cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Forum Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan nuklir, teknologi nuklir, termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
PEMBACAAN NOMOR SAMPEL DALAM REFURBISHING ALAT LOW BACKGROUND COUNTER-LBC TENNELEC TYPE LB5100 SERIES II Joko Sumanto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 2 November 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.413 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.2.3298

Abstract

PEMBACAAN NOMOR SAMPLE DALAM REFURBISHING ALAT LBC TENNELEC TYPE LB5100 SERIES II. Telah dirancang dan dibuat interface pembacaan  nomor  sample  secara  otomatis  dengan  komputer  melalui  komunikasi serial USB dalam rangka refurbishing alat LBC TENNELEC type LB5100. Refurbishing dilakukan dengan cara memanfaatkan bagian mekanik dari instrumen dan  mengganti  bagian  elektronik  yang  kadaluwarsa  dengan  berbasis  komputer pribadi-PC.    Pada  alat  ini,  sample  yang  diukur  cukup  banyak  sehingga  perlu dilakukan secara otomatis. Setiap sample telah ditandai dengan lobang-lobang yang disusun tertentu yang mengindikasikan nomor sample, group, dan send stack reader. Pada bagian mekanik diletakkan beberapa sensor photo transistor sesuai kedudukan sample. Sensor  dihubungkan  dengan jalur data  dan dikirim ke komputer  melalui komunikasi serial USB. Alat tersebut mampu mengukur 150 sampel dan 10 group. Hasil pengujian telah sesuai yang diharapkan.
GANGGUAN OPERASI RSG-GAS PADA SIKLUS OPERASI 61-75 Slamet Wiranto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 1 Mei 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2314.124 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.1.3452

Abstract

GANGGUAN  OPERASI  RSG-GAS  PADA  SIKLUS  OPERASI 61-75.  Belakangan ini sering terjadi gangguan operasi Reaktor Serba Guna G A Siwabessy (RSG-GAS) yang mengakibatkan pemadaman atau penurunan daya reaktor yang berpengaruh terhadap proses dan jadwal operasi reaktor. Kondisi ini tentu sangat mengganggu program kerja RSG-GAS dan pengguna reaktor. Untuk  mengurangi dan atau menghilangkan gangguan tersebut maka perlu dilakukan kajian dengan cara mengamati. mempelajari asal dan jenis gangguan, kemudian mengevaluasi untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Dari kajian ini diperoleh data bahwa gangguan penyebab pemadaman/penurunan daya reaktor sebanyak 57 kali oleh terjadinya trip listrik dari PLN, sebanyak 39 kali oleh kegagalan komponen/sistem, dan 7 kali oleh kesalahan operator. Kerusakan pada komponen & sistem tetapi tidak mengganggu jalannya operasi reaktor berjumlah 1063 kasus, hampir 99% dari gangguan tersebut dapat diperbaiki kembali. Antisipasi untuk mengatasi gangguan ini dilakukan dengan mengkomplain PT.PLN agar memperbaiki pelayanannya, meningkatkan kinerja sistem perawatan dan perbaikan, serta memberikan pelatihan yang cukup kepada operator reaktor. Dari pengamatan data gangguan secara rinci diperoleh kesimpulan bahwa sistem perawatan/perbaikan RSG­GAS telah berlangsung relatif baik.
STRATEGI PERSIAPAN INFRASTRUKTUR PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BAKAR BEKAS PLTN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PEMBANGUNAN PLTN DI INDONESIA Yohanes Dwi Anggoro; June Mellawati
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 1 Mei 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3847.056 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.1.3486

Abstract

STRATEGI PERSIAPAN INFRASTRUKTUR PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BAKAR BEKAS PLTN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PEMBANGUNAN PLTN DI INDONESIA. Terkait dengan program ketahanan energi, Pemerintah lndonesia berencana melaksanakan program pembangunan PLTN guna memenuhi kebutuhan energi. Namun, salah satu permasalahan cukup penting adalah pengelolaan limbah bahan bakar bekas PL TN yang tidak dapat terlepas dari program pembangunan PLTN. Oleh karena itu perlu adanya persiapan infrastruktur untuk mengelola limbah bahan bakar bekas PLTN. Tujuan studi adalah untuk mengidentifikasi kegiatan persiapan infrastrukur dalam rangka pengembangan salah satu dari 19 (sembilan belas) infrastruktur PL TN, khususnya aspek pengelolaan limbah, sehingga dapat diperoleh beberapa rekomendasi persiapan infrastruktur pengelolaan limbah bahan bakar bekas PL TN. Metode yang digunakan adalah melakukan berbagai kajian pustaka secara komprehensif, belajar dari pengalaman negara maju, sekaligus melakukan studi perbandingan dari negara berpengalaman dalam pengelolaan limbah bahan bakar PLTN, seperti Korea Selatan. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat tiga tahapan kegiatan terkait persiapan infrastruktur pengelolaan limbah bahan bakar bekas PLTN, yaitu: (i) pembuatan komitmen berpengetahuan program nuklir, (ii) persiapan untuk membuka penawaran lelang proyek PL TN yang pertama, dan (iii) persiapan untuk mengoperasikan PLTN. Strateginya meliputi rekomendasi: (i) penyusunan konsep Badan Pelaksana Pengelolaan Limbah Radioaktif', dan (ii) penyusunan konsep desain Fasilitas Pengelolaan Limbah Bahan Bakar Bekas PLTN. 
STUDI SISTEM KESELAMATAN TEKNIS REAKTOR SMART Siti Alimah; Erlan Dewita; Sriyono Sriyono
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 2 November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.924 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.2.3700

Abstract

STUDI SISTEM KESELAMATAN TEKNIS REAKTOR SMART. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau besar dan kecil. Kebutuhan energi terutama pada pulau-pulau kecil sampai saat ini belum dapat terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, penggunaan energi nuklir dapat menjadi salah satu solusi. Reaktor SMART merupakan salah satu reaktor nuklir berdaya kecil sekitar 90 MWe, dan 10% energinya dapat digunakan untuk produksi air bersih dengan proses desalinasi. Reaktor SMART memiliki dua macam fitur keselamatan yaitu sistem keselamatan melekat (inherent) dan system teknis pasif (passive system). Makalah ini membahas kajian sistem keselamatan teknis reaktor SMART. Tujuan studi adalah memperoleh pemahaman aspek keselamatan teknis reaktor SMART, sebagai masukan pengambil keputusan untuk penimbangan pemilihan teknologi reaktor. Studi dilakukan melalui kajian pustaka. Sistem keselamatan teknis pasif yang diimplementasikan pada SMART adalah sistem shutdown (pemadaman), sistem pengambilan panas sisa pasif, sistem pendinginan teras darurat pasif, sistem proteksi sungkup terhadap tekanan lebih. Disamping itu, sistem proteksi reaktor terhadap tekanan lebih dan beberapa sistem yang memitigasi kecelakaan, juga di tambahkan. Fungsi sistem keselamatan teknis adalah menjaga kestabilan pendinginan reaktor agar tidak terjadi pemanasan berlebih pada sistem pembangkit serta mencegah terlepasnya produk radioaktif ke lingkungan dan melakukan pemadaman reaktor setiap saat diperlukan. Hasil studi menunjukkan bahwa pengamanan sistem keselamatan teknis pasif mampu mengurangi penggunaan pompa, katup dan perpipaan sehingga meningkatkan kemudahan konstruksi, operasi dan perawatan sistem, serta mengurangi tindakan operator. Apabila dibandingkan, reaktor SMART hanya memerlukan sekitar 180 katup, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan reaktor PWR konvensional 1000 MW, yang memerlukan 1100 katup.Kata Kunci: keselamatan teknis, reaktor, SMART, PWR, sistem pasif
STUDI PENDAHULUAN PREPARASI MEMBRAN UNTUK SEL BAHAN BAKAR MEMBRAN ELEKTROLIT POLIMER Maria Cristina P; Yohan Yohan; Noor Anis Kundari
Jurnal Forum Nuklir JFN Vo 2 No 2 November 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.7 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2008.2.2.3287

Abstract

Telah dilakukan preparasi membran penghantar proton untuk sel bahan bakar membran elektrolit polimer (PEMFC) melalui pencangkokan kopolimer dengan cara iradiasi asam akrilat pada polimer induk polietilena linier kerapatan rendah (LLDPE), polietilena kerapatan tinggi (HDPE), dan polipropilena (PP). Kopolimer cangkok dibuat dengan menggunakan iradiasi-γ dan iradiasi berkas elektron. Metode yang digunakan dalam pencangkokan adalah metode radikal peroksida dan metode pencangkokan yang diinisiasi oleh radikal terjebak. Reaksi pencangkokan dilakukan setelah proses iradiasi (pre-irradiation grafting). Kemudian dipelajari pengaruh kondisi-kondisi preparasi dan peran matriks polimer induk. Derajat pencangkokan dipengaruhi oleh dosis total selama radiasi, konsentrasi monomer, suhu pencangkokan, dan waktu pencangkokan. Laju dosis tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil pencangkokan. Kondisi paling baik untuk pencangkokan adalah dosis total 45 kGy, konsentrasi monomer 40% (v/v), suhu pencangkokan 70°C, dan lama pencangkokan 90 menit.Membran dengan matriks polimer berbeda memiliki daya pengembangan dalam air yang berbeda pula. Daya pengembangan dalam air tergantung pada matriks polimer induk. Ini mencerminkan sifat hidrofilik membran. Pengujian daya serap terhadap ion logam dilakukan pada membran cangkok dengan menggunakan analisis teknik spektrometri serapan atom. Daya serap maksimum membran terhadap ion logam secara nonkompetitif menghasilkan Fe > Cu > Co, kecuali membran LLDPE-g-AAc daya serap terhadap Co > Cu. Bila ketiga larutan ion logam dicampurkan sebagai satu jenis larutan umpan, daya serap maksimum membran adalah Fe > Cu > Co.
SEPARATION OF ZIRCONIUM AND HAFNIUM WITH SIR METHOD’S (ADSORPTION AND DESORPTION ION EXCHANGE) Dwi Biyantoro; Noor Anis Kundari; Nofriady Aziz
Jurnal Forum Nuklir JFN VOL 11 NO 1 MEI 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.514 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2017.11.1.4008

Abstract

Precence of hafnium is  more  than 100 mg/kg making it impossible to use as cladding material in nuclear reactor, because of its high adsorption cross section thus inhibite the nuclear fission. The objective of this research is to separate Zr – Hf using SIR method that is by impregrnating extracts to  resin. Extractants used are TBP and D2EHPA, resin used is XAD – 7, and feed used is Zirconium Basic Sulphate (ZBS). In this research is done variation compotition SIR, optimation process adsorption and desoprtion SIR and determintionof equation model in adsorption SIR. The result of this research is composition SIR the most effective for separation Zr – Hf is 5 : 5 for dry method’s and 7 : 3 for wet metode’s, model of equation for Zr nearly Langmuir model, model of equation for Hf nearly Freundlich model and adsorption result effenctively is comparation feed : SIR yaitu 10 mL : 1,5 g (1 : 1,5) with separation factor 30.12 ; separation efficiency Zr 31.47 % and separation efficiency Hf  42.06%.
PENGGUNAAN TEKNIK RADIOGRAFI NEUTRON UNTUK MENDETEKSI SECARA CEPAT TOLERANSI TANAMAN PADI TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN Sutiarso Sutiarso; Miftahudin Miftahudin; Sairun Sairun; Juliyani Juliyani; Setiawan Setiawan; Fahrurrozi Fahrurrozi
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 2 November 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.2.3416

Abstract

PENGGUNAAN TEKNIK RADIOGRAFI NEUTRON UNTUK MENDETEKSI SECARA CEPAT TOLERANSI  TANAMAN PADI TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN. Telah dilakukan penggunaan teknik radiografi neutron untuk  mendeteksi  secara  cepat  toleransi  tanaman  padi  terhadap  cekaman kekeringan. Dua jenis padi yaitu padi gogo dan padi sawah  dipilih sebagai obyek penelitian. Tanaman padi gogo yang diketahui lebih toleran terhadap cekaman kekeringan dibanding padi sawah diamati perkembangan akarnya setelah mengalami cekaman kekeringan dengan mengurangi kandungan air tanahnya hingga 50% dan 25%. Pengamatan perkembangan akar tanaman diamati untuk usia tanaman 2, 3, 4, serta 10 minggu. Pengamatan dengan fasilitas radiografi neutron, RN1 di reaktor  RSG-GAS  secara  in-situ  menunjukkan bahwa untuk usia padi di bawah 4 minggu perkembangan akar tidak teramati dan  akar  mulai teramati dengan jelas pada usia tanaman 10 minggu. Hasil awal menunjukkan babwa padi gogo terbukti lebih toleran terhadap cekaman kekeringan dengan profil  akar yang relatif  lebih  besar  dan  mampu  bertahan  lebih lama terhadap cekaman kekeringan dibanding dengan padi sawah. Hasil ini  menunjukkan  bahwa  teknik radiografi neutron dapat  menjadi metode alternatif untuk mendeteksi toleransi tanaman padi terhadap cekaman  kekeringan.
PENGARUH UNSUR AL DAN MO TERHADAP HASIL ANALISIS URANIUM DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U-MO/AI DENGAN METODE POTENSIOMETRI Iis Haryati; Boybu Boybu; Sutri Indaryati
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 1 Mei 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2505.931 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.1.3477

Abstract

PENGARUH UNSUR Al DAN Mo TERHAOAP HASIL ANALISIS URANIUM DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U-Mo/Al. Telah dilakukan analisis kadar uranium dalam larutan uranil nitrat hasil pelarutan pelat elemen bakar (PEB) U-Mo/AI. Penentuan kadar uranium menggunakan metode potensiometri titrasi reduksi oksidasi dengan fero sulfat sebagai reduktor dan kalium bikromat sebagai oksidator. Pengaruh aluminium di dalam uranil nitrat diteliti pada konsentrasi 500, 1000, 1500. 2000, 2500, 3000. dan 5000 ppm, sedangkan pengaruh Mo diteliti pada konsentrasi 50, 100, 200, 300,400. 500, dan 1000 ppm dengan konsentrasi uranium 1000 ppm. Pengukuran kadar uranium dalam larutan PEB U-Mo/AI dianalisis dengan teknik pemanasan dan ditambahkan asam perklorat, tanpa pemanasan dan pemisahan dengan cara ekstraksi menggunakan TBP/Heksan. Hasil analisis uranium dalam larutan PEB U-Mo/AI dengan teknik pemanasan, tanpa pemanasan dan dalam fase organik berturut-turut sebesar 1.149 g/L, 1,205 g/L dan 1,2 18 g/L, dan ketelitian analisis berturut-turut sebesar 3,2 16%, 5.876% dan 2,391%. Unsur pengolor Al berpengaruh terhadap ketelitian analisis uranium pada konsentrasi 5000 ppm, sedangkan pada konsentrasi ≤ 3000 ppm tidak berpengaruh terhadap ketelitian maupun akurasi analisis. Unsur pengotor Mo dengan konsentrasi 50 ppm sampai dengan 1000 ppm tidak berpengaruh pada hasil analisis uranium baik terhadap ketelitian maupun akurasi analisis. 
Analisis Sifat Termal Logam Uranium, Paduan UMo dan Umosi Menggunakan Differential Thermal Analyzer Yanlinastuti Yanlinastuti; Sutri Indaryati; Rahmiati Rahmiati
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 4 No 2 November 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.953 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2010.4.2.227

Abstract

Telah dilakukan analisis termal terhadap logam uranium, paduan U-7%Mo dan U-7%Mo-1%Si menggunakan Differential Thermal Analyzer (DTA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi sifat termal diantaranya kestabilan panas, temperatur reaksi termokimia dan entalpi. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa logam uranium mengalami perubahan fasa ? menjadi fasa ? pada temperatur 667,16oC dengan entalpi sebesar 2,3034 cal/g dan pada temperatur 773,05oC mengalami perubahan fasa ? menjadi fasa ? dengan panas yang dibutuhkan sebesar 2,8725 cal/g serta pada temperatur 1125,26 oC logam uranium tersebut mengalami peleburan menjadi cair dengan panas yang dibutuhkan sebesar 2,1316 cal/g. Sedangkan paduan U-7% Mo mempunyai kestabilan panas hingga temperatur 650oC, namun diatas temperatur 673,75oC, paduan U-7%Mo mengalami perubahan aliran panas yang ditunjukkan oleh reaksi termokimia dengan terbentuknya puncak endotermik dengan membutuhkan panas sebesar 0.0257 cal/g. Paduan U-7%Mo- 1%Si mempunyai kestabilan panas hingga 550oC, namun pada temperatur 574,18oC paduan tersebut mengalami reaksi termokimia dengan terbentuknya puncak endotermik dengan membutuhkan panas sebesar 0,613 cal/g. Dari ke tiga reaksi termokimia dapat diketahui bahwa logam uranium, paduan U-7%Mo dan U-7%Mo- 1%Si mempunyai kestabilan panas relatif baik hingga temperatur 550oC.
PENGEMBANGAN SISTEM MEKANIK PENGATUR ELEVASI TABUNG PESAWAT SINAR-X LORAD LPX 200 Suroso Suroso; Rully Bachtiar; Bangun Pribadi
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 10 No 2 November 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.315 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2016.10.2.3556

Abstract

PENGEMBANGAN SISTEM MEKANIK PENGATUR ELEVASI TABUNG PESAWAT SINAR-X LORAD LPX 200. Telah dilakukan pengembangan sistem mekanik yang bertujuan untuk menggerakkan tabung pesawat sinar-X LORAD LPX-200 agar diperoleh pengaturan elevasi tabung yang tepat.  Pengembangan sistem mekanik dirancang menggunakan rangkaian roda gigi atau gear reduction yang digerakkan oleh motor, untuk mendapatkan konversi gerak rotasi menjadi gerak linier. Perhitungan dilakukan terhadap pemilihan komponen, ukuran roda gigi, agar mampu menggerakkan tabung sinar-X. Hasil dari desain didapat torsi untuk mengangkat tabung sinar-X sebesar 4,87 Nmm dan mampu digunakan untuk mengangkat tabung sinar-X dengan kecepatan gerak naik dan turun sebesar 50 mm/detik.