Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK)
Tujuan: Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) bertujuan menjadi wadah ilmiah nasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan untuk mendiseminasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan praktik terbaik di bidang pariwisata dan kewirausahaan. SNPK mendorong pertukaran gagasan inovatif yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, penguatan UMKM, ekonomi kreatif, transformasi digital, serta peningkatan daya saing destinasi dan bisnis, khususnya dalam konteks Indonesia dan kawasan berkembang. Selain itu, SNPK bertujuan memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor guna menghasilkan rekomendasi kebijakan, model pemberdayaan masyarakat, serta solusi aplikatif yang relevan dengan tantangan aktual industri pariwisata dan kewirausahaan di era digital dan ekonomi berkelanjutan. Scope: Proceeding SNPK menerima artikel hasil penelitian empiris, kajian konseptual, studi kasus, maupun laporan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan tema besar pariwisata dan kewirausahaan, meliputi namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: 1. Bidang Pariwisata (Pariwisata berkelanjutan dan pengembangan destinasi, Pariwisata budaya, heritage, dan berbasis komunitas, Pariwisata gastronomi dan kuliner lokal, Ekonomi kreatif berbasis pariwisata, Smart tourism dan transformasi digital pariwisata, Pengalaman wisata, kepuasan, dan loyalitas wisatawan, Branding destinasi dan komunikasi pemasaran pariwisata, Kebijakan pariwisata dan tata kelola destinasi, Pariwisata halal dan pariwisata inklusif) 2. Bidang Kewirausahaan dan UMKM (Kewirausahaan dan inovasi bisnis, Literasi keuangan dan manajemen keuangan UMKM, Digital marketing, e-commerce, dan adopsi teknologi UMKM, Inovasi produk dan pengembangan model bisnis, Pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal, Green entrepreneurship dan ekonomi berkelanjutan, Keuangan inklusif dan akses pembiayaan usaha, Perilaku konsumen dan keputusan pembelian. Kolaborasi multipihak dalam penguatan ekosistem wirausaha 3. Bidang Pendukung (Komunikasi bisnis dan pemasaran, Manajemen sumber daya manusia, Akuntansi dan keuangan bisnis) 4. Bidang Hukum (Hukum bisnis dan perlindungan konsumen, Regulasi UMKM dan pariwisata, Hak kekayaan intelektual produk kreatif, Legalitas usaha dan perizinan, Hukum lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Kebijakan publik terkait pariwisata dan kewirausahaan) 5. Bidang Teknik dan Rekayasa (Teknologi tepat guna untuk UMKM dan pariwisata, Rekayasa infrastruktur pariwisata, Sistem informasi dan aplikasi digital bisnis, Smart city/smart village pendukung destinasi wisata, Teknologi pangan dan pengolahan hasil lokal, Rekayasa lingkungan dan pengelolaan limbah usaha) 6. Bidang Kesehatan (Kesehatan masyarakat dalam kawasan wisata, Keamanan pangan dan higienitas produk UMKM, Wellness tourism dan health tourism, Sanitasi lingkungan destinasi, Edukasi kesehatan berbasis komunitas, Kesiapsiagaan kesehatan dalam industri pariwisata) dan lain lain
Articles
87 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 (2023): MEI"
:
87 Documents
clear
MEMORABLE TORISM EXPERIENCE SEBAGAI DAYA SAING KEBERLANJUTAN EKOWISATA HALAL
MDD Maharani;
Ahmad Cho Min Haeng
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.94
Ekowisata yang berharmonisasi dengan wisata halal mulai populer. Pengembangan wisata halal mulai dilakukan oleh berbagai negara, baik negara-negara muslim maupun non-muslim. Tulisan ini akan membahas penilaian Memorable Tourism Experience sebagai faktor penentu daya saing destinasi ekowisata halal. Tujuan penelitian adalah menganalisis persepsi penilaian Memorable Tourism Experience sebagai daya saing keberlanjutan ekowisata halal. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penilaian daya saing terhadap destinasi ekowisata halal didasarkan pada Memorable Tourism Experience (MTE) yang didapatkan oleh wisatawan yang pernah berwisata di Indonesia, Thailand serta Korea Selatan. Tahapan awal analisis dalam penelitian ini adalah pengumpulan data yang diperoleh dari jawaban wisatawan terhadap pertanyaan tentang MTE yang diberikan oleh destinasi ekowisata halal Kota Bogor (mewakili Indonesia), Bangkok (mewakili Thailand) dan Itaewon (mewakili Korea Selatan). Data kemudian dianalisis menggunakan RAP-EcoTourism. Metode RAP-EcoTourism menggabungkan 3 analisis statitik yaitu: Multidimensional Scalling (MDS), Monte Carlo Simulation, dan Jacknife Resampling. Bogor (mewakili Indonesia), Bangkok (mewakili Thailand) dan Itaewon (mewakili Korea Selatan), sebagai destinasi ekowisata halal dinilai belum memiliki daya saing kuat dilihat dari MTE yang diberikan kepada wisatawan. Hedonism merupakan atribut yang paling berperan dalam memengaruhi penilaian wisatawan terhadap MTE. Hedonism berkaitan dengan pemenuhan kepuasan pribadi dari wisatawan.
PERANCANGAN INDIKATOR KINERJA UTAMA KAWASAN HALAL AGRO-EKO-WISATA (STUDI KASUS: RANCAMAYA BOGOR)
MDD Maharani;
Tanjung
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.95
Agro-Eko-Wisata Halal (AEW-H) merupakan kategori yang sedang naik daun yang berpotensi menjadi ceruk pasar. AEW-Halal adalah subjek studi yang masih dalam tahap awal, tetapi pada tingkat praktis, jumlah produk dan layanan halal mulai tumbuh di seluruh dunia. AEW-H adalah bagian dari pengembangan industri halal dan ekonomi syariah yang secara umum memerlukan kebijakan pengembangan yang komprehensif dan terintegrasi agar implementasinya efektif. Namun demikian, belum tersedia indikator yang digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan dalam penerapan AEW-H, sehingga dapat diterima oleh wisatawan muslim, non muslim. Tujuan penelitian adalah menginventarisasi indikator-indikator kinerja yang dibutuhkan dalam merancang kawasan AEW-H yang nantinya akan digunakan untuk merumuskan kebijakan strategis penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Metode yang digunakan adalah Delphi, dengan output adalah komponen-komponen yang akan diusulkan sebagai IKU Kawasan AEW-H. Hasil rumusan perancangan Indikator Kinerja Utama Kawasan Agro-Eko-Wisata Halal adalah: (i) peningkatan ekonomi daerah; (ii) peningkatan jumlah IKM pemanfaat teknologi proses halal; (iii) peningkatan pemanfaatan teknologi tepat guna; (iv) peningkatan jumlah investasi; (v) peningkatan perijinan usaha; (vi) jumlah dan lama kunjungan wisatawan; (vii) prosentase pangan halal segar dan olahan non kemasan yang aman dikonsumsi; (viii) peningkatan konsumsi energi; (ix) peningkatan pola pangan harapan; (x) peningkatan protein, (xi) peningkatan produksi peternakan, perikanan, tanaman; (xii) peningktan Pemanfaatan e-commerce.
PARIWISATA BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI PENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI KREATIF DI KAMPUNG KEREN KOTA KEDIRI
Aisya Lutvi Hanifah;
Rizqi Bintang Athallah Bianda;
Diana Ambarwati;
Nuril Aulia Munawaroh;
Indah Yuni Astuti;
Brahma Wahyu Kurniawan;
Imarotus Suaida;
Sri Luayyi
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.96
Pembangunan ekonomi suatu daerah berkaitan erat dengan potensi ekonomi dan karakteristik yang dimiliki yang pada umumnya berbeda antar satu dengan daerah lainnya. Oleh karenanya, informasi daerah yang lengkap, akurat dan terkini sangat diperlukan untuk mewujudkan sasaran pembangunan perekonomian nasional guna tercapainya pertumbuhan ekonomi Indonesia, salah satunya sektor pariwisata. Tren pariwisata telah mengalami pergeseran dari pariwisata massal ke arah pariwisata alternatif. Pariwisata alternatif atau juga biasa disebut wisata tematik. Pemerintah Kota Kediri mendukung upaya program unggulan yang tertuang dalam RPJMD Kota Kediri Tahun 2020-2024 yaitu Kampung Keren (Kreatif dan Independen). Setiap wilayah kampung keren memiliki potensi lokal yang berbeda dengan ciri khas tertentu, namun juga memiliki permasalahan yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai kelebihan, kekurangan, peluang dan ancaman dari 9 Kampung Keren di Kota Kediri. Dengan pendekatan kualitatif serta pengambilan populasi dan sampel yaitu 9 perwakilan pemerintah kelurahan setempat, 18 pelaku usaha atau pelaku wisata, 18 perwakilan tokoh masyarakat dan 18 pengunjung dengan menggunakan teknik pengumpulan data Purposive Sampling. Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian dari penelitian ini di 9 Kampung Keren di Kota Kediri memiliki kelebihan dan peluang berdasarkan potensi di masing-masing kawasan, serta kekurangan dan ancaman berdasarkan permasalahan yang dihadapi. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik pengumpulan data lainnya diluar penelitian ini serta obyek penelitian lebih luas, sehingga diperoleh gambaran atas pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata sebagai pendorong ekonomi kreatif di Kota Kediri.
MANAJEMEN STRATEGI BUMDES DALAM MENGEMBANGKAN DESA WISATA SENTRA TANAMAN HIAS DI JAWA TIMUR
Alfandi Aditya;
Titik wahyuni;
M Hikamus S;
Umar Burhan
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.97
Desa Wisata Banyuurip merupakan wisata baru yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. Desa Wisata Banyuurip dikelola Badan Usaha Milik Desa. Nama Sentra Tanaman Hias yaitu berasal dari banyaknya jenis tanaman hias yang terdapat di Desa Banyuurip Dusun Miru, yang menjadi ciri khas wisata tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dalam mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan kegiatan pengembangan Wisata Sentra Tanaman Hias. Penelitian kualitatif tidak hanya untuk memenuhi keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran, melainkan juga membantu untuk mendapatkan penjelasan yang lebih dalam potensi Tanaman Hias Desa Banyuurip yang berada di Kabupaten Gresik yang memiliki potensi tanaman hias terbesar di Gresik. Ini kemudian dikembangkan sebagai Sentra Tanaman Hias. Strategi pengembangan desa wisata Banyuurip menggunakan analisis SWOT dengan mengenali faktor Strenght, Weaknes, Opportunity, dan Threat yang dapat diaplikasikan berdasarkan matriks analisis SWOT. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat maupun swasta, prospek sektor pariwisata sangat menjanjikan ini dapat memberikan manfaat kepada banyak pihak. Yang menjadi daya tarik dari desa wisata ini keindahan Tanaman Hias di sepanjang jalan Karangandong-Kesabenkulon, berbagai jenis tanaman yang menarik, serta beberapa kafé yang ada. Pengembangan desa wisata bisa dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan promosi media sosial serta berkerjasama dengan pihak lain.
ANALISIS PRODUK, PROMOSI, DAN BUKTI FISIK TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE MUSEUM WAYANG
Dwi Setiyanto;
Ismayanti
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.99
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Produk, Promosi, dan Bukti Fisik terhadap keputusan berkunjung secara parsial dan simultan. Juga untuk menganalisis variabel yang paling dominan terhadap keputuan berkunjung. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi liner berganda, uji hipotesis yang digunakan adalah uji parsial, uji simultan, dan uji koefisien determinasi. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang berkunjung ke Museum Wayang. Hasil analisis regresi linier berganda didapat nilai konstan sebesar 2,220. Nilai produk sebesar 0,012. Nilai promosi sebesar 0,147. Dan nilai bukti fisik sebesar 0,142. Berdasarkan hasil uji parsial (uji t) pada variabel produk didapat nilai t hitung (0,212) lebih kecil dari t tabel (1,984) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Pada variabel promosi didapat nilai t hitung (3,447) lebih besar dari t tabel (1,984) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Pada variabel bukti fisik didapat nilai t hitung (3,579) lebih besar dari t tabel (1,984) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji simultan (uji f) didapat F hitung (24,889) lebih besar dari F tabel (2,70) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Variabel Bukti Fisik (X3) adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan berkunjung karena didapat hasil sebesar 0,334 atau 33,4% Berdasarkan hasil analisis data, menunjukkan bahwa variabel Produk, Promosi, dan Bukti Fisik berpengaruh signifikan secara parsial dan simultan terhadap keputusan berkunjung ke Museum Wayang. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan berkunjung adalah Bukti Fisik (X3). Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan pada variabel Produk, Promosi, dan Bukti Fisik kepada pengelola Museum Wayang sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan.
PEMANFAATAN AKUN INSTAGRAM @DARIHALTE_KEHALTE SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA KULINER
Fani Syaifillah;
Karin Amaranggana
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.100
Penelitian terbaru ini yang berjudul ‘Pemanfaatan Akun Instagram @darihalte_kehalte sebagai Media Informasi Wisata Kuliner’ akan meneliti bagaimana pemanfaatan media sosial yaitu akun Instagram dapat membantu promosi wisata kuliner yang ada di Indonesia. Dewasa ini, fenomena promosi pada media sosial dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai platform yang efektif untuk meningkatkan promosi seperti salah satu contohnya yakni konten wisata kuliner. Promosi wisata kuliner pada media sosial selain dapat meningkatkan penjualan UMKM juga untuk meningkatkan industri pariwisata di bidang kuliner. Melalui postingannya, akun Instagram @darihalte_kehalte memanfaatkan akun Instagram untuk menyampaikan informasi secara lengkap mengenai wisata kuliner yang menarik dan dapat dijangkau dari stasiun atau halte terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akun instagram @darihalte_kehalte menggunakan komunikasi persuasif sebagai strategi komunikasi untuk meningkatkan promosi wisata kuliner dan menarik audiens untuk mengunjungi daerah wisata kuliner menggunakan transportasi umum. Penelitian kualitatif ini menggunakan teori komunikasi persuasif dan model AIDA (perhatian (attention), ketertarikan (interest), keinginan (desire), keputusan (decision), dan tindakan (action) sebagai metode penelitian untuk mengetahui bagaimana isi pesan yang disampaikan oleh akun Instagram @darihalte_kehalte. Hasil pada penelitian ini, menunjukan bahwa pesan-pesan persuasif yang digunakan dalam postingan akun Instagram @darihalte_kehalte mampu membantu masyarakat untuk mengetahui sumber informasi mengenai daerah wisata kuliner di Indonesia terutama masyarakat yang menggunakan layanan transportasi umum. Selain itu, juga mampu membantu mempromosikan pariwisata Indonesia pada bidang wisata kuliner serta meningkatkan penjualan bisnis UMKM melalui isi pesan yang persuasif dan telah memenuhi model AIDDA yaitu attention, interest, desire, decision dan action dalam setiap postingan Instagramnya.
STRATEGI PENGEMBANGAN EDUWISATA AGROINDUSTRI BERAS TAMBELANG MENGGUNAKAN SWOT
Ferianto;
Ekaterina Setyawati
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.101
Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan salah satu faktor yang ditopang oleh sektor pertanian. Kecamatan Tambelang merupakan suatu daerah dengan komoditas penghasilan terbesarnya adalah beras dengan produksi rata-rata 48.439ton pertahun (BPS, 2018). Sebagai salah satu produsen padi tertinggi, dukungan dari penggilingan padi untuk memproses menjadi beras sangatlah penting berdasarkan data BPS tahun 2015 Penggilingan Padi Kecil (PPK) sangat mendominasi di Indonesia dengan sebaran169 ribu unit produksi dari 180 ribu unit. Salah satunya Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Cahaya Tani yang berlokasi di Desa Sukarahayu, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi merupakan penggilingan padi kecil dimana proses pengolahan padi menjadi beras dan pengolahan limbahnya dijadikan suatu perjalanan wisata edukasi (edu wisata) terlebih lagi untuk wilayah perkotaan yang sangat minim dengan wisata berbentuk seperti ini tentu hal ini perlu adanya strategi-strategi pengembangan untuk meningkatkan minat pengunjung dan nilai tambah dari eduwisata Tambelang itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang strategi pengembangan model eduwisata Tambelang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas dan disempurnakan dengan SWOT untuk memperoleh strategi yang tepat untuk pengembangan eduwisata Tambelang. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, dan observasi. Hasil dari penelitian ini merupakan strategi pengembangan untuk eduwisata Tambelang nantinya.
DAMPAK PERKEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA HOMESTAY TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA WISATA KEBANGSAAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR
Made Bambang Adnyana
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.102
Perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Situbondo selama beberapa tahun terakhir berpusat pada kawasan timur Kabupaten Situbondo yang bertepat di kawasan taman nasional Baluran dan Desa Wisata Kebangsaan. Alasan di galaknya usaha pariwisata seperti penginapan atau homestay karena desa wisata Kebangsaan bersebalahan dengan Taman Nasional Baluran. Kondisi geografis desa yang masuk dalam kawasan konservasi menjadi peluang usaha bagi masyarakat untuk membuka usaha-usaha pariwisata. Dalam kurun waktu 8 (delapan) tahun, pertumbuhan pariwisata di desa Wonorejo, mengalami banyak perkembangan khususnya pada industri pariwisata seperti cinderamata atau oleh-oleh dan usaha penginapan. Menurut BumDes Wonorejo, titik perkembangan pariwisata dimulai pada tahun 2015 yang saat itu masyarakat desa Wonorejo kedatangan wisatawan yang hanya sekedar mampir untuk menginap dan pulang sehabis liburan dari Banyuwangi dan Bali. Patokan kurun waktu 8 tahun (2015-2023) digunakan sebagai perbandingan taraf hidup agar didapatkan hasil yang signifikan terkait perubahan kualitas hidup masyarakat desa terhadap pertumbuhan industri pariwisata. Sesuai dengan 7 indikator kualitas hidup dari OECD, kehidupan masyarakat desa Wonorejo mengalami perubahan sebelum dan sesudah perkembangannya. Pemerintah Kabupaten Situbondo tetap selektif dalam upaya pembangunan pariwisata dan perekonomian kreatif bagi keseimbangan ekosistem yang ada, termasuk menjaga kelestarian budaya yang dimiliki oleh desa Wonorejo sebagai desa yang menjunjung tinggi rasa nasionalis dan kawasan konservasi Taman Nasional Baluran. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu sesuai tujuh indikator milik Organization of Economics and Culture Development (OECD), yang meliputi : meningkatnya kualitas hidup masyarakat, perbaikan infrastruktur, lapangan pekerjaan yang luas, kehidupan sosial masyarakat yang terarah, kreatifitas masyarakat, aspek pendidikan yang mulai meningkat, usaha pariwisata dan perekonomian kreatif, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh masyarakat desa Wonorejo, Situbondo, Jawa Timur.
BELAJAR TENTANG ALAM: INFLUENCER ANAK DALAM MEMPROMOSIKAN WISATA INDONESIA
Khairul Syafuddin;
Lusi Anggraini;
Siti Joshinta Malik
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.103
Kehadiran influencer dalam mempromosikan wisata di media baru kini sangatlah penting. Hal ini karena para influencer telah memiliki pengikut yang tertarget. Hal ini membuat konten mereka memiliki potensi besar untuk mempengaruhi keinginan seseorang untuk mengunjungi suatu tempat wisata. Salah satunya influencer anak di Youtube yang memiliki akun Superduper Ziyan. Kehadiran anak untuk mempersuasi penonton memiliki peran yang cukup penting, khususnya ketika yang dipromosikan adalah wisata bermain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran anak sebagai influencer dalam mempromosikan wisata alam. Penelitian ini menggunakan teori society of the spectacle yang ditawarkan oleh Guy Debord. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan analisis terhadap konten yang dibuat oleh Superduper Zyan terkait kunjungannya ke Seaworld Ancol. Penelitian ini melihat bahwa narasi yang dibawakan oleh Superduper Zydan berpotensi untuk menarik pengunjung ke wisata tersebut, khususnya bagi penonton anak. Hal ini dikonstruksi dengan membangun rasa menyenangkan seorang anak yang berwisata bersama keluarga. Keseruan yang diproduksi menjadi bahan tontonan melalui beragam visualisasi dari setiap scene mampu untuk memberikan pengalaman penonton seakan berada di sana. Hal ini secara emosi berpotensi untuk menarik minat penonton mengunjungi Seaworld Ancol.
SINGARAJA CITY TOUR: OPTIMALISASI OBJEK WISATA DI KOTA TUA
Nyoman Dini Andiani;
Ni Made Mas Yogiswari;
Made Riki Panga Kusyanda
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.104
Ibu Kota dari Provinsi Sunda Kecil dan Bali ditahun 1958 adalah Kota Singaraja. Sebagai kota tua.Singaraja memiliki potensi wisata yang masih bisa terus digali, agar nantinya bisa dibuatkan pilihan pilihan paket wisata yang berlokasi di tengah tengah kota. Banyak bangunan bersejarah yang bisa dijadikan media belajar untuk wisatawan. Fenomena dilapangan menunjukan bahwa objek objek wisata tersebut belum dikelola secara optimal sehingga tidak ada paket paket wisata yang bisa ditawarkan oleh mereka yang berkunjung ke Kota Singaraja. Melalui analisis deskriptif kualitatif, konsep wisata perkotaan dan teori perencanaan pariwisata akan mengurai hasil penelitian ini. Dengan menyediakan produk wisata City Tour yang tepat diharapkan akan menambah minat wisatawan. Implikasi dari penelitian ini adalah adanya pemetaan paket wisata sesuai dengan motivasi wisatawan. Penelitian selanjutnya bisa mengurai motivasi pengunjung ke objek objek wisata di Kota Singaraja dan membuat paket tematik wisata di Kota Singaraja dengan menyesuaikan pada segmen pasarnya.