cover
Contact Name
Muthoifin
Contact Email
profetika@ums.ac.id
Phone
+6281226371967
Journal Mail Official
profetika@ums.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, 57169
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Profetika: Jurnal Studi Islam
ISSN : 14110881     EISSN : 25414534     DOI : 10.23917
Profetika: Jurnal Studi Islam is a scientific journal published by the Postgraduate Program of Universitas Muhammadiyah Surakarta. It aims to serve as an academic platform for publishing original and innovative research findings in the field of Islamic Studies. The primary focus of this journal is to support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) through multidisciplinary and interdisciplinary studies related to Islamic Studies.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 23, No. 1, Juni 2022" : 15 Documents clear
PANDANGAN ISLAM TERHADAP FORCE MAJEUR DALAM RELAKSASI KREDIT DI MASA PANDEMI COVID-19 R Rizka; M. Junaidi; S Sudaryono; M Masithoh
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16800

Abstract

Permasalahan yang terdapat karya ilmiah ini adalah mengenai bagaimana parameter suatu keadaan dapat disebut sebagai Force Majure dalam pandangan Islam, serta apakah pandemi Covid-19 dapat dijadikan dasar sebagai Force Majure, serta bagaimana padangan Islam terhadap relaksasi kredit di tengah tengah pandemic covid 19 . Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis-normatif yang sumber data utamanya adalah data sekunder yakni berupa bahan-bahan tertulis tentang hukum yang kemudian dianalisis secara kualitatif yang bertujuan menghasilkan data deskriptif analitis. Dari penelitian ini diperoleh bahwa parameter suatu keadaan dapat disebut sebagai force majure dapat dibagi menjadi dua yaitu force majure absolute dan force majure relatif, force majure absolut adalah keadaan yang sudah tidak bisa dilaksanakan lagi sedangkan force majure relatif adalah keadaan yang sebenarnya bisa dilakukan namun karena ada suatu hal maka tidak mungkin melaksanakan kehendaknya dan jika dilakukan maka pengaruhnya besar. Pandemi Covid-19 secara umum tidak dapat dikatakan sebagai keadaan force majure, namun karena Pemerintah telah mengeluarkan Keppres Nomor 12 tahun 2020 yang menyatakan covid-19 merupakan bencana non-alam dan merupakan bencana nasional serta pembatasan melakukan suatu kegiatan, maka hal demikian dapat berpotensi sebagai force majure sehingga kemudian dengan adanya suatu pembatasan kegiatan, negara harus hadir dalam memberikan stimulus perekonomian nasional yakni salah satunya pemberian relaksasi kredit. Pemberian relaksasi kredit merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh negara sebagai upaya agar para pelaku usaha masih dapat melanjutkan kegiatan usahanya di tengah pandemi dan tentunya dapat kembali menunjang perekonomian negara, namun dalam praktiknya pemberian relaksasi kredit oleh lembaga jasa keuangan belum optimal
UPAYA GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS X SMK N 1 JATIROTO Rojif Mualim; Badrus Zaman; M Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16803

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dengan itu, bahwa mereka sedang hidup di fase transisi dari remaja menuju dewasa, labil adalah ciri kehidupannya, pengaruh-pengaruh dari luar pun mudah mengkontaminasi atau mempengaruhi gaya hidup mereka atau pun sikap mereka. Tak jarang juga bahwa mereka terkontaminasi sikap negatif, sehingga membuat mereka melakukan hal-hal yang mengarah kepada kenakalan, maka tak heran hal ini sering kita jumpai di dunia sekolahan. Oleh sebab itu guru bimbingan konseling mempunyai peran penting dalam mengatasi kenalakan di sekolahan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada tahapan analisa ada pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian tentang upaya guru bimbingan konseling dalam mengatasi perilaku negatif siswa kelas X SMK N 1 Jatoroto sebagai berikut; upaya pembinaan, uapaya pengawasan, upaya kerjasama dengan wali kelas atau pun kepada orang tua.
PERAN GERAKAN JAMA’AH DAN DAKWAH JAMA’AH DALAM INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM DI RANTING MUHAMMADIYAH BLIMBINGREJO Toni Ardi Rafsanjani; Muhammad Abdur Rozaq
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16804

Abstract

Peneliti bertujuan untuk menganalisis dan mendiskripsikan peran gerakan jama’ah dan dakwah ja’ah dalam internalisasi nilai-nilai keislaman di Blimbingrejo. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pengumpulan datanya adalah observasi dan interview. Analisis data dialakukan dengan Teknik analisis data diskriptif yang mencakup tiga kegiatan bersamaan, reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) peran gerakan jama’ah dan dakwah jama’ah yang diselenggarakan Pimpinan ranting Muhammadiyah Blimbingrejo; 2) proses internalisasi nilai-nilai agama kepada jama’ah ranting; 3) Dotkrinasi nilai-nilai agama yang dikuatkan dengan firman Allah SWT dan hadist Nabi. Wujud keberhasilanya adalah pertumbuhan pemahaman agama semakin kuat, perubahan perilaku sesuai dengan nilai-nilai agama, ukhuwah Islamiyah yang kuat dan berfikir berkemajuan. Proses internalisasi nilai-nilai agama ini disampaikan pada saat pengajian dan kegiatan keagaam yang lain. PRM Blimbingrejo terus mengembangkan metodologi dakwahnya dalam membina jama’ah dan mengembangkan Islam di desa tersebut.
PRODUKSI SENI PATUNG DALAM DUNIA BISNIS PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Imamul Arifin; Fika Firdha Fara; Lailatul Yulia Wati
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16805

Abstract

Jual beli barang merupakan transaksi paling kuat dalam dunia bisnis bahkan secara umum adalah bagian terpenting dalam aktivitas usaha. Sesungguhnya diantara bentuk jual beli ada juga yang di haramkan ada juga yang dipersilahkan hukumnya. Oleh sebab itu, menjadi satu kewajiban bagi seorang usahawan muslim untuk mengenal hal-hal yang menentukan sahnya jual beli tersebut, dan mengenal mana yang halal dan mana yang haram dari kegiatan itu sehingga ia betul-betul mengerti persoalan tentang akad jual beli. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana pelaksanaan jual beli patung dan berfokus pada tinjauan hokum pembuatan patung dalam syari’at Islam. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan yaitu mengamati secara langsung praktik jual-beli patung yang dilakukan oleh pengrajin patung, seniman, dan konsumen. Tujuan lainnya juga untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan jual-beli patung, kemudian di analisis tentang bagaimana peran hokum agama dalam menjamin kegunaan para pihak yang berkecimpung dalam industri pahat patung tersebut. Pada dasarnya, setiap patung itu adalah gambar, tetapi tidak semua gambar adalah patung. Dari yang telah kita telusuri, menurut para ulama yaitu sepakat bahwa hukum membuat patung baik berbentuk manusia maupun hewan itu haram. Mereka juga sepakat tentang keharaman memperoleh dan memajangnya. Selain itu juga diharamkan menjual belikan serta memakan hasil penjualannya. Menurut etika bisnis Islam, bahkan patung juga menjadi pengecualian karena dapat disebut komoditi bisnis yang dijual adalah barang yang tidak suci dan halal, atau haram, setara babi, anjing, minuman keras, ekstasi, dan lain sebagainya.
ISLAM DAN PRODUK HALAL: MUSLIMAH, KOMODIFIKASI AGAMA DAN KONSOLIDASI IDENTITAS KEAGAMAAN DI INDONESIA Muhammad Suhadi; Azis Muslim
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.18082

Abstract

Artikel ini membahas tentang Islam dan produk Halal. Secara spesifik, artikel ini menyoroti sejumlah iklan komersial produk halal yang menggunakan norma agama sebagai branding di Indonesia. Iklan tersebut dilihat sebagai sebuah komodifikasi agama dan konsolidasi identitas keagamaan, serta menampilkan gaya hidup Muslim kelas menengah. Artikel ini juga menelusuri persepsi anak muda muslimah pedesaan yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid Desa Parit Baru terkait fenomena Islam dan produk halal. Secara metodologi, artikel ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari lapangan melalui wawancara langsung dengan sejumlah Muslimah Remaja Masjid Desa Parit Baru, dan juga berasal dari penelusuran data melalui berbagai literatur, buku-buku, majalah dan data-data yang tersedia di internet yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil studi menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang luas, ditandai dengan perhatian dan peraturan Islam terkait produk halal untuk dikonsumsi kalangan Muslim dalam kesehariannya. Artikel ini juga menyimpulkan bahwa iklan-iklan produk halal di Indonesia menggunakan norma agama sebagai branding untuk mendapatkan keuntungan disatu sisi, dan secara tidak langsung mengedukasi Muslim kelas menengah khususnya perempuan untuk tetap mempertahankan penggunaan jilbab sebagai bentuk representasi identitas keagamaan di sisi lain. Hal ini dapat dipandang sebagai bentuk konsolidasi identitas keagamaan disatu sisi dan komodifikasi agama di sisi lain.

Page 2 of 2 | Total Record : 15