cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 422 Documents
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KONFLIK PERAN TERHADAP INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN BANK DI DENPASAR Nyoman Ayu Trisa Mustika Dewi; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p15

Abstract

Intensi turnover adalah keinginan dan pemikiran karyawan untuk menarik diri dari perusahaan secara sukarela dengan tujuan untuk mencari alternatif pekerjaan lain dan belum terwujud dalam bentuk perilaku nyata. Faktor yang dapat memengaruhi intensi turnover karyawan adalah kepuasan kerja dan konflik peran. Kepuasan kerja adalah keadaan dan emosi positif yang merupakan hasil dari evaluasi atau penilaian mengenai pekerjaannya yang menyangkut penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan terhadap kondisi dan situasi kerja. Konflik peran adalah kondisi dimana terdapat tekanan peran berasal dari keluarga dan pekerjaan yang dapat menyebabkan kesulitan dalam menjalankan salah satu peran dan memengaruhi peran yang lain. Turnover karyawan dapat terjadi pada daerah-daerah yang permintaan tenaga kerjanya tinggi seperti di kota-kota besar. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan di Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari kepuasan kerja, dan konflik peran terhadap intensi turnover pada karyawan bank di Denpasar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 111 karyawan. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala intensi turnover, skala kepuasan kerja dan skala konflik peran. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukan bahwa kepuasan kerja dan konflik peran bersama-sama berpengaruh sebesar 51,9% terhadap intensi turnover karyawan bank di Denpasar (R=0,721). Kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap intensi turnover (?=-0,168). Konflik peran berpengaruh secara signifikan terhadap intensi turnover (?=0,562). Kata Kunci: Intensi turnover, kepuasan kerja, konflik peran, karyawan bank.
MEMAAFKAN PADA PEREMPUAN DEWASA MUDA YANG PERNAH MENGALAMI KEKERASAN OLEH ORANGTUA PADA MASA ANAK-ANAK Yemima Yoela; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p16

Abstract

Berbagai kasus kekerasan terhadap anak terus terjadi, berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Keluarga Berencana (KB) dan Perlindungan Perempuan (PP) Kota Denpasar, terdapat 148 kasus kekerasan pada tahun 2013, 143 kasus pada tahun 2014 dan 116 kasus di tahun 2015 (sampai bulan Oktober 2015). Sebanyak 80 persen kekerasan yang menimpa anak-anak dilakukan oleh keluarga, termasuk orangtua. Kekerasan yang dialami akan menimbulkan berbagai macam dampak yang terbawa hingga anak tersebut dewasa, seperti harga diri rendah, mengalami depresi pada masa dewasa, masalah dalam membina hubungan dengan orang lain, agresivitas, dan lain-lain. Kekerasan yang terjadi juga dapat merusak hubungan antara orangtua dengan anak. Salah satu cara agar individu dapat mengalami pemulihan dari dampak-dampak tersebut dan mengembalikan hubungan dengan pelaku adalah dengan memaafkan, yaitu kesediaan individu untuk melepaskan haknya untuk membalas, memberikan penilaian negatif dan menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap pihak yang melakukan kesalahan, merespons dengan belas kasihan, kemurahan hati serta kasih terhadap orang tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana proses memaafkan perempuan dewasa muda yang pernah mengalami kekerasan oleh orangtua pada masa anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak tiga orang perempuan dewasa muda yang sudah memaafkan orangtuanya, beserta satu significant others dari masing-masing responden. Hasil penemuan dalam penelitian ini dibagi dalam dua kategori, yaitu Kategori I: Kekerasan yang Dialami (bentuk kekerasan: emosional/psikis, penelantaran dan fisik, dan dampak kekerasan: diri sendiri, keluarga dan lingkungan sosial) dan Kategori II: Proses Memaafkan (fase menyadari kemarahan, fase memutuskan untuk memaafkan, fase berusaha untuk memaafkan dan fase mendalami). Kekerasan yang dialami ketiga responden, yaitu psikis, penelantaran dan fisik menyebabkan berbagai macam dampak dalam kehidupan masing-masing responden, kemudian ketiganya memutuskan untuk memaafkan orangtua yang melakukan kekerasan setelah menyadari bahwa Tuhan sudah mengampuni dan menginginkan ketiga responden untuk memaafkan. Proses memaafkan tersebut juga dibantu oleh komunitas yang mendorong ketiga responden untuk memaafkan. Kata Kunci: memaafkan, kekerasan pada anak, perempuan dewasa muda.
FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA DI DENPASAR Rizka Auliani; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p17

Abstract

Saat ini industri pariwisata sedang berkembang karena adanya tren perjalanan pada masyarakat. Tingginya kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan menyebabkan meningkatnya persaingan pada industri pariwisata. Pesatnya perkembangan perusahaan perjalanan wisata saat ini tentunya harus diikuti dengan pengelolaan yang lebih baik dan profesional. Sebagai suatu industri, perusahaan perjalanan wisata memiliki sumber daya manusia atau karyawan untuk mencapai tujuan perusahaannya. Salah satu cara adalah dengan mensejahterakan karyawan sebagai penggerak perusahaan, yaitu mengetahui faktor kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja adalah suatu perasaan senang atau bangga seseorang terhadap pekerjaannya berdasarkan persepsi masing-masing individu dan perasaan tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor kepuasan kerja pada karyawan perusahaan perjalanan wisata di Denpasar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 118 karyawan. Alat ukur yang digunakan adalah skala kepuasan kerja yang disusun berdasarkan teori kepuasan kerja dari Wexley dan Yukl (1984). Hasil dari uji eksploratori faktor analisis menunjukkan terdapat sembilan faktor kepuasan kerja, yaitu faktor kelompok kerja, faktor kondisi fisik tempat kerja, faktor kompensasi, faktor promosi, faktor dukungan dari atasan, faktor pekerjaan yang menantang, faktor jabatan, faktor gaya kepemimpinan, dan faktor disiplin kerja. Kata kunci: industri pariwisata, tren perjalanan, kepuasan kerja, eksploratori faktor analisis
DINAMIKA MEMAAFKAN PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL I Nyoman Bagus Darma Yudha; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p18

Abstract

Dewasa ini semakin banyak kasus pelecehan seksual terjadi, korban pelecehan seksual tidak memandang usia dan jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Reaserse Kriminal Umum Polda Bali, pada tahun 2014 tercatat 87 kasus pelecehan seksual, sedangkan di tahun 2015, hingga Maret 2015 baru tercatat 18 kasus pelecehan seksual. Pelecehan seksual dapat menimbulkan berbagai dampak, baik secara psikologis, fisik, maupun dalam bidang pekerjaan. Dalam mengatasi dendam kepada pelaku pelecehan seksual, memaafkan menjadi satu cara yang dapat dilakukan oleh para korban untuk menghapus trauma yang dirasakan. Memaafkan merupakan sesuatu yang penting tapi juga sulit untuk dilakukan. Memaafkan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat dan setiap individu akan mengalami proses yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana dinamika memaafkan pada korban pelecehan seksual dengan pelaku (teman baik, ayah, paman, tetangga) dan jenis kelamin korban pelecehan seksual (laki-laki dan perempuan). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah responden terdiri dari dua orang perempuan dan dua orang laki-laki sebagai korban pelecehan seksual, beserta satu significant others dari satu responden. Hasil penemuan dalam penelitian ini dibagi dalam tiga fase, yaitu Fase I: Pengalaman, bentuk dan dampak pelecehan seksual, Fase II: Proses, tujuan dan motivasi perilaku memaafkan dan Fase III: Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku memaafkan. Dalam penelitian ini, satu responden perempuan dan satu responden pria dapat memaafkan pelaku, sedangkan responden penelitian lainnya tidak dapat memaafkan pelaku, sehingga penelitian ini menemukan bahwa perilaku memaafkan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin korban. Kata Kunci: Dinamika memaafkan, pelecehan seksual, korban pelecehan seksual
PERAN POLA ASUH AUTORITATIF DAN KONSEP DIRI TERHADAP KECERDASAN SOSIAL REMAJA AWAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI DENPASAR Kadek Indah Pratiwi; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p19

Abstract

Kecerdasan sosial merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk menjalin hubungan dan kerjasama, mengorganisir, peka membaca reaksi dan perasaan orang lain, serta mampu menangani perselisihan yang muncul. Kecerdasan sosial merupakan aspek mental yang berkembang karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola asuh dan konsep diri. Pola asuh autoritatif berperan dalam meningkatkan kecerdasan sosial karena orangtua lebih hangat, menunjukkan penerimaan yang positif, menerapkan komunikasi dua arah, dan tanggap terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh autoritatif dan konsep diri terhadap kecerdasan sosial pada remaja awal. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja awal yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Denpasar. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 orang. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,559 dan koefisien determinasi sebesar 0,312, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), dengan demikian terdapat peran pola asuh autoritatif dan konsep diri terhadap kecerdasan sosial remaja awal. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh autoritatif menunjukkan nilai sebesar 0,388, dan signifikansi 0,001 (p<0,05), sehingga pola asuh autoritatif berperan secara signifikan terhadap kecerdasan sosial remaja awal. Koefisien beta terstandarisasi dari konsep diri menunjukkan nilai sebesar 0,223, dan signifikansi 0,047 (p<0,05), sehingga konsep diri berperan secara signifikan terhadap kecerdasan sosial remaja awal. Kata Kunci: Kecerdasan sosial, pola asuh autoritatif, konsep diri, remaja awal.
PENGARUH YOGA TERHADAP KEMAMPUAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SD NEGERI DI DENPASAR Putu Wirmayani; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p20

Abstract

Pendidikan memegang peran yang penting untuk dapat membantu anak untuk mengembangkan potensinya. Ketika belajar di sekolah, konsentrasi belajar menjadi salah satu faktor penentu prestasi belajar anak (Nisa, 2008 & Kintari, 2014). Kemampuan konsentrasi belajar anak pada usia Sekolah Dasar menjadi lebih selektif, beradaptasi, dan terencana ketika berhadapan dengan system pendidikan yang baik. Menurut Margolis (1990), relaksasi dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Yoga adalah aktivitas yang berfokus pada penyatuan tubuh dan pikiran melalui gerakan da nrelaksasi. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui pengaruh Yoga terhadap kemampuan konsentrasi belajar anak SD Negeri di Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel diambil secara acak melalui teknik two stages cluster sampling hingga didapat subyek yang berada di kelas IV SD N 1 Padangsambian sebanyak 73 siswa. Tahap penelitian terdiri dari pre-test, perlakuan yoga (untuk kelompok eksperimen), dan post-test. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner kemampuan konsentrasi belajar yang terdiri dari 24 aitem dengan reliabilitas 0.859. Yoga diberikan selama dua kali seminggu selama 8 sesi dengan durasi 1 jam. Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan hasil yang signifikan (t = 2.390; p = 0.011 ? 0.05), yang artinya Ho ditolak. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Yoga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan konsentrasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri di Denpasar. Kata kunci: Yoga, Kemampuan Konsentrasi Belajar, Siswa SD Negeri
PERAN SELF REGULATED LEARNING DAN KONSEP DIRI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA REMAJA AKHIR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA YANG PERNAH MENJADI FINALIS BALI PAGEANTS Syntia Agung Liana Puspita; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p01

Abstract

Pencapaian prestasi akademik yang tinggi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi remaja yang pernah mengikuti ajang Bali Pageants. Keberhasilan mencapai prestasi yang tinggi berkaitan dengan self regulated learning dan juga konsep diri. Self regulated learning adalah kemampuan individu untuk mengatur disiplin diri dalam belajar, sedangkan konsep diri merupakan kemampuan seorang menilai kekuatan dan kelemahan dalam diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self regulated learning dan konsep diri terhadap prestasi akademik pada mahasiswa remaja akhir. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa remaja akhir FK UNUD yang pernah menjadi finalis ajang Bali Pageants. Hasil uji regresi berganda adalah R=0,385 dan koefisien determinasi sebesar 0,148. Hal ini menunjukkan variabel self regulated dan konsep diri secara bersama-sama berperan sebesar 14,8% terhadap prestasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi self regulated learning sebesar 0,405 dan signifikansi 0,012 (p<0,05) menunjukkan self regulated learning berperan secara signifikan terhadap prestasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi konsep diri sebesar -0,034 dan signifikansi 0,827 (p>0,05) menunjukkan konsep diri tidak berperan terhadap prestasi akademik. Kata kunci: prestasi akademik, self regulated learning, konsep diri, remaja akhir, finalis Bali Pageants
PERAN KEMANDIRIAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA KELAS UNGGULAN SMA DWIJENDRA DENPASAR Kadek Ayu Ratih Dharma Putri; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p02

Abstract

Motivasi berprestasi sangatlah penting pada siswa yang menduduki kelas unggulan. Siswa pada kelas unggulan memiliki kurikulum pelajaran yang sedikit berbeda dari kelas reguler pada umumnya, baik jam pelajaran yang lebih panjang maupun tuntutan wajib agar lebih unggul dibandingkan dengan kelas reguler. Motivasi berprestasi bukanlah aspek mental yang dibawa sejak lahir. Motivasi berprestasi sangat dipengaruhi oleh aspek mental yang memacu penggunaan potensi diri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dari kemandirian dan efikasi diri terhadap motivasi berprestasi pada siswa kelas unggulan. Subjek pada penelitian ini berjumlah 376 siswa kelas kelas unggulan SMA Dwijendra Denpasar. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala motivasi berprestasi, skala kemandirian dan skala efikasi diri. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai R=0,576 (p<0,05) dan R2=0,331 sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian dan efikasi diri secara bersama-sama berperan sebesar 33,1% terhadap motivasi berprestasi pada siswa kelas unggulan. Koefisien beta terstandarisasi dari kemandirian menunjukkan nilai sebesar 0,053 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,310 (p>0,05) yang berarti bahwa kemandirian tidak berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi berprestasi. Koefisien beta terstandarisasi dari efikasi diri menunjukkan nilai sebesar 0,543 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa efikasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi berprestasi. Kata Kunci: Kemandirian, efikasi diri, motivasi berprestasi, dan siswa kelas unggulan
PERAN KONSEP DIRI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMATANGAN KARIER MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNVIVERSITAS UDAYANA B. Primandini Yunanda Harumi; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p03

Abstract

Kematangan karier adalah kemampuan untuk merencanakan, memilih, dan mempertimbangkan karier yang diinginkan selama menjalani tahap-tahap perkembangan karier. Kematangan karier merupakan hal penting dalam diri remaja karena merupakan gambaran mengenai kesiapan remaja menjalani tahap perkembangan karier selanjutnya setelah menyelesaikan jenjang pendidikannya di perguruan tinggi. Kematangan karier dipengaruhi oleh gambaran dalam diri yang terbentuk dalam diri remaja serta keyakinan remaja bahwa dirinya mampu untuk mempersiapkan karier yang sesuai dengan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran konsep diri dan efikasi diri terhadap kematangan karier mahasiswa yang berada dalam tahap perkembangan remaja akhir. Subyek penelitian ini berjumlah 125 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang terpilih melalui random cluster sampling satu tahap. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala konsep diri, skala efikasi diri, dan skala kematangan karier. Hasil dari uji analisis regresi ganda menunjukkan nilai R=0,536 dan R2=0,287 sehingga dapat disimpulkan bahwa konsep diri dan efikasi diri bersama-sama berperan sebesar 28,7% terhadap kematangan karier. Koefisien beta terstandarisasi dari konsep diri menujukkan nilai 0,339 dan taraf signifikansi konsep diri 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa konsep diri berpengaruh terhadap kematangan karier. Koefisien beta terstandarisasi dari efikasi diri menujukkan nilai 0,288 dan taraf signifikansi efikasi diri 0,001 (p < 0,05) menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh terhadap kematangan karier. Kata kunci: konsep diri, efikasi diri, kematangan karier, mahasiswa, remaja
PERAN PROBLEM FOCUSED COPING DAN KONSEP DIRI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA AKHIR YANG MENJADI PENGURUS ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Sang Ayu Ketut Tri Semaraputri; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p04

Abstract

Pada mahasiswa yang menjadi pengurus organisasi, dibutuhkan penyesuaian diri yang baik agar tercapai keseimbangan antara bidang akademik dengan organisasi. Tantangan yang dihadapi ketika melakukan penyesuaian diri adalah banyaknya hal baru yang harus disesuaikan secara bersamaan. Penyesuaian diri merupakan proses yang berlangsung secara terus-menerus sepanjang hidup individu. Aspek mental ini tidak dibawa sejak lahir, melainkan terbentuk karena banyak faktor. Penggunaan strategi problem focused coping memengaruhi individu untuk berfokus pada masalah sehingga penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan baik dan terarah, hal ini berkontribusi terhadap penyesuaian diri yang baik. Konsep diri yang positif memengaruhi penyesuaian diri yang baik karena individu mengetahui tentang dirinya sehingga mampu mencapai keharmonisan antara diri dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran problem focused coping dan konsep diri terhadap penyesuaian diri pada remaja akhir. Subjek dalam penelitian ini adalah 150 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2015 yang menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Instrumen penelitian ini adalah skala problem focused coping, skala konsep diri, dan skala penyesuaian diri. Hasil uji regresi berganda menghasilkan nilai R sebesar 0,728 (F=82.876; p<0,05) yang berarti problem focused coping dan konsep diri secara bersama-sama berperan terhadap penyesuaian diri. Koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 0,530 yang berarti problem focused coping dan konsep diri secara bersama-sama memiliki sumbangan efektif sebesar 53% terhadap penyesuaian diri. Problem focused coping memiliki nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,477 (t= 7,634; p<0,05) yang berarti problem focused coping memiliki peran yang siginifikan terhadap penyesuaian diri. Konsep diri memiliki nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,382 (t= 6,099; p<0,05) yang berarti konsep diri memiliki peran yang signifikan terhadap penyesuaian diri. Kata Kunci: Problem focused coping, konsep diri, penyesuaian diri, remaja akhir