cover
Contact Name
Dek Ngurah Laba Laksana
Contact Email
laba.laksana@gmail.com
Phone
+6281236659407
Journal Mail Official
jurnal.citramultidisiplin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende., Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Multidisiplin
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 31238130     DOI : https://doi.org/10.38048/jcm
Jurnal Citra Multidisiplin (JCM) diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti. Jurnal ini menerima manuscript dengan kajian multidisiplin seperti: pendidikan, humaniora, sains, kesehatan, dan berbagai bidang ilmu lainnya baik dalam bentuk naskah kajian literatur, kajian penelitian, atau hasil kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal ini memiliki ISSN 3123-8130. JCM diterbitkan setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
UPAYA MENGATASI KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI FISIKA MELALUI METODE EKSPERIMEN DI SMP NEGERI 2 BAJAWA Wele, Agustina; Itu, Kristina Evanjelina; Gelu, Afrianus
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi fisika di SMP Negeri 2 Bajawa melalui penerapan metode eksperimen. Berdasarkan observasi awal, siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep fisika karena pendekatan pembelajaran yang kurang interaktif dan kurangnya pengalaman praktis. Metode eksperimen akan diterapkan sebagai solusi dengan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan praktikum, seperti pratikum sederhana pada materi Pesawat Sederhana. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Eksperimen dengan rancangan yang dilakukan dengan cara data akan dikumpulkan melalui tes pemahaman, angket, dan observasi langsung.Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi fisika dan memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif di tingkat SMP.
PENDAMPINGAN MUSIK KREATIF DI UPTD SMPN SATAP 1 BAJAWA MENGHADAPI KETERBATASAN FASILITAS PENDUKUNG DAN KETERBATASAN JUMLAH SISWA Rani, Raimundus; wea, Rosalina Septyani Mude; Neta, Silvester Aldianus; Bupu, Hermania Bupu
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6755

Abstract

Pembelajaran seni musik di sekolah sering menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan fasilitas pendukung dan jumlah peserta didik yang relatif sedikit. Kondisi ini berpotensi menghambat proses pembelajaran serta pengembangan kreativitas dan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan musik kreatif sebagai strategi adaptif guru dalam mengatasi keterbatasan fasilitas pembelajaran seni musik di UPTD SMPN Satap 1 Bajawa serta dampaknya terhadap kreativitas, motivasi, dan kepercayaan diri siswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan refleksi guru. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan musik kreatif yang menekankan eksplorasi, improvisasi, dan pemanfaatan alat sederhana mampu menciptakan pembelajaran musik yang aktif dan bermakna. Keterbatasan fasilitas tidak menjadi penghambat utama, melainkan mendorong munculnya kreativitas, kerja sama, kepercayaan diri, serta motivasi belajar siswa. Dengan demikian, pendampingan musik kreatif dapat menjadi alternatif pembelajaran seni musik yang efektif, khususnya di sekolah dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
PERAN MUSIK ORGAN DALAM MUSIK LITURGI Korsini, Perseveranda Putra; Pena, Petrus Klaver
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6744

Abstract

Histori artikel This study aims to examine students'perceptions of modern classical music within social, cultural, cognitive, and aesthetic contexts. The development of digital technology has expanded students' access to various music genres, including modern classical music; however, this increased access is not always accompanied by an increase in appreciation. Students' perceptions of modern classical music are still influenced by cultural stereotypes, educational backgrounds, listening experiences, as well as the social meaning of classical music as part of elite culture. This research employs a descriptive qualitative approach, involving students from diverse educational backgrounds as subjects. Data were collected through in-depth interviews, open-ended questionnaires, and documentation studies, and were then analyzed thematically. The results indicate that students' perceptions of modern classical music are diverse, ranging from interest and positive appreciation to unfamiliarity and a psychological distance from the genre. Targeted exposure, music education, and an understanding of aesthetic and historical contexts were proven to play an important role in shaping positive student attitudes. This study concludes that students' perceptions of modern classical music are not solely determined by media access but are also shaped by social constructions and their musical experiences. These findings are expected to serve as a foundation for developing more inclusive and relevant music education strategies in the university environment. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa terhadap musik klasik modern dalam konteks sosial, kultural, kognitif, dan estetika. Perkembangan teknologi digital telah memperluas akses mahasiswa terhadap berbagai genre musik, termasuk musik klasik modern, namun peningkatan akses tersebut tidak selalu diikuti oleh peningkatan apresiasi. Persepsi mahasiswa terhadap musik klasik modern masih dipengaruhi oleh stereotip budaya, latar belakang pendidikan, pengalaman mendengar, serta pemaknaan sosial terhadap musik klasik sebagai bagian dari budaya elit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kuesioner terbuka, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap musik klasik modern bersifat beragam, mulai dari ketertarikan dan apresiasi positif hingga sikap kurang familiar dan jarak psikologis terhadap genre tersebut. Paparan yang terarah, edukasi musik, serta pemahaman konteks estetika dan historis terbukti berperan penting dalam membentuk sikap positif mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap musik klasik modern tidak hanya ditentukan oleh akses media, tetapi juga oleh konstruksi sosial dan pengalaman bermusik yang dimiliki. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pendidikan musik yang lebih inklusif dan relevan di lingkungan perguruan tinggi. .
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMPN 2 BAJAWA Kelore , Maria Fransiska Romana Eye; Kae , Maria Marlinda; Taghi, Falentina Wonga; Kua, Maria Yuliana
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan minat dan keaktifan belajar siswa melalui penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran IPA di SMPN 2 Bajawa. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran IPA yang dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas, kurangnya penggunaan media pembelajaran, serta rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai fasilitator, mediator, dan motivator sangat menentukan dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan bermakna. Penerapan metode demonstrasi terbukti mampu meningkatkan perhatian siswa, mendorong partisipasi aktif, serta membantu siswa memahami konsep IPA secara lebih konkret. Selain itu, interaksi dua arah antara guru dan siswa menjadi lebih intensif sehingga suasana pembelajaran lebih kondusif dan tidak lagi berpusat pada guru. Dengan demikian, optimalisasi peran guru melalui inovasi metode pembelajaran, khususnya metode demonstrasi, dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan minat dan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
BUDAYA SEKOLAH DAN TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA: STUDI DESKRIPTIF DI SMP NEGERI 6 BAJAWA Dhone, Maria Anggrilia; Kabha, Maria Yunita; Dore, Trivonia Leku; Kua, Maria Yuliana
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6797

Abstract

Kedisiplinan merupakan aspek fundamental dalam pembentukan karakter dan keberhasilan proses pendidikan di sekolah. Salah satu faktor yang berperan dalam membentuk perilaku disiplin siswa adalah budaya sekolah yang tercermin melalui nilai, kebiasaan, dan praktik yang diterapkan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya sekolah terhadap tingkat kedisiplinan siswa di SMP Negeri 6 Bajawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 1 kepala sekolah, 2 guru, dan 5 siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap aktivitas sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang diterapkan melalui pembiasaan positif seperti budaya 3S (senyum, salam, sapa), kegiatan literasi, kegiatan keagamaan, serta upacara bendera secara konsisten berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai disiplin siswa. Praktik tersebut membentuk kebiasaan patuh terhadap aturan, tanggung jawab, serta keteraturan dalam kegiatan sekolah. Namun demikian, masih ditemukan beberapa bentuk pelanggaran seperti keterlambatan, ketidaklengkapan atribut, dan ketidakhadiran tanpa keterangan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi dan internalisasi budaya sekolah secara sistematis agar tingkat kedisiplinan siswa semakin optimal.

Page 3 of 3 | Total Record : 25