cover
Contact Name
Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi
Contact Email
aaas_trisnadewi@unud.ac.id
Phone
+6281338391967
Journal Mail Official
pastura@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2088818X     EISSN : 25498444     DOI : -
Pastura adalah jurnal ilmu tumbuhan pakan ternak yang diterbitkan dua kali setahun (Februari dan Agustus) yang diterbitkan oleh Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI). Pastura memuat berbagai artikel dari aspek tumbuhan pakan ternak berupa: hasil penelitian, naskah konseptual/opini, resensi buku, dan informasi tentang tumbuhan pakan ternak lainnya.
Articles 24 Documents
Kandungan Nutrien Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dengan Penambahan Tepung Daun Gamal (Gliricidia sepium) pada Level Berbeda Fiqhi Hediawan; I Gusti Lanang Oka Cakra; Anak Agung Ayu Sr Trisnadewi
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 1 (2024): Pastura Vol. 14 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silage is a preserved green fodder to maintain the nutritional content. This study aimed to determine the effect of adding Gliricidia sepium (G. sepium) leaf meal to the nutrient content of elephant grass (Pennisetum purpureum) silage. The research was conducted at the Nutrition and Animal Feed Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. This study was conducted for one month, using a completely randomized design with four treatments and three replications. The treatments consisted of P1 (95% elephant grass + 0% G. sepium leaf meal + 5% molasses), P2 (85% elephant grass + 10% G. sepium leaf meal + 5% molasses) P3 (75% elephant grass + 20% G. sepium leaf meal + 5% molasses), and P4 (65% elephant grass + 30% G. sepium leaf meal + 5% molasses). The variables observed were dry weight, ash content, crude fiber, crude fat, and crude protein. The data obtained were analyzed with analysis of variance. The results showed the highest dry matter content in treatment P2 but did not differ from other treatments. The highest organic matter, crude fat, and crude protein content, and conversely, the lowest crude fiber and ash content in treatment P4. This study concludes that the nutrient content of elephant grass silage(Pennisetum purpureum) added with Gliricidia sepium leaf flour increased. The best nutrient content of elephant grass silage (Pennisetum purpureum) with the addition of 30% Gliricidia sepium leaf meal. ABSTRAK Silase merupakan pakan hijauan yang diawetkan sehingga kandungan nutrisi bisa dipertahankan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien silase rumput gajah (Pennisetum purpureum)dengan penambahan tepung daun gamal (Gliricidia sepium). Penelitian dilakukan di Laboratorium Nutrisidan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Penelitian berlangsung selama satu bulan, menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuaanterdiri atas P1 (rumput gajah 95% + 0% tepung daun gamal + 5% molases), P2 (rumput gajah 85% + 10%tepung daun gamal + 5% molases) P3 (rumput gajah 75% + 20% tepung daun gamal + 5% molases), danP4 (rumput gajah 65% + 30% tepung daun gamal + 5% molases). Variabel yang diamati adalah kandunganbahan kering, bahan organik, abu, serat kasar, lemak kasar dan protein kasar silase. Data yang diperolehdianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bahan kering tertinggi padaperlakuan P2 tetapi tidak berbeda dengan perlakuan lain. Kandungan bahan organik, lemak kasar, dan protein kasar tertinggi dan sebaliknya kandungan serta kasar dan abu terendah pada perlakuan P4. Simpulanpenelitian ini adalah kandungan nutrien silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang ditambahkantepung daun gamal mengalami peningkatan. Kandungan nutrien terbaik silase rumput gajah (Pennisetumpurpureum) dengan penambahan 30% tepung daun gamal.
Proteksi Protein Indigofera dengan Ekstrak Tanin Kondensasi Daun Sengon terhadap Produksi Gas Metan Rahmi Dianita; Muhammad Anjasman; Afzalani R. A. Muthalib; Raguati
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 1 (2024): Pastura Vol. 14 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of condensed tannin from sengon leaf extract in protecting Indigofera zollingeriana (TIZ) flour protein as seen from the total gas and methane gas production produced in vitro. The research was conducted using a completely randomised design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments consisted of P0 = TIZ + 0% condensed tannin (CT), P2 = TIZ + 0.5% CT, P3 = TIZ + 1% CT, P4 = TIZ + 1.5% CT, P5 = TIZ + 2% CT. The observed variables were total gas, methane gas, carbon dioxide (CO2), and pH. The results showed that the protection of TIZ protein with CT from sengon leaf extract, significantly (P<0.05) decreased the production of total gas, methane gas (P<0.05), and increased carbon dioxide gas (CO2) (P<0.05) and significantly (P<0.05) affected the pH. It can be concluded that the protection of TIZ with CT from sengon leaf extract at the 1% level effectively reduces total gas production and methane gas. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari tannin kondensasi dari ekstrak daun sengon dalam memproteksi protein tepung Indigofera zollingeriana (TIZ) yang dilihat dari gas total dan produksi gas metan yang dihasilkan secara in vitro. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diterapkan terdiri dari P0 = TIZ + 0% tanin kondensasi (TK), P2= TIZ + 0,5% TK, P3 =TIZ+ 1 % TK, P4 = TIZ+ 1,5% TK, P5 = TIZ + 2% TK. Peubah yang diamati terdiri dari total gas, gas metan, karbondioksida (CO2) dan pH. Hasil penelitian menunjukkan proteksi protein TIZ dengan TK dari ekstrak daun sengon, berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan produksi total gas, gas metan (P<0,05), dan meningkatkan gas karbondioksida (CO2) (P<0,05) serta nyata,(P<0,05) berpengaruh terhadap pH. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proteksi TIZ dengan TK dari ekstrak daun sengon pada taraf 1% efektif menurunkan total produksi gas dan gas metan.
Produktivitas Padang Penggembalaan Alam Fulan Fehan dengan Topografi yang Berbeda pada Musim Hujan Bernadete B. Koten; Bertha M. K. Mali; F. Syukur; Vivin E. Se&#039;u; Redempta Wea; Johanis Jermias; Melkianus D.S Randu; Twen D. Dato; Gusti A.Y. Lestari; dan Antonius S. Kleden
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to evaluate the productivity of Fulan Fehan natural grazing fields with different topography during the rainy season, was conducted for 5 months in Dirun Village, Belu Regency. The materials used were square frames, digital scales, meters, 110 ha of natural fields, plastic bags, and newspaper envelopes, with the procedures being frame throwing, plant observation, determination of proper use factor values, cutting and weighing forage weights, sample preparation and laboratory analysis. The variables measured were plant species, botanical composition, forage production, storage capacity, and nutrient and mineral content of forage. The data were tabulated, analyzed and described. The results showed that in the valley area, there were 12 plant species with a botanical composition of 72.91% grass, 3.23% legumes and 23.85% weeds. The green fodder production was 0.81 tons/ha of fresh material (BS), 0.0533 tons/ha of dry material (DM), and 0.0486 tons/ha of organic matter (OM), and accommodated 0.33 AU/ha. The green fodder contained 6.58% DM, 8.24% crude protein (CP), 32.07% crude fiber (CF), 1.76% crude fat (CF), 49.19% free nitrogen extract (NFE), 8.74% ash, 0.73% Ca, and 0.54% P. In the hilly area, there are 11 plant species with a composition of 66.51% grass, 1.53% legumes, and 17.07% weeds. The forage production is 0.46 tons/ha fresh weight, 0.0293 tons/ha dry weight, 0.0265 tons/ha OM, and can accommodate 0.03 AU/ha. The forage contains 6.37% DM, 7.80% CP, 34.89% CF, 1.33% EE, 46.34% NFE, 9.65% ash, 1.01% Ca, and 0.47% P. It is concluded that there is a difference in the productivity of Fulan Fehan grazing fields in the valley and hilly areas. The highest productivity is in the valley area, and 110 ha can only accommodate 3.2450 livestock units per year. ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas padang penggembalaan alam Fulan Fehan dengan topografi yang berbeda pada musim hujan, dilaksanakan selama 5 bulan di Desa Dirun Kabupaten Belu. Materi yang digunakan adalah bingkai kuadrat, timbangan digital, meteran, padang alam seluas 110 ha, kantong plastik, dan amplop koran, dengan prosedur adalah pelemparan bingkai, pengamatan tanaman, penentuan nilai proper use factor, pemotongan dan timbang bobot hijauan, preparasi sampel dan analisis laboratorium. Variabel yang diukur adalah jenis tanaman, komposisi botanis, produksi hijauan, kapasitastampung, serta kadar nutrien dan mineral hijauan. Data ditabulasi, dianalisis dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan, pada daerah lembah, terdapat 12 spesies tanaman dengan komposisi botani adalah 72,91% rumput, 3,23% legum dan 23,85% gulma. Produksi hijauan adalah 0,81 ton/ha bahan segar (BS), 0,0533 ton/ha bahan kering (BK), dan 0,0486 ton/ha bahan organik (BO), dan menampung 0,33 UT/ha. Hijauannya mengandung 6,58% BK, 8,24% protein kasar (PK), 32,07% serat kasar (SK), 1,76% lemak kasar (LK), 49,19% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), 8,74% abu, 0,73% Ca, dan 0,54% P. Pada daerah perbukitan, terdapat 11 spesies tanaman dengan komposisi 66,51% rumput, 1,53% legum, dan 17,07% gulma. Produksi hijauan adalah 0,46 ton/ha BS, 0,0293 ton/ha BK, 0,0265 ton/ha BO, dan mampu menampung 0,03 UT/ha. Hijauannya mengandung 6,37% BK, 7,80% PK, 34,89% SK, 1,33% LK, 46,34% BETN, 9,65% abu, 1,01% Ca, dan 0,47% P. Disimpulkan, terdapat perbedaan produktivitas padang penggembalaan Fulan Fehan pada daerah lembah dan perbukitan. Produktivitas tertinggi terdapat pada daerah lembah, dan luas 110 ha hanya mampu menampung 3,2450 unit ternak per tahun.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Clitoria ternatea pada Berbagai Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Kotoran Sapi Bima Al Muzafir; Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi; Ni Made Witariadi
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One alternative to increase soil fertility is through the use of organic fertilizer, that is, cow manure fertilizer, so that the plant’s need for nutrients can be met. The research aimed to determine the effect of the dose and frequency of cow manure fertilizer application and the interaction on the growth and yield of Clitoria ternatea plants. The research was conducted in the greenhouse of Research Station Sesetan, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University for 10 weeks. The research used a completely randomized design (CRD) factorial pattern with two factors, the first factor was the dose of cow manure fertilizer (D) with four levels were D0 (dose 0 tons ha-1), D10 (10 tons ha-1), D20 (20 tons ha -1) dan D30 (30 tons ha1). The second factor was the frequency of application of cow manure fertilizer (F) with three levels wereF1 (1 time), F2 (2 times), and F3 (3 times). There were 12 treatment combinations and four replications, so there were 48 units experiment. The observed variables were growth, yield, and plant growth characteristics. The results showed that there was no interaction between the dose treatment and frequency of cow manure fertilizer application on the growth variable, yield variable, and growth characteristics of Clitoriaternatea. The dose treatment of 20 tons ha-1 tended to give better results than other treatments. The F2 treatment gave the highest results compared to F1. This research concludes that there was no interaction between the dose treatment and frequency of cow manure fertilizer application on Clitoria ternatea. The dose of 20 tons ha-1 and the frequency of 2 times fertilizer application tended to give the best results onthe growth and yield of Clitoria ternatea. ABSTRAK Salah satu alternatif untuk meningkatkan kesuburan pada tanah adalah melalui penggunaan pupuk organik yaitu pupuk kotoran sapi sehingga kebutuhan tanaman akan unsur hara dapat terpenuhi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan frekuensi pemberian pupuk kotoran sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Clitoria ternatea. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, dan berlangsung selama 10 minggu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor, yaitu faktor pertama adalah dosis pupuk (D) dengan 4 taraf, yaitu D0 (dosis 0 ton ha-1), D1 (5 ton ha-1), D2 (10 ton ha-1), D3 (15 ton ha-1) dan D4 (20 ton ha-1). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian pupuk (F) dengan 2 taraf, yaitu F1 (1 kali) dan F2 (2 kali). Terdapat 10 unit percobaan dan tiap perlakuan diulang empat kali, sehingga terdapat 40 pot percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, hasil, dan karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis dan frekuensi pemberian pupuk kotoran sapi pada variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh tanaman Clitoria ternatea. Perlakuan dosis 20 ton ha-1 cenderung memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan F2 memberikan hasil tertinggi dibandingkan F1. Simpulan penelitian ini adalah tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis dan frekuensi pemberian pupuk kotoran sapi pada tanaman Clitoria ternatea. Dosis 20 ton ha-1 dan frekuensi 2 kali pemberian pupuk cenderung memberikan hasilterbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman Clitoria ternatea.
Pengaruh Substitusi Dosis Nitrogen Berbasis Kompos pada Urea terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Nila (Indigofera zollingeriana) Alif Muhammad Wicaksono; Wisnu Didik Widjajanto; Rosyida
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indigofera plant (Indigofera zollingeriana) is a leguminous plant used as a feed commodity for livestock, which has complete nutrition for cattle growth. The purpose of the research was to determine the effect of compost-based nitrogen dose substitution in urea on the growth of Indigofera plant seedlings. Research and data collection in October – December 2023 at the Agrotechnopark and Laboratory of Eco-logy and Plant Production, Faculty of Animal Sciences and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The study used a monofactor complete random design (CRD) with six treatments and seven replications,so there were 42 units of trial. The treatments tested consist of N0 = control, N= 0% N-compost substitution, N2= 25% N-compost, N3= 50% N-compost, N4= 75% N-compost, and N5= 100% N-compost. The observed parameters are plant height, leaf number, branch number, plant wet weight, plant dry weight, title wet weight, title dry weight, root dry weight, ratio of root titles, chlorophyll levels a, b, and total, and carotenoids. The data obtained was then analyzed with a 5% scale analysis to determine the effects of the treatment, and then continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) to see the differences between the treatments. The results show that 75-100% N-compost substitution can replace the role of urea in the growth of Indigofera plant seedlings. ABSTRAK Tanaman nila (Indigofera zollingeriana) merupakan tanaman komoditas pakan ternak khususnya ruminansia yang memiliki nutrisi lengkap terhadap pertumbuhan ternak. Tanaman nila banyak diminati, sehingga beberapa petani mulai melakukan pembibitan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi dosis nitrogen berbasis kompos pada urea terhadap pertumbuhan bibit tanaman nila. Penelitian dan pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2023 di Agrotechnopark dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) monofaktor dengan enam perlakuan dan tujuh ulangan sehingga terdapat 42 unit percobaan. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari N0= kontrol, N1= substitusi 0% N-kompos, N2= substitusi 25% N-kompos, N3= substitusi 50% N-kompos, N4= substitusi 75% N-kompos, N5= substitusi 100% N-kompos. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, berat kering akar, nisbah tajuk akar, kadar klorofil a, b, dan total, dan karotenoid. Data yang diperoleh dilakukan analisa dengan analisis ragam 5% untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan kemudian dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan, substitusi 75–100% N-kompos pada urea mampu menggantikan peran urea terhadap pertumbuhan bibit tanaman nila.
Uji Viabilitas dan Vigor Benih Mucuna bracteata Menggunakan Teknik Skarifikasi Vinensius Darmin; Marthen. L. Mullik; Twen. O. Dami Dato; Edi D. Sulistijo; Bernadete B. Koten
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main problem encountered in the cultivation of Mucuna bracteata is the hardness of the seed coat which results in seed dormancy. This study aimed to test the viability and vigor of M. bracteata seeds by scarification technique. This research was conducted in Noelbaki Village, Central Kupang District, Kupang Regency for 21 days. This study used an experimental method with a complete randomized design (CRD)of 4 treatments and 5 replicates. SB0 = control; SB1 = soaked in warm water 50°C (2 hours); SB2 = soaked in plain water (24 hours); SB3 = wounded. Data obtained during the study were analysed using descriptive statistical analysis for the parameters of germination and maximum growth potential, while the parameters of germination rate, vigor index, growth uniformity and growth speed used analysis of variance to test the effect of treatment with an alfa value of 0.05. Differences between treatments were tested with Duncan test. The results of descriptive statistical analysis showed that seed scarification affected germination (98.66%) and maximum growth potential (98.66%). The results of the analysis of variance showed that the treatment had a very significant effect on the germination rate (7 days), vigour index (91.99%), growth uniformity (97.33%) and growth speed (25.83%/ethmal). It was concluded that scarification can affect and increase the viability and vigor of M. bracteata seeds, with the wounded scarification technique (SB3) being the best treatment. ABSTRAK Permasalahan utama yang ditemui dalam budidaya Mucuna bracteata adalah kerasnya kulit benih yang mengakibatkan dormansi benih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji viabilitas dan vigor benih Mucuna bracteata dengan teknik skarifikasi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang selama 21 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) empat perlakuan dan lima ulangan. SB0 = kontrol; SB1 = direndam dalam air hangat 50°C (2 jam); SB2 = direndam dalam air biasa (24 jam); SB3 = dilukai. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis menggunakan analisis statistic deskriptif untuk parameter daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum, sedangkan parameter laju perkecambahan, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh menggunakan analisis of variance untuk menguji pengaruh perlakuan dengan nilai alfa 0,05. Perbedaan antar perlakuan diuji dengan Duncan test. Hasil analisis statistic deskriptif menunjukkan bahwa skarifikasi benih berpengaruh terhadap daya berkecambah (98,66%) dan potensi tumbuh maksimum (98,66%). Hasil analisis of variance menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap laju perkecambahan (7 hari), indeks vigor (91,99%), keserempakan tumbuh (97,33%) dan kecepatan tumbuh (25,83%/etmal). Disimpulkan bahwa skarifikasi dapat mempengaruhi dan meningkatkan viabilitas dan vigor benih M. bracteata, dengan teknik skarifikasi dilukai (SB3) merupakan perlakuan terbaik.
Potensi Kombinasi Azolla pinnata dengan Ipomoea batatas L. sebagai Konsentrat Hijau Ditinjau dari Sifat Fisik dan Kecernaan Bahan Kering Serta Bahan Organik Nica Ardiansyach Lukmana; I Wayan Suarna; Sri Anggreni Lindawati
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has a variety of feed resources that have the potential to be used as green concentrate components. The study aims to determine the potential combination of Azolla pinnata with Ipomoea batatas L. waste in terms of physical properties (density, absorption capacity, and solubility) as well as dry matter digestibility, and organic matter digestibility. The study was conducted at the Animal Nutrition and FeedLaboratory, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University from March to June 2024. The study used an in vitro method with a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments tested consisted of P1 (80% Azolla pinnata flour + 20% Ipomoea batatas L. waste flour), P2 (60% Azolla pinnata flour + 40% Ipomoea batatas L. waste flour), P3 (40% Azolla pinnata flour + 60% Ipomoea batatas L. waste flour), and P4 (20% Azolla pinnata flour + 80% Ipomoea batatas L. waste flour). The results showed that the combination of Azolla pinnata with Ipomoea batatas L. waste in treatments P1, P2, P3, and P4 had different potentials as green concentrates seen from the variables of density, absorption capacity, and dry matter digestibility, but no differences were found in the potential of the variables of solubility and digestibility of organic matter. It can be concluded that the combination of 20% Azolla pinnata flour and 80% Ipomoea batatas L. waste flour has the best potential as a green concentrate ingredient. ABSTRAK Indonesia memiliki beragam sumber daya bahan pakan yang bepotensi untuk dijadikan sebagai penyusun konsentrat hijau. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi Azolla pinnata dengan limbah Ipomoea batatas L. yang ditinjau dari sifat fisik (densitas, daya serap, dan daya larut) serta kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana mulai dari bulan Maret hingga Juni 2024. Penelitian menggunakan metode in vitro dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri dari P1 (80% tepung Azolla pinnata + 20% tepung limbah Ipomoea batatas L.), P2 (60% tepung Azolla pinnata + 40% tepung limbah Ipomoea batatas L.), P3 (40% tepung Azolla pinnata + 60% tepung limbah Ipomoea batatas L.), dan P4 (20% tepung Azolla pinnata + 80% tepung limbah Ipomoea batatas L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Azzola pinnata dengan limbah Ipomoea batatas L. pada perlakuan P1, P2, P3, serta pada P4 memiliki potensi yang berbeda sebagai konsentrat hijau dilihat dari variabel densitas, daya serap, dan kecernaan bahan kering, namun tidak ditemukan perbedaan potensi pada variabel daya larut dan kecernaan bahan organik. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi 20% tepung Azolla pinnata dan 80% tepung limbah Ipomoea batatas L. memiliki potensi terbaik sebagai bahan penyusun konsentrat hijau.
Optimalisasi Fermentasi Rumen dan Pertumbuhan Kambing Kacang yang Mengonsumsi Silase Pakan Komplit dengan Penambahan Konsentrat Mengandung ZnSO4 dan Zn-Cu Isoleusinat Yaminson Nggina Njuka; Erna Hartati; Markus Kleden
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effect of providing and the best level of complete feed silage based on sorghum-Clitoria ternatea with the addition of concentrate containing ZnSO4 and Zn-Cu isoleucinate on optimizing rumen fermentation and growth of kacang goats. A total of 16 male kacang goats with an average body weight of 14.75 kg (CV= 14.1%) with an age range of 10-12 months were used in this study. This research used a randomized block design with four treatments and four replications. T0: sorghum-Clitoria ternatea silage without concentrate, T10: complete feed silage based on sorghum- Clitoria ternatea with the addition of 10% concentrate, T20: complete feed silage based on sorghum-Clitoria ternatea with the addition of 20% concentrate, and T30: complete feed silage based on sorghum-Clitoria ternatea with the addition of 30% concentrate. The concentrate contains 150 mg ZnSO4 and 2% Zn-Cu Isoleucinate. The results showed that the average concentration of VFA, NH3 and pH for each treatment was 114.9; 10.22; 6.15 (T0); 121.25; 10.52; 5.95 (T10); 139.36; 15.50; 5.92 (T20) and 132.27; 11.70; 5.97 (T30), while the weight gain for each treatment was 15.49 (T0); 19.50 (T10); 23.16 (T20) and 27.27 (T30). The results of statistical analysis showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on VFA, NH3, and body weight gain, while there was no significant effect (P>0.05) on the pH value of the rumen fluid. Data regarding nutritional consumption parameters for each treatment, especially crude protein consumption and crude fiber digestibility coefficients, depend on the treatment given. It can be concluded that the use of concentrate feed of up to 30% concentrate containing ZnSO4 and Zn–Cu isoleucinate can increase body weight gain and optimize consumption and rumen fermentation. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan level terbaik silase pakan komplit berbasis sorgum-Clitoria ternatea dengan penambahan konsentrat mengandung ZnSO4 dan Zn-Cu isoleusinat terhadap optimalisasi fermentasi rumen dan pertumbuhan kambing kacang. Sebanyak 16 ekor kambing kacang jantan dengan berat badan rata-rata 14,75 kg (CV= 14,1%) dengan kisaran umur 10-12 bulan digunakan dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan empat ulangan. T0: silase sorghum-Clitoria ternatea tanpa konsentrat, T10: silase pakan komplit berbasis sorghum-Clitoria ternatea dengan penambahan 10% konsentrat, T20: silase pakan komplit berbasis sorghum-Clitoria ternatea dengan penambahan 20% konsentrat, dan T30: silase pakan komplit berbasis sorghum-Clitoria ternatea dengan penambahan 30% konsentrat. Konsentrat mengandung 150 mg ZnSO4 dan 2% Zn-Cu isoleusinat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata konsentrasi VFA, NH3 dan pH untuk setiap perlakuan adalah 114,9; 10,22; 6,15 (T0); 121,25; 10,52; 5,95 (T10); 139,36; 15,50; 5,92 (T20) dan 132,27; 11,70; 5,97 (T30), sedangkan pertambahan berat badan masing-masing perlakuan adalah 15,49 (T0); 19,50 (T10); 23,16 (T20) dan 27,27 (T30). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap VFA, NH3 dan pertambahan bobot badan harian sedangkan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH cairan rumen. Data menyangkut parameter konsumsinutrisi untuk setiap perlakuan khususnya konsumsi protein kasar dan koefisien cerna serat kasar sangat tergantung pada perlakuan yang diberikan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pakan konsentrat hingga 30% konsentrat mengandung ZnSO4 dan Zn–Cu isoleusinat dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan mengoptimalkan konsumsi dan fermentasi rumen.
Produktivitas Sorgum Sudan Grass sebagai Pakan Ternak dengan Pemberian Dosis Bokashi Feses Kambing yang Berbeda Correia, B. A; Ligia, T. C.; Eufrazia, Dcs.; Pedro de D.; Abilio dos S; Jeremias, S. L.
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The experimental research aims to find out about the productivity of Sudanese grass sorghum as animal feed, with different doses of bokashi from goat feces has been carried out at Vecom Farm, Lautem Municipality for 9 months. The materials used are Sudanese sorghum seeds, goat feces, soil, a set of agricultural equipment, scales, digital calipers, hand counters, tarpaulins, thermometers, and pH meters. It uses a Complete Random Design (CRD), with analysis of variancy (Anova), and a Duncan test. The doses of bokashi from goat feces used were B0 (0 kg/ha), B1 (4.500 kg/ha), B2 (5.500 kg/ha), and B3 (6.500 kg/ha). Anova showed a significant effect (P<0.05) for all variables and the Duncan test showed that B3 treatment (6.500 kg/ha) was the best for sorghum plant height (91.71 cm/plant), total leaf (96.80 leaves/bad), diamenter of stem (14.39 cm/stem), weight of fresh biomass 31.66 tons-1 and weight of dry biomass 25.61 tons-1, length of panicle 62.0 cm/plant. It was concluded that bokashi from goat feces with a dose 6.500 kg/ha could increase the productivity of Sudan grass sorghum plants as animal feed. ABSTRAK Penelitian experimental bertujuan untuk mengetahui tentang produktivitas sorgum Sudan grass sebagai pakan ternak dengan pemberian dosis bokashi feses kambing yang berbeda telah dilakukan di Vecom Farm, Kabupaten Lautem selama 9 bulan. Bahan dan materi yang digunakan adalah bibit sorgum Sudan grass, bokashi feses kambing, tanah, seperangkat peralatan pertanian, timbangan, jangka sorong, hand counter, terpal, thermometer, dan pH meter. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan analisys of variancy (Anova) dan Duncan test. Dosis bokashi feses kambing yang digunakan adalah B0 (0 kg/ha), B1 (4.500 kg/ha), B2 (5.500 kg/ha) dan B3 (6.500 kg/ha). Anova menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) untuk semua variabel dan Duncan test memperlihatkan bahwa perlakuan B3 (6.500 kg/ha) adalah terbaik untuk tinggi tanaman sorgum Sudan grass (91,71 cm/tanaman), jumlah daun (96,80 daun/bedeng), diamenter batang sorgum (14,39 cm/batang), berat biomassa segar 31,66 ton-1 dan berat biomassa kering 25,61 ton/ha, panjang panicle sorgum 62,0 cm/tanaman. Disimpulkan bahwa bokashi feses kambing dengan dosis 6.500 kg/ha dapat meningkatkan produktivitas tanaman sorgum Sudan grass sebagai pakan ternak.
Peningkatan Kualitas Pucuk Tebu (Saccharum officinarum) sebagai Pakan melalui Proses Pemeraman dengan Penambahan Larutan Kapur Badat Muwakhid; Umi Kalsum; Usman Ali; Rifa&#039;i
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aimed of this research was to analyze the effect of sugarcane tops ripened with lime solvent CaOH2 towards the quality of sugarcane tops using the in-vitro method. The study used a completely randomized design. The treatments were arranged: P0: sugarcane tops without processing (as control); P1: 4% lime solvent; P2: 5% lime solvent; P3: 6% lime solvent. The results of experiments showed that added limesolvent treatment gave a very significant difference (P<0.01) in organic matter content, dry matter, crude fiber, neutral detergent fiber, acid detergent fiber, cellulose, nitrogen-free extract, also the digestibility of dry matter and organic matter in sugarcane tops. It can be concluded that added 5% of lime solvent gave the best result in increasing the sugarcane quality. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh pemeraman pucuk tebu dengan penambahan larutan kapur atau Ca(OH)2 terhadap kualitas pucuk tebu secara in-vitro. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah P0 (kontrol), P1 (4% larutan kapur), P2 (5% larutan kapur), P3 (6% larutan kapur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemeraman dengan penambahan larutan kapur memberikan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) pada kandungan bahan organik, bahan kering, serat kasar, neutral detergent fiber, acid detergent fiber, selulosa, bahan ekstrak tanpa nitrogen serta kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pucuk tebu. Penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pemeraman pucuk tebu dalam larutan kapur dapat meningkatkan kualitas pucuk tebu sebagai pakan. Pemeraman untuk menghasilkan kualitas nutrisi pucuk tebu terbaik pada penggunaan tambahan larutan kapur sebanyak 5% dari total bahan.

Page 2 of 3 | Total Record : 24