cover
Contact Name
Romi Mesra
Contact Email
romimesra16@gmail.com
Phone
+6285762530583
Journal Mail Official
jurnalmasyarakatdigital@gmail.com
Editorial Address
Jl. Piai Tangah Nomor 29, RT. 01, RW. 02, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kode Pos: 25162
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Masyarakat Digital
ISSN : 31091296     EISSN : 31091296     DOI : https://doi.org/10.64924
Core Subject : Humanities, Social,
Welcome to the official website of Jurnal Masyarakat Digital, we aspire to contribute to the field of digital society which focuses on digital sociology, digital communication, digital culture, educational technology, digital economy and e-commerce, digital health, cybersecurity, and others and others relating to digital society. Jurnal Masyarakat Digital is a double-blind review academic journal for Legal Studies published by PT. NALURI EDUKASI PRESS. This journal is periodically published Four Editions a year (February, May, August and November).
Articles 20 Documents
Eksplorasi Presentasi Diri Gen Z dalam Platform TikTok : Analisis Self-Identity Theory pada Pengguna TikTok di Siantar Selatan Tamara Anggely Romauli Agustina Siregar; Romi Mesra
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 3 (2025): (MAY) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/xnnd8579

Abstract

Penelitian ini menganalisis eksplorasi identitas diri Gen Z di Siantar Selatan melalui platform TikTok dengan pendekatan Self-Identity Theory. TikTok, sebagai platform video pendek interaktif, digunakan oleh remaja untuk mengekspresikan berbagai aspek identitas mereka, termasuk budaya lokal, gaya hidup, dan pandangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi identitas ini dipengaruhi oleh umpan balik sosial, norma budaya lokal, dan algoritma TikTok yang mendukung tren global. Elemen budaya lokal, seperti pakaian adat atau narasi tradisional, sering dimasukkan dalam konten sebagai bentuk kebanggaan identitas budaya, sekaligus disesuaikan dengan tren global untuk menarik audiens yang lebih luas. Proses presentasi diri di TikTok sejalan dengan teori Presentasi Diri Goffman, di mana pengguna secara strategis mengelola citra diri mereka berdasarkan respons audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang penting untuk pembentukan identitas digital di tengah pengaruh budaya lokal dan global. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan orang tua dalam memahami peran media sosial dalam perkembangan identitas remaja.
Transformasi Media Sosial Dalam Mendapatkan Modal Sosial Pada Komunitas Digital di Kota Batam Wanti Rebekka Nainggolan; Romi Mesra
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 3 (2025): (MAY) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/vgbvab49

Abstract

Teknologi informasi yang berkembang saat ini telah membawa perubahan yang luar biasa bagi masyarakat. Salah satu bentuk perkembangan teknologi informasi adalah lahirnya media sosial. Media sosial telah menyebabkan pola perilaku masyarakat mengalami transformasi terhadap budaya, moral, dan norma yang ada. Hal ini memang berpotensi Indonesia mengalami perubahan sosial karena Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar dengan budaya, kebangsaaan, ras, dan agama yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk membahas peran transformasi media sosial dalam perolehan modal sosial pada komunitas digital di Kota Batam. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif, adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode library research, karena penelitian ini bersifat kualitatif, memanfaatkan sumber data sekunder dengan melakukan tinjauan literatur dan bahan sekunder lainnya, antara lain buku, esai, jurnal, pendapat ahli, artikel, dan lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa massa digital, media sosial telah menjadi platform, tidak hanya untuk berkomunikasi tetapi juga untuk membangun hubungan sosial, memperkuat jaringan, serta menciptakan ruang kolaborasi antar individu maupun kelompok. Modal sosial yang telah mencakup jarigan sosial, kepercayaan, serta norma-norma yang mendukung kerja sama, menjadi unsur yang sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi serta sosial seperti di Kota Batam.
Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Konsumtif di Kalangan Remaja Kota Pangkal Pinang Aditya Dharma; Romi Mesra
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 3 (2025): (MAY) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/aj8jh180

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi meningkatnya perilaku konsumtif di kalangan remaja akibat pengaruh media sosial di era digital, khususnya di Kota Pangkal Pinang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumtif remaja di kota tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 200 remaja berusia 13-18 tahun yang aktif bermedia sosial sebagai sampel, dipilih melalui teknik multistage random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial, terutama Instagram dan TikTok, berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif remaja. Influencer ditemukan sebagai faktor paling dominan dalam mendorong perilaku konsumtif, diikuti iklan, tekanan sosial, konten promosi, dan kemudahan berbelanja online. Remaja muda berjenis kelamin perempuan cenderung lebih rentan terhadap pengaruh ini. Faktor demografis dan psikologis seperti usia, jenis kelamin, status sosial, dan kepribadian turut memoderasi dampak media sosial. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya edukasi komprehensif mengenai literasi digital dan keuangan bagi remaja, pelibatan aktif orang tua dan sekolah dalam pengawasan penggunaan media sosial, serta regulasi yang ketat terhadap iklan dan promosi di media sosial. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan konten edukatif di media sosial yang mempromosikan gaya hidup sehat dan konsumsi yang sehat.
Aplikasi Kencan Online Sebagai Platform Pembentukan Identitas Sosial: Studi Kasus di Kalangan Remaja dan Dewasa Muda Kota Surakarta Zefal Mohammad; Romi Mesra
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 3 (2025): (MAY) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/ja7gvd31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana aplikasi kencan online digunakan oleh remaja dan dewasa muda di Kota Surakarta sebagai platform untuk membangun dan mengeksplorasi identitas sosial mereka. Melalui pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif, data diperoleh dari 20 responden menggunakan survei dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna aplikasi memanfaatkan fitur-fitur seperti bio, foto profil, dan algoritma untuk membentuk citra diri sesuai dengan preferensi mereka. Aplikasi ini juga memberikan ruang bagi individu untuk bereksperimen dengan identitas personal dan sosial mereka di lingkungan digital. Hasil analisis mengungkapkan bahwa proses pembentukan identitas sosial pada aplikasi ini dipengaruhi oleh keinginan pengguna untuk menciptakan kesan tertentu serta keterlibatan mereka dalam kelompok sosial yang memiliki kesamaan nilai atau minat. Selain itu, interaksi di dalam aplikasi mencerminkan pola komunikasi yang dipengaruhi oleh algoritma, yang secara signifikan membentuk pengalaman pengguna. Penelitian ini menyoroti peran aplikasi kencan online sebagai media baru dalam membangun identitas sosial, sekaligus memberikan wawasan tentang dinamika interaksi sosial di era digital.
Dinamika Interaksi Media Sosial dan Perkembangan Perilaku Sosial Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Studi Etnografi di Kabupaten Banyumas Okti Indriyana; Romi Mesra
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 3 (2025): (MAY) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/60v3ye27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan media sosial memengaruhi perilaku sosial siswa sekolah dasar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif etnografi, studi ini melibatkan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa kelas 4–6, guru, serta orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, khususnya TikTok dan YouTube, telah menjadi arena sosialisasi baru bagi anak-anak. Mereka menggunakan media sosial rata-rata 1–4 jam per hari. Dampak positif yang ditemukan meliputi meningkatnya rasa percaya diri dan kemampuan ekspresi diri. Namun, dampak negatif seperti penurunan empati, konflik daring, serta kesulitan komunikasi langsung juga terlihat signifikan. Terjadi pula pergeseran nilai sosial, di mana popularitas di media sosial dianggap lebih penting daripada prestasi akademik. Sebagian besar orang tua tidak melakukan pengawasan aktif terhadap aktivitas digital anak, dan sekolah belum memiliki kebijakan pendampingan yang sistematis. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif keluarga dan institusi pendidikan dalam membentuk literasi digital dan etika bermedia sosial sejak usia dini, dengan mempertimbangkan konteks budaya lokal. Temuan ini diharapkan menjadi masukan praktis dalam menyusun strategi pendidikan digital yang adaptif dan kontekstual
Digitalization of Society and the Evolution of Law: A Legal Analysis of the Use of Bitcoin and Altcoins in Commercial Transactions Lasut, Meiske MW
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/akhr3244

Abstract

This study aims to analyze the legal complexity of Bitcoin and altcoin use in commercial transactions and identify the need for legal evolution to accommodate the digitalization of society. The research method uses a qualitative approach with a literature study focusing on normative legal analysis of cryptocurrency regulation, consumer protection, and the applicable legal framework. Data collection techniques were conducted through document studies of primary, secondary, and tertiary legal materials, with qualitative descriptive analysis using content analysis and a comparative approach to cryptocurrency regulation in various jurisdictions. The results show that the legal uncertainty of cryptocurrencies creates significant legal complexity in commercial transactions, where the ambiguous legal status, diverse characteristics of altcoin technology, and cross-border jurisdictional challenges require an adaptive and responsive regulatory approach. The existing consumer protection framework is inadequate to accommodate the risks of volatility, transaction irreversibility, and the complexity of blockchain technology. An adaptive regulatory model that integrates a regulatory sandbox, a principle-based approach, and a risk-based framework provides a solution to accommodate the dynamic characteristics of cryptocurrencies. This study proposes a responsive legal adaptation framework that can facilitate the co-evolution between law and blockchain technology while providing adequate protection for all stakeholders in the cryptocurrency ecosystem.
Pola Pembentukan Opini oleh Perangkat Desa terhadap Masyarakat melalui Media Sosial di Desa Telukan Aloysius, Elis; Mesra, Romi
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/63t69y43

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pembentukan opini perangkat desa melalui media sosial di Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga Desa Telukan. Fokus penelitian mengeksplorasi strategi komunikasi digital pemerintah desa dalam menyebarkan informasi, membangun interaksi, dan mempertimbangkan keberagaman demografis masyarakat. Hasil penelitian mengungkapkan tiga pola pembentukan opini pertama, penyebaran informasi terstruktur melalui WhatsApp Group, Instagram, dan Facebook untuk menciptakan keterbukaan dan transparansi pemerintahan. Kedua, komunikasi interaktif yang memungkinkan masyarakat memberikan masukan langsung. Ketiga, segmentasi audiens berdasarkan karakteristik demografis dengan pendekatan berbeda untuk setiap kelompok usia. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan implementasi strategi komunikasi digital, seperti ketimpangan partisipasi dan kendala aksesibilitas digital. Pendekatan digital sudah cukup membantu meningkatkan transparansi dan partisipasi, dan efisiensi informasi warga desa Telukan. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan literasi digital, perancangan mekanisme umpan balik inklusif, dan integrasi komunikasi digital dengan pendekatan tradisional untuk memperkuat pola komunikasi pemerintahan desa di era digital kontemporer yang semakin kompleks.
Analisis Perubahan Sosial akibat Penggunaan Gadget pada Remaja di Dusun Gadungsari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul Febrian, Bima; Nurlela, Andi
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/r2ydnd90

Abstract

Berkembangnya teknologi tak terlepas dari kehidupan modern manusia. Teknologi semakin berkembang pesat dan menuntut manusia dapat mengikuti perkembangannya. Sehingga segala sesuatu dapat diakses melalui berbagai macam teknologi, terutama gadget dan internet. Masuknya teknologi seperti gadget dan internet dapat memudahkan akses di segala hal, termasuk untuk belajar dan bermain di dunia maya. Hal ini dapat menimbulkan berbagai macam pengaruh dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada usia anak-anak hingga remaja. Remaja di Dusun Gadungsari mulai sibuk dengan gadget masing-masing, terlebih kehidupan di tengah kota yang banyak meminta mereka lebih intens mengakses gadget. Perubahan sosial didorong dengan adanya faktor sosial yaitu kondisi masyarakat yang terbuka dengan perubahan, pribadi yang sangat terbuka terhadap perubahan, dan terjadinya kontak dengan kebudayaan yang masuk. Dengan penggunaan gadget yang berlebihan ini dapat menimbulkan perubahan sosial, diantaranya remaja menjadi kurang harmonis dengan keluarga, sedikit bersikap acuh, kurang berinteraksi dengan teman lainnya, dan perubahan sikap lainnya. Sehingga diperlukan sinergitas antara keluarga, sekolah, dan lingkungan untuk dapat memberi batasan terhadap penggunaan gadget. Terlebih pada usia anak dan remaja, lebih sering untuk diadakan event/acara yang dilakukan secara tatap muka dan kegiatan positif membangun kepercayaan diri, kecerdasan intelektual, maupun public speaking ataupun kegiatan yang membangun kekompakan dengan remaja lainnya. Sehingga remaja akan lebih kritis dan inovatif terhadap sesuatu, tidak bersikap acuh bahkan terkesan anti sosial.
Peran Media Sosial terhadap Cyberbulling Remaja di Era Digital Rahmahdianti , Isni Maulida; Nurlela, Andi
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/4ye98e10

Abstract

Media sosial telah menjadi sebuah bagian penting didalam kehidupan para remaja di era yang serba canggih seperti pada saat ini yang dimana dapat membantu para remaja dalam berinteraksi dan juga berkomunikasi serta membentuk sebuah identitas bagi para remaja. Tetapi saat ini dengan seiring berkembangnya kemajuan teknologi seperti penggunaan media sosial muncul pula sebuah fenomena yang memiliki dampak negatif yang berdampak pada psikologis dan emosional para remaja. ujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana media sosial berkontribusi pada terjadinya cyberbullying di kalangan remaja di era internet, serta variabel yang mempengaruhi terjadinya cyberbullying melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data melalui penelitian literatur sebelumnya, seperti buku, artikel jurnal, dan penelitian sebelumnya. Data dikumpulkan untuk memahami hubungan antara media sosial dan cyberbullying serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perundungan digital. Analisis dilakukan dengan menelaah hasil temuan dari berbagai sumber yang membahas dampak media sosial terhadap perilaku remaja dan fenomena cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam terjadinya cyberbullying di kalangan remaja. Anonimitas yang diberikan oleh platform digital, kemudahan penyebaran konten negatif dan normalisasi perilaku negatif di dunia maya menjadi faktor utama yang memperburuk masalah perundungan online. Selain itu, faktor perbandingan sosial yang sering terjadi di media sosial juga mendorong remaja untuk melakukan cyberbullying atau menjadi korban dari perilaku tersebut. Kurangnya pengawasan dari orang tua dan pendidik serta pemahaman yang minim tentang konsekuensi dari cyberbullying juga memperburuk situasi ini.
Dampak Intensitas Bermain Game Online terhadap Interaksi Sosial Remaja di SMP Negeri 2 Tajurhalang, Kabupaten Bogor Kurnia, Ary; Nurlela, Andi
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/sc7f9g75

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah mengubah cara remaja berinteraksi dan memperoleh informasi, menjadikannya bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Remaja dikatakan memiliki masalah dengan interaksi sosial dikarenakan kurangnya pemahaman tentang bagaimana cara untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sehingga tidak mampu melaksanakan perannya dengan baik, salah satu penyebab masalah interaksi sosial karena maraknya remaja yang memainkan game online. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak intensitas bermain game online pada remaja di SMP Negeri 2 Tajurhalang Kabupaten Bogor. Pendekatan kuantitatif dan Sampel penelitian terdiri dari 115 siswa, data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup frekuensi intensitas bermain game online, interaksi sosialnya pada remaja. Berdasarkan hasil analisis koefisien korelasi product moment diperoleh hasil yang menunjukan bahwa terdapat dampak negatif intensitas bermain game online terhadap interaksi sosial pada remaja di SMP Negeri 2 Tajurhalang Kabupaten Bogor, yaitu semakin tinggi intensitas bermain game maka semakin rendah interaksi sosialnya. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dalam memahami perkembangan remaja. Orang tua dan pendidik disarankan untuk fokus pada aspek lain, seperti lingkungan keluarga, motivasi belajar, dan pola pengasuhan, dalam mendukung perkembangan remaja secara optimal. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor sosial dan psikologis yang mungkin memiliki dampak lebih signifikan dibandingkan media sosial.

Page 2 of 2 | Total Record : 20