cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Kelelahan Kerja pada Pekerja Bengkel Auto 2000 Cabang Plaju Palembang Tahun 2011
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kelelahan kerja merupakan suatu permasalahan yang perlu mendapat perhatian dari perusahan karena dapat mempengaruhi tingkat produktivitas kerja individu dan perusahaan, bahkan kesehatan tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor individu, beban kerja, intensitas pencahayaan, dan iklim kerja panas dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja Bengkel AUTO 2000 Cabang Plaju Palembang Tahun 2011.Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh pekerja Bengkel AUTO 2000 Cabang Plaju Palembang yang berjumlah 41 orang. Instrumen dalam penelitian ini berupa reaction-timer, timbangan, kuesioner, dan catatan pemeriksaan kesehatan karyawan. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square dan eksak fisher.Hasil : Hasil uji statistik menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur (Pvalue = 0,016), unit kerja (Pvalue = 0,016), kondisi kesehatan (Pvalue = 0,043), beban kerja (Pvalue = 0,021), dan iklim kerja (Pvalue = 0,016) dengan tingkat kelelahan kerja, sedangkan variabel masa kerja (Pvalue = 0,322), status gizi (Pvalue = 0,321), dan intensitas pencahayaan (Pvalue = 0,184) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja Bengkel AUTO 2000 Cabang Plaju Palembang Tahun 2011.Kesimpulan : Perusahaan perlu merotasi pekerja, memberikan makanan tambahan untuk mencukupi kebutuhan gizi kerja bagi pekerja, penambahan sumber penerangan lokal untuk pekerjaan yang halus, pemeriksaan kesehatan spesifik bagi karyawan, dan penyediaan minuman elektrolit sebagai pengganti cairan tubuh atau penyediaan kapsul garam untuk mencukupi kebutuhan mineral pekerja dengan iklim kerja yang lebih tinggi.Kata Kunci : Kelelahan Kerja, Beban Kerja, Iklim Kerja
Analisis Determinan Perilaku Petugas dalam Pengelolaan Limbah Cair Sistem PET di PT Pusri Palembang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kandungan ammonia dan urea dalam limbah cair PT. PUSRI yang cukup tinggi membuat berbagai pihak khawatir akan dampaknya pada kesehatan lingkungan maupun kesehatan masyarakat, jika limbah cair tersebut tidak dikelola dengan baik. Petugas seringkali berangggapan bahwa pengelolaan limbah cairnya telah didesain dengan baik. Keadaan ini seringkali terlupakan oleh petugas yang mengelola limbah cair pada sistem Pusri Effluent Treatment dikarenakan petugas beranggapan bahwa sistem pengelolaan limbah cair PT. PUSRI telah didesain dengan baik.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh petugas dengan status kepegawaian tetap yang terlibat dalam pengelolaan limbah cair sistem PET berjumlah 40 orang. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap perilaku petugas pengelolaan limbah cair yaitu variabel pendidikan (ρvalue = 0,027), pengetahuan (ρvalue = 0,025), sikap (ρvalue = 0,004), tindakan (ρvalue = 0,010), peraturan (ρvalue = 0,013), dan pengawasan (ρvalue = 0,018), sedangkan yang tidak berhubungan yaitu variabel umur (ρvalue = 0,527), masa kerja (ρvalue = 0,507), ketersediaan sarana (ρvalue = 0,744), dan ketersediaan prasarana (ρvalue = 0,490).Kesimpulan : Kesimpulan bahwa proporsi perilaku petugas dalam pengelolaan limbah cair pada sistem PET antara berperilaku baik dan tidak baik adalah sama, sebesar 50%. Pada penelitian ini, terdapat hubungan bermakna antara pendidikan, pengetahuan, sikap, tindakan, peraturan, dan pengawasan dengan perilaku petugas. Saran dalam penelitian ini adalah meningkatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku petugas seperti memberikan pelatihan dan pembinaan rutin, meningkatkan pengawasan, monitoring atau pemantauan berkala dan evaluasi kegiatan terkait pengelolaan limbah cair pada sistem PET.Kata Kunci : Perilaku Petugas, Pengelolaan Limbah Cair, Pusri Effluent Treatment
Analisis Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Tugu Mulyo Ogan Komering Ilir Tahun 2011-2012
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberkulosis yang terutama menyerang paru, kelenjar limfe dan usus. Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Tugu Mulyo Paru pada tahun 2008 sebanyak 3 kasus, pada tahun 2009 kasus Tuberkulosis paru sebanyak 10 kasus, pada tahun 2010 kasus Tuberkulosis sebanyak 17 kasus dan pada tahun 2011 kasus Tuberkulosis sebanyak 44 kasus. Dari data diatas terlihat terjadinya peningkatan kasus Tuberkulosis Paru setiap tahun nya. Penelitian ini bertujuan Mengetahui determinan kejadian Tuberkulosis paru di Puskesmas Tugu Mulyo Tahun 2011- tahun 2012.Metode : Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol sampel penelitian adalah untuk kasus orang yang pernah menderita TB atau sedang menderita TB pada tahun 2011-2012 yang melakukan pengobatan di puskesmas Tugu Mulyo, sedangkan kontrol adalah orang yang memeriksakan sputumnya di Puskesmas Tugu Mulyo dengan hasil negatif TB. Analisis yang digunakan analisis univariat, bivariat dan regresi logistik.Hasil Penelitian : Hasil uji statistik menunjukan umur (p=0.07), jenis kelamin (p=0.83), tidak memiliki hubungan dengan kejadian TB Paru. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik multivariat, terdapat empat variabel yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis yaitu usia, tindakan, pengetahuan dan sikap.setelah variabel lain dikontrol. Kesimpulan : Pihak puskesmas Tugu Mulyo perlu meningkatkan program survei TB paru kelapangan dalam pelacakan kasus, dan melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tuberculosis, Perlu adanya perbaikan lingkungan fisik perumahan.Kata Kunci : Tuberkulosis, Determinan penyakit.
Pemetaan Spatial Kasus Infeksi Dengue dan Uji Kerentanan Aedes Aegypti pada Organofosfat
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan global. Kota Denpasar adalah salah satu daerah endemis di Provinsi Bali. Kecamatan Denpasar Selatan merupakan salah satu daerah dengan kasus DBD paling tinggi di antara kecamatan lainnya. Penggunaan organofosfat yang sudah lama cendrung menyebabkan resistensi pada nyamuk. Pemetaan kasus infeksi dengue dan uji resistensi organofosfat memiliki peranan penting terhadap penyebaran infeksi dengue. Untuk itu, perlu diketahui pemetaan kasus infeksi dengue dan uji kerentanan terhadap insektisida organofosfat di Kecamatan Denpasar Selatan.Metode : Pengambilan data dilakukan dengan observasi, menaruh ovitrap di dalam dan di luar rumah pada kasus baru sebanyak 208 ovitrap di Bulan November hingga Februari 2012 selanjutnya melakukan uji resistensi larva nyamuk, pemetaan menggunakan alat global positioning system (GPS). Analisis menggunakan analisis spatial dan absorben value (AV).Hasil Penelitian : Kecenderungan kasus mengelompok pada 3.000 m dari puskesmas dan semakin jauh dari puskesmas kasus semakin banyak. Kasus pada lingkungan pemukiman yang padat memiliki kecenderungan tinggi. Nyamuk Aedes aegypti di Kecamatan Denpasar Selatan resistensi terhadap organofosfat.Kesimpulan : Adapun daerah yang tergolong resisten adalah Desa Pemogan, Sanur, Renon, Panjer dan Sesetan, sedangkan Desa Sidakarya tergolong sensitif. Pola sebaran kasus mengelompok membentuk klaster dalam jarak 3 km dari puskesmas.Kata Kunci : Pemetaan spatial, Resistensi, Infeksi dengue
Efektifitas Tanah Liat Kutai dan Semen Putih sebagai Bahan Pereduksi Mikroba Pathogen pada Limbah Domestik
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Limbah domestik mempunyai pengaruh terhadap kesehatan lingkungan karena limbah domestik dapat menjadi kontribusi pencemar cukup besar pada badan air Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan tanah liat Kutai dalam mereduksi mikroba pathogen yang terkandungdalam limbah domestik sampai di bawah konsentrasi yang ditetapkan baku mutu limbah cair, mendapatkan dosis konsentrasi ideal tanah liat Kutai yang paling efektif dalam mereduksi mikroba pathogen.Metode : penelitian ini menggunakan desain eksperimen, 4 formula perlakuan dengan volume murni tanah liat dan juga dengan penambahan semen putih; (4:0)100 gram:0gram , (3:1) 75gram:25gram, (2:2)50gram:50gram, (1:3) 25gram:75gram dengan mengambil konsentrasi total Mikroba Pathogen dalam limbah domestik.Hasil Penelitian : Hasil uji laboratorium perlakuan beberapa formula dibandingkan sebelum perlakuan atau control terlihat secara umum ada penurunan terutama pada formula FC Tanah liat:semen putih (3:1) dan FD Tanah liat:semen putih (1:3) dengan hasil uji MPN Coli rata-rata pengamatan 0. Formula yang paling efisien adalah formula FD Tanah liat:semen putih (1:3), dengan kemampuan degradasi 100% Hasil uji Mann- Whitney terlihat ada perbedaan yang sgnifikan pada perlakuan FB, dengan nilai p = 0,028 dan formula FD, p=0,014, yang menunjukkan pada kedua formula mempunyai perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan sebelum perlakuan/control. Hasil uji beda dua formula menunjukkan adanya tingkat perbedaan yang terbanyak signifikan adalah pada formula FD, uji Kruskal-Wallis dari seluruh perlakuan pada formula FA, FB, FC dan FD menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap penurunan MPN Coli dengan p=0,037. Penggunan formula teroptimum dalam absorbsi MPN Coli dengan media perlakuan pencampuran Tanah liat kutai dan semen putih pada perbandingan konsentrasi 2,5 gram tanah liat Kutai dan 7,5 gram semen putih (perbandingan 1:3) pada formula FD. Kesimpulan : Diperlukan analisis terapan pemanfaat formula dalam produk penyerap limbah dengan rancangan masa depan dengan pentabletan efferensce guna menyiapkan teknologi baru dalam penyerapan limbah. Key word : Reduksi, Mikroba pathogen, Limbah domestik, Tanah Liat Kutai
Perhitungan Biaya Satuan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas di Kota Samarinda Tahun 2012 (Studi Kasus Puskesmas Palaran)
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menyadari kemampuan pemerintah yang terbatas untuk mengatasi masalah pembiayaan kesehatan, maka perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan puskesmas dengan menghitung biaya satuan pelayanan kesehatan sehingga diketahui total biaya yang dibutuhkan oleh Puskesmas yang nantinya dapat dijadikan sumber informasi oleh pemerintah daerah dalam melakukan rasionalisasi tarif pelayanan puskesmas di Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menghitung biaya satuan pelayanan kesehatan di Puskesmas Palaran Kota Samarinda.Metode : Penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif. Untuk analisis unit cost, populasi yang dipakai adalah seluruh transaksi keuangan yang terjadi di Puskesmas Palaran di Kota Samarinda pada tahun 2011. Sampel unit cost, adalah semua transaksi keuangan yang berkaitan dengan biaya investasi, biaya operasional dan biaya pemeliharaan pada pusat biaya, baik itu pusat biaya penunjang maupun pusat biaya produksi di Puskesmas Palaran.Hasil : Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Unit cost rawat jalan di Puskemas Palaran sebesar Rp 8.338 dan untuk unit cost rawat inap sebesar Rp 24.708.Kesimpulan : Penelitian ini menyarankan kepada Pemerintah Kota Samarinda untuk mempertimbangkan biaya satuan pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas sebelum menetapkan besaran subsidi pembiayaan kesehatan.Kata kunci : Biaya Satuan, Puskesmas
Perilaku Anak dalam Memilih Makanan Jajanan di SD Negeri 23 Palembang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Perilaku jajan banyak dilakukan orang Indonesia terutama di kalangan anak-anak sekolah. Pemilihan makanan jajanan merupakan perwujudan perilaku yang dipengaruhi banyak faktor baik internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku anak dalam memilih makanan jajanan.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang didesain berdasarkan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah murid-murid kelas V dan VI SD Negeri 23 Palembang Tahun 2012 berjumlah 181 responden. Sampel dipilih berdasarkan simple random sampling. Hasil analisis bivariat akan disajikan dalam bentuk tabel silang.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku anak dalam memilih makanan jajanan di SD Negeri 23 Palembang adalah tidak baik yaitu 96 responden (53,0%). Dan hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan antara umur responden (p-value = 0,651), jenis kelamin (p-value = 0,890), sarapan pagi (p-value = 1,000), uang saku (p-value = 0,540), pengetahuan anak (p-value = 0,847), sikap anak (p-value = 0,399), umur ibu (p-value = 0,543), tingkat pendidikan ibu (p-value = 0,699), status pekerjaan ibu (p-value = 0,881), pendapatan keluarga (p-value = 1,000), dan pengetahuan ibu (p-value = 0,100) dengan perilaku responden dalam memilih makanan jajanan.Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur responden, jenis kelamin, sarapan pagi, uang saku, pengetahuan anak, sikap anak, umur ibu, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, dan pengetahuan ibu dengan perilaku responden dalam memilih makanan jajanan. Disarankan bagi pihak sekolah untuk lebih memantau makanan yang dijual dikantin sekolah dan penjual makanan yang ada di lingkungan sekolah. Bagi orangtua diharapkan untuk lebih memantau perilaku jajan anak terutama dalam hal memilih makanan jajanan serta mampu menyediakan bekal makanan agar anak tidak jajan sembarangan di sekolahKata kunci : Perilaku Jajan, Anak
Karakteristik Pengguna Narkoba Suntik (Penasun) yang Akses dan Tidak Akses Layanan Jarum dan Alat Suntik Steril di Palembang, Sumatera Selatan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : HIV/AIDS telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat internasional. Salah satu metode yang efektif untuk men HIV / AIDS adalah melalui penggunaan jarum dan alat suntik bersama antara Pengguna Narkoba Suntik (Penasun). Layanan jarum dan alat suntik steril (LJASS) elah berjalan di Palembang sejak tahun 2009. Penelitian sebelumnya terbatas terhadap deskripsi penasun di kota Palembang tanpa membedakan karaktersitik penasun baik yang akses dan tidak mengakses jarum suntik dan Program (LJASS). Tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik penasun yang akses LJASS dan tidak akses LJASS.Metode : Penelitian ini menggunakan studi desain kasus-kontrol (case-control) dengan responden direkrut dengan menggunakan teknik bola salju (snowball). Regresi sederhana dan ganda dengan menggunakan program statistik (Stata versi 10) untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik penasun yang akses LJASS dan tidak akses LJASS. Odds rasio, derajat kepercayaan 95% dan nilai signifikansi dilaporkan.Hasil Penelitian : Empat puluh enam penasun dari LJASS dan 75 penasun yang tidak akses LJASS direkrut. Sebagian besar, responden adalah laki-laki dengan tingkat pendidikan sekolah menengah atas dan berstatus tidak menikah. Ada perbedaan sikap terhadap pengurangan dampak buruk(harm reduction) dan LJASS antara penasun yang akses LJASS dan nono-LJASS. Analisis bivariat menunjukkan bahwa penasun yang memiliki sikap positif terhadap pengurangan dampak buruk dan program LJASS cenderung 2,76 kali untuk akses LJASS dibandingkan dengan mereka yang memiliki sikap negatif (OR 2,76 (1,30-5.89), sig.0.008). Kemudian, penasun yang menyuntik narkoba cenderung untuk mengakses LJASS cenderung 1,09 kali meningkat untuk setiap peningkatan tahun lamanya penggunaan napza suntik dengan signifikansi moderat untuk menolak hipotesis nol (OR 1,09 (95% CI 1,003-1,19), sig. 0,04). Namun, variabel pendidikan, umur, tingkat pendapatan dan pengetahuan tentang HIV /AIDS dan pengurangan dampak buruk (harm reduction) tidak berbeda secara signifikan antara penasus yang mengakses dan tidak mengakses LJASS. Setelah penyesuaian faktor pembaur (confoundings), hubungan antara lama penggunaan napza suntik dan sikap IDU terhadap pengurangan dampak buruk (harm reduction) dan NSP masih ditemukan.Kesimpulan : Penasun yang memiliki sikap positif terhadap konsep harm reduction dan LJASS dan lebih lama menggunakan napza suntik lebih cenderung mengakses LJASS. Peningkatan teman sebaya dari expenasun adalah penting untuk meningkatkan sikap positif terhadap pengurangan dampak buruk di kalangan penasun. Selain itu, penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel besar dan pendekatan kualitatif sangat dibutuhkan.Kata Kunci : Pengguna napza suntik, Karakteristik, Layanan jarum dan alat suntik steril
Kesigapan Balakar (Barisan Sukarelawan Kebakaran) dalam Menanggulangi Kebakaran di Wilayah Kabupaten Serang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kebakaran merupakan bencana yang paling sering dihadapi dan bisa digolongkan sebagai bencana alam atau bencana yang disebabkan oleh manusia. Untuk menanggulangi kebakaran di Wilayah Kabupaten Serang, biasanya dibantu oleh Balakar. Dikarenakan respon time dan jarak yang harus ditempuh Pemadam Kebakaran ke lokasi kebakaran tidak memungkinkan dalam waktu 15 menit untuk sampai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesigapan Balakar dalam menanggulangi kebakaran di Wilayah Kabupaten Serang tahun 2011 meliputi pelatihan kebakaran, pengetahuan, sikap, pendidikan, dan umur.Metode : Penelitian dengan rancangan cross sectional ini dilakukan di Kabupaten Serang pada bulan Juli-Agustus tahun 2011. Sebanyak 57 sampel adalah Balakar Kabupaten Serang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dengan Chi Square.Hasil Penelitian : Hasil penelitian kepada Balakar diperoleh 64,9% sigap dan 35,1% tidak sigap, 66,7% pernah mengikuti pelatihan dan 33,3% tidak pernah mengikuti pelatihan, 59,6% berpengetahuan baik dan 40,4% berpengetahuan rendah, 49,1% bersikap positif dan 50,9% bersikap negatif, 86,0% berpendidikan tinggi dan 14,0% berpendidikan rendah, 91,2% dewasa dan 8,8% tidak dewasa.Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kesigapan Balakar dalam menanggulangi kebakaran (Pv=0,012), tidak ada hubungan yang bermakna antara pelatihan kebakaran (Pv=0,492), sikap (Pv=0,708), pendidikan (Pv=0,238), dan umur (Pv=0,647) dengan kesigapan Balakar dalam menanggulangi kebakaran.Kata Kunci : Kebakaran, Kesigapan Balakar
Analisis Praktik Menyusui, Penyakit Infeksi dan Faktor Sosiodemografi terhadap Pertumbuhan Linear Anak Usia 12-60 Bulan di Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pertumbuhan linear adalah indiator terbaik untuk mengukur kualitas pertumbuhan anak. Pertumbuhan optimal dipengaruhi oleh faktor langsung (infeksi dan asupan makanan) dan tidak langsung (pola asuh ibu, akses fasilitas kesehatan dan makanan). Penelitian ini dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan anak khususnya pada periode kritis.Metode : Sampel adalah 81 ibu yang memiliki anak balita (12-60 bulan) di kecamatan indralaya yang diambil secara tidak acak. Desain studi adalah cross sectional dengan pendekaan kuantitatif yang menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan chi square.Hasil Penelitian: 56,8% balita dalam penelitian ini digolongkan pendek (TB/U <-2SD, berdasarkan referensi WHO 2005). Sebagian besar dari mereka tidak diinisiasi menyusu dini (86,4%) dan tidak diberikan asi eksklusif (88,9%). Sebesar 67,5% balita menderita ISPA. Lebih dari sebagian ibu berpendidikan rendah. Mereka adalah ibu rumah tangga dengan penghasilan keluarga lebih dari 1 juta per bulan, memiliki lebih dari 1 anak dan tinggal dengan keluarga besar. Sebagian besar ibu berpengetahuan rendah tentang praktik menyusui dan menunjukkan sikap negatif. Tingkat pendidikan (pv 0.023), jumlah anak yang dimiliki ibu (pv 0.043) dan komposisi keluarga (pv 0.009) berhubungan dengan pertumbuhan linear anak.Kesimpulan : meningkatkan pola asuh ibu adalah salah satu upaya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak yang lebih baik.Kata Kunci: Pertumbuhan Linear, Menyusui, Infeksi

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue