cover
Contact Name
Mokhamad Yaurizqika Hadi
Contact Email
journalqudwah@gmail.com
Phone
+6281358887467
Journal Mail Official
myaurizqikahadi@gmail.com
Editorial Address
Lintas Sumatera St., KM 10, Sungai Mengkuang Dist., Jambi, Indonesia 37215
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Qudwah: Journal of Islamic Education
Published by Yayasan Al-Islah Bungo
ISSN : -     EISSN : 31236197     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Qudwah: Journal of Islamic Education is a scientific journal that focuses on the development and dissemination of studies related to Islamic education. This journal covers three main areas: learning based on Islamic values, innovation in Islamic education management, and leadership in the context of Islamic education. Qudwah exists as a medium to publish research results and critical ideas that support improving the quality of Islamic education in a holistic and sustainable manner. This journal is published twice a year, March and September in online version.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2025): March" : 7 Documents clear
Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam Melalui Manajemen Berbasis Madrasah Mohamad Fauzil Adhim Asnawi; Antika Antika; Leni Putri Sartikadewi
Qudwah: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Yayasan Al Islah Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17520263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam melalui penerapan manajemen berbasis madrasah. Dengan pendekatan kualitatif dan systematic literature review, studi ini mengidentifikasi berbagai strategi kepemimpinan transformasional yang efektif di lingkungan madrasah. Temuan menunjukkan bahwa model kepemimpinan ini mampu menciptakan budaya pendidikan berkualitas melalui inovasi, kolaborasi, dan pengelolaan sumber daya secara optimal. Studi kasus dari berbagai madrasah di Indonesia menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berkontribusi pada peningkatan kinerja guru, pengembangan kurikulum, serta penguatan hubungan dengan komunitas madrasah/sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara kepemimpinan transformasional dan manajemen berbasis madrasah dapat menjadi kunci dalam menciptakan madrasah unggul yang berdaya saing global.
Implementasi Program Bengkel Sholat Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Melalui Praktik Pengamalan Ibadah (Studi Kasus Di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso) Dini Siamika Tito Prayogi; Sitti Kurnia
Qudwah: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Yayasan Al Islah Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17496521

Abstract

Bengkel shalat adalah program keagamaan yang bertujuan memperbaiki tata cara shalat peserta didik, mulai dari takbiratul ihram hingga salam, dengan tujuan utama menciptakan kekhusyukan dalam ibadah sekaligus membentuk karakter peserta didik. MAN Bondowoso, sebagai lembaga pendidikan Islam yang berstandar Dunia Akhirat (SDA), menerapkan program ini sebagai bagian dari upayanya menjadi lembaga yang diridha Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan program bengkel shalat dalam membentuk karakter peserta didik di MAN Bondowoso, mengidentifikasi dampaknya, serta mengkaji faktor pendukung dan penghambatnya. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan metode reduksi data, pemaparan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan secara rolling per kelas dengan variasi metode, serta evaluasi langsung setelah materi disampaikan. Dampaknya meliputi peningkatan religiusitas, ketawadhuan, kedisiplinan, dan pengurangan pelanggaran peserta didik. Faktor pendukung mencakup kompetensi guru pembimbing, sarana prasarana, kerjasama guru dan wali kelas, serta dukungan orang tua dan lingkungan. Adapun hambatannya meliputi latar belakang peserta didik yang beragam, perbedaan penjiwaan guru, keterbatasan waktu, dan jumlah guru pembimbing yang terbatas.
Implementation of Islamic Education Concepts in Improving The Quality of Education: a Systematic Literature Riview (SLR) Mokhamad Yaurizqika Hadi; Suwarsih Suwarsih; I’ah Satiatun Sani’ah
Qudwah: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Yayasan Al Islah Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17520137

Abstract

This systematic literature review explores the implementation of Islamic education concepts in enhancing the quality of education. The study examines key principles, methods, and challenges associated with integrating Islamic values into contemporary educational practices. Drawing upon diverse sources, such as journal articles, books, and theses, the research highlights approaches like the talaqqi, deliberation, and tarbiyah methods, which emphasize character development, moral education, and academic excellence. Findings reveal that integrating Islamic values with modern educational techniques can significantly improve learning outcomes and student competencies. However, obstacles such as inadequate teacher training, limited resources, and the need for curriculum adjustments persist. The study underscores the importance of innovative management strategies, teacher development programs, and the adoption of competitive curricula to address these challenges. By harmonizing Islamic teachings with evolving educational needs, this research provides actionable insights for educational institutions aiming to foster holistic student development and enhance overall education quality.
Model Kepemimpinan Pendidikan Masa Depan di Era Disrupsi: Perspektif Agama, Sosiologi dan Psikologi Mohammad Muzaki; Dita Ainun Putri Komariyah; Ririn Riyanti
Qudwah: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Yayasan Al Islah Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17519887

Abstract

Era disrupsi membawa tantangan dan peluang signifikan bagi dunia pendidikan, mengharuskan institusi untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan sosial. Penelitian ini bertujuan merumuskan model kepemimpinan pendidikan masa depan yang relevan, berlandaskan perspektif agama, sosiologi, dan psikologi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis untuk menganalisis berbagai model kepemimpinan di era disrupsi. Temuan utama menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif dan inovatif menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan responsif. Model kepemimpinan ini tidak hanya mendukung transformasi institusi pendidikan untuk menghadapi globalisasi dan digitalisasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kepemimpinan yang memadukan inovasi teknologi, pendekatan berbasis budaya, serta nilai-nilai agama mampu menjawab tantangan disrupsi. Implementasi model kepemimpinan ini diharapkan menciptakan lingkungan pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga menghasilkan generasi yang siap menghadapi masa depan.
Manajemen Pembelajaran Edutainment untuk Meningkatkan Kognitif Anak Usia Dini Nurhalimah Hakiki; Aluf Riskiyatul Maulida; Ifadatul Chasanah
Qudwah: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Yayasan Al Islah Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17496216

Abstract

Dalam proses belajar mengajar pendidikan anak usia dini harus disesuaikan dengan tahapan-tahapan perkembangan anak, karena kegiatan belajar mengajar pada pendidikan anak usia dini dirancang untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan anak. Salah potensi perkembangan yang ada pada anak usia dini ialah perkembangan kognitif. Tujuan penulisan artikel ini untuk membahas tentang manajemen pembelajaran edutainment yang nantinya diharapkan akan meningkatkan kognitif anak, dengan membuat anak merasa senang dalam belajar dan mereka akan selalu mengingatnya sehingga bisa menjadi long term memory yang nantinya akan mereka ingat menjadi suatu pembelajaran sepanjang hayatnya.
Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Tentang Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Zeinul Hasan; Zayyin Nufail; Mahbubi
Qudwah: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Yayasan Al Islah Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jpe6mp33

Abstract

Dekret Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam tentang Kurikulum 2013 dan Kurikulum Independen merupakan tonggak penting dalam perkembangan sistem pendidikan agama Islam di Indonesia. Kurikulum 2013 menekankan penguatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui pendekatan ilmiah dan pembelajaran tematik integratif. Sementara itu, Kurikulum Independen merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya, memberikan fleksibilitas kepada unit pendidikan dan guru untuk mengembangkan potensi siswa sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan konteks lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi dan implikasi dekret Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam terhadap kedua kurikulum tersebut untuk implementasi pendidikan agama Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan meninjau berbagai dokumen resmi, peraturan, dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Independen memberikan ruang yang lebih besar untuk inovasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), memperkuat nilai moderasi beragama, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini. Perbandingan dengan Kurikulum 2013 menunjukkan pergeseran paradigma dari pembelajaran berbasis standar ke pembelajaran berbasis kompetensi dan karakter. Dengan demikian, keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan Islam di era modern.
Integrasi Kearifan Lokal dan Literasi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter di Era Abad ke-21 Abd Rohim; Ahmad Faiz; Adim Jaya Sumba; M Mahbubi
Qudwah: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Yayasan Al Islah Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/xe1gk217

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) in Indonesia faces significant challenges in the 21st century, primarily due to globalization, digitalization, and increasingly complex socio-cultural dynamics. These conditions require PAI learning to be oriented not only toward mastering religious knowledge but also toward strengthening digital literacy and internalizing local wisdom to shape inclusive and tolerant student character. This study aims to identify models for integrating local wisdom and digital literacy into PAI materials and to identify supporting and inhibiting factors for their implementation in contemporary learning contexts. This research employed a qualitative approach through literature review, analysis of PAI curriculum documents, and semi-structured interviews. Interviews were conducted with eight informants: five junior high and senior high school PAI teachers and three Islamic education practitioners from three regions with diverse cultural backgrounds. Data were analyzed using data reduction, categorization, and thematic conclusion drawing. The results revealed three key findings. First, the integration of local wisdom into Islamic Religious Education (PAI) is most effective when values ​​such as tolerance, mutual cooperation, and respect for diversity are directly contextualized within the material on faith, morals, and Islamic jurisprudence through digital-based local case studies. Second, the use of interactive digital media—such as narrative videos based on local culture, online learning platforms, and educational apps—significantly increases student engagement and strengthens the understanding of moderate Islamic values. Third, the success of integration is strongly influenced by teachers' digital literacy competencies and the policy support of educational institutions.However, this study also identified major obstacles in the form of limited teacher digital competencies, disparities in technological infrastructure, and resistance on the part of some educators to changes in traditional learning paradigms. The study's conclusions emphasize the need to develop contextual Islamic Religious Education (PAI) learning models based on local wisdom and digital literacy, accompanied by teacher training policies and the provision of sustainable digital resources to ensure PAI remains relevant and responsive to the challenges of the 21st century.

Page 1 of 1 | Total Record : 7