Articles
208 Documents
PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK DATA SURVEYMETER MELALUI GPS DENGAN PORT USB
Adi Abimanyu;
Prajitno Prajitno;
Jumari Jumari;
Jani BS
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 1 Mei 2013
Publisher : BATAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2418.281 KB)
|
DOI: 10.17146/jfn.2013.7.1.3457
PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK PENAMPIL, PENYIMPAN DAN PENGIRIMAN DATA GPS SURVEY METER DENCAN PC MELALUI PORT USB.Telah dibuat perangkat lunak penampil, penyimpan, dan pengiriman data dari GPS Surveymeter dengan PC melalui port USB. Perangkat lunak dibuat menggunakan bahasa pemrograman BASIC dengan compiler BASCOM (Basic Compiler). Perangkat lunak dibuat untuk menampilkan data pada LCD 20 x 4, menyimpan data hasil pengukuran dari GPS Survey meter yang terdiri dari data pengukuran laju paparan, waktu, tanggal, bujur, dan lintang pada EEPROM. Data yang telah tersimpan di dalam EEPROM disusun sedem ikian rupa sebelum dikirimkan ke komputer, karena tipe GPS yang digunakan adalah tipe receiver saja. Metode pengujian perangkat ini adalah dengan pengdilakukan secara langsung menggunakan perangkat keras. Pengecekan isi EEPROM melalui alamat register yang digunakan untuk menyimpan, sedangkan untuk proses pengiriman data melalui pengecekan silang yaitu data yang dikirim diamati melalui LCD sedangkan data yang direrima diamati melalui hyper terminal pada PC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa data dapat ditampilkan dengan baik pada LCD 20 x 4, jumlah data maksimum yang mampu disimpan adalah 47 data dengan besar tiap data adalah 42 byte dan proses pengiriman data berjalan dengan baik. Dengan perangkat ini diharapkan data pada GPS Surveymeter dapat dikomunikasikan secara mudah dan cepat dengan PC melalui port USB.
EKSTRAKSI DAN STRIPPING THORIUM DARI RAFINAT HASIL EKSTRAKSI URANIUM MONASIT BANGKA
Rida Ferliana;
Bangun Wasito;
Riesna Prassanti
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 10 No 1 Mei 2016
Publisher : BATAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (595.277 KB)
|
DOI: 10.17146/jfn.2016.10.1.3488
EKSTRAKSI DAN STRIPPING THORIUM DARI RAFINAT HASIL EKSTRAKSI URANIUM MONASIT BANGKA. Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTBGN- BATAN) yang bekerja sama dengan PT Timah mengimplementasikan penelitian pengolahan monasit menjadi logam tanah jarang ke dalam skala pilot plant 50 kg/hari. Kegiatan tersebut menghasilkan limbah berupa unsur radioaktif seperti uranium dan thorium. Thorium merupakan alternatif pengganti bahan bakar uranium. Agar dapat dijadikan bahan bakar nuklir maka perlu dilakukan pemisahan thorium. Salah satu metode pemisahan adalah ekstraksi-stripping. Ekstraksi-stripping thorium dilakukan menggunakan rafinat ekstraksi uranium pada limbah pengolahan monasit. Solven yang digunakan dalam ekstraksi yaitu TBP dan dalam stripping yaitu HNO3 encer. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh bahwa semakin tinggi keasaman umpan maka rekoveri dan koefisien distribusi thorium semakin meningkat serta semakin tinggi konsentrasi HNO3 maka rekoveri semakin menurun dan koefisien distribusi thorium semakin meningkat. Ekstraksi pada waktu 15 menit, pH umpan 0,09, TBP/kerosin 50/50, dan perbandingan A/O = 1/1 memberikan koefisien distribusi sebesar 13,80 dengan rekoveri ekstraksi sebesar 93%. Stripping pada waktu 15 menit, konsentrasi HNO3 0,1 N, dan perbandingan A/O = 1/1 memberikan koefisien distribusi 1,57 dengan rekoveri sebesar 38,92%. Jika rekoveri thorium ingin ditingkatkan menjadi 95% maka dibutuhkan 2 stage ekstraksi pada perbandingan A/O 1/1, 8 stage stripping pada perbandingan A/O 2/1, dan 5 stage stripping pada perbandingan A/O = 3/1.
PENENTUAN TEBAL PERISAI RADIASI PERANGKAT RADIOTERAPI EKSTERNAL Co-60 UNTUK POSISI PENYINARAN
Krisyanti Krisyanti;
Budi Santoso;
Leli Yuniarsari;
Wiranto B.S.
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 2 November 2014
Publisher : BATAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.77 KB)
|
DOI: 10.17146/jfn.2014.8.2.3705
PENENTUAN TEBAL PERlSAI RADlASI PERANGKAT RADIOTERAPI EKSTERNAL Co-60 UNTUK POSISI PENYINARAN. Telah dilakukan perhitungan tebal perisai radiasi pada kepala gantri perangkat radioterapi eksternal Co-60 untuk posisi penyinaran. Posisi penyinaran adalah ketika sumber Co-60 dikeluarkan untuk melakukan terapi ke pasien. Perisai radiasi dimaksudkan untuk melindungi bagian tubuh pasien yang tidak diterapi sehingga bagian tersebut terlindungi dari paparan radiasi sesuai dengan ketentuan keselamatan radiasi. Perhitungan ini bertujuan untuk menentukan tebal perisai radiasi serta jenis bahan yang digunakan. Perhitungan berdasarkan prinsip pelemahan berkas radiasi gamma () dan ketentuan keselamatan radiasi yang diatur BAPETEN. Dari hasil perbincangan didapatkan bahwa pada saat penyinaran dilakukan, perisai radiasi untuk bagian atas dan samping menggunakan bahan timbal (Lead/Plumbum-Pb) dengan tebal 21 cm, sedangkan untuk bagian bawah menggunakan bahan tungsten (Wolfram-W) dengan tebal 13 cm, dan kolimator dari Pb dengan tebal 21 cm. Dengan perhitungan perisai radiasi ini, paparan yang diterima bagian tubuh pasien yang tidak diterapi adalah kurang dari setengah dari nilai batas dosis (0,5 mSv). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan perisai radiasi pada posisi penyinaran ini memenuhi ketentuan keselamatan yang dipersyaratkan.Kata kunci: Radioterapi eksternal, perisai radiasi, tebal, timbal, tungsten
EVALUASI UNJUK KERJA REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOISOTOP
Noor Anis Kundari;
Djoko Marjanto;
Ardhani Dyah W
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 1 Mei 2009
Publisher : BATAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.74 KB)
|
DOI: 10.17146/jfn.2009.3.1.3293
EVALUASI UNJUK KERJA REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOISOTOP. Penelitian evaluasi unjuk kerja reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) menggunakan perunut radioisotop telah dilakukan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji kebenaran penganggapan bahwa pengadukan atau pencampuran dalam reaktor alir tangki berpengaduk adalah sempurna. Untuk dapat menyelidiki dinamika proses aliran fluida dalam reaktor digunakan radioisotop I-131. Fluida/air yang keluar dari reaktor dicuplik pada waktu13 detik sampai dengan 1373 detik dan dianlisis kadar I-131nya. Unjuk kerja reaktor alir tangki berpengaduk dinyatakan dalam bilangan dispersi (D/uL) dan mengikuti model dispersi aksial sebagai fungsi waktu tinggal rata-rata dan bilangan Reynold. Hasil penelitian menunjukkan bahwa D/uL = 9X10-4(ts*)2 – 6,9X10-1(ts*) + 148 dan D/uL = 65,7 e0,0003/Re. Nilai bilangan dispersi berkisar antara 11,08 sampai 21,4,selalu jauh di atas 0,01 ini berarti pencampuran yang terjadi dalam reaktor alir berpengaduk yang dievaluasi dapat dianggap ideal.
PEMANFAATAN ELEKTRODE GRAFIT BATU BATERAI PADA ANALISIS HASIL STRIPPING ZIRKONIUM SECARA KONDUKTOMETRI
Noor Anis Kundari;
Sudaryo Sudaryo;
Asep Gumilar
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 2 November 2012
Publisher : BATAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jfn.2012.6.2.3446
PEMANFAATAN ELECTRODE GRAFIT BATU BATERAI PADA ANALISIS HASIL STRIPPING ZIRCONIUM SECARA KONDUKTOMETRI. Pemanfatan grafit batu baterai bekas sebagai elektrode untuk menganalisis hasil stripping zirkonium telah dilakukan. Elektrode grafit dibuat sebagai bagian dari alat konduktansi yang dirangkai dengan komponen penting lainnya yaitu transformer dan multimeter digitalmeter. Analisis dilakukan dengan arus bolak-balik yang didasarkan pada perubahan daya hantar listrik akibat pergantian ion-ion dalam larutan cuplikan dengan peniter yang memiliki mobilitas berbeda . Sebelum digunakan untuk analisis konduktometri, alat diuji coba untuk mengukur daya hantar larutan cuplikan pada beberapa konsentrasi dengan variasi tegangan dan jarak elektrode. Berdasarkan hasil uji coba dipilih kondisi yang baik digunakan dalam titrasi konduktometri untuk menganalisis kadar asam bebas dan Zr dalam hasil stripping zirkonium, yakni pada tegangan 12 V dan jarak elektrode 1 cm. Titrasi konduktometri dilakukan terhadap beberapa cuplikan dengan konsentrasi yang bervariasi. Cuplikan dimasukkan ke dalam gelas beker yang dilengkapi dengan pengaduk magnet, termometer, buret berisi larutan NaOH standar, dan rangkaian pengukur daya hantar. Data yang diperoleh dibuat grafik hubungan antara daya hantar dengan volume NaOH. Berdasarkan kecenderungan grafik, diperoleh titik ekivalen yang dapat digunakan untuk menentukan kadar asam bebas dan kadar Zr dalam cuplikan. Setelah dibandingkan dengan analisis secara konvensional, disimpulkan bahwa elektrode grafit batu baterai bekas dapat digunakan sebagai elektrode altematif pada titrasi konduktometri larutan zirkonium hasil stripping.
EFEKTIFITAS KLOROKUIN TERHADAP PERTUMBUHAN PLASMODIUM FALCIPARUM RADIASI SECARA IN VITRO
Darlina Darlina;
Harry Nugroho E.S.;
Anggi Restu A.
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 1 Mei 2014
Publisher : BATAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2285.746 KB)
|
DOI: 10.17146/jfn.2014.8.1.3480
EFEKTIFITAS KLOROKUIN TERHADAP PERTUMBUHAN Plasmodium falciparum RADlASI SECARA IN VITRO. Dalam uji coba bahan vaksin malaria untuk mencegah relawan dari penyakit malaria maka digunakan chemoprophylaxis yang dikombinasikan dengan bahan vaksin yang akan diteliti. Klorokuin merupakan antimalaria yang umum digunakan sebagai chemoprophylaxis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas klorokuin terhadap pertumbuhan P. falciparum 3D7 radiasi. Pengujian Efektivitas klorokuin dilakukan dengan mengencerkan larutan stok 100 µg/ml sebesar 10-4, 10-5, 10-6, 10-7, 10-8 dan 10-9 . Masing-masing pengenceran dimasukkan ke dalam 40 µI suspensi sel darah merah terinfeksi parasit P. falciparum radiasi maupun yang tidak diradiasi dan diinkubasi pada 37°C. Jumlah parasit yang bertahan hidup dihitung setiap hari selama 7 hari melalui apusan tipis. Penambahan klorokuin pada parasit yang diradiasi memberikan respon menekan pertumbuhan parasit terjadi penurunan parasitemia pada semua pengenceran dan pada hari ke-5 parasit pada semua perlakuan mati. Pada parasit yang tidak diradiasi hanya pada pengenceran klorokuin 10-4 yang dapat menekan pertumbuhan parasit sehingga parasit mati pada hari ke-4. Pada pengenceran klorokuin yang lain, parasit tetap hidup hingga hari ke-7. Dapat disimpulkan klorokuin efektif dalam menekan pertumbuhan parasit radiasi.
INTERAKSI TERMOKIMIA BAHAN BAKAR U3SI2 TMU 2,96 GU/CM3 DENGAN MATRIKSS AL DAN KELONGSONG ALMG2
Aslina Br. Ginting;
Dian Anggraini;
Maman Kartaman
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 9 No 1 Mei 2015
Publisher : BATAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (834.104 KB)
|
DOI: 10.17146/jfn.2015.9.1.3560
INTERAKSI TERMOKIMIA BAHAN BAKAR U3Si2 TMU 2,96 gU/cm3 DENGAN MATRIKS Al DAN KELONGSONG AlMg2. Sebelum melakukan pengujian interaksi kelongsong AlMg2 dengan inti elemen bakar U3Si2-Al pasca iradiasi, terlebih dahulu dilakukan pengujian interaksi kelongsong AlMg2 dengan U3Si2-Al pra iradiasi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan menguasai metode uji untuk selanjutnya digunakan dalam pengujian interaksi kelongsong AlMg2 dengan inti elemen bakar U3Si2-Al pelat elemen bekar (PEB) pasca iradiasi di hotcell. Pengujian pra iradiasi dilakukan dengan pemanasan PEB U3Si2-Al di dalam tungku DTA (Differential Thermal Analysis) dengan variasi temperatur sebagai simulasi proses radiasi di dalam reaktor. PEB U3Si2-Al dengan tingkat muat uranium (TMU) 2,9 gU/cm3 berukuran 10x10 mm dipanaskan di dalam tungku DTA pada temperatur 450, 550; 650; 900 dan 1350oC dengan waktu tunda selama 1jam. Analisis mikrostruktur diamati menggunakan SEM/EDS. Interaksi termokimia antara bahan bakar U3Si2 dengan matriks Al maupun kelongsong AlMg2 mulai terjadi pada temperatur 550oC yang ditunjukkan dengan adanya interaksi unsur Al dengan uranium serta migrasi unsur Mg ke batas frame bahan bakar. Pada pemanasan 630oC terjadi peleburan matriks Al dan kelongsong AlMg2. Lelehan matriks Al dan kelongsong AlMg2 secara langsung berinteraksi dengan U3Si2 membentuk aglomerat dan senyawa baru U(Al,Si)x serta UAlx pada pemanasan 900oC dan 1350oC. Pembentukan aglomerat terjadi semakin besar dengan meningkatnya temperatur pemanasan. Interaksi termokimia dan pembentukan senyawa U(Al,Si)x dan UAlx teridentifikasi pada termogram DTA.
VALIDASI METODE AANI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN FASILITAS IRADIASI SYSTEM RABBIT RSG-GAS
Elisabeth Ratnawati;
Theresia Rina M
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 2 No 1 Mei 2008
Publisher : BATAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (134.352 KB)
|
DOI: 10.17146/jfn.2008.2.1.3282
VALIDASI METODE AANI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN FASILITAS IRADIASI SYSTEM RABBIT RSG-GAS. Telah dilakukan validasi metode AANI dengan menggunakan beberapa bahan acuan standar bersertifikat. Validasi metode ini mengacu pada ketentuan yang dikehendaki dalam SNI 19-17025-2005: 5.4.5.1. Berdasarkan hasil validasi metode yang dilakukan melalui pengujian akurasi dan presisi metode, akan dicoba dilihat kaitannya dengan fasilitas iradiasi yang digunakan untuk mengaktifkan sampel. Aktivasi dilakukan pada rabbit system (RS1, RS2, RS3, dan RS4). Hasil validasi menunjukkan bahwa aktivasi sampel yang dilakukan pada fasilitas RS1, RS2, RS3 cukup baik, sedangkan RS4 memberikan hasil pengujian dengan tingkat presisi dan akurasi yang tidak memenuhi syarat (ditolak). Perbedaan hasil yang cukup signifikan ini tidak dipengaruhi oleh posisi fasilitas iradiasi di reaktor, karena dari hasil pengukuran menunjukan bahwa fluks neutron pada ke-empat posisi tersebut memiliki kisaran yanghampir sama yaitu 10 13 n cm-2 s-1.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT UNTUK APLIKASI SINOVEKTOMI RADIASI
Duyeh Setiawan;
Muhammad Basit F
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 2 November 2012
Publisher : BATAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2374.413 KB)
|
DOI: 10.17146/jfn.2012.6.2.3338
SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT UNTUK APLIKASI SINOVEKTOMl RADIASI. Sinovektomi radiasi adalah teknik terapi dengan cara penyuntikan sediaan radiofarmaka ke daerah persendian. Radiofarmaka harus efektif menempatkan radionuklida mencapai sel target in-vivo dalam jumlah optimal dan mempunyai sifat fisik ukuran partikel yang stabil untuk tinggal dalam persendian selama waktu paruh radionuklida. Hidroksiapatit (HAp) mempunyai kemiripan dengan fasa mineral pada matrik tulang dapat dimodifikasi menjadi berbagai jenis sediaan radiofarmaka sebagai pembawa unsur radionuklida untuk aplikasi terapi rheumatoid anhritis. Sintesis hidroksiapatit menggunak:an metode presipitasi telah berbasil dilakukan, yaitu dengan mencampurkan asam dan basa yang menghasilkan kristal dan air. Parameter proses yang dikontrol adalah pH 9 dan 11 dari larutan, sedangkan variabel yang dibandingkan adalah suhu perlakuan panas pada rentang 150-1100 °C. Karakterisasi hidroksiapatit hasil sintesis dilakukan dengan XRD diperoleh ukuran kristalit antara 19-55 nm. Kristalinitas hidroksiapatit didekati menggunakan perhitungan Metode Landi dan didapatkan kristalinitas antara 59 - 97%. Hasil SEM menunjukkan bentuk partikel hidroksiapatit adalah spherical menuju granular. Pengotor utama dalam hidroksiapatit adalah karbonat yang diidentifikasi dari hasil FTIR. Sintesis hidroksiapatit dengan metode reaksi pengendapan dapat mengontrol ukuran partikel, komposisi kimia dan sifat morfologi yang diinginkan untuk terapi dengan teknik sinovektomi radiasi.