cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
Efektivitas model amovie untuk meningkatkan kemampuan teacherpreneur Endang Mulyatiningsih
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3308.103 KB) | DOI: 10.21831/pep.v20i2.7826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan efektivitas model AMOVIE dalam meningkatkan kemampuan teacherpreneur; (2) menganalisis dukungan penerapan model AMOVIE; dan (3) mengidentifikasi hambatan untuk menjadi teacherpreneur. Penelitian menggunakan metode deskriptif evaluatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta program kemitraan guru SMK dengan DUDI tahun 2014 dan 2015. Sampel ditetapkan menggunakan teknik simple random sampling pada 120 peserta program. Data diperoleh melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) penerapan model AMOVIE terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan teacherpreneur dari unsur karya inovatif pembelajaran; pengembangan diri, memperoleh penghasilan tambahan dari produksi barang dan jasa; (2) implementasi model AMOVIE mendapat dukungan izin, dana dan bimbingan selama OJT; dan (3) hambatan untuk menjadi teacherpreneurantara lain kurang motivasi pribadi (23,3%); kurang menguasai IPTEK modern (30%); kualitas (78,3%) dan kuantitas (52,05%) sarana dan prasarana untuk praktikum di SMK masih kurang dan beban kerja administrasi sekolah berlebihan (62,5%).Kata kunci: AMT, OJT, visual exhibition, teacherpreuneur EFFECTIVENESS OF AMOVIE MODEL FOR IMPROVING TEACHERPRENEUR CAPABILITYAbstractThe research aims to: (1) determine the effectiveness of the AMOVIE model in enhancing the teacherpreneur capability (2) analyze the support for AMOVIE model implementation; and (3) identify the obstacles to be teacherpreneur. This research used evaluative approach involving 120 participants of a partnership program between vocational teachers with industry. Data were obtained through questionnaires, observation and documentation. Data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniqques. The results showed: (1) the implementation of the AMOVIE model was effective to improve the teacherpreneur ability in the aspects of inovative work of learning, continuing professional development (CPD), earning extra income from the production of goods and services; (2) the implementation of the AMOVIE model gets support for: permits, funding and guidance for OJT; and (3) the obstacles to be teacherpreneur are: lack of personal motivation (23.3%); not mastering modern science and technology (30%); quality (78.3%) and quantity (52.05%) insufficient facilities and infrastructure in vocational schools, and excessive workload of school administration (62.5%).Keywords: AMT, OJT, Visual exhibition, teacherpreuneur
Model evaluasi ujian nasional kompetensi keahlian teknik pemesinan SMK Slamet Wijono; Djemari Mardapi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.611 KB) | DOI: 10.21831/pep.v20i2.8731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi komponen-komponen penyelenggaraan Ujian Nasional Kompetensi Keahlian (UNKK) Teknik Pemesinan SMK, (2) mengembangkan instrumen penyelenggaraan UNKK Teknik Pemesinan SMK, (3) menyusun panduan evaluasi penyelenggaraan UNKK Teknik Pemesinan SMK, dan (4) mengembangkan model evaluasi UNKK Teknik Pemesinan SMK. Teknik penyimpulan pendapat pakar dihitung dengan rumus Aiken; validitas konstruk instrumen dianalisis menggunakan confirmatory faktor analysis, goodness of-fit test ditentukan dengan kriteria p ˃ 0,05; reliabilitas diestimasi menggunakan Cronbach Alpha. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Komponen penyelenggaraan UNKK Teknik Pemesinan SMK mencakup: (a) kolaborasi sekolah dengan asosiasi profesi dan DU/DI, (b) kinerja asesor, (c) sarana dan prasarana, (d) pengetahuan siswa terhadap kegiatan UNKK SMK, (e) informasi capaian kompetensi siswa, dan (f) legalitas dan pengakuan asosiasi profesi dan DU/DI; (2) instrumen evaluasi dalam kategori baik dan uji keterbacaan instrumen dalam kategori baik atau layak digunakan, (3) Panduan penerapan instrumen evaluasi berdasarkan penilaian para pimpinan sekolah dan guru termasuk kategori layak untuk digunakan, dan (4) Uji kecocokan model evaluasi UNKK Teknik Pemesinan SMK memenuhi syarat fit model.Kata kunci: model, evaluasi, ujian nasional kompetensi keahlian teknik pemesinan SMK AN EVALUATION MODEL OF THE NATIONAL EXAMINATION OF EXPERTISE COMPETENCIES AT VHSAbstratcThis study aims to: (1) identify the components of the implementation of the National Examination of Expertise Competencies (NEEC) at the vocational high school (VHS), (2) develop reliable and accurate instruments to evaluate the implementation of the NEEC at VHS, (3) develop guidelines for an evaluation of the NEEC at VHS, and (4) develop model for an evaluation of the NEEC at VHS. The expert judgment conclusions were calculated by the Aiken formula, the instrument construct validity was analyzed with confirmatory factor analysis by the goodness-of- fit test at level of significance p ˃ 0,05, the reliability was estimated by Cronbach Alpha. The conclusions of the study are as follows. (1) The components of the implementation of the NEEC at VHS include: (a) the collaboration between schools and profession associations and business sectors/industrial sectors (BS/IS), (b) assessors’ performances, (c) infrastructure facilities, (d) students’ understanding of the NEEC at VHS, (e) information about the attainment of students’ competencies, and (f) the legality and recognition from profession associations and BS/IS; (2) The developed evaluation instrument sets are good and the instrument readability test are good and appropriate to use; (3) The guideline for the application of the evaluation instruments, based on the assessment by principals and teachers, are appropriate to use; (4) The model for an evaluation of the NEEC at VHS matches fit model.Keywords: model, evaluation, national examination of expertise competencie
Paradigma pendidikan agama dalam masyarakat plural Ju'subaidi Ju'subaidi; Noeng Muhadjir; Sumarno Sumarno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.035 KB) | DOI: 10.21831/pep.v20i2.7256

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap paradigma yang mendasari pelaksanaan pendidikan agama di sekolah pluralistik, dan menghasilkan paradigma pendididikan agama yang lebih relevan dengan masyarakat Indonesia yang pluralistik. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan pendekatan kualitatif intepretif fenomenologi. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam didukung dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang meliputi reduksi data, display data dan kesimpulan. Di samping itu, juga menggunakan Interpretive Phenomenolgy Analysis. Hasil penelitian adalah Pelaksanaan pendidikan agama konvensional di sekolah yang pluralistik belum mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 dan PERMENAG Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah. Paradigma yang mendasari pendidikan agama adalah eksklusif dan inklusif. Paradigma pendidikan agama yang relevan dengan kondisi bangsa Indonesia yang pluralistik adalah paradigma budaya pluralisme demokratis-emansipatoris.Kata kunci:  paradigma, eksklusif, inklusif, konvensional, phenomenology, demokratis-emansipatoris THE PARADIGM OF RELIGION EDUCATION IN A PLURAL COMMUNITYAbstractThis study was to uncover the paradigm that became the basis of the implementation of conventional religion education in the pluralistic schools and to generate a religion education paradigm that would be more relevant to the pluralistic Indonesian society. The approach that the researcher employed in the study was the qualitative interpretative phenomenology. The data were collected through an in-depth interview, and the in-depth interview was supported by an observation and documentation. Then, for the data analysis the researcher implemented the interactive analysis that included data reduction, data display and conclusion. In addition, the researcher also implemented the Interpretive Phenomenology Analysis. The results of the study show that the implementation of conventional religion education in the pluralistic schools has not fulfilled the requirements of the Government Regulation Number 55 Year 2007 and the Minister of Religion Decree Number 16 Year 2010 about the Management of Religion Education in the School. The paradigm that becomes the basis of religion education is the exclusive and inclusive education. The religion education paradigm that is relevant to the conditions of pluralistic Indonesian society is the one which is democratic-emancipative, and pluralistic.Keyword: paradigm, exclusive, inclusive, conventional, phenomenology, democratic-emancipatory
Aplikasi analisis kelas laten untuk mendeteksi karakteristik unik pada konstruk efikasi guru dalam mengajar Widhiarso, Wahyu; Hadjam, M. Noor Rochman
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.334 KB) | DOI: 10.21831/pep.v20i2.7698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kelompok-kelompok unik berdasarkan atribut yang terukur pada efikasi mengajar guru untuk memunculkan tipe-tipe unik efikasi guru. Penelitian ini melibatkan 142 guru yang diminta mengisi Skala Efikasi Mengajar. Analisis kelas laten yang dilakukan memunculkan empat tipe guru berdasarkan responsnya. Dua kelas menunjukkan tipe kategori yang berjenjang (efikasi tinggi dan rendah) dan dua kelas menunjukkan kategori unik (efikasi terkait dengan interaksi dengan siswa dan terkait  dengan persiapan mengajar). Adanya dua kelas unik tersebut menunjukkan bahwa dimensi-dimensi efikasi guru dalam mengajar tidak bersifat homogen. Ada guru yang dominan pada satu dimensi akan tetapi tidak dominan pada dimensi lainnya. Adanya guru dengan karakteristik unik ini memberikan konsekuensi agar penyusunan alat ukur efikasi diri dan program-program peningkatan efikasi guru dalam mengajar dapat mengakomodasinya.Kata kunci: efikasi guru dalam mengajar, analisis kelas laten, kategori unik THE APPLICATION OF LATENT CLASS ANALYSIS TO DETECT THE UNIQUE CHARACTERISTICS ON TEACHERS EFFICACY CONSTRUCTS IN TEACHINGAbstractThis study aims to identify the unique groups based on attributes measured on the efficacy of teachers to bring unique types of teacher efficacy.The research involved a total of 142 teachers who were asked to complete Teaching Efficacy Scale. The results of latent class analysis exhibit four types of teacher’s efficacy based on their similarity responses to given measure. Two classes show an ordered category (high efficacy and low teaching category) whereas two classes show a unique category (efficacy related to interaction with students and efficacy related to teaching preparation). The presence of these two unique classes suggests that teacher perceptions of his/her ability in teaching can be viewed as a type of attribute. There are teachers swho have high levels of efficacy in one dimension but tend to be low on other dimensions. The presence of this type has several consequences for the development of teaching efficacy measure, and programs to improve teachers should accommodate this unique type.Keywords: teaching efficacy, latent class analysis, unique categories
Pelaksanaan penilaian pada Kurikulum 2013 Hari Setiadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.246 KB) | DOI: 10.21831/pep.v20i2.7173

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan implementasi  penilaian pada Kurikulum 2013; (2) mengidentifikasi hambatan dan keberhasilan pelaksanaan penilaian pada Kurikulum 2013, (3) memberikan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mengambil kebijakan pelaksanaan penilaian pada Kurikulum 2013. Populasi dalam evaluasi ini adalah sekolah di Indonesia jenjang sekolah dasar dan menengah. Penentuan sampel dengan purposive sampling, yaitu sekolah jenjang sekolah dasar dan menengah di 15 provinsi di Wilayah Indonesia Bagian Barat, Wilayah Indonesia Bagian Tengah, dan Wilayah Indonesia Bagian Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan Focus Group Discussion(FGD). Data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Model ini digunakan untuk mengevaluasi kesenjangan antara kriteria yang telah ditetapkan dengan pelaksanaan program di lapangan. Hasil penelitian dibagi tiga tahap, yaitu: (1) perencanaan, disarankan kepada pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan membuat kisi-kisi dahulu baru membuat soal-soalnya, bukan yang dilakukan sebaliknya, juga pelatihan analisis instrumen penilaian dan membuat rubrik untuk soal uraian; (2) pelaksanaan, disarankan kepada pemerintah untuk menyederhanakan pedoman penilaian pada Kurikulum 2013, melakukan sosialisasi dan pelatihan penilaian kompetensi sikap, untuk jenjang SD perlu diberikan pelatihan teknik penilaian pada pembelajaran tematik, dan membimbing guru melakukan kegiatan analisis instrumen dan revisi butir soal; (3) pelaporan, disarankan pengambil kebijakan mengkaji kembali  penggunaan rentang nilai 1-4 pada penilaian pengetahuan dan keterampilan.Kata kunci: penilaian pada Kurikulum 2013, rubrik untuk soal uraian, penilaian pada pembelajaran tematik, rentang skor 1-4 THE  IMPLEMENTATION  OF ASSESSMENT IN THE CURRICULUM  2013AbstractThe objectives  of  this study are (1) to describe the implementation of the assessment in the curriculum 2013, (2)to identify the obstacle and the success of the implementation  of assessment in the curriculum 2013, and (3)to make a recommendation for policy makers to improve the implementation of  assessment in the curriculum2013. The population of the study consist of the elementary schools, junior schools, and senior high schools in Indonesia. The sample was determined purposively, consisting of the elementary schools, junior schools, and senior high schools in 15 provinces in Indonesia. Data were collected through questionnaires and Focus Group Discussion (FGD). Data were analyzed using quantitative and qualitative descriptive. The findings of this study are: (1) in the planning step, the recommendations were given to principals, teachers, and  head of educational districts to make socialization and workshop on developing assessment grid first, and then writing items not the other way around, and make a rubric first when writing the essay items; (2) in the implementation step, the recommendation were given to government to simplify the guidance of assessment in the curriculum 2013, to make socialization and workshop about the affective assessment, workshop thematic assessment for elementary teachers, and guiding teachers to revise and analyze the instrument; (3) in the report step, the recommendation were given to policy makers to look back at the policy of using the score range 1-4, for assessing knowledge and psychomotor domain.Keywords: assessment incurriculum 2013, rubric for essay items, assessment in thematic learning, score range 1-4
Pengembangan soal matematika model PISA menggunakan Konteks Jambi Charmila, Ninik; Zulkardi, Zulkardi; Darmawijoyo, Darmawijoyo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.298 KB) | DOI: 10.21831/pep.v20i2.7444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal matematika model PISA untuk siswa SMP menggunakan konteks Jambi yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial. Metode penelitian yang digunakan adalah Design research tipe development study. Analisis data adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian berupa seperangkat soal matematika model PISA menggunakan konteks Jambi yang valid, praktis dan memlilki efek potensial sebanyak 14 butir soal. Valid dari segi konten, konstruk, dan bahasa berdasarkan penilaian validator, praktis berdasarkan uji coba small group dan memiliki efek potensial berdasarkan analisis hasil jawaban siswa dan angket pada field test. Bedasarkan hasil analisis diperoleh bahwa soal yang dikembangkan memiliki beberapa efek potensial, yaitu memunculkan pelibatan kemampuan dasar matematis yang beragam pada proses penyelesaiannya. Selain itu, juga mampu menarik minat dan memotivasi siswa sehingga tertantang menyelesaikan soal. Soal-soal ini juga memberikan stimulus kepada siswa untuk berpikir kritis menggunakan penalaran sendiri dalam penyelesaiannya.Kata kunci: research and development, development study, PISA, Konteks Jambi DEVELOPING MATHEMATIC QUESTIONS OF PISA MODEL BY USING JAMVI CONTEXT AbstractThe aim of this research was to provide valid, practical mathematic questions of PISA model for SMP students by using Jambi contex, and have potential effect. The method of the research was developmental research design . Descriptive analysis was used to analyze the data. The result of the research was a set of valid, practical 14 mathematic questions of PISA model in Jambi contex, and having potential effect. The validity of content, construct, and language was based on expert judgment, the practicality was measured in small group, and the potential effect was based on analysis of student answers and questionnaires in field test. The result of analysis showed that the developed questions had several potential effects such as inviting students’ various basic skills of mathematic in the process of answering the questions. Besides that, it could encourage students’ ability and motivate students to answer and finish the questions. These questions also attract the students to use their critical thinking ability to answer the questions.Keywords: research and development, development study, PISA, Jambi context
Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP di Kabupaten Jember dalam menyelesaikan soal berstandar PISA Kurniati, Dian; Harimukti, Romi; Jamil, Nur Asiyah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.563 KB) | DOI: 10.21831/pep.v20i2.8058

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa dalam menyelesaikan soal PISA berdasarkan indikator yang telah disusun. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam penelitian ini meliputi kemampuan logika dan penalaran, analisis, evaluasi, serta kreasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi metode dokumentasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian dari 30 siswa yang tersebar di beberapa SMP di Kabupaten Jember didapatkan bahwa 18 siswa mampu melakukan kemampuan logika dan penalaran, analisis, evaluasi, serta kreasi dengan baik dalam menyelesaikan beberapa soal, sehingga tergolong memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan level sedang. Selanjutnya, 12 siswa tidak mampu melakukan kemampuan analisis, evaluasi, kreasi, logika dan penalaran dengan baik dalam menyelesaikan semua soal, sehingga tergolong memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan level rendah.Kata kunci: PISA, kemampuan logika dan penalaran, kemampuan analisis, evaluasi, kreasi THE  HIGHER ORDER THINKING SKILLS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS AT JEMBER DISTRICT IN SOLVING PISA STANDAR-BASED TEST ITEMAbstractThe purpose of this research was to describe the higher order thinking skills of students in solving PISA standar-based test item based on indicators that had been compiled. The indicators in this research were the ability of logic and reasoning, analysis, evaluation, and creation. This research is a descriptive qualitative approach. The data collection methods in this research were documentation, test, and interview. From 30 students spread across many Junior High Scoolls in Jember district, 18 students are found to be able to perform logic skills and reasoning, analysis, evaluation, and creation well in resolving some of the problems, thus classified as having high level thinking skills with moderate level. Furthermore, 12 students are not able to perform analytical skills, evaluation, creation, logic and reasoning well in solving all the problems, so they are considered to have low level high order thinking skill.Keywords: PISA, logic and reasoning, analysis, evaluation, creation skills
Analisis model simultan model logistik satu parameter dengan waktu respon berdasarkan data simulasi Noer Hidayah; Kumaidi Kumaidi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.2 KB) | DOI: 10.21831/pep.v20i2.8068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model simultan model logistik satu parameter (ML1P) dengan waktu respon. Analisis terhadap model menggunakan data simulasi, yang  skenario pembangkitan data simulasi dilakukan berdasarkan banyaknya peserta tes (500, 1000) dan banyaknya soal tes (11, 20, 40). Setiap skenario direplikasi sebanyak 30 kali. Metode estimasi parameter model menggunakan metode Bayesian, Markov Chain Monte Carlo. Analisis terhadap model dilakukan dengan menghitung selisih antara besaran parameter bangkitan (true value) dengan besaran parameter estimasi. Metode analisis menggunakan Root Mean Square Error (RMSE), Standart Error (SE) dan bias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance hasil estimasi parameter model yang terdapat dalam  soal tes (tingkat kesulitan soal, kelambatan soal, dan besarnya usaha untuk soal ke-j), tidak dipengaruhi oleh banyaknya soal tes. Performancehasil estimasi parameter model dalam peserta tes (kecepatan dan kemampuan peserta tes) dipengaruhi oleh banyaknya soal tes, yang semakin banyak soal tes maka hasil estimasi parameternya akan semakin mendekati nilai parameter yang sebenarnya.Kata kunci: model simultan ML1P dengan waktu respon, data simulasi, metode analisis ANALYSIS OF SIMULTANEOUS MODEL OF ONE PARAMETER LOGISTIC MODEL AND RESPONSE TIME BASED ON SIMULATION DATAAbstractThe aim of this research is to analyse simultaneous model One Parameter Logistic Model (1-PLM) and respon time. The analysis of model used the simulation data, where the data  generation scenario was done  based  on the number of test takers (500, 1000) and the number of test  items (11, 20, 40). Parameter estimation method used the Bayesian method, Markov Chain Monte Carlo.  The analysis of model was done with the accounting of the distance of  true value and estimated parameter. The Analysis methods use Root Mean Square Error (RMSE), Standart Error (SE) and bias.The result of research reveals the performance of parameter estimation result for the test item (the test item difficulty, test item slowness, and the effort to complete the item test) is not influenced by the number of the test items. However, the performance of parameter estimation result for the test takers (the speed  and ability of the test takers) is influenced by the number of the test items. The more test items there are, the closer is the parameter estimation result to the true parameter.Keywords: simultaneous model one parameter logistic model (1-PLM) and respon time, simulation data, analysis methods
Model asesmen autentik untuk menilai hasil belajar siswa sekolah menengah pertama (SMP): implementasi asesmen autentik di SMP Badrun Kartowagiran; Amat Jaedun
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i2.10063

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi guru yang melaksanakan penilaian dan mendeskripsikan kualitas pelaksanaan asesmen autentik di SMP yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian tahun pertama ini termasuk penelitian survei dengan rancangan crossectional survey. Penelitian dilaksanakan di 15 SMP  yang ada di DIY. Semua instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data, yakni: daftar dokumen, panduan wawancara, lembar observasi, lembar telaah, dan kuesioner termasuk katagori valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi guru yang melaksanakan asesmen autentik masih memerlukan perbaikan dan kualitas pelaksanaan penilaian autentik di SMP yang berada di DIY belum baik. Hal ini ditengarai dengan belum baiknya rancangan penilaian yang tertulis pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), baru sebagian kecil guru yang melakukan penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran, baru sebagian kecil guru yang disiplin melakukan penilaian, dan masih sedikit guru yang mempersiapkan perangkat penilaian. Hal ini dikarenakan sebagian besar guru merasa bahwa waktu pelatihan kurang sehingga mereka kurang paham terhadap materi yang dilatihkan, utamanya tentang materi penilaian.Kata kunci: Implementasi, penilaian autentik, SMP AUTHENTIC ASSESSMENT MODEL TO ASSESS THE JUNIOR HIGH SCHOOL (JHS) STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES: THE IMPLEMENTATION OF AUTHENTIC ASSESSMENT IN JHSAbstractThe aim of this research is to describe the teachers’condition and the quality of implementation of authentic assessment in JHSes located in Yogyakarta Special Region or Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). This first-year research was considered as a survey research with crossectional survey design. The research was conducted in 15 JHSes in DIY. Those instruments that have been used in this research are: the list of documents, interview guide, observation sheet, inspection sheet, and questionaire are valid and reliabel. The result of this research shows that the implementation of authentic assessment in JHSes located in DIY is not good enough. It is indicated by the less good assessment design written in the lesson plan or Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), which reveals that there is only few of teachers who conduct attitude competence assessment in the learning process, who are disciplined in conducting assessment, and who prepare assessment sets. It is because most teachers feel that the time given for training is insufficient so that the materials trained are less understandable, especially the materials about assessment.Keywords: implementation, authentic assessment, JHS
Validitas konstrak instrumen evaluasi outcome lembaga pendidikan guru vokasional Nurhening Yuniarti; Soenarto Soenarto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i2.8448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti validitas konstrak dari instrumen yang digunakan untuk kegiatan evaluasi outcome dari lembaga pendidikan guru vokasional. Instrumen ini terdiri atas 3 jenis instrumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah confirmatory factor analysis (CFA). Kriteria yang digunakan untuk melihat kecocokan model adalah: p-value, normed Chi-square (X2/df), RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation), RMR (Root Mean-square Residual), GFI (Goodness-of-Fit Index), NFI (Normed Fit Index), Non-Normed Fit Index (NNFI), dan CFI (Comparative Fit Index). Bukti validitas instrumen dapat dilihat pada besarnya faktor loading dan t-value.  Jika loading factor lebih besar dari 0,3 dengan t-valuelebih besar dari 1,96 maka butir pernyataan dapat dikategorikan valid. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil: (1) pada instrumen I terdapat 26 butir yang dinyatakan valid; (2) pada instrumen II terdapat 23 butir yang dinyatakan valid; dan (3) pada instrumen III terdapat 18 butir yang dinyatakan valid.Kata kunci: validitas konstrak, evaluasi, lembaga pendidikan guru vokasional CONSTRUCT VALIDITY OF OUTCOME EVALUATION INSTRUMENT IN VOCATIONAL TEACHER EDUCATION INSTITUTIONAbstractThis research aims to get the construct validity evidence of the outcome evaluation instrument of vocational teacher education institution. The instrument consists of 3 kinds of instruments. The analysis technique that is used to test the construct validity is confirmatory factor analysis (CFA). The criteria used to determine the goodness of fit were: p-value, normed Chi-square (X2/df), RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation), RMR (Root Mean-square Residual), GFI (Goodness-of-Fit Index), NFI (Normed Fit Index), Non-Normed Fit Index (NNFI), and CFI (Comparative Fit Index). The evidence of the construct validity was based on the standardized loading factor and t-value. If the loading factor 0.3 with t-value 1.96, the item is valid. Based on the analysis, the research results are: (1) 26 item of the instrument I are categorized valid; (2) 23 items of instrument II are categorized valid; and (3) 18 items of instrument III are categorized valid.Keywords: construct validity, evaluation, vocational teacher education institution

Page 1 of 1 | Total Record : 10