cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Forum Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan nuklir, teknologi nuklir, termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT SMART MAGNETIC BERBASIS BROWNMILLERITE Ca2Fe2O5/NiFe2O4 Tria Madesa; Sari Hasnah Dewi; Wisnu Ari Adi
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 10 No 2 November 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.548 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2016.10.2.3493

Abstract

Komposit smart magnetik Ca2Fe2O5/NiFe2O4 disintesis dengan metode reaksi padatan menggunakan high energy milling. Komposit Ca2Fe2O5/NiFe2O4  dibuat dari percampuran serbuk oksida CaCO3, NiO, dan Fe2O3. Campuran dimilling selama 5 jam dan kemudian disinter pada 1000 oC selama 5 jam. Analisis fasa sampel diukur dengan menggunakan X-ray difraktometer (XRD) dan dianalisis menggunakan metode Rietveld. Hasil refinement menunjukkan bahwa sampel merupakan komposit Ca2Fe2O5/NiFe2O4  dengan fraksi massa antara  keduanya  berturut-turut  adalah  57,14  %  dan  39,27  %,  yang  juga  didukung  dari  hasil  morfologi permukaan menunjukkan sampel terdiri dari dua bentuk partikel yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis sifat magnetik sampel komposit Ca2Fe2O5/NiFe2O4 bersifat feromagnetik. Disimpulkan bahwa telah berhasil dibuat sampel komposit Ca2Fe2O5/NiFe2O4.
PENANDAAN DNA DENGAN 32P UNTUK DETEKSI RESISTENSI Mycobacterium tuberculosis TERHADAP ISONIAZID Sofiati Purnami; Mukh. Syaifudin; Giyatmi .
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 1 Mei 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.241 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.1.311

Abstract

Telah dilakukan penandaan DNA dengan 32P untuk deteksi resistensi M.tuberculosis terhadap isoniazid dengan teknik biologi molekuler berbasis nuklir. Tuberkulosis (TB) menempati urutan pertama penyebab kematian akibat penyakit infeksi di Indonesia. Salah satu penyebab sulitnya pengendalian TB adalah merebaknya M.tuberculosisyang resisten terhadap isoniazid. Dalam penelitian ini resistensi isoniazid dideteksi dengan menganalisis gen inhA yang merupakan salah satu penyandi resistensi isoniazid. Analisis dilakukan dengan teknik polymerase chain reaction (PCR) untuk mengamplifikasi deoxyribonucleic acid (DNA) dari gen inhA sekaligus dilabel dengan alfa 32P deoxy cytosin triphosphat ([α-32P]dCTP). DNA hasil amplifikasi dianalisis dengan teknik single strand conformation polymerism (SSCP) yang didasarkan pada perubahan mobilitas pita DNA dalam gel poliakrilamid setelah divisualisasi dengan autoradiografi. Hasil analisis terhadap 100 sampel yang diuji, diketahui bahwa 13,0% sampel diduga resisten terhadap isoniazid. Teknik biologimolekuler dapat digunakan untuk mendeteksi resistensi secara lebih cepat dan sensitif, serta dapat digunakan sebagai data pendukung pengobatan pasien TB. Perubahan mobilitas pita DNA gen inhA dapat digunakan untuk analisis resistensi M.tuberculosis terhadap isoniazid.
STUDI PENDAHULUAN PEMBUATAN FOTOREAKTOR Nugroho Tri Sanyoto; Toto Trikasjono; Damar Damar
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 2 November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.291 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.2.3709

Abstract

STUDI PENDAHULUAN PEMBUATAN FOTOREAKTOR. Telah dilakukan studi pendahuluan pembuatan fotoreaktor yang digunakan untuk melakukan reaksi fotokimia photobiological dengan sistem panas dan penyinaran ultra violet (IN). Sistem ini terdiri dari mikrokontroler ATMega 16, keypad matriks 3 xx 4, pemanas dan pcnampil LCD (Liquid Crystal Display). Suhu dibangkitkan dengan pemanas dapat diatur waktunya dengan menggunakan keypad. Tegangan analog yang dihasilkan oleh sensor suhu SHT11 dan sensor cahaya LOR (Light Dependent Resistor) diolah ADC (Analog to Digital Converter) pada mikrokontroler untuk dikonversikan menjadi nilai suhu dan intensitas cahaya yang terukur. Tampilan pada LCD 16 x 2 untuk mempermudah pembacaan. Hasil pengujian alat digunakan sampel akrilamida cair dengan perlakuan panas dan penyinaran berubah menjadi gel.Kata kunci: Fotoreaktor, suhu dan sensor, reaksi fotokimia, photobiological
PENGAMATAN STRUKTUR MIKRO PADA KOROSI ANTAR BUTIR DARI MATERIAL BAJA TAHAN KARAT AUSTENITIK SETELAH MENGALAMI PROSES PEMANASAN Anwar Budianto; Kristina Purwantini; BA Tjipto Sujitno
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 2 November 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4575.209 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.2.3297

Abstract

PENGAMATAN STRUKTUR MIKRO PADA KOROSI ANTAR BUTIR DARI MATERIAL               BAJA      TAHAN KARAT                             AUSTENITIK             SETELAH MENGALAMI PROSES HEAT PEMANASAN. Telah dilakukan pengamatan korosi  antar  butir pada  material  baja tahan karat  austenitik  jenis  SS 304 setelah mengalami proses perlakuan panas (heat treatment) pada selang suhu (400-950) oC dengan variasi waktu pemanasan (holding time) yaitu 1 jam, 3 jam, 3,5 jam, dan  4 jam.  Sebelum dan sesudah proses perlakuan panas, struktur mikro sampel dianalisis menggunakan   mikroskop   optik   dan   SEM   (Scanning   Electron   Microscope). Komposisi kimia pada daerah di sekitar batas butir diamati menggunakan SEM-EDS (Energy  Dispersive  X-ray  Spectrometer).  Hasil  pengamatan  menunjukkan  bahwasampel yang mengalami perlakuan panas di bawah suhu sensitisasi yakni pada suhu400 oC, ternyata korosi antar butir tidak teramati. Untuk sampel yang mengalami perlakuan panas pada suhu sensitisasi yakni pada selang suhu (500-900) oC, ternyata korosi antar butir dapat teramati dengan jelas. Sedangkan untuk sampel yang mengalami perlakuan panas di atas suhu sensitisasi yaitu pada suhu 950 oC, ternyata korosi antar butir masih dapat teramati tetapi tidak sejelas sampel yang mengalami perlakuan panas pada suhu sensitisasi. Dari analisis komposisi kimia di sekitar batas butir ditemukan adanya penurunan kandungan karbon (C) yaitu dari 0,61 % massamenjadi 0,47 %massa, dan untuk khrom (Cr) dari 18,37 % massa menjadi 17,76 %massa. 
KAJIAN WAKTU TUTUP DAN KEBOCORAN TIGHT DAMPER ISOLATION Sentot Alibasya Harahap; Santosa Pujiarta
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 1 Mei 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2323.492 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.1.3451

Abstract

KAJlAN WAKTU TUTUP DAN KEBOCORAN TIGHT DAMPER ISOLATION. Makalah ini mengkaji permasalahan materi pengujian katup tight damper isolation dalam proses kegiatan perawatan sistem ventilasi gedung reaktor RSG-GAS. Kajian ini dilakukan dalam rangka memperbaiki prosedur perawatan pengujian katup damper berdasarkan kaidah manfaat dan keselamatan operasi reaktor. Untuk menjamin keselamatan operasi telah disusun suatu program perawatan yang telah dibakukan didalam LAK reaktor RSG-GAS, dan ketentuan tersebut harus dilaksanakan oleh penguasa instalasi. Didalam LAK terdapat ketentuan untuk melakukan uji waktu tutup dan uji kebocoran udara pada tight damper isolation gedung, sementara dari prosedur perawatan yang ada hanya petunjuk untuk melakukan uji buka dan tutup katup damper isolation, sehingga dibuat kajian untuk memperbaiki prosedur yang telah ada. Dari kajian diperoleh hasil babwa uji waktu tutup tidak diperlukan, tetapi yang diperlukan adalah prosedur perawatan motor damper dan pengujian laju kebocoran udara pada damper isolasi gedung reaktor RSG-GAS. Dengan adanya pengujian ini maka besarnya pelepasan zat radioaktif ke lingkungan dapat dikendalikan.
PEMUNGUTAN ISOTOP HASIL FISI I37CS DAN UNSUR BERMASSA BERAT DARI BAHAN BAKAR U3SI2-AL PASCA IRADIASI Aslina B Ginting; Dian A.; Noviarty Noviarty; Yanlinastuti Yanlinastuti; Arif N.; Boybul Boybul; Rosika K
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 1 Mei 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3465.36 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.1.3485

Abstract

PEMUNGUTAN ISOTOP HASIL FISI I37Cs DAN UNSUR BERMASSA BERAT DARI BAHAN BAKAR U3Si2-Al PASCA IRADIASI. Telah dilakukan pemungutan dan analisis isotop I37Cs dengan unsur bermassa berat yang terkandung di dalam pelat elemen bakar (PEB) U3Si2-Al pasca iradiasi. Tujuan dilakukannya pemungutan adalah untuk mendapatkan kandungan isotop I37Cs,235U dan 239Pu di dalam PEB U3Si2-Al pasca iradiasi dan selanjutnya akan digunakan untuk perhitungan burn up. Pemungutan dilakukan dengan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung. Larutan U3Si2-Al pasca iradiasi dipipet sebanyak 150 µL dan dimasukkan ke dalam vial 4 (empat) buah. Ke dalam masing-masing vial tersebut ditambahkan zeolit Lampung dengan variasi berat 300, 400, 500 dan 600 mg. Selanjutnya dilakukan proses penukar kation dengan pengocokan selama 1 jam menggunakan shaker dengan kecepatan 20 rpm dan didiamkan selama 24 jam. Hasil proses penukar kation menunjukkan terpisahnya paduan I37Cs  zeolit sebagai fasa padat dengan isotop U, Pu sebagai unsur bermassa berat (heavy element, HE) dalam fasa cair . Padatan I37Cs -zeolit kemudian ditimbang dan dianalisis dengan spektrometer-g sehingga diperoleh kandungan isotop I37Cs di dalam 150 µL PEB U3Si2-Al pasca iradiasi. Untuk mengetahui kandungan isotop U dan Pu sebagai HE di dalam fasa cair dilakukan pemipetan supernatan sebanyak 250 µL dan dikenakan proses elektrodeposisi menggunakan media burfer (NH4)2SO4 1M pada kondisi kuat arus 1,2 A dengan jarak elektroda 10 mm selama 2 jam. Selanjutnya dilakukan pengukuran dan analisis isotop U, Pu dengan spektrometer-α. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa zeolit Lampung dengan berat 500 mg adalah berat optimum dan digunakan untuk memungut isotop hasil fisi (I37Cs) dari HE di dalam 150 µL PEB U3Si2-Al pasca iradiasi. Kandungan isotop I37Cs diperoleh sebesar 0,0 118 µg , isotop 235U sebesar 0,3110 µg dan unsur HE sebesar 1,5611 µg. Hasil ini lebih besar bila dibandingkan dengan kandungan isotop I37Cs sebesar 0,0106 µg, isotop 235U sebesar 0,2795 µg dan unsur HE sebesar 1,1313 µg dengan cara pengukuran langsung
Analisis Pengotor Karbon (C) dalam Serbuk UO2 Hasil Konversi YC Limbah Pupuk Fosfat dengan Carbon Analyzer Leco IR-212 Lilis Windaryati; Ngatijo Ngatijo; Banawa Sri Galuh
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 2 November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.565 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.2.3701

Abstract

ANALISIS PENGOTOR KARBON (C) DALAM SERBUK UO2 HASIL KONVERSI YC LIMBAH PUPUK FOSFAT DENGAN CARBON ANALYZER LECO IR-112. Telah dilakukan analisis pengotor karbon (C) dalam serbuk UO2 hasil konversi Yellow Cake (YC) limbah pupuk fosfat dengan Carbon Analizer LECO IR-212. Analisis kadar karbon ini dilakukan dengan tujuan untuk menjamin kelayakan serbuk UO2 yang dihasilkan pada proses konversi yellow cake limbah pupuk fosfat sebagai bahan bakar nuklir. Batasan kadar karbon di dalam serbuk UO2 sebagai bahan bakar nuklir tidak boleb melebihi 100 ppm. Salah satu alat yang dipakai untuk menganalisis kadar karbon dalam serbuk UO2 adalah Carbon Analyzer LECO type IR-212 yang berada di lnstalasi Elemen Bakar Eksperimental - Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir BATAN. Metode yang dipergunakan mengacu pada ASTM C 1408-09 “Standard Test Method for Carbon (Total) in Uranium Oxide Powders and Pellets By Direct Combuslion-lnfrared Detection Method”. Sebelum alat dipakai untuk menganalisis sampel serbuk UO2 dilakukan kalibrasi dengan menganalisis sampel standar dari pabrikan LECO USA yang mengacu pada NIST (National lnstitute of Standards and Technology), SRM (Standard Reference Ma1erials) dengan sertifikat yang tenelusur. Analisis sampel standar dan sampel serbuk VO, dilakukan masing-masing 5 kali pengulangan. Perhitungan hasil menurut ASTM C 1408 -09 diperoleh kadar karbon dalam U basis sebesar 113,310 ppm dengan standar deviasi sebesar 0,253. Hal ini menunjukkan bahwa sampel serbuk UO2 yang dihasilkan pada proses konversi yellow cake limbah pupuk fosfat belum memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan sebagai bahan bakar nuklir karena kandungan karbonnya melebihi 100 ppm, sehingga perlu dilakukan proses pemurnian lagi.
PEMBUATAN KOMPOSIT POLIMER SUPERABSORBEN DENGAN MESIN BERKAS ELEKTRON Deni Swantomo; Kartini Megasari; Rany Saptaaji
Jurnal Forum Nuklir JFN Vo 2 No 2 November 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.634 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2008.2.2.3286

Abstract

PEMBUATAN    KOMPOSIT    POLIMER     SUPERABSORBEN    DENGAN MESIN BERKAS ELEKTRON. Polimer superabsorben adalah suatu polimer yang dapat mengabsorpsi air dan mempunyai daya serap sampai beberapa kali lipat dibandingkan berat polimernya. Polimer superabsorben dapat dimanfaatkan dalam banyak bidang diantaranya pembungkus makanan, teknik konstruksi, industri kimia, pengolahan limbah dan bahan pembuat sensor. Bahan utama polimer superabsorben adalah poliakrilamida. Poliakrilamida mempunyai kekurangan dalam kekuatan fisik dan kestabilan terhadap suhu. Dalam penelitian ini telah dilakukan pembuatan komposit polimer superabsorben menggunakan monomer akrilamida dan zeolit alam. Komposit polimer superabsorben dibuat dengan proses polimerisasi dan grafting akrilamida dengan zeolit alam menggunakan iradiasi mesin berkas elektron. Variabel yang dipelajari adalah dosis radiasi 15; 25; 28; 35; 48 kGy dan perbandingan akrilamida terhadap zeolit 0,5 : 1; 1 : 1;   2:1. Bertambahnya dosis radiasi akan meningkatkan konversi komposit yang dihasilkan dan kapasitas absorpsi polimer superabsorben. Setelah tercapai ikatan polimer yang sempurna, penambahan dosis radiasi akan menurunkan kapasitas absorpsi. Semakin besar perbandingan akrilamida terhadap zeolit akan menaikkan konversi komposit yang dihasilkan dan kapasitas absorpsi.
Prarancang Unit Proses Pabrikasi Coating Kernel UO2 dengan Kapasitas 10 Ton/Tahun Akbar Yulandra; Bangun Wasito; Noor Anis Kundari
Jurnal Forum Nuklir JFN VOL 11 NO 1 MEI 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.335 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2017.11.1.3915

Abstract

PRARANCANGAN UNIT PROSES PABRIKASI COATING KERNEL UO2 DENGAN KAPASITAS 10 TON/TAHUN. Pabrik coating kernel UO2 dapat dirancang dengan melakukan beberapa tahapan yaitu: penentuan kapasitas, penentuan teknologi proses, perhitungan neraca massa, perhitungan neraca panas, perancangan alat, penentuan letak peralatan dan peta pabrik, dan perhitungan kelayakan pabrik berdasarkan analisis ekonomi. Pabrik coating kernel UO2 memiliki kapasitas 10 ton / tahun dengan waktu operasi 330 hari, proses yang digunakan dalam coating kernel uranium oksida adalah proses metoda chemical vapour deposition. Ukuran reaktor pelapisan porous pyrocarbon, inner pyrocarbon dan outter pyrocarbon dengan diameter dalam 1,08 m, tebal isolator 0,02 m, tebal shell 0,150 m dengan tinggi reaktor 5,54 m. Ukuran reaktor pelapisan Silicon carbide dengan diameter dalam 1,08 m, tebal isolator 0,09 m, tebal shell 0,260 m dengan tinggi reaktor 6.25 m. Utilitas meliputi listrik sebesar 924,81 kW, air sebanyak 441,836 m3. Hasil perhitungan kelayakan ekonomi menunjukan fix capital investment sebesar Rp 192.812.494.326,40, Working capital Rp 10.310.828.573,60, manufacturing cost Rp 406.596.300.982,24, ROI (Return On Investment) sebesar 22 % sebelum pajak dan 16 % setelah pajak, POT (Pay Out Time) sebesar 3 tahun sebelum pajak dan 3,8 tahun setelah pajak, SDP (Shut Down Point) sebesar 32,85 %, BEP (Break Even Point) sebesar 53,67 %.
PENGELOLAAN PRADISPOSAL LIMBAH PABRIK KAOS LAMPU PETROMAKS YANG MENGANDUNG TORIUM Aisyah Aisyah
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 2 November 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3936.597 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.2.3414

Abstract

PENGELOLAAN PRADISPOSAL LIMBAH PABRIK KAOS LAMPU PETROMAKS yang MENGANDUNG TORIUM. Fabrikasi kaos lampu petromaks akan menimbulkan limbah radioaktif yang mengandung torium. Torium merupakan radionuklida berumur paro panjang dan dalam peluruhannya menghasilkan gas thoron yang berbahaya bagi manusia, oleh karena itu pengelolaan pradisposal limbah ini harus dilakukan dengan benar. Kondisioning merupakan salah satu tahapan pradisposal yang dipilih untuk pengolahan limbah yang mengandung torium. Konsep kondisioning dilakukan dengan mempertimbangkan fakta bahwa sampai dengan saat ini belum ada kriteria yang spesifik dalam pradisposal limbah yang mengandung torium, sehingga kondisioning harus dilakukan dengan prinsip kemudahan membongkar kembali kemasan limbah tersebut di masa mendatang. Pusat Teknologi Limbah Radioaktif telah melakukan kondisioning limbah yang mengandung torium dengan cara memasukkan limbah ke dalam drum polietilena yang selanjutnya drum polietilena yang telah berisi limbah yang mengandung torium dimasukkan kedalam drum baja karbon. Rongga diantara drum polietilena dan drum baja karbon diisi dengan beton dan dibagian atas drum polietilena diberi arang aktif kemudian ditutup dan disimpan dalam tempat penyimpanan sementara. Perlu diperhatikan degradasi container limbah pada penyimpan sementara. Berdasarkan basil pemantauan dosis radiasi eksterna dan interna serta pemantauan lingkungan terkait dengan pengelolaan pradisposal limbah yang mengandung torium ini, dapat disimpulkan bahwa keselamatan pekerja terhadap bahaya radiasi masih dalam batas yang selamat.