cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Forum Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan nuklir, teknologi nuklir, termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
STUDI ABERASI KROMOSOM PADA PEKERJA RADIASI DI RUMAH SAKIT Sofiati Purnami; Masnelli Lubis; Viria Agesti S; Yanti Lusiyanti; Zubaidah Alatas
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 1 Mei 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.585 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.1.3475

Abstract

STUDI ABERASI KROMOSOM PADA PEKERJA RADIASI DI RUMAH SAKIT. Pekerja radiasi di rumah sakit merupakan kelompok pekerja yang berisiko menerima paparan radiasi pengion seperti sinar-X dan gamma secara terus menerus yang dapat menyebabkan kerusakan materi genetik. Studi sitogenetik memperlihatkan bahwa paparan radiasi dosis rendah secara terus menerus dapat meningkatkan frekuensi kerusakan (aberasi) kromosom. Aberasi kromosom berkaitan erat dengan perubahan genetik yang dapat memicu perkembangan kanker sehingga meningkatnya frekuensi aberasi kromosom juga berarti meningkatnya risiko kecenderungan kanker. Oleh karena hal tersebut maka deteksi aberasi kromosom dapal digunakan untuk memprediksi risiko paparan radiasi ionisasi pada pekerja radiasi di rumah sakit. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengelahui apakah kondisi tingkat kerusakan kromosom pada sel darah yang diinduksi oleh paparan radiasi akibat kerja pada para pekerja radiasi di rumah sakit. Sebanyak 1 mL sampel darah masing-masing dari 4 non pekerja radiasi dan 34 pekerja radiasi rumah sakit yang bertugas sebagai operator radioterapi dan radiodiagnostik serta dokter dan perawat dan juga fisikawan medis dikultur selama 48 jam dan dipanen kemudian dibuat preparatnya untuk diamati keberadaan aberasi kromosom dengan mikroskop sebanyak 250-500 sel metafase tiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe aberasi kromosom yang ditemukan adalah fragmen asentrik. Hal tersebut kemungkinan karen a dosis radiasi yang diterima para pekerja belum cukup untuk menginduksi terbentuknya disentrik maupun ring.
Pengaruh Bioksida Pengoksidasi Terhadap Pertumbuhan Mikroorganisme Pada Air Pendingin Sekunder RSG-GAS Diyah Erlina Lestari; Setyo Budi Utomo
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 4 No 2 November 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.622 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2010.4.2.226

Abstract

Sistem Pendingin sekunder RSG-GAS merupakan sistem air pendingin sirkulasi ulang terbuka. Salah satu permasalahan yang timbul pada sistem air pendingin resirkulasi terbuka adalah pertumbuhan mikroorganisme. Untuk mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme pada sistem pendingin sekunder RSG-GAS ditambahkan bahan kimia bioksida pengoksidasi dan dilakukan pemantauan terhadap pertumbuhan mikroorganisme pada air sistem pendingin.sekunder Pemantauan pertumbuhan mikroorganisme dilakukan dengan jalan penentuan jumlah total bakteri pada sistem pendingin sekunder dengan menggunakan dipslide test. Dari hasil pemantauan menunjukan bahwa pertumbuhan mikroorganisme pada air pendingin sekunder lebih cepat pertumbuhannya pada saat sistem pendingin sekunder tidak beroperasi dan akan mengalami penurunan pertumbuhannya setelah penambahan bioksida pengoksidasi,.
PENENTUAN KADAR URANIUM DALAM SERBUK UO2 DARI YELLOW CAKE SECARA POTENSIOMETRI DAN GRAVIMETRI Lilis Windaryati; Ngatijo Ngatijo; Pranjono Pranjono; Torowati Torowati
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 10 No 2 November 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.629 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2016.10.2.3555

Abstract

PENENTUAN KADAR URANIUM DALAM SERBUK UO2 DARI YELLOW CAKE SECARA POTENSIOMETRI DAN GRAVIMETRI. Telah dilakukan penentuan kadar uranium dalam serbuk UO2 dari yellow cake yang berasal dari Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN). Serbuk UO2 yang ditentukan kadar uraniumnya merupakan hasil konversi yellow cake melalui jalur amonium diuranat (ADU) dan amonium uranil karbonat (AUK). Dalam penentuan kadar uranium diperlukan suatu metode yang valid sehingga diperoleh data yang akurat. Dalam kegiatan ini dibandingkan dua metode penentuan kadar uranium dalam serbuk UO2, yaitu secara potensiometri dan secara gravimetri. Tujuannya untuk menentukan mana metode yang memberikan hasil dengan ketelitian dan presisi tinggi. Penentuan kadar uranium secara potensiometri mengacu kepada ASTM C1267-11 yang dimodifikasi dengan mereduksi pemakaian pereaksi menjadi 10% dari metode asli, sedangkan metode gravimetri mengacu kepada ASTM C1453-00 (2011). Penentuan kadar uranium secara potensiometri berdasarkan oksidasi-reduksi, sedangkan secara gravimetri berdasarkan perubahan berat setelah serbuk UO2 dikalsinasi pada temperatur 900°C selama 3 jam hingga diperoleh berat konstan. Dari kegiatan ini diperoleh hasil rerata untuk penentuan kadar uranium dalam serbuk UO2 melalui jalur ADU dan AUK secara potensiometri masing-masing adalah (87,4019 ± 0,7873) % dan (87,5575 ± 0,4775) %, sedangkan secara gravimetri masing-masing adalah (87,5241 ± 0,0432) % dan (87,4492 ± 0,0440) %. Uji t dari kedua metode menunjukkan bahwa hasil penentuan kadar uranium tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Oleh sebab itu, penentuan kadar uranium dalam serbuk UO2 pada penelitian berikutnya digunakan metode gravimetri karena lebih mudah tahapan pengerjaannya dibandingkan dengan metode potensiometri.
PENGARUH MATRIKS TERHADAP SISTEM PENCACAHAN SAMPEL MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA. Wahyudi Wahyudi; Dadong Iskandar; Djoko Marjanto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 1 No 2 November 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.203 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2007.1.2.3273

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh  matriks  terhadap  pencacahan  sampel  menggunakan  spektrometer  gamma. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh matriks terhadap sistem pencacahan, Bahan yang digunakan adalah sumber standar Solution 2908 yang merupakan sampel hasil interkomparasi dengan IAEA terdiri dari 54Mn, 60Co, 65Zn, 109Cd, 133Ba, 134Cs, 137Cs,210Pb, dan 241Am dan larutan standar yang terdiri dari 133Ba, 152Eu, dan 241Am. Sumber standar tersebut mempunyai rentang energi dari 59 keV sampai 1408 keV. Matriks yangdigunakan berupa rumput, abu rumput, sludge, air, tanah, pasir, pasir silika, dan pasir vulkanik dengan rentang densitas dari 0,226 g/cm3  sampai 1,760 g/cm3. Matriks yang telah diberi larutan radioaktif ini kemudian dimasukkan dalam vial ID 57 mm H 50 mm. Hasil  pengujian  dengan  t-test  menunjukkan  bahwa  seluruh  radionuklida  terdistribusi merata   dalam   setiap   matriks.   Data   awal   menunjukkan   bahwa   densitas   matriks berpengaruh secara signifikan pada sistem pencacahan spektrometer gamma, terutama pada energi rendah. Semakin besar densitas maka efisiensi pencacahan akan menurun.Validasi hasil penelitian ini, memberikan nilai penyimpangan < 5%, yang dianggap baik berdasarkan ketentuan batasan dari IAEA, yaitu < 8%.
Pengolahan limbah radioaktif cair yang mengandung deterjen dengan ozon diikuti penjerapan. Noor Anis Jundari; Emma Anajariyanti; Suryo Rantjono
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 2 November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2975.995 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2011.5.2.3332

Abstract

Pengolahan limbah radioaktif cair yang mengandung deterjen dengan ozon diikuti penjerapan. Ozon merupakan oksidator kuat untuk mendegradasi senyawa organik dan zeolit mempunyai karakter sebagai penjerap, kombinasi dari kedua proses mempunyai potensi untuk mengolah limbah radioaktif cair yang mengandung deterjen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas pengolahan limbah radioaktif cair dengan metode ozonasi diikuti penjerapan dengan menghitung nilai faktor dekontaminasi (FD) dan efisiensi pengolahan (EP). Selain itu juga memperoleh persamaan kecepatan penurunan COD pada proses penjerapan setelah proses ozonasi. Penelitian dilakukan secara batch dengan variabel waktu. Laju produksi ozon mesin ozonizer yang digunakan pada penelitian ini adalah 1,0175 x 10^-5 g O3/detik. Hasil penelitian menunjukkan nilai COD dan TS turun seiring dengan semakin lamanya proses ozonasi, reakto berlangsung pada orde satu. Nilai FD dan EP dari proses penjerapan sebesar 145,773 dan 99,314%.
STRUKTUR MIKRO DAN KARAKTERISTIK MEKANIK PEB U3Si2-AI TMU 2,96 g/cm3 DAN PASCA PERLAKUAN PANAS SUHU 500°C Maman Kartaman A.; Yusuf Nampira; Junaedi Junaedi; Sri Ismarwanti
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 2 November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2897.903 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.2.3467

Abstract

STRUKTUR MIKRO DAN KARAKTERISTIK MEKANIK PEB U3Si2-AI TMU 2,96 g/cm3 PASCA PERLAKUAN PANAS SUHU 500°C. Telah dilakukan karakterisasi struktur mikro dan kekerasan terhadap PEB U3Si2-Al TMU 2,96 g/cm3 yang dikenakan perlakuan panas pada suhu 500°C selama 1, 3, 5 dan 7 jam. Pengamatan struktur mikro dilakukan menggunakan mikroskop optik dan SEM serta pengujian kekerasan terhadap baban kelongsong PEB U3Si2-Al menggunakan alat kekerasan makro vickers pada beban 2 Kgf. Mikrograf yang dihasilkan memiliki kualitas cukup baik yaitu bersih dari endapan pengotor baik pada kelongsong maupun inti elemen bakar bakar nuklir dan goresan amplas relatif sedikit sehingga interpretasi atau analisis hasil struktur mikro dapat dilakukan secara benar. Struktur mikro PEB U3Si2/Al kondisi as­polished memperlihatkan adanya deformasi plastis pada bagian tepi akibat pemotongan sedangkan pada bagian inti elemen bakar tidak ada perubahan signifikan. Dispersan U3Si2 memiliki bentuk tidak beraturan dengan ukuran bervariasi dari (21,2-115) µm dan tersebar relatif merata pada matrik Al. Pada dispersan teramati retakan mikro dan kenaikan waktu pemanasan tidak menyebabkan pembesaran retakan tersebut. Pengamatan struktur mikro PEB U3Si2-Al pada bagian kelongsong yang telah di etsa menunjukkan adanya perubahan ukuran butir. Semakin lama waktu pemanasan maka ukuran butir relatif semakin membesar dan berdampak pada menurunnya nilai kekerasan kelongsong AlMg2 . Hasil uji  kekerasan  PEB U3Si2-Al  yang telah diberi perlakuan panas pada suhu 500°C selama 0, 1, 3, 5 dan 7 jam berturut-turut 44,62 HV, 34,05 HV, 34,05 HV, 31,47 HV dan 32,07 HV. 
Modifikasi Sistem Kendali Motor Pompa Pendingin Sekunder RSG-GAS Untuk Menanggulangi Kedip Listrik yayan Adriyanto; M. Tufiq; Adin Sudirman; Koes Indrakoesoema
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3302.078 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.70

Abstract

dalam uji coba
PENERAPAN EFEK INTERAKSI RADIASI DENGAN SISTEM BIOLOGI SEBAGAI DOSIMETER BIOLOGI Yanti Lusiyanti; MUKH SYAIFUDIN
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 2 No 1 Mei 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1968.25 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2008.2.1.1276

Abstract

AbstrakInteraksi radiasi pengion dengan sistem biologi dapat menyebabkan berbagai macam efek biologik yang akan dimanifestasikan baik pada tingkat seluler, sitogenetik maupun tingkat molekuler. Berbagai macam metode biologik yang dimaksudkan untuk memperkirakan dosis radiasi telah dikembangkan oleh banyak peneliti menggunakan efek tersebut terutama dalam hal teIjadinya peristiwa kecelakaan radiasi. Hal ini dipertegas lagi dengan kenyataan bahwa dosimetri fisik tidak dapat diandalkan secara sendirian. Dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, ulasan ulang ini memberikan gambaran yang meluas akan pentingnya uji atau biomarker dalam dosimetri biologi seperti kromosom disentrik, mikronuklei, fragmen kromosom,biokimia darah dan spermatogenesis. Adapun sampel biologik yang dapat dipergunakanuntuk pengkajian dosis radiasi yang diterima oleh pekeIja maupun korban kecelakaanantara lain darah, sperma, rambut, dan urin.Kata kunci : Interaksi radiasi pengion, sistem biologiAbstractInteraction between ionizing radiation with biological system could results in various types of biological effects which will be manifested either in cellular, cytogenetics or molecular levels. Various types of biological methods with the aim for predicting radiation dose have been developed by many researchers by using these effects mainly in the case of radiation accident. This case is supported by the fact that physical dosimetry could not available as alone. With their own advantages and disadvantages, this review provides a broader figure about the importance of assays or markers in biological dosimetry such as dicentric chromosome, micronuclei, chromosomal fragment, biochemistry of blood and spermatogenesis. Whereas the biological samples that can be used for assessing the radiation dose received by workers or accidental victims are blood, sperm, hair, and urine.Keywords: Interaction between ionizing radiation, biological system
PENGEMBANGAN SISTEM KENDALI SPEKTROMETER SMALL ANGLE NEUTRON SCATTERING (SANS) BERBASIS JARINGAN Sukarman Sukarman; C.Yunida Mitra Cahyani; Bharoto Bharoto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 2 November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.466 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.2.3714

Abstract

PENGEMBANGAN SISTEM KENDALI SPEKTROMETER SMALL ANGLE NEUTRON SCATTERING (SANS) BERBASIS JARlNGAN. Optimalisasi sistem kendali spektrometer SANS sangat diperlukan mengingat penggunaan SANS yang begitu luas. Salah satunya dengan menggunakan jaringan pada sistem kendali, karena memudahkan upgrade komputer dan dapat dikendalikannya spektrometer SANS pada jarak jauh, maka pada penelitian ini dikembangkan sistem kendali spektrometer small angle neutron scattering (SANS) berbasis jaringan. Sistem ini menggunakan terminal konektor yang menghubungkan motion cotroller PMX-4ET-SA-TBS dengan motor driver Vexta 5 phasa yaitu dengan motion controller yang dihubungkan dcngan jaringan ethernet. Sistem ini dilengkapi dengan sensor magnetic switch sebagai pengaman pergerakan motor stepper dan juga software visual basic 6.0 untuk menggerakkan motor stepper. Melalui hasil pengujian, motor stepper bergerak menuju posisi yang diinginkan, sehingga pengembangan sistem kendali spektrometer small angle neutron scattering (SANS) telah berfungsi dengan baik.Kata Kunci: Sistem Kendali, small angle neutron scattering (SANS), PMX-4ET-SA-TBS
Simulator Untuk Optimisasi Sumber Daya Laser Pulsa Jenis TEA CO2 Anwar Budianto; Dias Maharani; Budi Santosa
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 1 Mei 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.934 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2011.5.1.3321

Abstract

Simulator Untuk Optimisasi Sumber Daya Laser Pulsa Jenis TEA CO2. Cahaya laser Co2 telah digunakan untuk banyak aplikasi, terutama laser tipe TEA (Transverse Excited Atmospheric). Makalah ini membahas simulator untuk mengoptimalkan sumber daya laser tipe TEA CO2 sehingga keluaran LAser optimal. Metode optimisasi dengan mensimulasikan dan menganalisis rangkaian listrik sumber daya dengan menggunakan tool simulink. Hasil penelitian merekomendasikan penggunaan konfigurasi yang sesuai untuk mencapai pulsa arus yang stabil dan maksimum, yaitu tegangan masukan pemicu 15 kV, tegangan breakdown spark gap (SGI) 22,8 kV, tegangan SG2 19,5 kV, tegangan SG3 134 kV, dan tegangan pemicu 8 kV. Periode pemicuan 0,05 s dan kapasitansi kapasitor C1=C2=(0,1-1)uF. Optimisasi sumber daya dimaksudkan untuk mendapatkan lebar pulsa lebih tinggi dari waktu hidup pulsa, yaitu pada rentang (109-106) detik dan lebar pulsa arus laser diperoleh (0,7-1) uS.