cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2, No.1 (2018)" : 15 Documents clear
Developing problem based calculus learning model Hasan Djidu; Jailani Jailani
Jurnal Kependidikan Vol. 2, No.1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.706 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.12689

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KALKULUS BERBASIS MASALAHAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran kalkulus berbasis masalah (MPK-BM) yang layak. Pengembangan MPK-BM menggunakan model pengembangan Plomp dengan prosedur pengembangan terdiri atas: studi pendahuluan, tahap pengembangan atau pembuatan prototipe, dan tahap penilaian. Kelayakan MPK-BM mengacu pada kriteria kualitas produk pengembangan yang dikemukakan oleh Nieveen yakni valid, praktis, dan efektif. Pengembangan MPK-BM melibatkan empat orang ahli dan dua orang praktisi. Uji coba MPK-BM melibatkan 71 orang siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri 2 Baubau dan dua orang guru matematika. Instrumen yang digunakan terdiri atas: instrumen untuk menilai kevalidan yang meliputi lembar validasi MPK-BM dan perangkat pendukung pelaksanaan pembelajaran, instrumen untuk menilai kepraktisan yang meliputi lembar penilaian kepraktisan dari guru dan siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, serta lembar penilaian keefektifan yaitu tes prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPK-BM yang mencakup sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak pembelajaran, serta perangkat pendukung pelaksanaan pembelajaran (RPP dan LKS) telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.AbstractThis study was aimed at generating a problem-based calculus learning (PBCL) model. This study used Plomp development model consisting of a preliminary study, development or prototyping phase, and assessment phase. The feasibility of PBCL refers to the criteria of product development qualities, proposed by Nieveen, namely validity, practicality, and effectiveness. The study involved 4 experts and 2 practitioners. The try-out involved 71 students of grade XI of the natural science class and 2 math teachers in State Senior High School 2, Baubau. The instruments for assessing product validity were validation sheets and supplementary learning media; for assessing practicality were assessment sheets for teachers and students and observation sheets of learning implementation; and for effectiveness were test sheets of the learning achievement test. The results show that the PBCL model which includes syntax, social system, reaction principle, support system, and impact of learning, along with supporting learning media (RPP and LKS) have fulfilled the validity, practicality, and effectiveness criteria.
Analyses of inclusive education policy: A case study of elementary school in Jambi Muazza Muazza; Hadiyanto Hadiyanto; Delvia Heny; Amirul Mukminin; Akhmad Habibi; Muhammad Sofwan
Jurnal Kependidikan Vol. 2, No.1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.335 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.14968

Abstract

ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN INKLUSI: STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR JAMBIAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendiskripsikan jenis kebijakan dan program pendidikan yang dibuat oleh pemerintah khususnya tentang kebijakan pendidikan inklusi terkait dengan kurikulum pendidikan inklusi, rekrutmen guru pembimbing khusus (GPK), dan sarana prasarana di sekolah dengan kebijakan pendidikan inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan delapan informan, observasi di lima kelas, dan dokumentasi di SD Negeri 131/IV Jambi yang menjadi tempat penelitian ini. Data wawancara dianalisis dengan menggunakan “within case and cross-case analysis” antarinforman. Data observasi dicatat dan disajikan sesuai dengan tema hasil wawancara dan data dokumen digunakan sebagai pembanding data wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menjabarkan tentang tidak ada persiapan penerimaan murid baru dan kurangnya perhatian pemerintah atas dukungan sarana prasarana. Penyajian data juga termasuk tantangan yang dihadapi dalam penerapan pendidikan inklusi di Provinsi Jambi. Saran dan masukan berupa peran aktif pihak sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi, melakukan perekrutan guru yang baik, dan bagi pemerintah untuk mendukung sarana dan prasarana pendidikan.AbstractThis study was aimed at exploring and describing the types of education policies and programs developed by the government, especially on inclusive education policies related to inclusion-education curriculum, special mentor recruitment, and infrastructure facilities in the schools which implemented inclusive education policies. The study used a qualitative approach with a case-study method. The data were collected through interviews with 8 informants, 5 classroom observations, and documentation at the State Elementary School 131/ IV Jambi. The interview data were analyzed using within-case and cross-case analyses among informants. The observational data were recorded and presented in accordance with the theme of the interview results and documentation data was used as the comparison. The results show that there is no new student admission preparation, and the lack of government attention on infrastructure supports. The presentation of data also includes the challenges faced in implementing inclusive education in Jambi. The suggestion for school parties in the implementation of inclusive education is by conducting teacher recruitment and for the government to support educational facilities and infrastructure.
The inter-relation among pedagogic, professional, social, and personality competences in nonformal school teachers Yovi Anggi Lestari; Margaretha Purwanti
Jurnal Kependidikan Vol. 2, No.1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v2i1.10207

Abstract

HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK, PROFESIONAL, SOSIAL, DAN KEPRIBADIAN PADA GURU SEKOLAH NONFORMAL XAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru (kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian) serta melihat hubungan antarkompetensi pada guru-guru sekolah nonformal X. Penelitian ini dilakukan pada sekolah nonformal yang berfokus pada pendidikan seni yang juga membutuhkan kompetensi guru yang berkualitas seperti pada pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan instrumen kuesioner, panduan observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, mayoritas guru memiliki kompetensi cukup, namun masih ada yang memiliki kompetensi kurang sehingga menunjukkan bahwa kompetensi guru masih bervariasi. Pada uji korelasi menunjukkan setiap kompetensi memiliki korelasi signifikan dengan kompetensi lainnya. Artinya, setiap kompetensi tidak berdiri sendiri, namun saling melengkapi untuk menghasilkan kompetensi yang berkualitas secara utuh. Kedua, kompetensi pedagogik memiliki korelasi signifikan dengan kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Kompetensi profesional juga memiliki korelasi signifikan dengan kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian, serta kompetensi sosial yang juga memiliki korelasi signifikan dengan kompetensi kepribadianAbstractThis study was aimed at determining teachers’ pedagogic, professional, social, and personality competences and competency inter-relation of the teachers in the non-formal school X. This study was conducted in non-formal schools that focused on art education that required teachers’ qualified competences as in formal education. The study used the mixed methods with questionnaire instruments, observation, and interview guides. The results show that the majority of the teachers have sufficient competence, and the others have insufficient competence. It shows that the competences of the teachers are still varied. The correlation test results show that each competency has a significant correlation with other competencies. That is, each competency does not stand alone, but complement each other to produce a quality competence intact. The results show that pedagogic competence has a significant correlation with professional, social, and personality competences. Professional competence has a significant correlation with social and personality competences, as well as social competence also has a significant correlation with personality competence
Character learning model in vocational school Umi Rochayati; Ratna Wardani
Jurnal Kependidikan Vol. 2, No.1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v2i1.16268

Abstract

MODEL PEMBELAJARAN KARAKTER KERJA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUANAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran karakter kerja di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Pengembangan model menggunakan pendekatan R D model ADDIE. Pengembangan model diawali dengan analisis kebutuhan karakter kerja melalui observasi ke SMK Negeri 2 Depok Sleman, SMK Mikael Surakarta, dan beberapa industri terkait. Hasil penelitian ini menemukan 13 indikator karakter kerja yang perlu ditanamkan kepada siswa SMK, meliputi: disiplin, loyalitas, kerja keras, tanggung jawab, profesional, jujur, toleransi, kepemimpinan, kerja sama dalam tim, kemampuan beradaptasi, kreatif, inovasi, dan kemampuan dalam memecahkan masalah. Model pembelajaran dikembangkan sesuai prosedur desain instruksional. Rancangan pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai karakter kerja tersebut dimplementasikan secara eksplisit dalam silabus dan rencana pembelajaran. Nilai-nilai karakter kerja diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran terutama mata pelajaran praktik. Model pembelajaran karakter kerja melibatkan dunia usaha dan industri sebagai mitra sekolah dalam proses pembelajaran. Mekanisme yang diterapkan yaitu dengan mengundang dunia usaha dan industri untuk secara berkala memberikan pemahaman tentang budaya kerja di dunia kerja kepada para siswa SMK.AbstractThis study was aimed at developing a work character learning model in the vocational school. This study used qualitative and quantitative methods. The study used the model development of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) approach Research and Development (R D). The model development began with the analysis of work characters needed through observation conducted in State Vocational School 2 in Depok Sleman, Mikael Vocational School in Surakarta, and some related industries. The results show that 13 work character indicators need to be implemented namely discipline, loyalty, hard work, responsibility, professionalism, honesty, tolerance, leadership, teamwork, adaptability, creativity, innovation, and problem solving capability. The learning model was developed according to the instructional design procedure. The design of learning to instill the values of work characters is implemented explicitly in the syllabus and lesson plans. The values of work characters are integrated in each subject especially the practice subjects. The school partners (i.e. industry and business parties) are included in the learning process of this model. The mechanism applied is by inviting the business and the industry parties periodically to provide an understanding of work cultures to the students
Quality of bahasa Indonesia textbooks used in junior high school Supriyadi Supriyadi
Jurnal Kependidikan Vol. 2, No.1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v2i1.10122

Abstract

KUALITAS BUKU TEKS BAHASA INDONESIA YANG DIGUNAKAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMAAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas buku teks Bahasa Indonesia SMP kelas IX yang digunakan di Provinsi Gorontalo. Terdapat tujuh komponen buku teks Bahasa Indonesia kelas IX yang diidentifikasi kualitasnya, yakni petunjuk pembelajaran, deskripsi kompetensi, tujuan pembelajaran, deskripsi isi atau materi pembelajaran, ilustrasi, latihan atau evaluasi, dan rangkuman. Dasar penentuan kualitas buku teks digunakan sepuluh kriteria yang disarankan oleh Greene dan Petty. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data adalah sembilan buku teks Bahasa Indonesia SMP kelas IX yang digunakan di Provinsi Gorontalo. Data berupa tujuh komponen buku teks Bahasa Indonesia SMP kelas IX. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen-komponen dalam buku teks, enam dari tujuh komponen buku teks yang dianalisis kualitasnya sudah sesuai dengan kriteria yang dikemukakan oleh Greene dan Petty. Komponen yang belum sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Greene dan Petty adalah komponen rangkuman. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas buku teks Bahasa Indonesia SMP kelas IX yang selama ini digunakan di Provinsi Gorontalo tergolong tinggi.AbstractThis study was aimed at identifying the quality of Bahasa Indonesia textbooks used in Grade IX of the junior high school in Gorontalo. Seven components of the text book identification, based on the criteria proposed by Greene and Petty, included learning-task instruction, competency description, learning objective, content description or learning material, illustration, exercise or evaluation, and summary. The data sources were nine Bahasa Indonesia textbooks used in Grade IX of the junior high school in Gorontalo. The data consisted of seven components of Bahasa Indonesia textbooks. The data were analyzed using the qualitative analysis technique. The results show that six of the seven components are in line with the quality suggested by Greene and Petty. The component that has not met the criteria set by Greene and Petty is the summary component. Thus, it can be concluded that the level of quality of Indonesian textbooks used in Grade IX of the junior high school in Gorontalo Province is high.

Page 2 of 2 | Total Record : 15