cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 36, No.1 (2006)" : 6 Documents clear
PEMAHAMAN ATAS KECAKAPAN HIDUP SOSIAL OLEH PARA PENDIDIK PRASEKOLAH DAN PENERAPANNYA Yulia Ayriza
Jurnal Kependidikan Vol. 36, No.1 (2006)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9621.822 KB) | DOI: 10.21831/jk.v36i1.7286

Abstract

Abstract This research is the first year of multi-year research. It has three main considerations. Firstly, education is something that inseparable from human life and has a very fundamental function in building human attitude. Secondly, social life skill is a very important skill that should be learned and mastered gradually. The research method is survey and using quantitative as well as qualitative approach complementary. The research subjects are from Yogyakarta and Central Java provinces. The research subjects are 161 consist of 105 preschool educators, 50 parents,4 school committee and 4 are officers from the local office of education. The data were analyzed descriptively. The result shows that most of the preschool educators do not comprehend properly on the meaning of social skill, and also do not really realize on how to put into practice in their educating practice preparation. The society especially decision makers in the local office of education have not specifically socialized on the aspects of social skills. Keywords: early childhood educator, and social life skill
PENERAPAN PENILAIAN OTENTIK DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI SMP NEGERI I NGEMPLAK SLEMAN DENGAN STRATEGI FIKIR Mundilarto Mundilarto
Jurnal Kependidikan Vol. 36, No.1 (2006)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.875 KB) | DOI: 10.21831/jk.v36i1.4943

Abstract

Ada tiga permasalahan yang dipecahkan melalui penelitian ini, yaitu: Bagaimana pengembangan penilaian otentik di SMP Negeri I Ngemplak sehingga guru mendapatkan pengalaman pengelolaan pembelajaran fisika melalui penilaian otentik? Bagaimana langkah pengembangan penilaian otentik yang dapat mendorong guru agar mampu menerapkan penilaian otentik dalam pembelajaran fisika? Bagaimana memberikan alternatif bentuk  penilaian yang dapat memberikan keyakinan kepada guru bahwa pembelajaran dan penilaian otentik bersifat kontekstual? Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berkolaborasi dengan dua orang guru fisika di SMP Negeri I Ngemplak. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IXc berjumlah 40 orang. Walaupun sekolah sudah memiliki sejumlah perangkat komputer untuk pembelajaran, namun subjek penelitian tidak mendapat mata pelajaran Teknologi Informasi. Sebagian besar siswa-siswa ini tidak memiliki dan belum terbiasa dengan perangkat komputer, sehingga pada umumnya mereka belum dapat mengoperasikan komputer dengan baik. Dalam penelitian tindakan kelas ini telah dilakukan sebanyak 3 siklus yang ternyata mampu memberikan suasana pembelajaran fisika di SMP Negeri I Ngemplak Sleman secara interaktif dan kondusif. Ada dua strategi pembelajaran fisika di dalam penelitian ini, yakni menggunakan media interaktif berupa program software komputer dan kegiatan praktikum. Kedua strategi tersebut menekankan kemandirian siswa dalam berinteraksi dengan sumber dan bahan ajar serta kerjasama di dalam kelompok. Strategi FIKIR melalui media komputer dan media praktikum sangat efektif untuk meningkatkan minat dan partisipasi belajar serta hasil belajar fisika siswa-siswa kelas IXc SMP Negeri I Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.   Kata-kata kunci: penilaian otentik, strategi FIKIR
PENINGKATAN PENGUASAAN TATABAHASA BAHASA INGGRIS MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS FBS UNY MELALUI PENDEKATAN COMMON CORE YANG TELAH DIMODIFIKASI Bambang Sugeng; Nury Supriyanti
Jurnal Kependidikan Vol. 36, No.1 (2006)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.135 KB) | DOI: 10.21831/jk.v36i1.4947

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan penguasaan tatabahasa dalam berbaha-sa Inggris. Bantuan ini berupa pembelajaran dengan menggunakan bahan common core dengan harapan mahasiswa bisa mengurangi kesalahan-kesalahan dasar yang mereka buat dalam tatabahasa bahasa Inggris. Penelitian menggunakan model penelitian tindakan dengan dua siklus, masing-masing siklus berjalan selama empat minggu. Penentuan jumlah siklus dilakukan pada akhir Siklus 2 ketika peneliti merasakan bahwa siklus tambahan tidak akan menghasilkan temuan yang berbeda. Sebelas mahasiswa Semester 1 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Tahun Akademik 2005 berpartisipasi sebagai subjek penelitian. Dua macam data dijaring dengan menggunakan kuesioner dan tes. Kuesioner digunakan untuk data yang berhubungan dengan sikap dan perasaan mahasiswa selama berpartisipasi dalam penelitian. Tes dikembangkan menjadi Tes Awal, Tes Progres 1, dan Tes Progres 2 untuk data yang berhubungan dengan penguasaan tatabahasa. Temuan penelitian menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan penguasaan tatabahasa para peserta. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya kesalahan yang mereka buat saat Tes Awal (91), Tes Progres 1 (87), dan Tes Progres 2 (44). Data kuantitatif di akhir masa penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berhasil meningkatkan penguasaan tatabahasa mereka pada tenses, s-ending untuk countable plural nouns, dan sejumlah punctuations. Data terakhir ini pula menunjukkan topik-topik yang masih sukar bagi mahasiswa: finite verbs dan determiners untuk uncountable nouns. Sejumlah temuan tambahan dari data kualitatif menunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa menyatakan menyukai bahan common core karena sifatnya yang sederhana, terinci, dan mudah dipahami.   Kata kunci: common core, kesilapan tatabahasa, minimum requirement, penguasaan bahasa
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN TUGAS TERHADAP KUANTITAS KELULUSAN MATA KULIAH PSIKOLOGI OLAHRAGA PADA MAHASISWA JURUSAN PKL Sukadiyanto, Sukadiyanto
Jurnal Kependidikan Vol. 36, No.1 (2006)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.622 KB) | DOI: 10.21831/jk.v36i1.4946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kelulusan mahasiswa yang mengambil mata kuliah psikologi olahraga. Selain itu, secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan bukti empirik tentang perbedaan hasil belajar mahasiswa pada materi psikologi olahraga antara yang diajar memakai model pembelajaran pemberian tugas sesudah pokok bahasan dan yang diajar memakai model pembelajaran pemberian tugas sebelum pokok bahasan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain post test design. Populasinya mahasiswa prodi PKO yang mengambil mata kuliah psikologi olahraga pada semester pendek tahun 2005. Oleh karena semua populasi dijadikan sampel penelitian, maka teknik pengambilan sampel secara population sampling. Jumlahnya 44 mahasiswa yang dibagi ke dalam kelompok A 25 orang dan kelompok B 19 orang. Penentuan kelompok dengan cara simple random sampling. Hasilnya, kelompok A diberi tugas sebelum tatap muka dan kelompok B diberi tugas sesudah tatap muka. Instrumen pengumpul data adalah (1) tes tengah semester dan (2) tes akhir semester. Uji persyaratan analisis memakai Uji Liliefors dan Uji Barllet. Uji hipotesis memakai uji t, pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar mahasiswa pada materi psikologi olahraga antara yang diajar memakai model pembelajaran pemberian tugas sebelum pokok bahasan dan yang diajar memakai model pembelajaran pemberian tugas sesudah pokok bahasan. Artinya, kedua model pembelajaran memiliki dampak yang sama baiknya terhadap pencapaian hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah psikologi olahraga. Namun demikian dianjurkan model pembelajaran dengan pemberian tugas sebelum pokok bahasan diajarkan akan lebih menguntungkan, karena mahasiswa saat kuliah sudah membaca dan memiliki bekal untuk didiskusikan dengan dosen.   Kata kunci: Model pembelajaran, tugas sesudah dan sebelum perkuliahan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DENGAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN PENGGUNAAN OPEN-ENDED PROBLEMS Pitajeng Pitajeng
Jurnal Kependidikan Vol. 36, No.1 (2006)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9014.428 KB) | DOI: 10.21831/jk.v36i1.7285

Abstract

Abstract For most Elementary School students, problem solving is the most difficult topic. Therefore, we have to use an instructional approach that is effective to increase the student’s problem solving ability. Contextual approach and the use of open-ended problems are expected to be effective to increase problem solving ability. This research is intended to investigate whether the approaches are more effective than the traditional one. The data are analyzed and tested by Analysis of variance, followed by LSD multiple comparisons. The result indicates that contextual teaching and learning approach and the use of open-ended problem are more effective than the traditional instruction and contextual teaching and learning approach is as effective as the use of open ended problems for improving problem solving ability. Keywords: contextual teaching and learning approach, open-ended problems, and problem solving ability
HUBUNGAN SUBTES KEMAMPUAN VERBA, KUALITATIF, DAN PENALARAN TES POTENSI AKADEMIK CALON MAHASISWA NONREGULER Badrun Badrun
Jurnal Kependidikan Vol. 36, No.1 (2006)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v36i1.4948

Abstract

Dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberi kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas, di setiap tahunnya Universitas Negeri Yogyakarta menerima mahasiswa baru yang jumlahnya cukup banyak. Penerimaan  mahasiswa baru tersebut melalui tiga macam cara, yaitu : penelusuran bibit unggul (PBU), seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) dengan ujian tertulis, dan seleksi yang dilakukakn oleh UNY sendiri. PBU dan SPMB dilaksanakan dengan tujuan untuk menerima mahasiswa program regular. Khusus untuk SPMB, pelaksanaannya dilaksanakan secara nasional bersama-sama dengan PTN lain dan dapat diikuti oleh calon mahasiswa secara lintas daerah/wilayah. Seleksi yang dilakukan oleh UNY sendiri meliputi tiga macam, yaitu : seleksi untuk masuk program D3 Reguler Fakultas Teknik dengan Ujian Tertulis, Penelusuran Bibit Daerah (PBD), dan seleksi dengan ujian tertulis untuk masuk program S1 dan D3 Non Reguler di lingkungan UNY. Berdasarkan informasi yang diperoleh sebelumnya,  diperkiraakan bahwa jumlah animo calon yang masuk  program Non Reguler UNY Program D3 dan S1 Sore ini jauh lebih banyak daripada daya tampungnya. Daya tampung yang ada hanya sekitar 600 dari sekitar 6500 calon mahasiswa. Oleh karena daya tampung jauh lebih kecil daripada animo masuk, maka alat seleksi masuk  Program D3 dan S1 Sore ini  perlu disiapkan dengan sebaik-baiknya. hal ini dilakukan agar dalam penyelenggaraan seleksi tersebut tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Alat seleksi tersebut berupa suatu tes tertulis yang harus diikuti oleh setiap calon mahasiswa baru. Secara garis besar, jenis tes dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu : (1) Binet dan Tes Intelegensi, (2) Testing Kelompok, (3) Tes Potensi Intelektual atau Tes Potensi Akademik, (4) Tes Hasil Belajar, dan (5) Tes Projektif. Untuk seleksi masuk UNY Program D3 dan S1 Non Reguler UNY ini adalah Tes Potensi Akademik (TPA). Dalam hal ini, instrumen terdiri dari empat subtes, yaitu: subtes Kemampuan Verbal, Kemampuan Kuantitatif, Kemampuan Penalaran, dan subtes Kemampuan Bahasa Inggris. Subtes Kemampuan verbal terdiri dari 30 butir soal, Kemampuan Kuantitatif terdiri dari 30 butir soal, Penalaran terdiri dari 35 butir soal, dan subtes Bahasa Inggris terdiri dari 15 butir soal. Sebagaimana telah disampaikan di atas, agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dalam penerimaan mahasiswa baru, perlu digunakan instrumen atau alat seleksi yang berupa soal tes tertulis yang baik. Dengan demikian perlu diketahui bagaimana kualitas dari soal tes yang digunakan dalam seleksi masuk program S1 dan D3 Non Reguler UNY. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan agar dapat diperoleh informasi yang tepat tentang karakteristik butir soal ujian masuk program S1 dan D3 Non Reguler tahun 2005.

Page 1 of 1 | Total Record : 6