cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Forum Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan nuklir, teknologi nuklir, termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
PERANAN IPTEK NUKLIR DALAM EKSPLORASI HIDROKARBON Eko Budi Lelono; Isnawati Isnawati
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 1 No 2 November 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1854.619 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2007.1.2.3274

Abstract

Perkembangan iptek nuklir berpengaruh terhadap teknik eksplorasi hidrokarbon, antara lain terbukti dengan adanya penggunaan isotop radioaktif untuk menentukan umur absolute batuan. Penentuan umur batuan yang pada awalnya menggunakan fosil penunjuk umur (baik mikro  maupun  makro-fosil)  yang  menghasilkan  umur  relatif  batuan,  belakangan  ini diperkaya dengan metode perhitungan peluruhan mineral radioaktif untuk menentukan umur absolute batuan, sehingga posisi stratigrafi suatu lapisan batuan (batuan induk dan reservoir) dapat ditentukan dengan pasti. Sementara itu, aplikasi teknologi nuklir juga dipergunakan dalam survey sumur pemboran eksplorasi yang antara lain dikenal dengan Nuclear Magnetic Resonance   (NMR)   yang   membantu   ahli   geologi   dalam   mengukur   porositas   dan permiabilitas secara langsung di lapangan, sehingga dapat memprediksi keberadaan hidrokarbon. Dari sisi sedimentologi, iptek nuklir juga diaplikasikan dalam laboratorium X Ray Diffraction (XRD Laboratory) untuk menentukan jenis mineral penyusun batuan dan laboratorium Scanning Electron Microscope (SEM Laboratory) untuk mengetahui porositas batuan. Kedua hal tersebut membantu ahli eksplorasi dalam menyusun manajemen reservoir.
Rancang bangun sistem monitor radiasi nirkabel Djiwo Harsono; Joko Sunardi; Suliswanto Suliswanto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 2 November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3918.683 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2011.5.2.3333

Abstract

Rancang bangun sistem monitor radiasi nirkabel. Telah dibangun suatu pemantau radiasi menggunakan teknologi transmisi nirkabel. Radiasi yang memiliki intensitasi tinggi tidak memungkinkan untuk dideteksi dari jarak dekat karena dapat membahayakan keselamatan. Pembuatan sistem monitor radiasi nirkabel ini dapat memantau radiasi dari jarak jauh sehingga dapat meningkatkan keselamatan radiasi. Sistem ini terdiri dari beberapa bagian antara lain detektor Geiger Muller (GM), pembalik pulsa, pembentuk pulsa, catu daya tegangan tinggi, pengubah frekuensi ke tegangan dan pengirim data analog. Untuk menampilkan hasil pengukuran, menggunakan Personal Computer (PC) dengan program visual basic 6.0. Berdasarkan kotak positif standar TTL. Pengubah frekuensi ke tegangan memiliki linieritas yang baik dengan nilai penyimpangan sebesar 4,17%. Dengan menggunakan sumber radioaktif Co-60 aktivitas 20,81 uCi pada 1 Agustus 2006, sistem mampu memantau radiasi dari jarak jauh yaitu 150 m dari sumber radiasi dan besaran radiasi ditampilkan dalam bentuk grafik serta dapat disimpan dalam komputer.
RANCANG BANGUN SISTEM AKUISISI DATA UNTUK PENCARIAN SUMBER RADIASI NUKLIR MENGGUNAKAN ROBOT HEXAPOD Joko Sunardi; Djiwo Harsono; Alan Bantara Alauddin
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 2 November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3254.917 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.2.3460

Abstract

RANCANG BANGUN SISTEM AKUISISI DATA UNTUK PENCARlAN SUMBER RADIASI NUKLIR MENGGUNAKAN ROBOT HEXAPOD. Telah dirancang dan dibangun sistem akuisisi data untuk pencarian sumber radiasi nuklir menggunakan robot hexapod. Tujuan penelitian ini adalah membuat suatu sistem akuisisi data yang dapat diakses dari jarak jauh. Radiasi nuklir ditangkap oleh detektor Geiger Muller menghasilkan pulsa listrik. Pulsa dikondisikan oleh rangkaian inverter dan pembentuk pulsa kemudian dicacah oleh rangkaian minimum system ATMega8. Data selanjutnya ditansmisikan oleh transreceiver UM96 dan ditampilkan pada komputer menggunakan software Borland Delphi. Telah diuji pencarian sumber Co-60 dengan metode sisir sehingga diketahui letak sumber. Jarak jangkau maksimum akuisisi data adalah 220 m. Robot dilengkapi dengan kamera untuk mengetahui lingkungan sekitar robot.
Preparasi 131I-MIBG: Radiofarmaka Diagnosis dan Terapi Neuroblastoma Purwoko Purwoko; Adang Hardi Gunawan; Maskur Maskur; Cahaya Nova A.
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3232.855 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.71

Abstract

dalam uji coba
TINJAUAN KINETIKA PROSES EKSITASI PADA PENENTUAN UNSUR DENGAN SPEKTROGRAFI EMISI NOOR ANIS KUNDARI; SAHAT SIMBOLON; WIWIEN ANDRIYANTI
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 2 No 1 Mei 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2170.669 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2008.2.1.1277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persamaan kecepatan reaksi yang terjadi padaproses eksitasi dalam analisis boron dan kadmium dengan spektrografi emisi. Hal inidimaksudkan agar diperoleh suatu tambahan informasi ilmiah yang teljadi pada proseseksitasi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki teknik analisis menggunakanspekrografi emisi. Data yang dievaluasi adalah analisis boron dan kadmium dalam U308dengan pengemban sulingan campuran Ga203, LiF, dan AgCl. Sebelum dikumpulkan datauntuk keperluan penentuan persamaan kecepatan reaksi, dilakukan optimasi konsentrasipengemban sulingan. Konsentrasi pengemban sulingan terbaik digunakan untuk prosesanalisis. Dari hubungan intensitas dengan konsentrasi pengemban didapatkan konsentrasipengemban yang paling baik adalah 5%. Hubungan kadar boron dan kadmium yangdidapatkan saat eksitasi yang divariasi waktu digunakan untuk menghitung konsentrasisehingga diperoleh hubungan konsentrasi dengan waktu. Dengan metode diferensialdiperoleh diperoleh bahwa reaksi itu mengikuti orde satu. Selanjutnya data diolah denganmenggunakan metode integral, sehingga didapat untuk persamaaan kecepatan reaksiboron yaitu -fa = - dCa = O,066CA' mg dan untuk kadmium yaitu:dt g.sdCed 1mg- rCd = - -- = 0,068 CA -.'dt g.sKata kunci: spektrografi emisi, persamaan kecepatan reaksi, eksitasi
PELINDIAN LEBURAN PASIR ZIRKON KALIMANTAN MENGGUNAKAN AIR PANAS BANCH SCALE Sajima Sajima; Triyono Triyono
Jurnal Forum Nuklir JFN VOL 11 NO 1 MEI 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.132 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2017.11.1.3727

Abstract

PELINDIAN LEBURAN PASIR ZIRKON KALIMANTAN MENGGUNAKAN AIR PANAS BANCH SCALE. Telah dilakukan pengambilan silikat menggunakan cara pelindian air panas banch scale dengan bahan baku pasir zirkon Kalimantan. Perangkat ini terdiri atas bejana sebagai reaktor dengan kapasitas 800 ml, dilengkapi pemanas dan pengaduk. Mula-mula dimasukkan pelarut (air bebas mineral) sebanyak 600 ml, kemudian dipanaskan sambil diaduk. Setelah temperatur tercapai, dimasukkan umpan. Temperatur proses dan kecepatan pengadukan tetap. Apabila kondisi tercapai, proses pelindian dihentikan, kemudian hasil dipisahkan. Si dalam padatan maupun filtrat dianalisis menggunakan AAS. Penelitian ini mempelajari pengaruh temperatur, waktu dan kecepatan pengadukan pelindian. Hasil penelitian membuktikan bahwa temperatur pelindian optimum pada 80oC  kecepatan pengadukan 200 rpm dan lama pelindian 60 menit. Pada kondisi tersebut silikat terambil 84,60 %. Kata kunci: pelindian, pasir zirkon,  temperatur, waktu
Analisis tegangan tembus dan flashover resin bahan feedthrough tegangan tinggi untuk iradiator elektron 300KV/20mA. Totok Darmawan; Hamzah Berahim; Darsono Bachrun
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 1 Mei 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2398.988 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2011.5.1.3322

Abstract

Analisis tegangan tembus dan flashover resin bahan feedthrough tegangan tinggi untuk iradiator elektron 300KV/20mA. Analisis ini bertujuan untuk menganalisis bahan resin yang akan digunakan sebagai bahan untuk membuat feedthrough tegangan tinggi iradiator elektron 300kV/20 mA. Analisis yang dilakukan adalah menguji ketahanan bahan resin terhadap tegangan tembus dan flashover. Berbagai penelitian bahan terus dilakukan dan dikembangkan dengan tujuan meningkatkan unjuk kerja dan kwalitas dari bahan isolator. Penelitian dengan cara membuat variasi komposisi perbandingan sampel uji antara bahan pematangan dan bahan utama resin. Variasi perbandingan yaitu sampel A = 1:400; B=1:600; C = 1: 800; D=1:1000; E=1:1250 dan dicetak dengan ukuran 200 x 200 x 2 (mm). Dari hasil pengujian dan analisa data diperoleh bahwa semakin besar konsentrasi bahan pengeras menjadikan bahan mudah tembus tegangan dan bersifat getas sedang konsentrasi bahan pengeras yang kecil bahan juga mudah tembus tegangan serta bersifat lembek. Tegangan flashover yang timbul dipengaruhi oleh besarnya tegangan tinggi serta jarak elektrode.
PENGKAJIAN IMOBILISASI LIMBAH RADIOAKTIF AKTIVITAS TINGGI DAN ALFA UMUR PANJANG MENGGUNAKAN MATRIKS SYNROC Gunandjar Gunandjar
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 1 Mei 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4276.676 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.1.3458

Abstract

PENGKAJIAN TEKNOLOGI IMOBILISASI  LIMBAH RADIOAKTIF AKTIVITAS TINGGI DAN ALFA UMUR PANJANG MEGGUAKAN MATRIKS SYNROC. Pengkajian teknologi imobilisasi limbah cair radioaktif aktivitas tinggi (LCAT) dan limbah alfa umur panjang menggunakan bahan matriks synroc dilakukan untuk menyiapkan penyimpanan akhir di fasilitas penyimpanan lestari tanah dalam .Synroc adalah bentuk limbah kristalin yang tersusun dari gabungan fase-fase titanat yang stabil dan dipilih karena kestabilan geokimia dan kemampuan kolekiif untuk imobilisasi semua unsur radioaktif dalam  limbah  radioaktif aktivitas tinggi. Pengembangan komposisi synroc untuk imobilisasi limbah tergantung pada kandungan radionuklida, untuk LCAT tipe purex yang mengandung aktinida dikembangkan synroc kaya zirconolite, CaZrTi2O7, untuk limbah uranium dan plutonium dikembangkan synroc     kaya pyrochlore, CaATi2O7 dengan penambahan unsur-unsur absorber netron  (Hf dan Gd)  untuk  mencegah  kritikalitas, dan untuk limbah yang mengandung Tc,Cs, dan Sr (dari produk proses pemanasan LAT) dikembangkan synroc kaya fase hollandite/pirovskite, Ba(Al,Ti)2Ti6O16/CaTiO3. Laju pelindihan untuk unsur-unsur dalam synroc adalah jauh lebih kecil dari pada tipe gelas borosilikat limbah. Bahan matriks synroc untuk imobilisasi  LCAT  lebih  baik  dari pada  menggunakan  matriks gelas borosilikat, dan juga lebih baik untuk imobilsasi limbah alfa umur panjang dari pada  menggunakan aspal dan plastik  polimer.  Di Indonesia, adaptasi teknologi imobilisasi LCAT dengan bahan synroc akan dilakukan untuk imobilisasi LCAT yang ditimbulkan dari uji pasca-iradiasi elemen bakar nuklir dan produksi radioisotop 99Mo, dan untuk limbah alfa umur panjang yang mengandung uranium.
RANCANG BANGUN SISTEM AKUISISI DATA SUMBER RADIASI MELALUI UDARA MENGGUNAKAN ROBOT QUADCOPTER Seno Pandu Ahmad; Muhtadan Muhtadan; Adi Abimanyu
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 10 No 1 Mei 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.934 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2016.10.1.3489

Abstract

RANCANGBANGUN SISTEM AKUISISI DATA SUMBER RADIASI MELALUI UDARA MENGGUNAKAN ROBOT QUADCOPTER. Penelitian pendeteksian sumber radiasi menggunakan quadcopter beserta sistem akuisisinya belum dikembangkan, sehingga dirancang suatu sistem akuisisi data untuk pendeteksian sumber radiasi menggunakan quadcopter. Tujuan penelitian ini untuk pengembangan aplikasi program labview untuk akuisisi data sumber radiasi dan juga perancangan sistem informasi pendeteksian sumber radiasi dengan memetakan dalam kategori daerah radiasi dengan aplikasi google map. Data radiasi dan posisi dari In vehicle module quadcopter dikirimkan melalui sebuah transceiver NiceRF ke control room module, kemudian di proses dengan menggunakan program Labview dan ditampilkan. Setelah proses pendeteksian selesai dilakukan, data pergerakan dipetakan kembali sehingga didapat informasi jejak pergerakan quadcopter dan juga jarak antara titik awal pergerakan quadcopter dengan sumber radiasi. Hasil pengujian menunjukan bahwa program berhasil memberikan informasi posisi sumber radiasi yang terdeteksi. Program juga telah mampu memetakan pergerakan quadcopter, jarak antara operator quadcopter dengan sumber radiasi yang terdeteksi pada pengujian pertama sebesar 20 meter dan pengujian kedua 30 meter. Persentase error dari perbandingan jarak pada pemetaan dengan jarak sebenarnya didapat pada pengujian pertama sebesar 3,8 % dan pada hasil pengujian kedua sebesar 7,14 %.
Studi Penggunaan Detektor Gelembung Sebagai Dosimeter Dan Detektor Kekritisan Sjafruddin Sjafruddin
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2538.093 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.232

Abstract

Suatu studi terhadap detektor gelembung untuk digunakan sebagai dosimeter dan detektor kekritisan nuklir telah dilakukan. Metoda studi adalah dengan cara menginvestigasi karakteristik dari detektor gelembung terhadap radiasi netron untuk mendapatkan kelebihannya sebagai dosimeter netron dan kemungkinan pengembangannya sebagai detektor kekritisan. Hasil investigasi menunjukkan bahwa detektor gelembung jenis BD-100 dan BD-100 R sensitif terhadapnetron cepat, tidak sensitif terhadap gamma, responnya cepat, dapat digunakan berulang untuk jenis BD-100 R, dosis radiasi dapat dibaca secara langsung dan jumlah gelembung sebanding dengan besar dosis. Batas dosis tertinggi untuk tipe BR-100R (1.5) dan BD-100R (3.3) berturutturut adalah 180 mrem dan 560 mrem. 1ndikator bunyi akustik yang ditimbulkan oleh interaksi netron pada tetesan mikroskopik cairan superheated dapat dimanfaatkan untuk mengembangkannya sebagai detektor kekritisan nuklir.