang negatif antara pola asuh otoriter dengan perilaku menjalin persahabatan pada remaja. Kata kunci : Pola Asuh Otoriter, Perilaku Menjalin Persahabatan, Remaja
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF REMAJA DI KOTA DENPASAR Astuti Wijayanti; Dewi Puri Astiti
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p04

Abstract

Perilaku konsumtif remaja merupakan tindakan yang terlihat secara nyata dalam mendapatkan, mengkomsumsi, dan menghabiskan barang hasil industri dan jasa tanpa batas dan lepas kendali yang ditandai dengan kehidupan mewah dan berlebihan. Perilaku konsumtif dipengaruhi oleh faktor intermal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internal yang dimaksud adalah konsep diri, sehingga tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan perilaku konsumtif remaja di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang melibatkan remaja di Kota Denpasar yang berjumlah 318 orang dengan rentang usia 15 – 18 tahun, yang dipilih berdasarkan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala pengukuran. Skala yang pertama yaitu skala konsep diri (r : 0,895) dan skala kedua yaitu skala perilaku konsumtif (r : 0,905) Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil rxy = -0,633. Hasil tersebut berarti bahwa terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan perilaku konsumtif, yang berarti bahwa semakin rendah konsep diri remaja, semakin tinggi perilaku konsumtif remaja dan begitu pula sebaliknya. Konsep diri berpengaruh sebesar 40% terhadap perilaku konsutif, sedangkan sisanya sebesar 60% dipengeruhi oleh faktor lain. Faktor lain yang dimaksud adalah yaitu kebudayaan, kelas sosial, kelompok sosial dan keluarga (Sumartono, 2002). Kata Kunci : Konsep Diri, Perilaku Konsumtif dan Remaja
HUBUNGAN ANTARA KETIDAKAMANAN KERJA DAN ETOS KERJA PADA KARYAWAN ALIH DAYA DI BALI I Gede Ayana Wiria Partha Tuban; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p05

Abstract

Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan adalah memanfaatkan karyawan alih daya untuk mengurangi jumlah karyawan tetap. Perusahaan menggunakan karyawan alih daya bertujuan untuk memaksimalkan pekerjaan pokok perusahaan dan tidak dibebani oleh pekerjaan pendukung. Dari tahun 2005-2012, jumlah perusahaan alih daya yang tercatat di Kabupaten Badung sebanyak 42 perusahaan. Penggunaan karyawan alih daya menyebabkan perusahaan lebih fokus pada pekerjaan pokok, sedangkan kerja pendukung sepenuhnya dikelola oleh perusahaan alih daya. Sistem kerja alih daya pada umumnya menguntungkan perusahaan dan merugikan karyawan alih daya. Hal ini dikarenakan tidak adanya jenjang karir dan kejelasan masa depan kerja karyawan alih daya. Ketidakjelasan jenjang karir karyawan alih daya dan masa depan kerja tidak menentu membuat karyawan alih daya berpotensi mengalami ketidakamanan kerja. Berbagai pengaruh yang diakibatkan oleh ketidakamanan kerja menyebabkan karyawan alih daya merasa dipandang sebelah mata oleh perusahaan dan merasa tidak adil dengan status pekerjaannya sebagai karyawan alih daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketidakamanan kerja dan etos kerja pada karyawan alih daya di Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan alih daya yang bekerja di Kabupaten Badung sebanyak 116 karyawan. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala ketidakamanan kerja dan skala etos kerja. Koefisien reliabilitas skala ketidakamanan kerja adalah 0,928 dan skala etos kerja adalah 0,960. Penelitian ini menggunakan analisis data korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,282 dengan nilai probabilitas sebesar 0,002 (0,002<0,05), sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan yang negatif antara ketidakamanan kerja dengan etos kerja. Koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,079 yang bermakna 7,9% dari etos kerja dapat dijelaskan oleh variabel ketidakamanan kerja, sedangkan sisanya sebesar 92,1% dapat dijelaskan oleh faktor yang lain. Kata kunci: karyawan alih daya, ketidakamanan kerja, etos kerja.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERSEPSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN WANITA KETIKA MASA PRAMENSTRUASI PADA PERUSAHAAN GARMEN DI BALI Sri Suhartati; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p06

Abstract

Hampir secara keseluruhan pekerjaan dalam industri garmen dikerjakan oleh manusia. Sebagian besar karyawan dalam industri garmen adalah wanita, namun karakteristik dan kebutuhannya berbeda dibandingkan dengan karyawan pria. Setiap bulan pekerja wanita secara rutin dihadapkan dengan siklus menstruasi. Satu siklus menstruasi memiliki tiga masa, yaitu pramenstruasi, menstruasi, dan pasca menstruasi. Pada masa pramenstruasi umumnya wanita mengalami perubahan baik secara fisik maupun psikologis yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dan faktor psikologis. Hal tersebut menyebabkan wanita mengalami kondisi yang tidak nyaman. Apabila tidak ditangani dengan tepat, maka akan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah penurunan persepsi terhadap kinerja. Penurunan persepsi diri terhadap kinerja akan berimbas pada penurunan kinerja secara nyata. Guna mengatasi penurunan kinerja karyawan yang disebabkan oleh keadaan pramenstruasi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan lebih memerhatikan kecerdasan emosional dalam diri karyawan wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecerdasan emosional dengan persepsi terhadap kinerja ketika masa pramenstruasi pada perusahaan garmen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan skala penelitian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kepada 127 karyawan wanita pada perusahaan garmen di Provinsi Bali, Indonesia. Data penelitian mengikuti distribusi normal dan linear. Hasil dari penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,703 dan probabilitas 0,000 (p<0,05). Hal ini berarti ada hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dengan persepsi terhadap kinerja karyawan wanita ketika masa pramenstruasi pada perusahaan garmen. Sumbangan dari variabel kecerdasan emosional terhadap persepsi terhadap kinerja adalah sebesar 49,5%. Kata kunci: kecerdasan emosional, persepsi terhadap kinerja, masa pramenstruasi, perusahaan garmen.
HUBUNGAN KONFORMITAS DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP AGRESIVITAS PADA REMAJA MADYA DI SMAN 7 DENPASAR Anak Agung Ayu Nisha Amanda; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p07

Abstract

Pengaruh normatif dan pengaruh informasi berdampak pada tingkah laku seseorang yang disebut dengan konformitas. Konformitas bisa berdampak negatif dan positif, konformitas negatif contohnya adalah tawuran yang dapat merujuk ke tindak agresivitas. Remaja yang memiliki rentang usia 13-18 rentan terhadap tindak agresivitas terkait dengan emosi remaja yang fluktuatif (Rice, 2001). Agresivitas yang tinggi dapat diturunkan dengan kecerdasan emosional yang tinggi, karena dengan memiliki kecerdasan emosional yang tinggi seseorang mampu mengenali emosi diri dan orang lain dan mampu mengelola emosi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan konformitas dan kecerdasan emosional terhadap agresivitas pada remaja madya di SMAN 7 Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 226 orang siswa kelas I dan II SMAN 7 Denpasar berusia antara 15-18. Instrumen penelitian ini adalah skala agresivitas (? = 0.882) Buss dan Perry (dalam Bryant & Smith, 2001), skala konformitas (? = 0.902) , dan skala kecerdasan emosional (? = 0,872) (Simarmata, 2005). Hasil analisis regresi berganda menghasilkan R= 0,452 (F= 28,667; p< 0,05) dapat dikatakan bahwa konformitas dan kecerdasan emosional memiliki hubungan terhadap agresivitas. Hasil korelasi parsial antara konformitas dengan agresivitas dengan mengontrol variabel kecerdasan emosional adalah 0,300 (p<0,05) yang berarti konformitas dengan agresivitas memiliki hubungan yang positif yang artinya adalah semakin tinggi konformitas, semakin tinggi pula tingkat agresivitas. Hasil korelasi parsial antara kecerdasan emosional dengan agresivitas dengan mengontrol variabel konformitas adalah -0,256 (p<0,05) yang berarti kecerdasan emosional dengan agresivitas memiliki hubungan yang negatif yang artinya semakin tinggi kecerdasan emosional seseorang, maka tingkat agresivitasnya semakin rendah. Kata Kunci : Agresivitas, Konformitas, Kecerdasan Emosional, Remaja Madya
PERBEDAAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA IBU DITINJAU DARI STRUKTUR KELUARGA DI KOTA DENPASAR Gina Sonia Martha Dewi; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p08

Abstract

Ilmu psikologi tidak hanya studi yang membahas tentang kelemahan tetapi juga studi tentang kekuatan dan kebijakan individu yang kemudian disebut sebagai Psikologi Positif. Salah satu pokok bahasan dalam psikologi positif adalah terkait dengan subjective well being individu. Terdapat enam prediktor subjective well being individu dimana salah satu prediktor tersebut adalah hubungan sosial yang positif. Kelompok sosial terkecil didalam masyarakat adalah keluarga. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis Independent Sample T-test, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu two stage area sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang tinggal pada struktur keluarga nuclear family (N=60) dan struktur keluarga extended family (N=60) dengan rentang usia 18-40 tahun. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala subjective well being sebanyak 27 aitem (?= 0,857). Hasil dari penelitian ini diperoleh t hitung pada Equal varians assumed sebesar 2,519 dengan probabilitas 0,013 atau berada dibawah 0,05 (p<0,05), maka Ha diterima, atau dapat dikatakan kedua kelompok berbeda secara signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan subjective well being pada ibu yang tinggal dalam struktur keluarga nuclear family dengan ibu yang tinggal dalam struktur keluarga extended family. Kata Kunci : Subjective well being, Ibu, Extended Family, Nuclear Family
PERBEDAAN TINGKAT PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA IBU RUMAH TANGGA DENGAN IBU BEKERJA DI KABUPATEN GIANYAR Ni Luh Komang Apsaryanthi; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p09

Abstract

Psychological well-being menunjukkan kondisi mental yang sehat yang ditandai dengan adanya kebahagiaan, mampu menghadapi tantangan atau masalah dan menggunakan potensi yang dimiliki dengan optimal. Psychological well-being penting dimiliki oleh para ibu. Peran ibu dapat dibedakan menjadi ibu rumah tangga dan ibu bekerja. Ibu rumah tangga akan fokus dan memiliki lebih banyak waktu dalam melaksanakan perannya dalam keluarga, sedangkan ibu bekerja harus mampu mengatur waktu untuk melaksanakan peran dalam keluarga dan juga peran dalam pekerjaannya. Perbedaan peran dan tanggung jawab antara ibu rumah tangga dan ibu bekerja dapat mempengaruhi psychological well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat psychological well-being pada ibu rumah tangga dengan ibu bekerja di Kabupaten Gianyar. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 200 individu yang terdiri dari 100 ibu rumah tangga dan 100 ibu bekerja. Metode pengambilan data menggunakan skala psychological well-being dengan koefisien Cronbach’s Alpha (a=0,877). Analisis statistik yang digunakan adalah Independent Sample T-Test. Hasil dari uji analisis data yaitu terdapat nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan psychological well-being pada ibu rumah tangga dengan ibu bekerja di Kabupaten Gianyar. Kata Kunci : psychological well-being, ibu rumah tangga, ibu bekerja
PENGARUH MENDONGENG SAMBIL BERMAIN TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA 8-11 TAHUN DI SD NEGERI 8 DAUH PURI DENPASAR Ni Luh Mirah Laksmi Dewi; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p10

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang penting sebagai penunjang kesuksesan anak di masa depan. Perkembangan taraf kecerdasan emosional seorang anak sangat ditentukan oleh stimulus lingkungan yang diperoleh sejak usia dini. Mendongeng sambil bermain merupakan salah satu stimulus yang berperan dalam perkembangan diri seorang anak. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain static group comparison. Tujuan dari penelitian ini adalah memgetahui pengaruh mendongeng sambil bermain terhadap kecerdasan emosional anak. Subjek penelitian adalah anak usia 8-11 tahun yang saat ini sedang duduk di kelas 3, 4 dan 5 di SD Negeri 8 Dauh Puri Denpasar (N=82). Metoda pengambilan data menggunakan skala Kecerdasan Emosional dengan koefisien Cronbach's Alpha (?=0.918). Analisis statistik yang digunakan adalah Independent Sample T-test. Diperoleh koefisien T-test untuk kecerdasan emosional total adalah (t=2.252 ; p<0,05) dan Levene F-test = 1.012 dengan probabilitas 0.317 (P>0.05), maka kedua sampel dapat dikatakan homogen dan Ha diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mendongeng sambil bermain berpengaruh terhadap taraf kecerdasan emosional anak usia 8-11 tahun di SD Negeri 8 Dauh Puri Denpasar. Kata Kunci: Dongeng, bermain, anak usia sekolah dasar, kecerdasan emosional.

Page 1 of 2 | Total Record : 20