cover
Contact Name
Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi
Contact Email
aaas_trisnadewi@unud.ac.id
Phone
+6281338391967
Journal Mail Official
pastura@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2088818X     EISSN : 25498444     DOI : -
Pastura adalah jurnal ilmu tumbuhan pakan ternak yang diterbitkan dua kali setahun (Februari dan Agustus) yang diterbitkan oleh Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI). Pastura memuat berbagai artikel dari aspek tumbuhan pakan ternak berupa: hasil penelitian, naskah konseptual/opini, resensi buku, dan informasi tentang tumbuhan pakan ternak lainnya.
Articles 24 Documents
Produksi dan Karakteristik Biji Lamtoro (Leucaena leucocephala) di Lahan Kering Bukit Jimbaran Tegar Rahman Maulana; Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi; Magna Anuraga Putra Duarsa
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Animal husbandry plays a crucial role in the Indonesian economy, with livestock productivity heavily dependent on the availability of forage feed. Leucaena leucocephala seeds have an important role in plant breeding to meet forage feed needs. This study aims to determine the production and characteristics of Leucaena leucocephala seeds on dry land. The research was conducted at the Seedling Farm of the Facultyof Animal Husbandry, Udayana University, Bukit Jimbaran, Badung, from December 2023 to March 2024. Data were collected through the field survey method with the transect method in 55 m quadrat plots in five locations as replicates. Observations were made in two collections, in December 2023 and March 2024. The results showed that seed production and characteristics in the first collection were higher than in thesecond collection. The average seed production in December 2023 reached 1,586.78 seeds and decreased to 988.60 seeds in March 2024, with an average annual production of 5,150.76 seeds. Seed weight reached 0.618 tons ha-1 in December and decreased to 0.592 tons ha-1 in March. A decline in seed characteristics was also observed in the number of bunches per plant (from 20.31 to 15.69), number of pods per bunch (22.63 to 17.05), and number of seeds per pod (23.23 to 18.95). This decrease indicates that the production and seed characteristics of Leucaena leucocephala in drylands tend to decrease in the second collection. ABSTRAK Peternakan memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, dengan produktivitas ternak yang bergantung pada ketersediaan pakan hijauan. Biji lamtoro (Leucaena leucocephala) berperan penting dalam perkembangbiakan tanaman untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan karakteristik biji lamtoro di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di Kebun Bibit Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Badung, dari Desember 2023 hingga Maret 2024. Data diambil melalui metode survei lapangan dengan metode transect pada kuadrat petak berukuran 55 m di lima lokasi sebagai ulangan. Pengamatan dilakukan pada dua pengambilan yaitu pada Desember 2023 dan Maret 2024. Hasil menunjukkan bahwa produksi dan karakteristik biji pada pengambilan pertama lebih tinggi dibandingkan pengambilan kedua. Rata-rata produksi biji pada Desember 2023 mencapai 1.586,78 biji dan menurun menjadi 988,60 biji pada Maret 2024, dengan produksi tahunan rata-rata 5.150,76 biji. Berat biji mencapai 0,618 ton ha-1 pada Desember dan menurun menjadi 0,592 ton ha-1 pada Maret. Penurunan karakteristik biji juga terlihat pada jumlah tandan per tanaman (dari 20,31 menjadi 15,69), jumlah polong per tandan (22,63 menjadi 17,05), dan jumlah biji per polong (23,23 menjadi 18,95). Penurunan ini mengindikasikan bahwa produksi dan karakteristik biji lamtoro di lahan kering cenderung menurun pada pengambilan kedua.
Pertumbuhan dan Produksi Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) dengan Pemberian Dosis Urea yang Berbeda Menggunakan Sistem Kapilerisasi Hanafi Keley; A Gatot M; Bambang Tj H
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effect of giving different doses of urea fertilizer on the growth and production of Pennisetum purpureum cv. Mott used a capillary system carried out at the Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Papua University. This research used a completely randomized design (CRD) with the treatment given being a dose of urea fertilizer consisting of four dose levels, each treatment levelrepeated five times, namely control (P0), 5 grams/2 plants (P1), 10 grams/ 2 plants (P2), 15 grams/2 plants (P3). The data analyzed are plant height, fresh material production, dry material production, and average daily water absorption volume. If the statistical analysis results are significantly different, then the Tukey test is continued. The results showed that plant height in the 2nd and 3rd weeks was significantly different (P<0.05) while in the 4th to 7th weeks there was no significant effect (P≥0.05). Fresh material production and dry material production did not have a significant effect (P≥0.05) at 7 weeks of harvest. The average daily volume of water absorbed from week 1st to week 7th had no significant effect (P≥0.05). It was concluded that the urea fertilizer dose given at 100-300 kg/ha had not shown any difference in the height or production of Pennisetum purpureum cv. Mott, and the capillary system could provide water savings, especially after 4 weeks, with an average daily soil absorption of between 140-149 ml. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk urea yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi rumput odot (Pennisetum purpereum cv.Mott) menggunakan sistem kapilerisasi yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Papua. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yang diberikan adalah dosis pupuk urea yang terdiri dari empat taraf dosis, setiap taraf perlakuan diulang sebanyak lima kali yaitu kontrol (P0), 5 gram/2 tanaman (P1), 10 gram/2 tanaman (P2), 15 gram/2 tanaman (P3). Data yang dianalisis adalah tinggi tanaman, produksi bahan segar, produksi bahan kering dan rata-rata volume serapan air harian. Apabila hasil analisis statistika berbeda nyata, maka dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman pada minggu ke-2 dan ke-3 berbeda nyata (P<0,05) sedangkan pada minggu ke-4 sampai ke-7 tidak terdapat pengaruh nyata (P≥0,05). Produksi bahan segar dan produksi bahan kering tidak memiliki efek yang signifikan (P≥0,05) pada minggu ke-7 panen. Volume air harian rata-rata yang diserap dari minggu ke-1 hingga minggu ke-7 tidak memiliki efek yang signifikan (P≥0,05). Disimpulkan dosis pupuk urea yang diberikan 100 – 300 kg/ha belum menunjukkan efek perbedaan tinggi maupun produksi rumput odot dan sistem kapilerisasi dapat memberikan penghematan air, terutama setelah 4 minggu rata – rata sehari serapan tanah antara 140 – 149 ml.
Potensi Kombinasi Azolla pinnata R.Br. dengan Limbah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai Konsentrat Hijau Ditinjau dari Kecernaan dan Produk Fermentasi Rumen Tjokorda Istri Agung Dewi Pithaloka; Ni Nyoman Suryani; I Wayan Suarna
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study combined Azolla pinnata flour and purple sweet potato waste flour as a green concentrate, reviewing digestibility and rumen fermentation products. This study aims to understand the potential combination of Azolla pinnata flour with purple sweet potato waste flour, which is best reviewed from the digestibility of crude fiber, digestibility of crude protein, and rumen fermentation products (pH, VFA, andN-NH3). This research was held in the Nutrition Feed Laboratory, Faculty of Animal Science, Udayana University. The research occurred from March to June 2024. This study employed an in vitro method with a complete randomized design (CRD), four treatments, and three replicates. This research consisted of P1 (80% Azolla pinnata flour + 20% purple sweet potato waste flour), P2 (60% Azolla pinnata flour + 40% purple sweet potato waste flour), P3 (40% Azolla pinnata flour + 60% purple sweet potato waste flour), and P4 (20% Azolla pinnata flour + 80% purple sweet potato waste flour). The results showed that there was no significant difference in VFA, N-NH3, pH, crude protein digestibility, and crude fiber digestibility (P2 to P4). There were significantly different results on the digestibility of coarse fiber in P1. It was concluded that Azolla pinnata flour and purple sweet potato waste flour have the potential to become green concentrates. The combination of 20% Azolla pinnata flour and 80% purple sweet potato waste flour results in the highest crude fiber digestibility, crude protein digestibility, and fermented products that meet the standards for a normal rumen fermentation process. ABSTRAK Penelitian ini mengintegrasikan tepung Azolla pinnata dan tepung limbah ubi jalar ungu sebagai konsentrat hijau, dengan fokus pada kecernaan dan produk fermentasi rumen. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi potensi kombinasi tepung Azolla pinnata dengan tepung limbah ubi jalar ungu berdasarkan kecernaan serat kasar, kecernaan protein kasar, serta produk fermentasi rumen seperti pH, VFA, dan N-NH3. Analisis dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana pada bulan Maret hingga Juni 2024, menggunakan metode in vitro dalam rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi: P1 (80% tepung Azolla pinnata + 20% tepung limbah ubi jalar ungu), P2 (60% tepung Azolla pinnata + 40% tepung limbah ubi jalar ungu), P3 (40% tepung Azolla pinnata + 60% tepung limbah ubi jalar ungu), dan P4 (20% tepung Azolla pinnata + 80% tepung limbah ubi jalar ungu). Hasil penelitian meunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada VFA, N-NH3, pH, kecernaan protein kasar, dan kecernaan serat kasar antara perlakuan P2 hingga P4. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada kecernaan serat kasar pada perlakuan P1. Kesimpulannya, kombinasi tepung Azolla pinnata dan tepung limbah ubi jalar ungu menunjukkan potensi sebagai konsentrat hijau, dengan rasio 20% tepung Azolla pinnata dan 80% tepung limbah ubi jalar ungu memberikan hasil terbaik dalam kecernaan serat kasar, kecernaan protein kasar tertinggi, serta memenuh standar untuk produk fermentasi rumen yang normal.
Peluang Penanaman Tumpang Sari Berganda Canavalia ensiformis Terkait Penanaman Kembali Perkebunan Sawit di Lahan Bekas Tambang Batu Bara di Kalimantan Selatan Tazkiyah Annisa Utari; Hariyadi; Tarigan Suria; Luki Abdullah; Nahrowi
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Canavalia ensiformis (koro beans) is a leguminous plant known for its high adaptability, productivity, and nutritional value, making it a viable alternative protein source to soybean meal. Planting koro beans using an intercropping model is a sustainable land use practice during the oil palm replanting period. This study aims to evaluate the productivity of koro beans and explore the potential of utilizing ex-coal mining land for oil palm plantations in South Kalimantan.The experiment included various fertilization treatments are, K (control = no fertilizer), A (2 tons of lime 5 tons of poultry manure ha-1); B (2 tons of lime and 10 tons of poultry manure ha-1); C (4 tons of lime and 5 tons of poultry manure ha-1); and D (4 tons of lime and 10 tons of poultry manure ha-1). The spacing between oil palm- koro plants and corn- koro plants were 105 cm and 35 cm, respectively. The multiple intercropping models (oil palm, corn, and koro bean) demonstrated the high adaptability of the sword bean over a three-month period post-planting. Fertilization treatments resulted in better koro bean production compared to the control treatment. The best results were observed with the application of 2 tons of lime and 10 tons of poultry manure ha-1, which significantly influenced all production parameters. This model can be implemented during replanting oil pal plantation. ABSTRAK Canavalia ensiformis (kacang koro), merupakan salah satu tanaman kacang-kacangan dengan kemampuan adaptasi, produktivitas, dan nutrisi yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pakan sumber protein alternatif bungkil kedelai. Penanaman koro dengan model tumpang sari adalah salah satu cara pemanfaatan lahan berkelanjutan di masa replanting sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas kacang koro dan memanfaatkan potensi lahan bekas tambang batu bara menjadi perkebunan sawit diKalimantan Selatan. Perlakuan dilakukan dengan berbagai level pemupukan, K (kontrol = tidak diberikan pupuk); A (pemupukan 2 ton kapur dan 5 ton pupuk ayam petelur ha-1); B (pemupukan 2 ton kapur dan 10 ton pupuk ayam petelur ha-1); C (pemupukan 4 ton kapur dan 5 ton pupuk ayam petelur ha-1); dan D (pemupukan 4 ton kapur dan 10 ton pupuk ayam petelur ha-1). Setiap tanaman kelapa sawit-koro dan jagung-koro berjarak 105 cm dan 35 cm. Penanaman dengan model tumpang sari berganda (kelapa sawit,jagung, dan koro) menunjukkan kemampuan adaptasi kacang koro pedang yang tinggi selama tiga bulan setelah tanam. Perlakuan pemupukan menunjukkan produksi kacang koro pedang lebih baik dibandingkan perlakuan kontrol. Perlakuan terbaik dengan level 2 ton kapur dan 10 ton pupuk ayam petelur ha-1 yang berpengaruh nyata pada seluruh parameter produksi. Model ini dapat diimplementasikan selama masa replanting kebun sawit berlangsung.

Page 3 of 3 | Total Record : 24