cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Forum Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan nuklir, teknologi nuklir, termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
PEMISAHAN MATRIKS 90Sr/90Y MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKROMATOGRAFI BERBASIS FASA DIAM CAMPURAN ALUMINA-SILIKA Sulaiman Sulaiman; Adang H. G.; Artadi Heru W.; Sri Aguswarini; Karyadi Karyadi; Gatot S.; Chairuman Chairuman
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 2 November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2378.311 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.2.3470

Abstract

PEMISAHAN MATRIKS 90Sr/90Y MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKROMATOGRAFI BERBASIS FASA DIAM CAMPURAN ALUMINA-SILIKA. Itrium-90 merupakan radionuklida pemancar  yang mempunyai waktu paruh 64,1 jam dan memancarkan energi  maksimum 2280 keV. Itrium-90 merupakan radionuklida yang banyak digunakan dalam kedokteran nuklir untuk keperluan terapi. ltrium-90 diperoleh dari hasil peluruhan radionuklida 90Sr yang mempunyai waktu paruh 28,1 tahun. Untuk memperoleh radionuklida 90Y, dibutuhkan suatu sistem pemisahan yang sesuai dan pada saat ini yang paling banyak digunakan adaJah sistem generat or 90SrfOY. DaJam penelitian ini, telah dilakukan studi sistem pemisahan 90Y dari 90Sr dengan metode elektrokromatografi untuk parameter tegangan, dan komposisi isian kolom kromatografi. Radionuklida  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah campuran radionuklida 90Sr/90Y yang diperoleh dari hasil fisi. Hasil percobaan yang diperoleh menunjukkan  bahwa  dengan  kondisi elektrokromatografi menggunakan tegangan 400 V selama 4 jam, fasa gerak larutan penyangga sitrat 0,1 M; pH 5 dan fasa diam sepanjang 9 cm dengan komposisi 2 cm silika 0,5 mm, 4 cm alumina, 1 cm campuran silika 0,2 mm : alumina = 1:1 dan 2 cm silika 0,2 mm telah dihasilkan rendemen pemisahan 90Y sebesar 59,63% dengan kemurnian radiokimia 97,30%.
Kesiapan SDM Sebagai TSO dalam Analisis Keselamatan Deterministik Pada PLTN Pertama di Indonesia D.T. Sony Tjahyani
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 4 No 1 Mei 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.504 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2010.4.1.222

Abstract

Dalam peraturan pemerintah nomor 43 Tahun 2006 disebutkan bahwa salah satu syarat yang harus disampaikan dalam proses perizinan konstruksi dan operasi reaktor daya komersial (PLTN) adalah laporan analisis keselamatan pendahuluan dan akhir. Tujuan dari laporan analisis keselamatan adalah untuk memastikan kecukupan dan efisiensi ketentuan yang ada di dalam konsep pertahanan berlapis pada reaktor nuklir. Analisis deterministik digunakan dalam laporan analisis keselamatan. Salah satu tugas TSO (Technical Support Organization) adalah mengevaluasi laporan tersebut berdasarkan permintaan operator atau badan regulasi. Makalah ini membahas mengenai kesiapan SDM sebagai TSO dalam analisis keselamatan deterministik pada PLTN pertama di Indonesia. Kajian dilakukan dengan membandingkan tahapan analisis yang ada di dalam SS-23 dan SS-30 dengan kondisi SDM yang ada di BATAN pada saat ini. Dari hasil kajian menunjukkan bahwa sumber daya manusia analisis keselamatan deterministik siap berfungsi sebagai TSO terutama dalam mereview laporan analisis keselamatan pendahuluan dan merevisi laporan analisis keselamatan akhir dalam proses perizinan PLTN pertama di Indonesia. Sedangkan untuk membuat laporan analisis keselamatan masih diperlukan sejumlah SDM yang berkompeten. Katakunci: SDM,TSO, deterministik, PLTN
ATW (ACCELERATOR DRIVEN TRANSMUTATION WASTE) SEBAGAI TEKNOLOGI ALTERNATIF PENUTUPAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR DJATI H. SALIMY
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 1 No 1 Mei 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.372 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2007.1.1.3269

Abstract

AbstrakATW SEBAGAI TEKNOLOGI ALTERNATIF PENUTUPAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR. Telah dilakukan pengkajian ATW (accelerator-driven  transmutation waste) sebagai alternatif penutupan daur bahan bakar nuklir. ATW adalah perangkat reaktor nuklir subkritis dengan sumber neutron berasal dari akselerator berdaya tinggi, yang dimanfaatkan untuk memfasilitasi proses transmutasi bahan bakar bekas. Proses transmutasi dilakukan terhadap unsur-unsur aktinida minor dan produk fisi umur panjang. Produk dari proses transmutasi adalah unsur-unsur produk fisi yang lebih stabil dengan umur paruh yang pendek, dan listrik. Konsep ATW mempengaruhi sistem daur bahan bakar nuklir yang diadopsi selama ini. Untuk sistem daur terbuka, konsep ATW bisa menjadi alternatif untuk melakukan penutupan daur, yaitu olah ulang bahan bakar bekas untuk diumpankan pada sistem reaktor subkritis. Pada sistem daur tertutup, aplikasi ATW menawarkan sistem daur dobel strata, yaitu suatu sistem daur yang melibatkan daur tertutup konvensional pada strata pertama, dan daur tertutup berbasis teknologi ATW pada strata kedua.
PENILAIAN SAFETY INTEGRITY LEVEL IRADIATOR GAMMA KATEGORI-IV PADA KEGAGALAN SISTEM CRANE PENGONTROL SUMBER ZAT RADIOAKTIF Niken Siwi Pamungkas
Jurnal Forum Nuklir JFN VOL 12 NO 1 MEI 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jfn.2018.12.1.4147

Abstract

PENILAIAN SAFETY INTEGRITY LEVEL IRADIATOR GAMMA KATEGORI-IV PADA KEGAGALAN SISTEM CRANE PENGONTROL SUMBER ZAT RADIOAKTIF. Penelitian penilaian Safety Integrity Level (SIL) telah dilakukan di  fasilitas iradiasi kategori-IV pada sistem crane pengontrol pergerakan sumber zat radioaktif Cobalt-60. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan  tingkatan SIL pada iradiator gamma kategori-IV pada simulasi kegagalan sistem pergerakan crane sumber zat radioaktif. Safety integrity level merupakan cara untuk menunjukkan tingkat kegagalan yang masih dapat diterima dari fungsi keselamatan tertentu. Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode probabilistic risk assessment (PRA) dan initial protection layer (IPL). Nilai frekuensi risiko terhadap paparan sumber zat radioaktif Cobalt-60 saat instalasi iradiator gamma beroperasi adalah bernilai 1,7 x 10-2 fail/year. Nilai sil dari simulasi kegagalan yang dilakukan adalah SIL-4 dengan nilai frekuensi kegagalan sebesar 7x10-7 dengan mengoptimalkan sistem perlindungan high alarm dan interlock systems. Presentase pengurangan risiko yang didapatkan adalah sebesar 99,99%.
Optimasi jumlah tanah liat, tawas dan kapur pada proses pengendapan limbah cair tahu dengan metode perunut I-131 Sugili Putra; Mutia Anggraeni; Suryo Rantjono
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 1 Mei 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2277.962 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2011.5.1.3326

Abstract

Optimasi jumlah tanah liat, tawas dan kapur pada proses pengendapan limbah cair tahu dengan metode perunut I-131
PENGGUNAAN PARAMETER BARU POTENSIAL WOODS - SAXON UNTUK PERHITUNGAN SPEKTRUM TENAGA INTI 208Pb Raden Oktova
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 2 November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2177.969 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.2.3463

Abstract

PENGGUNAAN PARAMETRISASI BARU POTENSIAL WOODS-SAXON UNTUK PERHITUNGAN  SPEKTRUM TENAGA INTI 208Pb. Telah dihitung aras-aras tenaga partikel-tunggal dan lubang-tunggal untuk inti 208Pb menggunakan potensial Woods-Saxon dengan parametrisasi baru dalam ruang koordinat dengan algoritma Numerov. Dibandingkan parametrisasi lama, parametrisasi baru potensial Woods-Saxon berhasil meningkatkan ketelitian deviasi rms tenaga terhadap  eksperimen  hanya  sejauh  menyangkut deviasi rms tenaga partikel-tunggal saja, namun gagal untuk deviasi rms  (root  mean  square) tenaga lubang-tunggal. Dalam hal struktur aras tenaga, parametrisasi  baru justru  menunjukkan  lebih  banyak kesalahan urutan  aras daripada  parametrisasi lama.
Ketidakpastian Pengukuran Isotop Cs-137 dalam Bahan Bakar U3Si2 -Al Pasca Iradiasi Dian Anggraini; Arif Nugroho; Noviarty Noviarty
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.897 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.65

Abstract

dalam uji coba
PENGARUH TEGANGAN DAN WAKTU PADA PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF URANIUM DAN THORIUM DENGAN PROSES ELEKTROKOAGULASI Vemi Ridantami; Bangun Wasito; Prayitno Prayitno
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 10 No 2 November 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.404 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2016.10.2.3494

Abstract

PENGARUH TEGANGAN DAN WAKTU PADA PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF URANIUM DAN THORIUM DENGAN PROSES ELEKTROKOAGULASI. Metode pengolahan limbah radioaktif dengan metode fisika dan kimia yang telah dilakukan dinilai kurang efektif, memerlukan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Untuk itu perlu dilakukan pengolahan limbah uranium dan thorium dengan proses elektokoagulasi untuk memisahkan uranium dan thorium dalam limbah cair. Limbah yang digunakan memiliki kadar kontaminan Uranium dan Thorium 500 mg/liter. Pengolahan dilakukan dengan tegangan 10V, 12,5V, dan 15 volt dengan waktu 10,20,30,40,50,dan 60 menit dengan elektroda alumunium. Hasil penelitian menunjukkan effisiensi penurunan kontaminan terbaik pada pengolahan ini diperoleh pada kondisi 12,5V dan waktu 60 menit untuk uranium, dengan efisiensi sebesar sebesar 97,2 %,  dan thorium pada 12,5 V waktu 30 menit dengan efisiensi penurunan sebesar 99,6 % .
FENOMENA TRANSPORT KOBALT-60 PADA LAPISAN TANAH Ngasifudin .
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 1 Mei 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.518 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.1.331

Abstract

The transport phenomena of cobalt-60 (Co-60) in the soillayer has been investigated using column and batch methods. The association of Co-60 with soil and its components were studied by extraction methods. The concentration profile of Co-60 in the soil column was composed of two logarithmic curves that showing Co-60 would be consist of mobile and immobile fraction. The immobile fraction of Co-60 was adsorbed by soil and was distributed near in the top of column. Although the mobile Co-60 was little sorbed by soil and migrated through the soil column, themaximum concentration of Co-60 in the effluents decreased slightly with increasing length of the soil column. Extraction of Co-60 from the soil and from its components showed that Co-60 was sorbed by manganese oxide and clay minerals. Manganese oxide is one of the soil components that could be decrease the maximum concentration of Co-60 in the effluents. Although the content of manganese oxide in the soil was 0.24-0.29%, manganese oxide is the important component to preventthe migration of Co-60 in the low acidic solution.Keywords : Transport phenomenon, Cobalt-60, soil component Telah dilakukan penelitian tentang fenomena gerakan Kobalt-60 (Co-60) pada lapisan tanah yang dilakukan secara kolom dan batch. Penggabungan Co-60.dengan tanah dan komponennya dipelajari dengan serangkaian teknik ekstraksi. Gambaran konsentrasi Co- 60 di dalam kolom tanah tersusun oleh dua kurva logaritma yang menunjukkan Co-60 terdiri atas fraksi gerak dan tidak-gerak. Fraksi Co-60 tidak-gerak diserap oleh tanah dan didistribusikan di dekat bagian atas kolom. Meskipun Co-60 fraksi gerak hanya sedikit terserap oleh tanah dan di-transportkan melalui kolom tanah, konsentrasi maksimum Co- 60 di dalam efluen sedikit menurun dengan kenaikan panjang kolom tanah. Ekstraksi Co-60 dari tanah dan komponennya menunjukkan bahwa Co-60 diserap oleh mangan dioksida dan komponen lempung. Mangan oksida merupakan salah satu komponen tanah yang dapat menurunkan konsentrasi maksimum Co-60 di dalam efluen. Bahkan kandungan mangan oksida 0,24-0,29% dalam tanah menjadi komponen penting untukmencegah proses transport Co-60 pada larutan keasaman rendah.Kata kunci : Fenomena transport, Kobalt-60, komponen tanah 
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING RADIASI BERBASIS WEBSITE Djiwo Harsono; Adi Abimanyu; Juli Yandika
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 2 November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.602 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.2.3710

Abstract

RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING RADIASI BERBASIS WEBSITE. Sistem monitoring radiasi sangat penting dalam suatu fasilitas nuklir, karena melalui kegiatan monitoring radiasi maka potensi bahaya radiasi dapat dikontrol dan dikurangi. Sistem monitoring radiasi jarak jauh merupakan salah satu cara, untuk meminimalkan resiko potensi bahaya radiasi, dengan cara berada jauh dari sumber radiasi dan tetap bisa melakukan monitoring sumber radiasi tersebut. Selama kegiatan monitoring, data monitoring radiasi merupakan hal yang penting untuk diketahui secara cepat dan dapat diakses dimanapun. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat lunak sistem monitoring radiasi dengan penampil LabVIEW menggunakan state machine jenis arsitektur Queue State Machine, dan membuat database menggunakan XAMPP yang hasilnya dapat diakses melalui website dengan waktu komputasi pemrograman yang optimum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa, sistem telah berhasil menampilkan data monitoring radiasi pada LabVIEW dan membuat database menggunakan XAMPP yang hasilnya dapat diakses melalui website. Data laju paparan yang dikirimkan menggunakan SMS melalui Modem Wavecom dari Alat Monitoring Radiasi, dapat ditampilkan pada LabVIEW dengan waktu komputasi minimal 1053 ms jika tidak ada delay SMS.Kata kunci: monitoring radiasi, modem, SMS, Lab VIEW, database, website