cover
Contact Name
Romi Mesra
Contact Email
romimesra16@gmail.com
Phone
+6285762530583
Journal Mail Official
collaborativecjcs@gmail.com
Editorial Address
Jl. Piai Tangah Nomor 29, RT. 01, RW. 02, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kode Pos: 25162
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Collaborative: Journal of Community Service
ISSN : 31099793     EISSN : 31099793     DOI : https://doi.org/10.64924
Core Subject : Education, Social,
COLLABORATIVE: Journal of Community Service is a national journal that contains the results of community service and empowerment activities in the form of applying various fields of knowledge, especially in the fields of Education, Sociology Education, Sociology, Social Science, and also includes other scientific disciplines such as Law, Economics, Humanities, Engineering, Agriculture, Communication, and Health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2025): (MARCH) Collaborative: Journal of Community Service" : 5 Documents clear
Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Bahitom Rosa Linda; Andi Nurlela
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 2 (2025): (MARCH) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/h37mff67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola berbagi pengetahuan dalam jaringan penelitian kolaboratif di institusi pendidikan tinggi, dengan fokus pada aspek sosiologis dan dinamika kekuasaan dalam komunitas akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka sistematis, menganalisis artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan antara 2019-2024. Analisis menunjukkan tiga temuan utama: Pertama, terjadi transformasi signifikan dalam pola komunikasi menuju model yang lebih horizontal, yang difasilitasi oleh platform digital dan perubahan hierarki akademik. Kedua, modal sosial memainkan peran penting dalam efektivitas berbagi pengetahuan, dengan jaringan yang kuat dan hubungan saling percaya berkontribusi pada kolaborasi penelitian yang lebih baik. Ketiga, faktor institusional sangat mempengaruhi dinamika kolaborasi, termasuk kebijakan organisasi, infrastruktur digital, dan alokasi sumber daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun transformasi digital telah mendemokratisasi kolaborasi penelitian, faktor sosial dan institusional tetap membentuk praktik berbagi pengetahuan. Studi ini mengidentifikasi kesenjangan dalam kerangka kolaborasi yang ada dan merekomendasikan pengembangan pendekatan terintegrasi yang mencakup dimensi teknologi, sosial, dan institusional. Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong jaringan penelitian yang lebih inklusif dan produktif di pendidikan tinggi. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang interaksi kompleks antara transformasi digital, dinamika sosial, dan struktur institusional dalam kolaborasi akademik. Penelitian ini juga menyarankan implikasi praktis bagi institusi pendidikan tinggi yang ingin meningkatkan kemampuan penelitian kolaboratif mereka serta memberikan arahan untuk penelitian lanjutan dalam bidang yang terus berkembang ini.
Pengembangan Kapasitas SDM BUMDES Maju Sejahtera Melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Guna Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Simpang Tiga Bangka Barat Ariandi A Zulkarnain; Resti Amalia; Robing Robing
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 2 (2025): (MARCH) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/4tm9s950

Abstract

Pengabdian masyarakat sebagai salah satu fungsi tri dharma perguruan tinggi menjadi komponen penting dalam pembangunan masyarakat desa. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 menjadi landasan upaya penguatan pembangunan tingkat desa. Observasi terhadap BUMDes Maju Sejahtera menunjukkan bahwa meskipun telah terbentuk dengan modal awal sembilan puluh juta rupiah pada tahun 2018 dan memberikan kontribusi sebesar Rp 44.472.000 pada tahun 2023, namun belum memaksimalkan program kerja dan pemanfaatan sumber daya manusia dalam tata kelola organisasi serta pengembangan diversifikasi produk unggulan desa. Potensi ekonomi desa yang ada masih memerlukan peningkatan sinergisitas antara BUMDes, Pemerintah Desa, dan masyarakat dalam pengembangan program agrowisata, hasil hutan, dan komoditi asli desa. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan pembinaan terhadap BUMDes Maju Sejahtera meliputi pemahaman dan sosialisasi terkait tata kelola BUMDes sesuai PP No.11 Tahun 2021, pelatihan diversifikasi produk, pembuatan desain produk, dan pengembangan media sosialisasi, dengan fokus pada pengolahan madu hutan yang memiliki nilai jual tinggi. Upaya ini bertujuan mengoptimalkan potensi ekonomi desa, mengaktifkan roda penggerak perekonomian masyarakat melalui komoditi unggulan, serta meningkatkan pendapatan dan perekonomian desa. Diharapkan melalui BUMDes dan unit-unit usahanya, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat tetapi juga menjadi agen perubahan ekonomi desa dengan memanfaatkan unit-unit usaha sebagai sentral produk sandang dan pangan dari dan untuk masyarakat.
Analisis Kebijakan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup di Negara-negara Asean: Implikasi terhadap Akses Keadilan dan Keberlanjutan Lingkungan Yoan Barbara Runtunuwu
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 2 (2025): (MARCH) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/w7t5fq98

Abstract

Pengabdian ini bertujuan merealitaskan kebijakan dan penegakan hukum lingkungan hidup di negara-negara ASEAN serta implikasinya terhadap akses keadilan dan keberlanjutan lingkungan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, pengabdian ini mengkaji dokumen kebijakan, artikel jurnal ilmiah, dan laporan dari organisasi terkemuka dengan menggunakan kerangka analitis yang mengintegrasikan pendekatan yuridis-normatif, socio-legal, keadilan lingkungan, dan tata kelola multi-level. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan signifikan dalam pengembangan kerangka kebijakan lingkungan di tingkat regional ASEAN, implementasinya di tingkat nasional masih menghadapi tantangan serius akibat keterbatasan kapasitas kelembagaan, konflik kepentingan ekonomi-politik, dan kurangnya akses keadilan bagi masyarakat terdampak. Program pengabdian yang diimplementasikan berhasil meningkatkan literasi hukum masyarakat, menyediakan bantuan hukum, mengembangkan sistem pemantauan berbasis masyarakat, memfasilitasi dialog multi-stakeholder, meningkatkan kesadaran publik melalui kampanye media, memperkuat kapasitas penegak hukum, dan mendidik generasi muda tentang hak-hak lingkungan. Pengabdian ini merekomendasikan penguatan harmoniasi kebijakan lingkungan di tingkat regional, peningkatan kapasitas institusional untuk penegakan hukum, perluasan mekanisme akses keadilan bagi kelompok rentan, serta pengembangan pendekatan inovatif berbasis teknologi untuk pemantauan lingkungan partisipatif dan advokasi kebijakan lingkungan.
Pengembangan Karakter Kewarganegaraan di Lingkungan Pendidikan Manuel E. V Korompis
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 2 (2025): (MARCH) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/gkhzhx43

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan karakter kewarganegaraan di lingkungan pendidikan melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan konsep kewarganegaraan modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur komprehensif dengan menganalisis 53 artikel ilmiah terkait pendidikan kewarganegaraan yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir menggunakan pendekatan reduksi data, penyajian data, perbandingan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa model pembelajaran kewarganegaraan yang efektif mencakup pembelajaran berbasis nilai-nilai lokal, sirkuit pembelajaran Pancasila, drama dan simulasi kewarganegaraan, eksplorasi komunitas, debat dan diskusi, jurnal refleksi, serta program kewarganegaraan berbasis keluarga. Program-program ini terbukti meningkatkan pemahaman peserta didik tentang nilai-nilai Pancasila, keterampilan berpikir kritis, kemampuan deliberasi demokratis, dan kesadaran sosial. Pengabdian merekomendasikan pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh ekosistem pendidikan termasuk sekolah, keluarga, dan komunitas dalam mengembangkan karakter kewarganegaraan yang berkelanjutan, serta pentingnya mengintegrasikan literasi digital untuk memperkuat resiliensi peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital.
Langkah Kecil Menuju Hidup Sehat: Pemberdayaan Kebersihan Diri Anak Usia Pra Sekolah di Wilayah Puskesmas Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh Ritawati Ritawati; Asniah Syamsuddin; Zulkifli Zulkifli; Baharuddin Baharuddin; Cut Fatma Zuhra; Mayang Indah Arinimi
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 2 (2025): (MARCH) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/wxys1d89

Abstract

Pemberdayaan kebersihan diri anak usia pra sekolah merupakan upaya strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat sejak dini. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan kebersihan diri pada anak usia 4-6 tahun di Wilayah Puskesmas Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 35 anak sebagai peserta, orangtua, guru, dan tenaga kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui serangkaian intervensi meliputi permainan edukatif, demonstrasi praktik kebersihan, storytelling, pemutaran video interaktif, dan sistem reward. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan praktik kebersihan diri anak. Skor pengetahuan meningkat dari 45,2 menjadi 78,3, sementara kemampuan praktik kebersihan meningkat dari 38,6% menjadi 82,5%. Keberhasilan intervensi tercermin dalam terbentuknya ekosistem pendukung praktik hidup sehat di lingkungan keluarga dan pendidikan anak usia dini. Rekomendasi pengabdian adalah mengembangkan model pemberdayaan serupa di wilayah lain, dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan anak usia pra sekolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5