cover
Contact Name
Dek Ngurah Laba Laksana
Contact Email
laba.laksana@gmail.com
Phone
+6281236659407
Journal Mail Official
jurnal.citramultidisiplin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende., Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Multidisiplin
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 31238130     DOI : https://doi.org/10.38048/jcm
Jurnal Citra Multidisiplin (JCM) diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti. Jurnal ini menerima manuscript dengan kajian multidisiplin seperti: pendidikan, humaniora, sains, kesehatan, dan berbagai bidang ilmu lainnya baik dalam bentuk naskah kajian literatur, kajian penelitian, atau hasil kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal ini memiliki ISSN 3123-8130. JCM diterbitkan setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
MENERAPKAN PEMBELAJARAN LOKAL YANG SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR DI SEKOLAH DASAR Maria Geovani Ngonu Laja; Yuliani Beru; Theresia Wonga; Irmansari Tegu; Emerensiana Firman Moi; Maria Noo; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6582

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar perlu dirancang secara kontekstual agar mampu meningkatkan kualitas belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan pembelajaran lokal yang sederhana dengan memanfaatkan lingkungan dan budaya setempat sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran lokal yang sederhana serta dampaknya terhadap kualitas belajar siswa di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SD Bobou. Subjek penelitian meliputi guru kelas, kepala sekolah, serta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran lokal yang sederhana mampu meningkatkan kualitas belajar siswa dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekitar dan benda-benda sederhana membuat siswa lebih mudah memahami materi, lebih aktif dalam proses pembelajaran, serta menunjukkan sikap positif terhadap belajar dan lingkungan. Meskipun terdapat kendala seperti perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan waktu perencanaan pembelajaran, penerapan pembelajaran lokal yang sederhana tetap dinilai efektif dan relevan untuk diterapkan di sekolah dasar. Dengan demikian, pembelajaran lokal yang sederhana dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas belajar siswa sekolah dasar.
STRATEGI PENDAMPINGAN BELAJAR DALAM MEMPERSIAPKAN SISWA KELAS VI UNTUK MENGIKUTI KEGIATAN TENGAH SEMESTER SDK REGINA PACIS BAJAWA Vinsensius Pala; Yunita Weli; Maria Elisabeth Mopa; Ermelinda Yosefa Awe
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6583

Abstract

Pendampingan belajar merupakan salah satu strategi penting dalam membantu siswa sekolah dasar mempersiapkan diri menghadapi kegiatan tengah semester. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pendampingan belajar yang diterapkan dalam mempersiapkan siswa kelas VI SDK Regina Pacis Bajawa dalam menghadapi kegiatan tengah semester. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VI, guru kelas, dan mahasiswa PLP. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa strategi pendampingan belajar yang meliputi bimbingan belajar terjadwal, penguatan materi inti, latihan soal, serta pendampingan motivasional mampu meningkatkan kesiapan belajar siswa, baik dari aspek kognitif maupun afektif. Siswa menjadi lebih percaya diri, aktif bertanya, dan menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran. Dengan demikian, strategi pendampingan belajar efektif digunakan sebagai upaya sistematis dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi kegiatan tengah semester.
PEMBELAJARAN INKLUSI SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR RAMAH ANAK DI SD KRISTEN GENERASI UNGGUL Margaretha Boa; Stefania Klaudia Fransiska Moma; Ermelinda Yosefa Awe
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran inklusi di SD Kristen Generasi Unggul dan bagaimana dampaknya dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi anak. Melalui metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, peneliti menggali informasi langsung dari guru kelas melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Kristen Generasi Unggul memiliki komitmen yang sangat kuat dalam menerima semua anak tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka. Sekolah ini telah berhasil membangun suasana belajar yang aman, harmonis, dan bebas dari tindakan perundungan (bullying). Guru-guru di sini juga sudah mulai menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa yang beragam. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah belum adanya Guru Pembimbing Khusus (GPK), sehingga guru kelas harus bekerja ekstra keras mendampingi anak berkebutuhan khusus sambil tetap mengejar target kurikulum. Terkadang, keterbatasan ini membuat anak berkebutuhan khusus belum bisa terlibat sepenuhnya dalam materi pelajaran yang mendalam. Kesimpulannya, sekolah ini sudah berhasil menciptakan lingkungan yang ramah secara sosial dan emosional, namun masih memerlukan dukungan tenaga ahli, teknologi, serta kebijakan kurikulum yang lebih fleksibel agar setiap anak bisa berkembang maksimal sesuai potensinya.
STRATEGI GURU TKK MARIA GUNUNG KARMEL SATAP NARU DALAM MENUMBUHKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK USIA DINI Marsiana Mbupu; Stevania Siga Tolo; Olgafiana Wela Wela; Maria Onita Nona; Delsiana Sulu Dhera; Benedikta Eno Wio; Karolina Laurentia Bule Tawa; Vernisia Angela Pase; Konstantinus Dua Dhiu
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengembangkan kecerdasan sosial anak usia dini dan mengidentifikasi kendala dalam sosialisasi anak. Penelitian dilakukan di TKK Maria Gunung Karmel Satap Naru dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi teladan karakter, pembiasaan disiplin, metode kolaboratif, dan proyek untuk mengembangkan kemampuan sosial anak. Kendala yang muncul adalah sebagian anak mengalami kesulitan menunggu giliran, berbagi, dan berkolaborasi.
MENGOPTIMALKAN PERAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN ASPEK LITERASI MEMBACA SISWA SDK NARU Kresensia Nio; Hildegardis Longa; Jumita Ratnasari Umbu Tego; Pelipus Wungo Kaka
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6592

Abstract

Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis sebagai pusat sumber belajar dalam mendukung peningkatan literasi membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai sumber belajar dalam meningkatkan aspek literasi membaca siswa di SDK Naru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Subjek penelitian meliputi siswa, guru, kepala sekolah, dan pengelola perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan SDK Naru belum berfungsi secara optimal akibat keterbatasan sarana prasarana, belum tersedianya ruang khusus perpustakaan, koleksi bahan bacaan yang terbatas dan kurang mutakhir, serta pengelolaan perpustakaan yang belum profesional. Selain itu, pemanfaatan perpustakaan belum terintegrasi secara sistematis dalam kegiatan pembelajaran sehingga minat baca siswa masih rendah. Pembahasan menunjukkan bahwa optimalisasi peran perpustakaan dapat dilakukan melalui pembenahan fasilitas, pengadaan koleksi bacaan yang relevan dan variatif, peningkatan kompetensi pengelola perpustakaan, penyusunan tata tertib, serta integrasi program literasi dengan kegiatan pembelajaran. Dengan dukungan seluruh warga sekolah, perpustakaan berpotensi menjadi pusat literasi yang efektif dalam meningkatkan minat baca, kemampuan membaca, dan kemandirian belajar siswa.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS II SDI BAJAWA Yohana Irmawati; Maria Anjelina Lelu; Maria Dominika Bhebe Bay; Maria Antonilda Demu; Yuliana Apriani Itu Amu; Pelipus Wungo Kaka
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II SDI Bajawa dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa kelas II yang berjumlah 27 siswa, dengan hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa 10 siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kesulitan membaca dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dengan bentuk kesulitan meliputi salah melafalkan kata, membaca terbata-bata, penghilangan huruf, kesulitan membedakan huruf yang mirip, serta kurang memperhatikan tanda baca. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa dari 10 siswa tersebut, 4 siswa mengalami hambatan pada aspek pengenalan huruf, 3 siswa pada aspek fonologis, 2 siswa pada kemampuan menggabungkan suku kata menjadi kata dan kalimat sederhana, serta 1 siswa pada aspek prosodi membaca, yang mengindikasikan bahwa kesulitan membaca permulaan bersifat beragam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sekolah menerapkan kegiatan literasi pagi selama 15 menit serta bimbingan belajar membaca permulaan melalui kolaborasi guru, mahasiswa, dan orang tua. Hasil penerapan strategi pembelajaran menunjukkan bahwa seluruh 10 siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan membaca telah mampu membaca, disertai peningkatan pada kemampuan pengenalan huruf, kemampuan fonik, kelancaran membaca, serta kepercayaan diri siswa
IMPLEMENTASI MEDIA KINCIR ANGKA PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN PADA PERKEMBANGAN ASPEK KOGNITIF DI TKK NEGERI BOGENGA Oktaviana Sombo; Aflinda Ene; Oktaviani Meno; Rosadalima Bengu; Sonia Agustin Rabu; Maria Rosalia Ede; Maria Delastrada Bhoki; Gde Putu Arya Oka
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6598

Abstract

Urgensi penelitian dalam Implementasi model pembelajaran inovatif saat ini menghadapi tantangan besar terkait kesiapan pendidik dan adaptasi teknologi, sehingga diperlukan pendekatan yang fleksibel dan kontekstual agar pembelajaran tetap relevan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi krusial yang menentukan keberhasilan pertumbuhan anak pada tahap selanjutnya, di mana aspek kognitif menjadi kunci untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah. Namun, observasi awal di TKK Negeri Bogenga menunjukkan adanya kesenjangan pada kemampuan matematika anak, khususnya dalam menyatakan hubungan antar bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan anak dalam menyatakan hubungan antar bilangan melalui penggunaan media kincir angka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif berbasis lapangan dengan analisis data deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari 11 murid Kelompok B di TKK Negeri Bogenga. Data dikumpulkan melalui metode observasi menggunakan instrumen observasi serta dokumentasi. Teknik analisis data menerapkan model interaktif dari Miles dan Huberman. Penelitian ini dilaksanakan pada periode September hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kincir angka memberikan dampak positif terhadap perkembangan kognitif anak. Data observasi mengungkapkan bahwa 39,1% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan 30,0% berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Secara akumulatif, 69,1% anak telah menguasai indikator kemampuan seperti mengurutkan bilangan, menentukan jumlah benda, dan melengkapi pola. Meskipun demikian, indikator menyebutkan bilangan sebelum angka tertentu masih menjadi tantangan bagi sebagian anak. Simpulan dari penelitian ini adalah media kincir angka efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan ketertarikan belajar anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan kontekstual
STRATEGI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MEMBERIKAN PENGUATAN PADA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DI TKK NEGERI HARAPAN BANGSA Lidia Meo; Elisabeth Sadha; Maria Stevania Bule Mite; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan keterampilan guru dalam memberikan penguatan pada pembelajaran anak usia dini di TKK Negeri Harapan Bangsa. Latar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya proses pembelajaran yang kurang variatif serta pemberian penguatan yang belum konsisten dan belum berorientasi pada proses usaha anak, sehingga berdampak pada rendahnya keaktifan dan motivasi belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan anak didik di TKK Negeri Harapan Bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan penguatan dalam bentuk pujian verbal dan pemberian kesempatan bermain, namun pelaksanaannya masih bersifat umum dan belum variatif. Penguatan yang diberikan secara langsung dan spesifik setelah anak menyelesaikan tugas terbukti mampu meningkatkan antusiasme, rasa percaya diri, serta keaktifan anak dalam proses pembelajaran. Namun demikian, masih diperlukan pengembangan strategi penguatan yang lebih kreatif, konsisten, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan penerapan strategi penguatan yang tepat waktu, variatif, dan berorientasi pada proses, pembelajaran anak usia dini dapat berlangsung lebih menyenangkan dan efektif, serta mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak secara optimal.
PENERAPAN KEGIATAN SENAM PAGI SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK ANAK DI TK KEMALA BHAYANGKARI 08 BAJAWA Ermelinda Valentina Aso; Eusabia Sanda; Elisabet Andriani Imus; Maria Fatima Bebhe Meo; Maria Irmina Toyo; Karmelia Rosfinda Meo Maku
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6607

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan kegiatan senam pagi dalam upaya meningkatkan perkembangan fisik motorik anak usia dini di TK Kemala Bhayangkari 08 Bajawa. Latar belakang masalah adalah rendahnya kemampuan motorik kasar anak, khususnya dalam mengkoordinasikan gerakan tangan dan kaki secara bersamaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari dengan melibatkan 96 orang anak. Pengumpulan data dilakukan melalui dua teknik, yaitu observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan senam pagi secara konsisten memberikan dampak positif dan signifikan terhadap perkembangan fisik motorik anak. Pada tahap awal, kemampuan motorik anak masih tergolong rendah hingga sedang dengan temuan seperti gerakan yang kaku dan koordinasi tubuh yang belum stabil. Setelah senam pagi diterapkan, terjadi peningkatan, di mana anak-anak mulai mampu mengikuti rangkaian gerakan dengan lebih baik, koordinasi gerak menjadi stabil dan seimbang, serta kelenturan, kekuatan otot, dan ketahanan fisik mereka meningkat.
STRATEGI GURU DALAM MENERAPKAN METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN ASPEK BAHASA ANAK USIA DINI DI TKK BUNDA PENGANTARA RAHMAT NGEDUKELU Maria Sindrela Wea; Apolonia Bela; Gaudensia Nio Nuwa; Stefania Bibiana Bue; Maria Magdalena Kae; Maria Orliana Adin; Hendrika Suri; Efrida Ita
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan metode bercerita untuk meningkatkan aspek bahasa anak usia dini di TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru kelas B, serta objek penelitian berupa kemampuan bahasa anak usia 4–6 tahun yang meliputi kemampuan menyimak, berbicara, dan penguasaan kosakata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rekam catat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5  anak masih mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa, seperti keterbatasan kosakata, pengucapan kata yang kurang jelas, dan kesulitan menceritakan kembali cerita. Penerapan metode bercerita dengan strategi yang tepat, seperti pemilihan cerita sesuai usia anak, penggunaan media buku cerita bergambar, variasi intonasi suara, serta pelibatan aktif anak dalam kegiatan tanya jawab dan menceritakan ulang, terbukti mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak. Metode bercerita juga membantu meningkatkan fokus, daya ingat, serta keberanian anak dalam berkomunikasi. Dengan demikian, metode bercerita yang diterapkan secara terencana, menarik, dan berkesinambungan dapat menjadi strategi efektif guru dalam mengembangkan aspek bahasa anak usia dini.

Page 2 of 2 | Total Record : 20