cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Determinan Penggunaan Kondom pada Hubungan Seksual Pertama Kali oleh Remaja Belum Menikah di Indonesia (Analisis Data SDKI KRR 2012)
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan kondom sebagai bagian dari pencegahan terhadap risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit menular seksual. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2012 menunjukkan peningkatan penggunaan kondom pada hubungan seksual pertama kali oleh remaja pria dan wanita belum menikah dalam kurun waktu lima tahun sebelum survei. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi variabel yang paling berpengaruh terhadap penggunaan kondom pada saat pertama kali oleh remaja belum menikah di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Indonesia yang belum menikah berusia 15-24 tahun. Sampel penelitian ini adalah remaja berusia 15-24 tahun belum menikah yang pernah melakukan hubungan seksual dan menjawab lengkap pertanyaan sebanyak 1.419 remaja.Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil Penelitian: Penggunaan kondom pada saat hubungan seksual pertama kali oleh remaja belum menikah di Indonesia adalah 24,7% dari keseluruhan responden yang melakukan hubungan seksual. Hasil analisi bivariat menunjukkan bahwa ada hubunganyang signifikan antara status ekonomi(p-value=0,007), akses informasi (p-value=0,042) dan pengetahuan (p-value=0,009) dengan penggunaan kondom pada saat pertama kali oleh remaja belum menikah di Indonesia. Status ekonomi merupakan faktor yang paling mempengaruhi penggunaan kondom saat melakukan hubungan seksual pertama kali oleh remaja belum menikah (RP=1,629 95% CI: 1,076-2,468; p-value=0,021). Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa yang paling berpengaruh terhadap penggunaan kondom pada saat melakukan hubungan seksual pertama kali adalah variabel status ekonomi.
Faktor-faktor Penyebab Kejadian Abortus spontan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu merupakan salah satu permasalahan kesehatan di dunia terutama diIndonesia. Di indonesia, Salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu adalah Abortus. Abortusmerupakan berakhirnya suatu kehamilan sebelum janin dapat hidup diluar (viable), tanpa mempersoalkanpenyebabnya dengan berat badan < 500 gram atau umur kehamilan < 20 minggu. Di rumah sakit Dr.Mohammad Hoesin Palembang kejadian abortus spontan sebanyak 126 orang pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kejadian abortus spontan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan menganalisis data sekunder dari rekam medis rumah sakit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang dirawat inap di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi. Sampel penelitian ini adalah pasien yang didiagnosa mengalami abortus spontan dan yang melahirkan spontan pada bulan Januari-Desember 2015 dengan jumlah sampel 48 kasus dan 144 kontrol yang diperoleh dari tinjauan penelitian terdahulu dengan perhitungan besar sampel menggunakan software sample size. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat.Hasil Penelitian: Faktor penyebab terjadinya abortus spontan berdasarkan analisis bivariat adalah umur ibu, paritas dan jarak kehamilan. Hasil multivariat menunjukkan ada pengaruh paritas terhadap kejadian abortus setelah dikontrol variabel umur, riwayat abortus dan Indeks Massa Tubuh (OR=11,683;95%CI 4,931- 27,678).Kesimpulan: Umur ibu, paritas dan jarak kehamilan memiliki pengaruh untuk kejadian abortus spontan
Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Perilaku Buang Air Besar di Jamban Pasca Pemicuan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Batu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar sembarangan masih menjadi masalah di sejumlah negara. Indonesia adalah negara kedua terbanyak ditemukan masyarakat buang air besar sembarangan. Sejak tahun 2006 Indonesia mulai menerapkan program STBM dengan memicu kesadaran masyarakat untuk mengubah perilakunya. Di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan tepatnya di Kecamatan Tanjung Batu masyarakat mengalami peningkatan tertinggi perubahan perilaku buang air besar di jamban setelah dilakukannya pemicuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang perubahan perilaku masyarakat, sehingga menjadi rujukan memaksimalkan program STBM. Metode: Desain penelitian adalah cross sectional dengan sampel diambil dari seluruh populasi yangberjumlah 137 orang. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan 84 orang (61,3%) mengalami perubahan perilaku buang air besar di jamban pasca pemicuan. Terdapat pengaruh penghasilan (p-value=<0,0001), self efficacy (pvalue=<0,0001), harapan (p-value=<0,0001), persepsi pelanggaran moral (p-value=<0,0001), dorongan masyarakat (p value=0,001), dorongan petugas kesehatan (p-value=<0,0001), peran keluarga (pvalue=<0,0001) terhadap perubahan perilaku buang air besar di jamban pasca pemicuan. Penghasilan merupakan faktor yang paling mempengaruhi perubahan perilaku buang air besar di jamban pasca pemicuan (RP=6,464 95% CI: 1,719-24,309; p-value=0,006).Kesimpulan: Diharapkan masyarakat dapat melakukan arisan jamban, kemudian tokoh masyarakat dan petugas kesehatan bekerja sama dengan stakeholder melakukan gotong royong dalam pembuatan jamban komunal dan menambah home industri di lingkungan wilayah kerja puskesmas, agar masyarakat dapat berubah perilaku buang air besar di jamban serta menambah pemasukan sehingga masyarakat dapat menyisihkan uang untuk membuat jamban
Studi Prevalensi Kejadian Hipertensi pada Posbindu di Wilayah Kerja BTKLPP Kelas I Palembang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular merupakan penyebab utama kematian secara global. Salah satu penyakit tidak menular yaitu hipertensi yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang turut mempengaruhi kenaikan angka mortalitas dan morbiditas di Kota Palembang. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada posbindu di wilayah kerja BTKLPP Kelas I Palembang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional dengan populasi seluruh penduduk yang berusia > 18 tahun yang bertempat tinggal di wilayah kerja BTKLPP Kelas I Palembang dengan sampel yang sebanyak 101 responden. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square, serta analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik model prediksi.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah umur, riwayat keluarga, aktivitas fisik dan stress dan variabel yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin, riwayat keluarga, obesitas, kebiasaan merokok, alkohol, dan konsumsi kopi. Variabel umur merupakan variabel yang paling dominan terhadap kejadian hipertensi (OR Adjusted=4,262; 95%CI= 1,378-13,182) setelah dikontrol dengan variabel riwayat keluarga, aktivitas fisik dan stres.Kesimpulan: Umur, riwayat keluarga, aktivitas fisik, dan stres memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian hipertensi. Meningkatkan upaya penyuluhan kesehatan terkait faktor risiko kejadian hipertensi, menambah jumlah posbindu yang dibina, meningkatkan penyelenggaraan kegiatan konseling serta aktivitas tertentu yang mendukung peningkatan pola hidup sehat bagi peserta posbindu adalah upaya yang sangat penting dalam menurunkan kasus hipertensi.
Faktor Risiko Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSds) Pada Aktivitas Pengangkutan Beras di PT Buyung Poetra Pangan Pegayut Ogan Ilir
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan pengangkutan beras di PT Buyung Poetra Pangan dilakukan secara manual dan dilakukan berulang kali dengan beban yang cukup berat sehingga dapat menimbulkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Observasi awal dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map didapatkan 8 dari 10 pekerja mengalami keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada aktivitas pengangkutan beras di PT Buyung Poetra Pangan.Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah seluruh pekerja pengangkut beras di PT Buyung Poetra Pangan dengan sampel sebanyak 70 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara, menggunakan kuesioner karakteristik responden dan Nordic Body Map serta pengumpulan gambar untuk analisis dengan metode REBA. Analisis uji statistik menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik ganda.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko usia (ρ=0,002) dan masa kerja (ρ=0,033) berhubungan signifikan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs), sedangkan IMT, kebiasaan merokok, lama kerja, beban yang diangkut dan tingkat risiko ergonomi tidak berhubungan. Beban yang diangkut paling dominan menjadi faktor risiko keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs).Kesimpulan: Faktor risiko beban yang diangkut merupakan faktor dominan timbulnya keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs).
ASPEK SUSTAINABILITAS JAMINAN SOSIAL KESEHATAN (JAMSOSKES) PROVINSI SUMATERA SELATAN
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaminan kesehatan nasional menjadi isu penting di Indonesia sejak disahkannya Undang-undang nomor 40tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) dan Undang-undang nomor 24 tahun 2001tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS). Isu strategis mengenai sustainabilitas Jamsoskessejalan rencana pemerintah untuk mewujudkan universal healtth coverage (cakupan semesta) di tahun 2019.Di tengah persiapan diberlakukannya UU No. 24 tahun 2014 untuk bidang kesehatan yaitu pada 1 januari2014 adalah penting untuk memastikan tetap terpenuhinya hak-hak warga Sumatera Selatan dalammemperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau secara berkelanjutan. Sejak tahun 2009Pemerintah daerah Propinsi Sumatra selatan memberlakukan Jaminan Kesehatan Daerah, melengkapijaminan-jaminan kesehatan yang lain untuk mewujudkan cakupan semesta di propinsi ini. Tulisan ini akanmenelaah tentang faktor- faktor yang harus dikembangkan dalam penerapan jaminan kesehatan sosialkepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap terjaga keberlangsungannya. Kata kunci: jaminan kesehatan nasional , cakupan semesta, sustainabilitas
Penerapan Metode Lima Tugas Kesehatan Keluarga untuk Mencegah dan Menanggulangi Penyakit pada Saluran Pernafasan (TB Paru dan ISPA)
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pernafasan merupakan penghubung antara lingkungan luar dengan lingkungan dalam tubuh. Tugas utama paru-paru adalah respirasi, memegang peranan dalam metabolisme, membuang substansi tertentu dari sirkulasi misalnya serotonin dan buffer (penyangga) volume pembuluh darah. Oleh karena itu, jika ada gangguan atau kerusakan pada saluran pernafasan dan paru-paru maka akan berdampak multiple patologis (penyakit) bagi manusia. Penyakit yang diderita dapat menyebabkan kerugian baik secara moril maupun materiilPenyakit pada saluran pernafasan dan paru-paru merupakan penyakit yang paling banyak dilaporkan kunjungannya di puskesmas. Sesuai dengan fungsi pemeliharaan kesehatan, keluarga mempunyai tugas di bidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan. Metode lima tugas kesehatan keluarga dapat diterapkan pada kasus penyakit TB paru dan ISPA.Kata kunci: Tugas Kesehatan Keluarga, TB Paru, ISPA
Analisis Perilaku Aman pada Pekerja Galangan Kapal di PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Cabang Palembang Periode Oktober Tahun 2012
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Cabang Palembang adalah perusahaan galangan yang bergerak di bidang pembuatan dan reparasi kapal. Dalam kegiatannya, ada banyak potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja, namun hasil survei awal yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa para pekerja belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pada saat melakukan pekerjaannya sehingga ada indikasi bahwa para pekerja belum menerapkan perilaku aman.Metode : Penelitian survei analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi pekerja galangan kapal di PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Cabang Palembang periode Oktober 2012 dengan sampel sejumlah total individu (50 orang). Variabel bebas pengetahuan, sikap, tindakan, ketersediaan sarana/fasilitas, peraturan keselamatan kerja, peran rekan kerja, peran pengawas, komunikasi dan pelatihan, variabel terikat perilaku aman. Data penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat dengan uji analisa chi square pada program SPSS.Hasil Penelitian : Hasil analisis uji hubungan menunjukkan dari sembilan variabel, terdapat enam variable yang mempunyai hubungan dengan perilaku aman pekerja galangan, yaitu variabel pengetahuan (OR = 3,9; p-value = 0,023), sikap (OR = 0,2; p-value = 0,033), tindakan (OR = 0,1; p-value = 0,011), peran rekan kerja (OR = 5,4; p-value = 0,031), komunikasi (OR = 6,1; p-value = 0,019), dan pelatihan (OR = 4,6, p-value = 0,014).Kesimpulan : Untuk memperkecil risiko kecelakaan kerja, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Cabang Palembang perlu meningkatkan perilaku aman pekerja galangan dengan memperhatikan variabel- variabel yang berhubungan dengan perilaku aman pekerja, terutama yang masih dinilai tidak baik, yakni variabel pengetahuan, sikap, tindakan, dan pelatihan. Saran agar PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Cabang Palembang menerapkan sistem punishment dan reward, meningkatkan komunikasi, mengadakan pelatihan berkala, melibatkan partisipasi pekerja dalam berbagai program K3 serta menerapkan pendekatan Behavior Based Safety (BBS).Kata Kunci : Perilaku Aman, Pekerja Galangan Kapal.
Implementasi EWARS (Early Warning Alert and Response System) di Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2013
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : EWARS merupakan salah satu perangkat dalam surveilans untuk mengetahui secara dini adanya sinyal peringatan/ ancaman penyakit menular potensial KLB. Sinyal peringatan dini yang ditangkap selama tahun 2011 sebanyak 16.897 alert yang tersebar di 6 Propinsi. Pada September tahun 2012 Dirjen PP dan PL Kemenkes telah mensosialisasikan EWARS ke 8 Propinsi baru termasuk Sumatera Selatan. Di tingkat Dinas Kesehatan Kota Palembang sistem ini efektif berjalan di minggu ke-1 januari 2013. Sampai minggu ke-11, dari 39 Puskesmas terdapat 25 Puskesmas yang melengkapi laporan mingguan. Ini berarti kelengkapan laporan mingguan pada minggu ke-11 sebesar 64%. Bila dibandingkan dengan indicator nasional dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1479/Menkes/SK/X/2003 kelengkapan laporan sebesar 90%. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi EWARS di Dinas Kesehatan Kota Palembang.Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan panduan CDC 1999 mengenai evaluasi program. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas berdasarkan kelengkapan laporan, Petugas Surveilans dan petugas pustu. Metode yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Analisa yang digunakan adalah analisa isi dan data disajikan dalam bentuk matriks dan narasi.Hasil Penelitian: Gambaran keadaan sumber daya yang dibutuhkan sudah baik. Aktifitas pelaporan belum sepenuhnya melibatkan puskesmas pembantu, sehingga data yang dikirimkan puskesmas ke dinas kesehatan terbatas pada data pasien yang berobat ke puskesmas. Untuk pengaruh lingkungan, informan menyatakan tidak ada. Kendala yang ditemukan yaitu kurangnya kesadaran dari petugas untuk melaporkan tepat waktu. Sampai minggu ke- 18 sistem ini telah mendeteksi sebanyak 202 alert/peringatan dini. Alert terbanyak pada Tersangka Campak sebanyak 63 alert dan telah ditindaklanjuti dengan melakukan pengiriman spesimen ke laboratorium Propinsi Sumatera Selatan. Monitoring dilakukan mingguan dan bulanan.Kesimpulan : Kurangnya input seperti SDM, dana dan peralatan lainnya menjadi kendala bagi pelaksanaan program ini. Selain itu pada proses pelaksanaan dibutuhkan kesadaran dan kedisiplinan semua petugas agar dapat menghasilkan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu. Sehingga implementasi EWARS di Dinas Kesehatan Kota Palembang masih perlu penyempurnaan dari segi ketepatan dan kelengkapan laporan. Dinas Kesehatan perlu untuk terus memperhatikan kekurangan yang terdapat pada input dan memonitoring penerapan program EWARS secara berkala serta menerbitkan bulletin sebagai umpan balik ke Puskesmas.Kata Kunci: Implementasi, EWARS, laporan mingguan
Perbedaan Tingkat Stres Kerja Pada Pekerja Area Pengelolaan Limbah (WTC) dan Perkantoran Departemen SHE PT Medco E & P Indonesia Rimau Asset
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Stres kerja merupakan masalah psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas dan hasil kerja. Berbagai faktor dapat menjadi pembangkit stres (stressor). Berbagai penelitian menunjukan bahwa pembangkit stres terbesar merupakan faktor intrinsik yaitu berasal dari lingkungan kerja sendiri. Perbedaan berbagai faktor kerja, memungkinkan perbedaan tingkat stres kerja pada pekerjanya.Metode : Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional. Dengan mengambil sampel semua subjek populasi penelitian. Terdiri dari 24 orang pekerja area WTC dan 32 orang pekerja area perkantoran Departemen SHE PT Medco E&P Indonesia Rimau Asset. Alat pengambilan data tingkat stres kerja adalah kuesioner. Uji statistik non parametrik menggunakan uji mann whitney.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres pekerja area WTC dan perkantoran tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai p > 0,05. Tingkat stres pada pekerja perkantoran termasuk kategori sangat rendah sebanyak 14 orang (43,8%), rendah 7 orang (21,9%), dan sedang 11orang (34,4%). Sedangkan untuk pekerja WTC kategori sangat rendah sebanyak 8 orang (33,3%), rendah 11 orang (45,8%), dan sedang 5 orang (20,8%). Rata-rata stres kerja pekerja kedua area berada pada kategori rendah dengan variasi skor untuk area perkantoran lebih besar.Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan tingkat stres kerja pekerja area WTC dan perkantoran. Hal tersebut dikarenakan masing-masing area memiliki stressor khas tersendiri dan pekerja kedua area memiliki persamaan dalam beberapa hal yang mempengaruhi mereka dalam menghadapi stressor seperti umur, jenis kelamin, dan tipe kepribadian.Kata Kunci : Tingkat stres kerja, faktor intrinsik, faktor individu, dan faktor ekstrinsik

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue