cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2013)" : 10 Documents clear
FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN KEPALA SEKOLAH Ahmad, Syarwani
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepe-mimpinan, pengetahuan manajemen, ketahanmalangan, dan buda-ya organisasi terhadap prestasi kerja Kepala Sekolah Dasar di kota Palembang. Penelitian menggunakan metode survei dengan pen-dekatan kausalitas. Sampel penelitian 115 Kepala Sekolah Dasar dan diambil secara random. Analisis data menggunakan path analysis untuk menguji pengaruh langsung atau tidak langsung antar-variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ketahan-malangan lebih besar pengaruhnya terhadap prestasi kerja melalui ke-pemimpinan kepala sekolah, yakni sebesar 37,69%, pengaruh langsung kepemimpinan terhadap prestasi kerja kepala sekolah sebesar 30,91%. Ketahanmalangan berpengaruh langsung terhadap budaya organisasi sekolah sebesar 27,35%. Budaya organisasi ber-pengaruh langsung terhadap kepemimpinan kepala sekolah sebesar 25,88%. Pengetahuan manajemen berpengaruh secara langsung terhadap kepemimpinan sebesar 20,88%, dan variabel ketahan-malangan berpengaruh langsung terhadap kemampuan manajemen sebesar 19,27%. Hal ini membuktikan bahwa faktor penentu ke-berhasilan kepala sekolah atau prestasi kerja kepala sekolah dipe-ngaruhi oleh kepemimpinan, pengetahuan tentang manajemen sekolah, ketahanmalangan dalam menjalankan tugasnya, serta budaya organisasi yang tinggi yang perlu dipelihara dan dikembang-kan oleh kepala sekolah.Kata kunci: kepemimpinan, pengetahuan manajemen, ketahanmalangan, budaya organisasi, dan prestasi kerja______________________________________________________________THE DETERMINING FACTORS FOR THE HEADMASTERS' SUCCESS Syarwani AhmadFKIP Universitas PGRI PalembangJl. A.Yani Lrg. Gotong Royong 9/10 Ulu, Palembangsyarwani190@yahoo.co.idAbstractThis study aimed to find out the effects of leadership, management knowledge, perseverane, and organisational culture on the elementary school headmasters' achievements in Palem-bang. The sample was 115 headmasters chosen randomly. This research used survey method with causal approach. Path analysis is used to test direct and indirect effects of variables. The results show that: 1) the perseverane has greater effect on the work achievement through the headmasters' leadership (37,69%); 2) the direct influence of leadership on headmasters' achievement is 30.91%; 3) the perseverance affected directly the culture of the school organization (27.35%); 4)the organizational culture affected directly the headmasters' leadership (25.88%); 5) the management knowledge affected directly the leadership (20.88%). And finally, the aperseverance directly affected management knowledge (19.27%). They proved that the headmasters' achievement is affected by the leadership, management knowledge, perseverance in doing their duties, and having a great work culture as headmasters.Keywords: leadership, knowledge management, adversity, work culture, and work achievements
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI KINERJA SD PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSIF Khoeriah, N Dede
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1360

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan model evaluasi kinerja pendidikan inklusif (EKPI) di SD dengan menggunakan pen-dekatan kualitatif dan kuantitatif. Tahapan penelitian dimodifikasi dari model Borg & Gall dengan melibatkan Kepala Sekolah, guru, dan orang tua. Data diperoleh melalui teknik Focus Group Discussion, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model EKPI merupakan salah satu model evaluasi yang baik berdasarkan hasil penilaian pakar maupun praktisi penyelenggara pendidikan inklusif di SD; (2) model evaluasi kinerja SD penyelenggara pendidikan inklusif memiliki tujuh komponen, yakni kepemimpinan, rencana strategis, fokus terhadap peserta didik-orang tua, analisis kebutuhan, fokus ter-hadap guru-staf, pengelolaan kelas inklusif, dan hasil; (3) evaluasi model EKPI dalam proses implementasi di SD mampu meng-ungkap data secara: (a) komprehensif; (b) faktual; (c) fleksibel; dan (d)  berorientasi keragaman layanan. Kata kunci: pengembangan model evaluasi, pendidikan inklusif, SD.        ______________________________________________________________DEVELOPING A MODEL OF PERFORMANCE EVALUATION OF ELEMENTARY SCHOOLS IMPLEMENTING INCLUSIVE EDUCATIONAbstract This study aims to produce a model of performance evaluation of elementary schools (ESs) implementing inclusive education by using qualitative and quantitative approaches. The research steps used the model by Borg & Gall, involving principals, teachers, and students' parents. The data were collected through Focus Group Discussion (FGD), interviews, observations, document study, and discussions. Based on the results of the study, the following conclusions can be drawn. (1) The EKPI model is a good evaluation model. It is based on the result ofthe assessment by experts, usesrs and practitioners of inclusive education instruction; (2) The model of an evaluation of the performances of ESs implementing inclusive education has seven components, i.e. leadership, strategic plan, focus on students and parents, needs analysis, focus on teachers and staff, and inclusive class management, and product of the inclusive education implementation; (3) The EKPI model implemented  in the elementri schools can reveal data (a) comprehensively, (b) factualy, and (c) flexibly, (d) it was also oriented to a variety of services. Keywords: development of an evaluation model, inclusive education, elementary school.
DETERMINAN KINERJA GURU SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN Wagiran, Wagiran; Soenarto, Soenarto; Soedarsono, FX
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran faktor situasional, faktor psikologis, dan kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta; (2) menemukan pengaruh faktor situasional dan faktor psikologis terhadap kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta; (3) merumuskan hubungan kausal kepe-mimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, imbalan, kemampuan guru, komitmen guru, motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian korelasional dan bersifat ex-post facto. Sampel sejumlah 155 ditentukan dengan Formula Cohen dengan teknik proportionale random sampling. Data dikumpulkan dengan inventori, lembar pengamatan, dan self assessment. Validasi isi dilakukan dengan expert judgment. Validasi konstruk dilakukan dengan analisis faktor dan reliabilitas ditentukan dengan rumus Alpha Cronbach. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis regresi dan analisis jalur. Interpretasi hasil analisis data menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa ke-pemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, imbalan, kemampuan guru, komitmen guru, motivasi kerja guru, dan kinerja guru ter-masuk dalam kategori tinggi.Kata kunci: kinerja guru, Sekolah Menengah Kejuruan, faktor psikologis, faktor situasional______________________________________________________________DETERMINANT OF SMK TEACHERS' PERFORMANCE IN THE FIELD OF MECHANICAL ENGINEERING EXPERTISEAbstract This study was aimed at: (1) describing the situational factors, psychological factors, and vocational high school teachers' performance; and (2) revealing determination of situational factors (principal's leadership, school culture, and compensation), and psychological factors (teachers' ability, teachers' commitment, teacher's work motivation) to vocational high school teachers' performance, (3) revealing causal effect of principal's leadership, school culture, compensation, teachers' ability, teachers' commitment, and teacher's work motivation to vocational high school teachers' performance. This ex-post facto research was done at mechanical engineering program in technological and industrial vocational high schools at Yogyakarta Special District. The population was 187 teachers and samples of 155 teachers were determined using the Cohen formula and proportional random sampling technique. Data were collected through inventory, observations, and self assessment. Analysis of content validity was conducted by expert judgment and construct validity was conducted using factors analysis. Reliability analysis was conducted using Cronbach Alpha formula. The data were analyzed using descriptive methods, correlations, regression, and path analysis. The result of descriptive analysis showed that principal's leadership, school culture, compensation, teachers' ability, teachers' commitment, teachers' work motivation, and vocational high school teachers' performance was in high category.Keywords: teachers' performance, vocational high school, psychological factors, situational factors
FAKTOR DETERMINAN PRODUKTIVITAS SEKOLAH Thomas, Partono
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas sekolah SMKN bisnis manajemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Ukuran sampel sebanyak 200, dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan metode angket wawancara dan doku-mentasi. Analisis data dengan permodelan persamaan struktural (structural equation modeling, SEM). Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa produktivitas sekolah untuk SMKN bisnis manajemen dipengaruhi oleh mutu proses, kompetensi guru, budaya organisasi sekolah, pembiayaan pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah dan peran komite sekolah. Pengaruh variabel bebas terhadap produktivitas sekolah sebesar 73% sisanya 27% di-pengaruhi faktor lain di luar model. Variabel dominan yang mem-pengaruhi produktivitas SMKN bisnis manajemen adalah mutu proses.Kata kunci: produktivitas SMK business-management, mutu proses, kompetensi guru, budaya organisasi sekolah, pembiayaan, kepemimpinan, komite sekolah______________________________________________________________THE DETERMINANT FACTORS OF SCHOOLS'S PRODUCTIVITY Abstract The purpose of this study is to identify the factors that affect school productivity in SMKN of Business and Management. The sample consisted of 200 teachers selected using proportional random sampling technique. Questionnaire, interviews and documentation methods are used for collecting data. For analyzing the data, the research used structural equation modeling (SEM). Findings of this research show that School Productivity in SMKN of business-management field is influenced by the process quality, teachers' competencies, school organizational culture, education financial, leadership and the role of the school committee. Impact of independent variables on the school productivity was 73%, while 27 % or the rest is influenced by other factors. The dominance variable that influences the productivity is the quality process.Keywords: productivity in SMK of business-management, quality processes, competence of teachers, organizational culture of schools, financing, leadership and school committees
APLIKASI MODEL RASCH CAMPURAN DALAM MENGEVALUASI PENGUKURAN HARGA DIRI Widhiarso, Wahyu
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan kelompok responden yang menyebabkan estimasi parameter butir melalui pemodelan Rasch tidak invarian pada keseluruhan responden. Teknik analisis yang dipakai adalah model Rasch campuran yang merupakan penggabungan antara Model Rasch dan analisis kelas laten. Dengan menggunakan data hasil pengukuran harga diri didapatkan hasil analisis bahwa keseluruhan responden penelitian sebanyak 2.987 dapat dikategorikan menjadi tiga kelas berdasarkan pola respons mereka pada skala. Hasil estimasi parameter butir pada responden pada masing-masing kelas dengan menggunakan model kredit parsial menunjukkan bahwa ketiga kelas memiliki parameter butir yang berbeda. Dua kelas relatif sesuai dengan model, sedangkan satu kelas tidak sesuai karena responden pada kelas tersebut merespons skala dengan cara yang unik. Keberadaan responden dengan respons unik ini relatif kecil (12,5%) sehingga tidak mengganggu estimasi parameter pada keseluruhan butir.Kata kunci: model Rasch campuran, parameter butir, kelas responden______________________________________________________________RASCH MIXED MODEL APPLICATION IN EVALUATING THE MEASUREMENT OF SELF-ESTEEMAbstract This study aimed to explore the existence of groups of items that cause Estimation of item parameters using Rasch modeling was not invariant for all respondents. Mixed Rasch model which is the combination between Rasch Models and Latent Class Analysis was employed. By using data from measuring self-esteem found for overall respondents (N=2987) can be categorized into three classes based on their item respons patterns on entire scale. Results based on estimation of item parameters to the respondents in each class using the Partial Credit Model found that each class has different item parameters. Two classes supported the model while the other class did not; due to respondents on this class give a response on the scale in a unique way. The proportion of the respondents with a unique response is relatively small (12,5%) therefore they do not much interfere the estimation of item parameters on the overall items.Keywords: mixed rasch model, Item Estimation Parameter, Class
STANDARDISASI PENILAIAN BERBASIS SEKOLAH Subali, Bambang; Suyata, Pujiati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1358

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan panduan acuan standardisasi penilaian hasil belajar berbasis sekolah, kasus pada mata pelajaran Biologi dan Bahasa Indonesia di SMA. Hasil yang dicapai yakni tersusunnya panduan standardisasi penilaian yang terdiri dari (a) learning continuum Biologi dan Bahasa Indonesia SMA yang telah ditelaah pakar terkait, (b) Panduan Penyusunan Butir Tes Pola Konvergen dan Divergen, dan (3) Panduan Analisis Data Pengukuran Pendidikan menggunakan Program Quest dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Ketiga-nya sudah divalidasi melalui kegiatan diseminasi kepada para guru Biologi dan Bahasa Indonesia di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat pada tahun kedua. Kemudian divalidasi lagi melalui kegiatan diseminasi kepada para widyaiswara di LPMP DI Yogyakarta, Jawa tengah, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat pada tahun ketiga. Oleh karena itu, ketiga perangkat tersebut sudah dapat dijadikan pegangan bagi para praktisi di lapangan.Kata kunci: standardisasi penilaian, learning continuum hasil belajar, CTT dan IRT______________________________________________________________THE STANDARDIZATION OF SCHOOL BASED ASSESSMENTAbstract This study aims to develop the guidance of the standardization on the achievement assessment based on school, cases on Biology and Indonesian Language subjects in senior high schools. The study resulted standardization guidance consisting of (a) learning continuum of achievement on Biology and Indonesia Language at Senior High Schools; (b) the guidance of writing the instrument to measure convergent and divergent pattern of learning achievement on Biology and Indonesia Language at Senior High Schools; and (c) the guidance to analyse data of educational measurement by using Quest Program. Those have been validated through dessimination to Bilolgi and Indonesian teachers in DIY, Kalbar, and NTB Provinces in the second year, and again by the instructors of LPMP in DIY, Jateng, Ba-Bel, Kalbar, Kalsel, Sulsel, and NTB Provinces at the third year. Thereby all of that guidance can be used by the practitioners in the fields.Keywords: standardization of sssessment, learning continuum result of learning, CTT and IRT
KONTRIBUSI STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DAN SIKAP KEBANGSAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SEJARAH Soepardjo, Soepardjo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi 1) status sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar sejarah; 2) sikap kebangsaan siswa terhadap prestasi belajar sejarah; dan 3) status sosial ekonomi keluarga dan sikap kebangsaan secara bersama-sama terhadap prestasi belajar sejarah. Metode penelitian yang di-gunakan adalah metode survei dengan desain korelasional. Populasi penelitian 980 siswa. Sampel penelitian 245 siswa yang di-ambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data mengguna-kan tes dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kontribusi positif dan signifikan status sosial ekonomi keluarga ter-hadap prestasi belajar sejarah; 2) kontribusi positif dan signifikan sikap kebangsaan terhadap prestasi belajar sejarah; 3) kontribusi positif dan signifikan status sosial ekonomi keluarga dan sikap kebangsaan terhadap prestasi belajar sejarah pada siswa SMU Muhammadiyah Kota Surakarta.Kata kunci: status sosial ekonomi, sikap kebangsaan, prestasi belajar sejarah______________________________________________________________CONTRIBUTION OF FAMILY'S SOCIO-ECONOMIC STATUS AND NATIONALISM ATTITUDE TOWARD HISTORY LEARNING ACHIEVEMENT Abstract The study aims to determine: 1) family socioeconomic status on history learning achievement; 2) nationalism attitude toward students' history learning achievement; and 3) family socio-economic status and nationalism attitude together towards achievement history. The research method used was a survey method with a correlational design. The study population was 980 students. 245 students sample were taken with random sampling technique. Data were collectied by using tests and questionnaires. The technique of data analysis used correlation and regression techniques. The results show that contribution of family socioeconomic status on history learning achievement was 9,02%. Contributions of nationalism attitudes toward achievement in learning history was 5.59% and the contribution of family socioeconomic status and attitudes nationalities together towards achievement history was 2.13%. From the result it can be concluded that there is a significant and positive contribution of 1) socio-economic status of the family; 2) nationalism attitudes; and3) socio-economic status of the family and national attitudes toward students learning history achievement at SMU Muhammadiyah Surakarta.Keywords: socioeconomic status, nationalitism attitude, history learning achievement
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK MATA PELAJARAN IPA SMP Wijaya, Mujiman Hendri; Suratno, Suratno; HP, Aminuddin
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1359

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan tes diagnostik pada materi mata pelajaran IPA SMP. Tahapan penelitian meliputi penyusunan tes dan penentuan penggunaan acuan kriteria atau norma, serta analisis validitas dan reliabilitas. Penyusunan tes me-liputi (1) penentuan tujuan; (2) penyusunan kisi-kisi; (3) penulisan butir soal; (4) telaah soal diikuti revisi; (5) uji coba soal; (6) analisis dan interpretasi; (7) perakitan soal; (8) implementasi/uji coba. Ber-dasarkan kriteria validitas isi dan konstruk diperolah 29 butir soal yang baik, dengan indeks reliabilitas sebesar 0,814. Distribusi capaian hasil belajar menunjukkan bahwa sebanyak 14,67% siswa mendapat skor penguasaan di atas 65%, dan 85,33% siswa mem-peroleh skor penguasaan di bawah 65%. Lebih rinci capaian hasil belajar pada dimensi pengetahuan faktual 53,87%; konseptual 51,40%; prosedural 49,87%; metakognitif 49,80%; dengan rata-rata 51,23%.  Jika acuan batas pencapaian 65% maka penguasaan siswa masih berada di bawah batas pencapaian minimal dan mengalami kesulitan belajar.Kata kunci: tes diagnostik, IPA SMP, dimensi pengetahuan______________________________________________________________DEVELOPING DIAGNOSTIC TESTS FOR THE NATURAL SCIENCE SUBJECT IN JUNIOR HIGH SCHOOLAbstract This study aims to develop a diagnostic test on the natural science subject in junior high school. The stages of the study include the preparation of the test and the determination of the use of reference criteria or norms, as well as the validity and reliability analysis. Preparation of the test includes: (1) setting goals, (2) the preparing the blue print test, (3) writing about the items, (4) analyzing and revising the test (5) trying out the test, (6) analyzing and interpreting the test, (7) assembling the problem, (8) imple-menting or testing. Based on the criteria of content and constructs validity 29 items were obtained, with a reliability index of 0.814. Distribution achievement of learning outcomes shows that 14.67% of students got mastery over 65%, and 85.33% of students got mastery below 65%. In more details, the learners' achievement of factual knowledge was: 53.87%; conceptual: 51.40%; procedural: 49.87%; metacognitive: 49.80%, with average: 51.23%. If the passing grade for achievement is 65%; then students' mastery is still below the minimum achievement and they have learning difficulties.Keywords: diagnostic tests, science subject, dimensions of knowledge
EVALUASI KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SUMATERA BARAT PASCASERTIFIKASI Ramli, Ramli; Jalinus, Nizwardi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi (1) tingkat capaian UU no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, (2) beban mengajar guru SMK yang telah disertifikasi, dan (3) dampak sertifikasi ter-hadap kinerja guru di mata masyarakat. Metode penelitian yang di-gunakan deskriptif, populasi sebanyak 954 orang guru, sampel di-pilih sebanyak 247 orang dengan teknik random sampling. Data di-kumpulkan dengan angket dan dianalisis menggunakan teknik des-kriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) secara umum guru SMK telah memenuhi kriteria UU No. 14 Tahun 2005 ten-tang Guru dan Dosen; (2) sebagian besar guru SMK telah mem-peroleh beban mengajar yang sesuai dengan yang ditetapkan peme-rintah yaitu 24 jam tatap muka, dan (3) secara umum dampak serti-fikasi relatif kecil terhadap kinerja guru, namun cukup baik ter-hadap kesejahteraan guru kejuruan. Kata kunci: evaluasi, sertifikasi, kinerja guru SMK        ______________________________________________________________PERFORMANCE EVALUATION OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL'S CERTIFIED TEACHERS IN WEST SUMATRAAbstract This study was aimed to evaluate the achievement level of: (1) Law no. 14 of 2005 on teachers and lecturers, (2) the teaching load of vocational school teachers who have been certified, and (3) the impact of certification on the teachers' performance. The research used descriptive method. The population comprised 954 teachers, and sample of 247 people were selected with a random sampling technique. Data were collected by questionnaire and analyzed using descriptive techniques. The study found (1) the general vocational teachers had met the criteria of the law no. 14 of 2005 on teachers and lecturers. (2) the majority of teachers had acquired vocational teaching load in accordance with the government's full 24-hour face-to-face, and (3) in general, the impact of certification is relatively little on the performance of certified teachers, but good enough for the welfare of vocational teachers. Keywords: evaluation, certification, vocational teacher performance
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI KULTUR SMA Siswanto, Siswanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengindentifikasi, 2) me-ngembangkan model evaluasi, dan 3) mengetahui kelayakan model evaluasi kultur SMA yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Langkah-langkah penelitian dan pe-ngembangan menggunakan acuan pokok dari Plomp, sedangkan penentuan jumlah subjek uji coba menggunakan acuan dari Borg & Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keadaan kultur akademik yang berkembang di SMA saat ini terdiri atas enam aspek budaya, yaitu berprestasi dan berkompetisi, disiplin dan efisien, jujur dan terbuka, gemar membaca, teguran dan penghargaan, serta kerja sama dan kebersamaan; 2) keadaan kultur sosial yang ber-kembang di SMA saat ini terdiri atas sembilan aspek budaya, yaitu jujur dan terbuka, teguran dan penghargaan, kerjasama dan keber-samaan, saling menghormati, bersih, disiplin dan efisien, ber-sahabat/komunikatif, saling percaya, dan semangat kebangsaan; 3) hasil confirmatory factor analysis (CFA) menunjukkan bahwa model evaluasi kultur akademik dengan responden siswa dan guru sesuai dengan data lapangan dan model evaluasi kultur SMA yang di-kembangkan layak digunakan.Kata kunci: pengembangan model, evaluasi, kultur sekolah______________________________________________________________DEVELOPING A MODEL OF AN EVALUATION OF THE SCHOOL CULTURE IN SENIOR HIGH SCHOOLSAbstract This study aims to: 1) identify the condition of the school culture in senior high schools (SHSs) at this moment; 2) develop a model of an evaluation of the school culture in SHSs; and 3) know the feasability of the developed model of the evaluation of the school culture in SHSs. This research was a research and development. This steps of the research and development were those proposed by Plomp, while the number of the try out subjects was established using Borg & Gall. The conclusions of the study are as follows 1) the condition of academic culture which is developing in SHSs consists of six cultural aspects, namely achievement and competition, discipline and efficiency, honesty and openness, reading habit, reward and punishment, and cooperation and togetherness; 2) the condition of social culture which is developing in SHSs consists of nine cultural aspects, namely honesty and openness, reward and punishment, cooperation and togetherness, mutual respect, cleanness, discipline and efficiency, friendliness/communicativeness, mutual trust, and nationalism spirit; 3) the result of the CFA shows that the evaluation model for the academic culture for the students is  relevant to the field. Teacher respondance shows that value of KMO is 0,655; 4) the result  of the social culture for students is relevant to the field. Teacher respondance shows that value of KMO is 0,682; 5) the effectiveness of the model of the evaluation of the school culture is judged as a good evaluation model.Keywords: model development, evaluation, school culture

Page 1 of 1 | Total Record : 10