cover
Contact Name
Joni Rokhmat
Contact Email
joni.fkip@unram.ac.id
Phone
+62812-3776-3659
Journal Mail Official
joni.fkip@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No. 62, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Contextual Natural Science Education Journal
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 30468094     DOI : https://doi.org/10.29303/cnsej.v3i4.1429
Contextual Natural Science Education Journal (E-ISSN: 3046-8094) is a peer reviewed and open access scientific journal first published by the Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate Program, Mataram University. This journal distributes papers written based on the results of original research studies in the fields of natural science education, biology education, physics education, and chemistry education and its applications. The Contextual Natural Science Education Journal publishes its issues four times a year in March, June, September and December.
Articles 48 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Eksperimen Dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreativitas Siswa SMA Pada Konsep Usaha Dan Energi Fadillah Deswita Sari
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v2i3.1230

Abstract

Article history: Pembelajaran Fisika, khususnya pada konsep listrik dinamis, merupakan salah satu bagian penting dalam pendidikan sains yang tidak hanya menuntut pemahaman konsep, tetapi juga penguasaan keterampilan proses sains. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep ini karena pendekatan pembelajaran yang terlalu teoritis dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis eksperimen terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa SMA pada materi listrik dinamis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experiment) menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas XI IPA di salah satu SMA Negeri di Mataram, yaitu satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan pembelajaran berbasis eksperimen, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis, tes kreativitas, serta lembar observasi aktivitas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis eksperimen berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa pada konsep listrik dinamis. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan eksperimen menunjukkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, peningkatan kemampuan dalam menganalisis dan mengevaluasi data eksperimen, serta menghasilkan ide-ide kreatif dalam menyelesaikan masalah. Dengan demikian, model ini dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan pendekatan yang inovatif dan kontekstual serta selaras dengan karakteristik Kurikulum Merdeka.
Evaluasi Pemahaman Siswa SMA Kelas XII terhadap Konsep Listrik Dinamis dengan Model Pembelajaran Kooperatif Alpina Pebrianti
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v2i3.1231

Abstract

Pemahaman siswa terhadap konsep listrik dinamis masih menjadi tantangan dalam pembelajaran fisika di tingkat sekolah menengah atas Banyak siswa mengalami kesulitan dalam menghubungkan teori dengan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang interaktif, rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, serta keterbatasan media pembelajaran yang mendukung pemahaman konsep secara lebih mendalam. Dampaknya, hasil belajar siswa cenderung rendah, dan mereka mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan konsep listrik dinamis dalam pemecahan masalah fisika. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan pemahaman siswa melalui interaksi dan diskusi kelompok. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman siswa kelas XII terhadap konsep listrik dinamis sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest. Instrumen yang digunakan mencakup tes pemahaman konsep dan observasi aktivitas belajar siswa. Diharapkan bahwa model pembelajaran kooperatif, khususnya tipe Jigsaw dan Think Pair Share (TPS), dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep listrik dinamis. Faktor-faktor yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan ini meliputi interaksi aktif antar siswa, diskusi dalam kelompok kecil, serta keterlibatan siswa dalam menjelaskan konsep kepada rekan mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran tentang cara menggunakan model pembelajaran kooperatif dalam pelajaran fisika di sekolah menengah atas.
Studi Literatur PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KREATIVITAS DAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI FLUIDA Baiq Anisya Nelahi Purnadya
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v2i4.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) terhadap kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi fluida dalam pembelajaran fisika. Kajian dilakukan melalui studi literatur dan analisis bibliometrik menggunakan aplikasi Publish or Perish (PoP) dan VOSviewer untuk menelusuri tren penelitian dan hubungan konsep terkait. Dari 60 artikel yang relevan, 20 artikel utama dianalisis lebih lanjut. Hasil analisis menunjukkan tiga klaster utama penelitian, yaitu penerapan PBL terhadap hasil belajar, hubungan PBL dengan kreativitas dan pemecahan masalah, serta penerapannya dalam konteks pembelajaran fisika. Peta hubungan kata kunci memperlihatkan korelasi kuat antara istilah Problem Based Learning, creativity, dan problem solving, yang menunjukkan fokus penelitian pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Secara keseluruhan, PBL terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui kegiatan identifikasi masalah, eksplorasi, dan refleksi. Oleh karena itu, PBL direkomendasikan sebagai model pembelajaran inovatif yang mendukung pengembangan keterampilan berpikir ilmiah siswa fisika.
TINJAUAN SISTEMATIS: PENGGUNAAN SIMULASI PhET UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA SMA DALAM MATERI GAS IDEAL Baiq Oriza Junainda
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v2i4.1236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis efektivitas penggunaan simulasi PhET berbasis inkuiri dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA terhadap konsep gas ideal. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan analisis bibliometrik untuk mengidentifikasi tren penelitian, tema dominan, serta efektivitas penerapan PhET dalam pembelajaran fisika. Data dikumpulkan dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, ERIC, ResearchGate, dan ScienceDirect dengan rentang tahun publikasi 2010– 2025. Dari total 45 artikel yang diidentifikasi, sebanyak lima artikel terpilih setelah melalui tahapan seleksi PRISMA. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan simulasi PhET secara konsisten meningkatkan pemahaman konseptual siswa, terutama ketika dipadukan dengan pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri. Simulasi PhET memungkinkan siswa melakukan eksplorasi ilmiah secara mandiri melalui visualisasi dinamis fenomena mikroskopis gas, sehingga mengatasi keterbatasan fasilitas laboratorium di sekolah. Analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer menunjukkan bahwa topik penelitian yang paling sering muncul adalah “PhET”, “pemahaman”, “penggunaan”, dan “siswa”, sedangkan tren terbaru (2022–2024) menunjukkan perluasan kajian ke arah critical thinking skills dan higher-order thinking. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis PhET berpotensi menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir ilmiah siswa pada materi gas ideal.
Pengaruh Penggunaan Kuis Interaktif (Kahoot dan Quizizz) terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Hukum Newton. Neny Wanrodiah
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): January - March 2025
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v3i1.1245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kuis interaktif berbasis Kahoot dan Quizizz terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi Hukum Newton. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 10 siswa kelas X SMA [nama sekolah]. Instrumen penelitian berupa 20 soal pilihan ganda yang mencakup enam indikator pemahaman konsep gaya dan gerak. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 68,5 menjadi 83,2 setelah penggunaan Kahoot/Quizizz, dengan nilai signifikansi (0,002) < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa media kuis interaktif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi gaya dan gerak.
THE EFFECT OF THE PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) MODEL ON STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITIES IN NEWTON'S LAWS Lulu Agustina
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober - December 2025
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v3i4.1248

Abstract

This study aims to analyze in depth the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on students’ critical thinking skills in Newton’s Laws, which is one of the fundamental topics in high school physics. Using a quasi-experimental design involving control and experimental groups, the research explores how PBL can enhance aspects of critical thinking such as analysis, evaluation, and inference. The subjects of the study were tenth-grade students from high schools in Mataram City, West Nusa Tenggara, with a total sample of 60 students evenly divided into two groups. The main instrument was a critical thinking test developed based on Facione’s (1990) indicators of critical thinking, which include information analysis, argument evaluation, and logical inference. Statistical analysis using an independent t-test showed that the group applying PBL achieved a higher average score in critical thinking skills (78.5) compared to the conventional group (65.2), with a t-value of 4.23 and p < 0.05, indicating a significant difference. The discussion emphasizes that PBL encourages students to actively identify problems, collect empirical data, and make evidence-based decisions, thereby effectively improving their critical thinking skills. The conclusion of this study states that the PBL model is proven to be more effective than conventional methods in the context of physics learning, with practical implications for broader implementation in Indonesian schools. Suggestions for future research include expanding the sample size and integrating technology to strengthen the findings.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL PADA STUDI FISIKA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Reydeva Bilqis Kusuma Husni
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v2i4.1252

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan yang menuntut proses belajar lebih dinamis dan interaktif. Siswa kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi berinteraksi dengan berbagai sumber digital yang memerlukan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung. Pendekatan konvensional yang bersifat satu arah semakin kurang efektif, terutama dalam mata pelajaran seperti fisika yang menuntut pemahaman konsep mendalam. Pembelajaran interaktif berbasis partisipasi, kolaborasi, dan eksplorasi menjadi solusi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Melalui model ini, siswa dapat bereksperimen, berdiskusi, dan menemukan hubungan antar konsep secara mandiri sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah. Dukungan penelitian terkini menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital, simulasi, dan media visual terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman konsep fisika, sehingga inovasi model pembelajaran interaktif menjadi langkah penting dalam menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan abad ke-21.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT, OBSERVE, EXPLAIN (POE) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI HUKUM ARCHIMEDES Fathurrahman
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v2i4.1260

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial di abad 21. Pembelajaran fisika pada materi Hukum Archimedes sering disampaikan secara konvensional, sehingga kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan model pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Hukum Archimedes. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA dengan sampel dua kelas yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis yang valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan daripada kelas kontrol. Simpulan: Model POE berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Hukum Archimedes. Saran: Model POE dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran fisika untuk melatih keterampilan berpikir kritis.
Tinjauan Sistematis: Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Simulasi Phet Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Menengah Pada Mata Pelajaran Fisika Alia Cahyani
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v2i4.1309

Abstract

This study aims to systematically analyze the effectiveness of the cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) assisted by PhET simulations in improving secondary school students’ critical thinking skills in physics. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) referring to the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) guidelines. Data sources were obtained from documents indexed in Google Scholar within the 2014–2024 range and were analyzed bibliometrically using VOSviewer software. A total of 18 relevant articles were examined to identify trends, effectiveness, and the influence of the learning model on students’ critical thinking skills. The review findings reveal that the integration of the STAD model with PhET simulations is effective in enhancing critical thinking abilities, conceptual understanding, and students’ learning motivation. These results are supported by a systematic review conducted by Baqy, Damayanti, & Rokhmat (2025), which indicates that cooperative learning models such as STAD, Jigsaw, TPS, and TSTS consistently improve learning outcomes and critical thinking skills in science education. Thus, collaboration-based learning supported by interactive simulation media such as PhET has strong potential to serve as an effective, contextual, and relevant physics learning strategy aligned with 21st-century educational demands.
Mapping Research on Educational Supervision in Science Practicums to Improve Students’ Science Process Skills Rizka Sofia Irawan
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 3 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v3i3.1312

Abstract

Educational supervision plays a crucial role in improving the quality of instruction, particularly in science practicum activities aimed at developing students’ science process skills. This study aims to describe research trends on the implementation of educational supervision in science practicums to enhance science process skills. The method employed is descriptive-analytical by reviewing 1,000 documents indexed in Google Scholar from 2016 to 2025 using Publish or Perish and Dimensions AI. The results show a dynamic pattern of publication growth, with a significant increase from 2016 to 2020 followed by fluctuations in subsequent years. Most publications are journal articles, indicating strong peer-reviewed scholarly attention in this field. Bibliometric mapping identifies four dominant themes: learning quality, laboratory management, teacher professional development, and the strengthening of science process skills. These findings confirm that well-planned and collaborative educational supervision in science practicum activities contributes to improving both teacher competence and students’ scientific abilities. The implications suggest that the results of this study can serve as a reference for teachers, schools, and supervisors in designing supervision strategies that are more effective, relevant, and sustainable.