cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
ANALISIS TRANSIEN AKIBAT KEHILANGAN ALIRAN PENDINGIN PADA TERAS SILISIDA RSG-GAS MENGGUNAKAN KODE EUREKA-2/RR Muhammad Darwis Isnaini
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 15, No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.105 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2011.15.1.2914

Abstract

Telah dilakukan suatu analisistransien terhadap teras silisida RSG-GAS akibat kehilangan aliran pendingin (LOFA). LOFA dapat terjadijika catu daya listrik pompa pendingin primer mati, maka laju alir pendingin berkurang. Pada saat laju alirpendingin berkurang 15% yang mengakibatkan sistem proteksi reaktor bekerja. Analisis dilakukan denganmenggunakan kode EUREKA-2/RR. Analisis ini ditekankan untuk mempelajari karakteristik keselamatantermohidrolika segera setelah reaktor scram dan setelah terjadi aliran balik akibat terbukanya katup sirkulasialam. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi LOFA, scram terjadi 3,05 detik setelah awalkecelakaan. Suhu maksimum meat bahan bakar, kelongsong dan suhu keluaran pendingin pada kanalterpanas masing-masing adalah 143,94oC, 139,85oC dan 77,67oC, serta DNBR minimum 1,26. Suhu meat,kelongsong dan pendingin akan berkurang, seiring dengan berkurangnya laju alir pendingin. Katup sirkulasialam membuka pada detik ke 68,2 setelah awal scram terjadi, dan terjadi perubahan aliran dari konveksipaksa ke konveksi alam. Perubahan ini menyebabkan suhu maksimum meat bahan bakar, kelongsong naikmasing-masing mencapai 131,42oC dan 131,10oC terjadi 72,10 detik setelah reaktor trip, sedangkan suhumaksimum pendingin keluar teras mencapai 78,7oC terjadi pada 70,7 detik setelah reaktor trip, DNBRminimum sebesar 1,65 pada detik ke-69,2. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa operasi teras silisidaRSG-GAS pada kondisi transien akibat kehilangan aliran pendingin masih selamat.
ANALISIS KESELAMATAN PELEPASAN AR-41 DITINJAU DARI SISTEM VENTILASI REAKTOR KARTINI Muhammad Hadi Kusuma; Susyanta Widiatmaka
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 4 (2008): November 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.4.2937

Abstract

Analisis keselamatan pelepasan Ar-41 ditinjau dari sistem ventilasi reaktor Kartinitelah dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada sistem ventilasi reaktor Kartini. Analisis keselamatan dilakukandengan cara menghitung Ar-41 yang dihasilkan dalam teras reaktor dan terlepas melalui cerobong sistemventilasi. Hasil perhitungan pelepasan Ar-41 dari cerobong sistem ventilasi adalah 5,07 x 10-10 μCi/cm3, nilai inidi bawah ketentuan nasional nilai ambang batas yang boleh terlepas ke lingkungan sebesar 2 x 10-6 μCi/cm3.Dari segi keselamatan nuklir, nilai ini menunjukkan bahwa reaktor Kartini masih aman khususnya dari sisisistem ventilasi.
TEKNIK PERBAIKAN SAMBUNGAN TERMOKOPEL TEMPERATUR TINGGI PADA HEATING-01 Joko Prasetyo Witoko; Kiswanta Kiswanta; Edy Sumarno; Ainur Rosidi; Ismu Handoyo; Khrisna Khrisna
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 2 (2010): Mei 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2104.405 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.2.2975

Abstract

Telah dilakukan perbaikan sambungan termokopel pada batang pemanas bagian uji HEATING-01. yang batang pemanasnya terbuat dari baja stainless AISI 304 dan memiliki 14 titik termokopel. Pada setiaptitik termokopel sebanyak 8 termokopel dipasang pada 8 posisi 1 titik yang berurutan dan 6 termokopeldipasang pada 3 posisi 2 titik radial. Perbaikan dilakukan karena terjadi penyimpangan yang terlalu besar padahasil fabrikasi sebelumnya. Teknik penyambungan termokopel pada kawat chromel dan kawat alumel dengandiameter 1 mm menggunakan tegangan 13,6 volt dari alat DC power supply. Hasilnya menunjukkan bahwa alatini berfungsi dengan baik setelah dikalibrasi dengan kalibrator JOFRA. Rata-rata penyimpangan yang terjadisebesar -0,1°C.
CLASSIFICATION OF MISSING VALUES HANDLING METHOD DURING DATA MINING: REVIEW Entin Hartini
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 21, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.09 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2017.21.2.4058

Abstract

CLASSIFICATION OF MISSING VALUES HANDLING METHOD DURING DATA MINING: REVIEW. Missing data often occurs in researchs or surveys. Many real datasets or data mining have missing data, thus affecting the quality of the data. There are various causes resulting in incomplete data, such as: manual data entry procedure, incorrect measurement, equipment error, and many others. Any errors causing data missing make it difficult in a data analysis. This is due to the algorithms of data analysis that only work if the data is complete. Missing data analysis may help resolving missing data. Missing data can be replaced with a value based on the possibility of other information available, so that the data set can be analyzed. Many specialists have been working on this issue to present more modern techniques. Many strategies are available for handling the missing data, however investigator has difficulty in finding the right technique in the absence of information about strategy and implementation. The purpose of this research paper is to classify methods of miss- ing data handling based on statistical method and machine learning. Results from this study are clas- sification methods of missing data handling by ignoring technique, model base technique and impu- tation technique , which are complemented with the advantages and disadvantages of each method. Keywords: missing value, statistic, machine learning, classification, method 
VALIDASI PROGRAM VSOP PADA PERHITUNGAN DISTRIBUSI TEMPERATUR BAHAN BAKAR RGTT200K KONDISI TUNAK Sudharmono Sudharmono
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 16, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.164 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2012.16.2.2904

Abstract

Program VSOP telah dimiliki sejak 2010 akan tetapi belum dapatdijalankan baik dengan XP maupun Windows. Kini dengan adanya kompiler tipe G95, program VSOP dapatdijalankan dengan Windows7. Program VSOP tersusun oleh 12 modul, diantaranya adalah modul TRIGIT,BIRGIT,LIFE dan VSOP serta ZUT. Program ini memerlukan data input desain geometri reaktor danspesifikasi bahan bakar. Tujuan validasi agar dapat digunakan untuk perhitungan distribusi temperatur dipermukaan bola-bola bahan bakar adalah sebagai langkah awal penggunaan VSOP selanjutnya, hingga kondisitransien nantinya. Metodologi perhitungan dilakukan dengan membagi tinggi teras menjadi 15 nodal ke arahaksial, sedangkan arah radial menjadi 17 nodal. Temperatur bahan bakar pada sisi inlet berada pada kisaran360oC, sedangkan temperatur outlet 812oC. Validasi program VSOP untuk perhitungan distribusi temperaturbahan bakar model pebble bed pada reaktor RGTT200K, yang dimodelkan pada arah radial teras dan fungsiketinggian teras, dengan asumsi penggunaan data neutronik yang telah ada, dibandingkan dengan hasilperhitungan HTGR. Hasil validasi menunjukkan terdapat perbedaan perhitungan temperatur bahan bakarsebesar 1,6%.
PERTIMBANGAN ERGONOMI PADA PERANCANGAN STASIUN KERJA Darlis Darlis; Suharyo Widagdo; Sigit Santoso; Bang Rozali
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 4 (2009): November 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.4.2966

Abstract

Faktor manusiamemegang peranan penting pada dunia industri terutama dalam hal keselamatan instalasi. Kesalahan manusiadapat disebabkan karena rancangan stasiun kerja yang tidak baik. Salah satu aspek penting dalam perancanganstasiun kerja adalah aspek ergonomi. Pertimbangan ergonomi memasukkan aspek kemudahan dan kenyamananpengguna dalam mengoperasikan suatu alat. Makalah ini membahas kajian ergonomi pada perancangan stasiunkerja agar operator merasa mudah dan nyaman dalam melakukan tugasnya. Manusia sebagai pelaku harusmenjadi patokan dalam merancang stasiun kerja sehingga alat yang dibuat menyesuaikan dengan dataantropometri dan perilaku manusia. Untuk itu perlu diketahui data ukuran antropometri dan perilaku manusiadalam bekerja. Dengan memasukkan pertimbangan ergonomi dalam perancangan stasiun kerja maka kesalahanmanusia dalam pengoperasian alat diharapkan secara sistematis menjadi berkurang.
PRE-SERVICE INSPECTION BEJANA TEKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR Sri Nitiswati; Mudi Haryanto
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 20, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.526 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2016.20.2.3516

Abstract

Keselamatan operasi PLTN tidak terlepas dari jaminan mutu saat pabrikasi atau konstruksi struktur, sistem dan komponen (SSK) PLTN. Pabrikasi atau konstruksi SSK PLTN harus mengacu pada standar atau code tertentu dan dilakukan dengan ketat, artinya semua ketentuan atau persyaratannya harus dipatuhi. Oleh karena itu setelah proses pabrikasi atau konstruksi, harus dil- akukan pemeriksaan atau inspeksi yang disebut dengan pre-service inspection (PSI). PSI dilakukan dengan tujuan untuk mengkonfirmasi bahwa semua SSK telah dipabrikasi atau dikonstruksi dengan benar dan aman. Makalah ini membahas peran PSI pada bejana tekan PLTN dengan tujuan untuk mengetahui jenis metode yang digunakan dalam melakukan PSI dan pentingnya melakukan PSI pada bejana tekan PLTN. Metode pembahasan adalah dengan mengidentifikasi bagian bejana tekan yang rentan mengalami kegagalan serta metoda inspeksinya. Bagian bejana tekan yang rentan mengalami kegagalan adalah bagian-bagian yang dilas circumferential, longitudinal dan meridional pada bagian badan (shell), kepala (head), katup dan nosel, serta daerah beltline. Metode inspeksinya adalah meto- de permukaan yang terdiri dari visual, penggunaan cairan penetran dan partikel magnetik, serta meto- de volumetrik seperti radiografi dan ultrasonik. Dengan metode-metode tersebut semua jenis cacat yang ada pada bejana tekan PLTN setelah proses pabrikasi atau konstruksi dapat terdeteksi. Hal ini penting untuk dipahami khususnya bagi BATAN yang akan membangun reaktor daya eksperimental (RDE), karena PSI mutlak dilakukan.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF ELEVATION DIFFERENCE BETWEEN HEATER AND COOLER POSITION IN THE FASSIP-01 TEST LOOP USING RELAP5 Andi Sofrany Ekariansyah; Hendro Tjahjono; Mulya Juarsa; Surip Widodo
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.747 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2015.19.1.2895

Abstract

To understand the natural circulation phenomena on the passive residual heat removal system (PRHRS), development of a test section describing that phenomena in particular in the one phase condition is required. That test facility is named as FASSIP-01 in form of a vertically closed loop consisting of piping compo-nents, one cylinder tank featured with heater elements and one cooler. The heater tank will work as the heat source, and the cooler as the heat sink. This research is intended to support the experimental activity of the FASSIP-01 by conducting a simulation using the RELAP5/SCDAP/Mod3.4. Beside the standard loop configuration, the simulation is also conducted by varying the elevation of heater and cooler position to evaluate the best position resulting in the most optimal natural circulation. The results will be used as the comparison with the later performed experiment. The simulation result shows that for the case where the heater position is at the same level with the cooler position, the temperature distribution of the water after the heater and after the cooler are higher than the other two position. Looking at the natural circulation, that position results in the lowest mass flow. The position with the heater below the cooler will result in the best mass flow. On that position, only an optimiza-tion in the heat transfer surface area is needed to increase the heat transfer coefficient and secondary mass flow to remove the heat are needed to obtain more optimal performance of the water circulation caused by the density difference in the FASSIP-01 test loop.
KAJIAN DESAIN KONDENSER PADA SISTEM PENDINGIN PWR Sukmanto Dibyo
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 1 (2008): Februari 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.565 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.1.2928

Abstract

Makalah ini menguraikanberbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan prinsip desain kondenser. Alat kondenser merupakankomponen sistem pendingin yang sangat penting. Uap air yang keluar dari turbin, dilewatkan melalui kondenseruntuk dikondensasikan menjadi air. Langkah desain suatu kondenser dimulai dari identifikasi problem sampaipada desain mekanik. Kondenser pada umumnya didesain dengan tingkat konservatif tertentu baik dari aspektermal maupun mekanis. Analisis desain juga mengantisipasi adanya degradasi alat karena usia sehingga aspekkeselamatan dan kinerjanya terpenuhi. Kajian tentang berbagai hal yang berkaitan dengan desain kondensertelah dibahas. Aspek yang penting adalah terpenuhinya kinerja alat, disamping itu pada pembahasan tersebutjuga diuraikan tentang metoda desain dan masalahnya yang harus memperhatikan aspek desain termal, fisik,ekonomi, aspek korosi dan faktor lainnya.
IDENTIFIKASI MIKROBA AIR LAUT DI UJUNG GRENGGENGAN SEMENANJUNG MURIA Itjeu Karliana
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 2 (2009): Mei 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.2.2956

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi mikroba air laut Ujung Grenggengan yang berlokasi di SemenanjungMuria. Lokasi sampel berjarak 7 km dari pantai dengan kedalaman air 4,5 m. Tujuan penelitian adalah untukmengidentifikasi mikroba air laut di Ujung Grenggengan, kawasan pantai laut Muria. Identifikasi dilakukandengan metode isolasi mikroba, analisis kandungan unsur-unsur kimia, dan mengukur faktor fisiko-kimia airlingkungan terhadap sampel air laut. Dari hasil identifikasi mikroba air laut di Ujung Grenggengan diperolehbahwa jumlah koloni bakteri pereduksi sulfat Desulfomonas pigra adalah 2x104 cfu/ml, bakteri patogenStaphylococcus aures < 106 cfu/ml, dan jamur Aspergillus ustus < 106 cfu/ml. Kandungan unsur-unsur logamyang teridentifikasi antara lain: Ca, Mg, K, Na, Ci- , SO42- , HCO32- dan Br- yang ditemukan dalam sampel airlaut akan menjadi sumber pembentukan kerak pada bagian dalam pipa atau permukaan luar komponen logam.Adanya kandungan bakteri pereduksi sulfat disertai dengan kadar sulfat yang relatif tinggi dalam sumber airbaku untuk pasokan PLTN perlu diantisipasi.

Page 6 of 20 | Total Record : 191