cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
ANALISIS PENGATURAN POSISI CONTROL RODS PADA KONSEP REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL INDONESIA PASCA REACTOR SCRAM Syarip, Khoirul Anam, Dwi Priyantoro
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 2 Juli 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.534 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.2.3008

Abstract

ANALISISPENGATURAN POSISI CONTROL RODS PADA KONSEP REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL INDONESIA PASCA REACTOR SCRAM POST REACTOR SCRAM CONTROL RODS POSITION ADJUSTMENT ANALYSIS FOR THE INDONESIAN EXPERIMENTAL POWER REACTOR CONCEPT. ABSTRAK ANALISIS PENGATURAN POSISI CONTROL RODS PADA KONSEP REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL INDONESIA PASCA REACTOR SCRAM. Telah dilakukan analisis simulasi pengaturan posisi batang-batang kendali untuk melanjutkan operasi reaktor daya eksperimental (RDE) paska scram setelah beroperasi pada periode waktu tertentu. Pengendalian reaktivitas pada reaktor RDE yang akan dibangun di Indonesia dengan rujukan high temperature gas reactor (HTR) 10 MWt, dilakukan dengan 10  pasang batang-batang kendali atau control rod (CR). Apabila terrjadi kondisi abnormal maka CR secara otomatis akan jatuh tersisip ke dalam reflektor  reaktor sehingga reaktor scram dan berada pada kondisi subkritis. Untuk melanjutkan operasi reaktor pasca scram diperlukan analisis terkait pengaruh reaktivitas negatif dari Xenon dan suhu. Pada makalah ini disajikan hasil simulasi yang dilakukan untuk penentuan posisi CR paling optimum untuk melanjutkan operasi reaktor, menggunakan simulator PCTRAN-HTR. Simulasi dilakukan pada variasi 70%, 85% dan 100% dari tingkat daya penuh dan dengan variasi waktu operasi 50 s, 10.000 s, dan 20.000 s di mana setelah reaktor beroperasi pada tingkat-tingkat daya dan waktu operasi tersebut reaktor mengalami scram. Untuk melanjutkan operasi lagi maka CR harus dinaikkan lagi dan diatur ke posisi tertentu sampai   reaktor mencapai kondisi kritis lagi pada tingkat daya nominal tersebut. Hasil yang telah diperoleh menunjukkan bahwa dengan posisi CR naik 52 % sudah bisa menghasilkan kondisi kritis dan mampu mengatasi reaktivitas negatif peracunan xenon maupun suhu. Kata kunci: RDE, HTR, operasi reaktor, batang kendali, reaktivitas, scram ABSTRACT POST REACTOR SCRAM CONTROL RODS POSITION ADJUSTMENT ANALYSIS FOR THE INDONESIAN EXPERIMENTAL POWER REACTOR CONCEPT. Analytical study using PC-based simulator has been carried out on control rods position adjustment of the Indonesian experimental power reactor concept or reaktor daya ekperimental (RDE) in a post reactor scram to continue operation after a certain operation period. Reactivity control of the RDE uses 10 pairs of control rods (CRs), which is based on that applied in the high temperature gas reactor (HTR) 10 MW(t). If an abnormal operating condition occurs, these control rods automatically dropped to the reflector that bring the reactor into a scram and subcritical condition. To continue reactor operation after a period of time, the CRs should be withdrawn to achieve recriticality. Prior to any CRs withdrawal, an analysis of negative reactivity effects of Xenon (poissoning) and fuel temperature coefficient should be done. Simulations using PCTRAN-HTR simulator to determine the optimum CRs positions in achieving reactor criticality for continuation of reactor operation is presented in this paper. The simulations were conducted by varying the reactor power levels at 70%, 85% and 100% of full power, respectively. The reactor operation time was varied at 50s, 10000s, and 20000 s prior to the reactor scram. Adjustment of CRs position should be done to continue reactor operation at those nominal power levels by withdrawing the CRs to the proper positions. The simulation results show that recriticality can be achieverd by whitdrawing the CRs 52% of farther and the negative reactivity from xenon poisoning and temperature could be overcome. Keywords : RDE, HTR, reactor operation, control rod, reactivity, scram.
EFFECTS OF NITROGEN ION IMPLANTATION ON HARDNESS AND WEAR RESISTANCE OF THE Ti-6Al-4V ALLOY Sudjatmoko, Lely Susita R.M., Wirjoadi, Bambang Siswanto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Vol 18, No.2 (2015)
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.319 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.2.2657

Abstract

ABSTRACT EFFECT OF NITROGEN ION IMPLANTATION ON HARDNESS AND WEAR RESISTANCE OF THE Ti-6Al-4V ALLOY. The nitrogen ion implantation technique was chosen for improving surface hardness and the wear resistance properties of the Ti-6Al-4V alloy. An optimum nitrogen ion dose of 5 ´ 1016 ion/cm2 and ion energies of 70, 80 and 100 keV were used in this study. Microstructure, chemical composition and surface morphology studied using the technique of Scanning Electron Microscope (SEM) coupled with Energy Dispersive X-ray (EDX) and X-ray Diffraction (XRD). Analysis of the SEM-EDX micrographs and XRD diffraction patterns indicate that implanted layer on the surface of the Ti-6Al-4V alloy sample showed the presence of Ti2N and TiN phases which very hard and excellent wear resistance properties. Microhardness was measured by Vickers method, and the wear resistance was determined using the wear test equipment that work based on the amount of samples material lost during wear time. The results of measurements clearly indicate that implanted layer on surface of the Ti-6Al-4V alloy sample produced an optimum enhancement of hardness properties and wear resistance, and it occurs at ion energy of 80 keV and ion dose of 5 ´ 1016 ion/cm2. It is obtained that the hardness of implanted layer was increased by a factor of 2.1; whereas the wear resistance increased up to a factor of 27 compared to the standard sample. The increase in hardness and wear resistance of implanted layer are mainly due to the formation of Ti2N and TiN phases.
ANALISIS UJI FUNGSI SISTEM ELEKTRODE IGNITOR UNTUK SUMBER ELEKTRON KATODE PLASMA Lely Susita R.M., Sudjatmoko, Bambang Siswanto, Ihwanul Aziz
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Vol 18, No.2 (2015)
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.838 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.2.2749

Abstract

ABSTRAK ANALISIS UJI FUNGSI SISTEM ELEKTRODE IGNITOR UNTUK SUMBER ELEKTRON KATODE PLASMA. Sistem elektrode sumber elektron katode plasma adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menghasilkan  plasma pulsa di dalam bejana generator plasma secara terkendali. Sistem elektrode terdiri dari sistem elektrode ignitor yang menginisiasi lucutan plasma dan sistem elektrode pembentuk plasma. Sistem elektrode ignitor yang dirancang tersusun dari bahan kuningan dan di depannya diberi penyambung dari bahan magnesium, bahan isolator terbuat dari teflon karena mempunyai nilai resitivitas elektrik yang tinggi (>1018 Ω cm), dan anode dibuat  dari bahan SS 304 non magnetik. Bahan magnesium digunakan sebagai katode, karena magnesium mempunyai sifat fisis laju erosi paling rendah (11,7 μg/C) dan energi kohesif yang rendah sekitar  1,51 eV/atom.  Dengan demikian semakin besar arus menuju katode akan semakin besar pula lucutan spot plasma yang dihasilkan.  Hasil uji fungsi sistem elektrode ignitor diperoleh arus spot plasma 10,58 A dengan lebar pulsa 39 μs.  Spesifikasi katode yang digunakan pada sistem elektrode ignitor berbentuk silinder dengan diameter 6 mm dan panjang 20 mm. Untuk frekuensi pengulangan spot plasma 10 Hz, katode akan tererosi dan berkurang sepanjang 17,64 μm, sedangkan untuk katode tererosi membentuk kerucut, maka katode akan berkurang sepanjang 26,46 μm untuk waktu pengujian sumber elektron katode plasma selama 5 jam.  Bentuk erosi dari katode dipengaruhi oleh arus spot plasma, lebar pulsa serta kevakuman bejana plasma.
PEMISAHAN ZIRKONIUM (Zr) DAN HAFNIUM (Hf) MEMAKAI CAMPURAN SOLVEN TBP-D2EHPA DAN AMBERLITE XAD-16 Dwi Biyantoro, I Made Sukarna, Agus Suyanto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 20 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.924 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2017.20.1.3044

Abstract

PEMISAHAN ZIRKONIUM (Zr) DAN HAFNIUM (Hf) MEMAKAI CAMPURAN SOLVEN TBP-D2EHPA DAN AMBERLITE XAD-16. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi (perbandingan ekstraktan dan resin) SIR yang efektif untuk pemisahan Zr dan Hf, mengetahui model kesetimbangan adsorpsi Zr dan Hf dengan menggunakan SIR, dan mengetahui hasil adsorpsi yang paling efektif dari perbandingan berat SIR. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode SIR yaitu mengimpregnasikan suatu ekstraktan ke dalam resin. Ekstraktan yang digunakan yaitu campuran TBP dan D2EHPA (1: 3), resin yang digunakan yaitu XAD-16, dan umpan yang digunakan yaitu ZOC. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan komposisi SIR, setelah diperoleh hasil variasi SIR yang efektif. Selanjutnya dilakukan proses adsorpsi umpan ZOC dengan menggunakan SIR. Kemudian disaring, filtrat hasil penyaringan dianalisis dengan XRF. Sedangkan padatan SIR hasil adsorpsi di desorpsi menggunakan asam sulfat. Kemudian hasil desorpsi dianalisis menggunakan spektrometer XRF. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh hasil komposisi SIR yang paling efektif untuk pemisahan Zr-Hf yaitu perbandingan ekstraktan dan resin = 5: 5 untuk metode kering maupun metode basah, persamaan kesetimbangan untuk Zr mendekati model kesetimbangan Langmuir sedangkan persamaan kesetimbangan untuk Hf mendekati model kesetimbangan Freundlich serta hasil adsorpsi yang paling efektif yaitu perbandingan umpan dengan SIR = 10 mL:5 g dengan β = 0,1831 ; η Zr = 26,39% serta η Hf = 66,19% untuk metode kering dan β = 0,1557 ; η Zr = 25,17% serta η Hf = 68,36% untuk metode basah. Hasil yang diperoleh pada proses desorpsi yaitu 2 M H2SO4. Kata kunci: SIR, TBP, D2EHPA, Resn XAD-16, Zr, dan Hf.
PENAKSIRAN KONTAMINASI LOGAM BERAT DAN KUALITAS SEDIMEN SUNGAI CIMADUR, BANTEN Th Rina Mulyaningsih; Siti Suprapti
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 18 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.342 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.1.2842

Abstract

Asesmen kualitas sedimen sungai  dapat dilakukan melalui perhitungan  indek polusi.  Adanya kegiatan penambangan emas di Cikotok, ditengarai  berdampak terhadap penurunan kualitas sungai Cimadur.  Telah dilakukan  perhitungan indeks polusi oleh logam berat Hg, As, Cr, Co dan Zn terkandung dalam sedimen Sungai Cimadur Cikotok Banten.  Sampling sedimen dilakukan di 9 lokasi sampling sepanjang sungai Cimadur. Kuantifikasi  logam berat dalam sampel dilakukan dengan menggunakan teknik analisis aktivasi neutron. Hasil asesmen berdasarkan nilai faktor pengkayaan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan konsentrasi logam berat Hg, As, Cr, Co dan Zn karena faktor antropogenik. Berdasarkan nilai indek geoakumulasi diketahui bahwa lokasi sampling telah tercemar, terutama oleh Hg dan As. Logam berat terkandung dalam sedimen memberikan resiko ekologis terhadap lingkungan dengan urutan Cr<Zn<As<Hg. Berdasarkan nilai indek beban polusi (PLI), semua lokasi sampling tercemar oleh logam berat Hg, As, Cr, Co dan Zn.  Logam berat ini dapat bersumber dari bebatuan alam dan karena kegiatan penambangan emas. Evaluasi berdasarkan nilai indek resiko ekologis potensial, menunjukkan bahwa pencemaran logam berat  ini akan memberikan dampak resiko ekologis terhadap lingkungan sekitarnya dari tingkat rendah hingga tinggi, sehingga perlu pemantauan dan pengelolaan lingkungan yang tepat untuk menurunkan beban pencemaran yang ada di lokasi tersebut.
STUDI KRITIKALITAS REAKTOR RISET DAYA RENDAH BERBAHAN BAKAR U3Si2Al Tri Wulan Tjiptono
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Vol 18, No.2 (2015)
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.394 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.2.2747

Abstract

Abstrak STUDI KRITIKALITAS REAKTOR RISET DAYA RENDAH BERBAHAN BAKAR U3Si2Al.  Kegiatan ini sebagai kajian awal untuk modifikasi teras reaktor TRIGA, atau membangun reaktor riset daya rendah dengan bahan bakar U3Si2Al produksi dalam negeri.   Studi kritikalitas ini menggunakan konfigurasi teras 4x4 terdiri 12 perangkat bahan bakar (FA) dan 4 perangkat bahan bakar-kendali (CFA) di mana  perangkat bahan bakar-kendali ditempatkan ditengah. Tingkat kekritisan (besarnya kef) teras reaktor dihitung dengan program MCNP-4C untuk teras dengan tinggi bahan bakar 60 cm.  Tingkat kekritisan tersebut juga dihitung untuk beberapa kondisi teras reaktor yaitu semua bahan penyerap neutron di dalam, di luar teras dan sebagian di luar teras dan lainnya posisinya di atur sebagai simulasi kondisi kritis saat operasi reaktor.  Dari hasil perhitungan kekritisan dengan kondisi semua penyerap di luar teras, di dalam teras diperoleh harga faktor perlipatan neutron efektif (kef ) masing-masing 1,0104 ; 0,74232 dan untuk sebagain penyerap di luar teras dan sebagain lainnya di dalam teras diperoleh harga faktor perlipatan neutron 1,001.   Berdasar hasil studi ini konfigurasi teras 4x4 dengan perangkat bahan bakar U3Si2-Al dapat digunakan untuk  modifikasi teras reaktor TRIGA atau membangun reaktor riset daya rendah baru.  
EKSTRAKSI Zr DAN Hf MENGGUNAKAN CAMPURAN EKTRAKTAN TBP DAN CYANEX 921 Susana Tuning S, Tri Handini, Dwi Biyantoro, Samin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.472 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.1.2762

Abstract

ABSTRAK EKSTRAKSI Zr DAN Hf MENGGUNAKAN CAMPURAN EKTRAKTAN TBP DAN CYANEX 921. Telah dilakukan ekstraksi larutan Zr yang mengandung Hf menggunakan campuran extraktan TBP dan Cyanex 921. Sebagai fasa air digunakan larutan campuran ZrO(NO3)2 dan HfO(NO3)2 yang mengandung Zr 26 gr/L dan Hf 0,5 gr/L dan penggaram NaNO3 3,5 M, sedangkan ekstraktan atau fasa organik adalah campuran 30% TBP dan Cyanex 921 dengan variasi konsentrasi yang diencerkan dengan kerosen. Parameter yang diteliti yaitu konsentrasi ekstraktan, kecepatan pengadukan, waktu pengadukan, dan perbandingan fasa air dan fasa organik.  Untuk analisis Zr dan Hf digunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF).  Dari hasil optimasi proses ekstraksi Zr dan Hf dari larutan Zr-Hf dengan menggunakan campuran ekstraktan TBP dan Cyanex 921 diperoleh kesimpulan sebagai berikut: konsentrasi ekstraktan Cyanex 921 adalah 12,5%, waktu pengadukan selama 25 menit dengan kecepatan pengadukan 500 rpm, dan perbandingan fasa air dan fasa organik  1 : 1,5.  Pada kondisi ini diperoleh faktor pisah (FP) Zr-Hf = 6,447, efisiensi ekstraksi Zr = 93,57% dan untuk Hf = 69,31% serta Kd Zr = 14,556 dan Kd Hf  = 2,258.
PEMETAAN LAJU DOSIS GAMMA DI GREEN HOUSE DENGAN METODE MONTE CARLO PROGRAM PHITS Rasito Tursinah; Putu Sukmabuana
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 2 Juli 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.743 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.2.3032

Abstract

Pemetaan laju dosis gamma di green house dilakukan dalam rangka proteksi dan keselamatan radiasi personil. Laju dosis gamma dihasilkan dari adanya penggunaan radionuklida 134Cs dan 60Co dalam kegiatan penelitian faktor transfer dan remediasi. Di dalam ruang green house terdapat 12 buah kotak ukuran 1 x 1 x 0,5 m3 yang diisi tanah andosol dengan tebal tanah 20 cm dan 2 buah bak oval panjang 1,7 m, lebar 0,5 m dan tinggi 0,5 m yang diisi air. Dari 12 kotak tersebut 6 kotak diisi tanah yang dikontaminasi radionuklida, sedangkan dari 2 bak oval 1 bak diisi air yang dikontaminasi. Radionuklida kontaminan yang digunakan pada penelitian pertama adalah 134Cs dan pada penelitian kedua adalah 60Co dengan aktivitas masing-masing 2 MBq. Dengan menggunakan program komputer PHITS yang berbasis perhitungan Monte Carlo laju dosis gamma di dalam dan di luar ruang green house dihitung. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh laju dosis gamma adalah 0,1 µSv/jam – 1 µSv/jam baik untuk sumber 134Cs ataupun 60Co. Nilai laju dosis gamma tersebut terkategori aman karena masih di bawah nilai batas yang diijinkan untuk pekerja maupun publik.
PENENTUAN ARUS SPOT PLASMA DAN ARUS PLASMA LUCUTAN BUSUR PADA SISTEM SUMBER ELEKTRON KATODE PLASMA MENGGUNAKAN TEKNIK KOIL ROGOWSKI Wirjoadi, Bambang Siswanto, Lely susita R.M., Agus Purwadi, Sudjatmoko
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Vol 18, No.2 (2015)
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.739 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.v18i2.2647

Abstract

ABSTRAK PENENTUAN ARUS SPOT PLASMA DAN ARUS PLASMA LUCUTAN BUSUR PADA SISTEM SUMBER ELEKTRON KATODE PLASMA MENGGUNAKAN TEKNIK KOIL ROGOWSKI. Telah dilakukan eksperimen uji fungsi sistem elektrode ignitor dan sistem elektrode generator plasma untuk menentukan arus spot plasma dan arus plasma lucutan busur dengan teknik koil Rogowski. Sistem elektrode ignitor yang mendapat catudaya dari sistem IDPS dapat menghasilkan arus spot plasma 11,68 ampere dengan lebar pulsa sekitar 33 ms; nilai tersebut lebih besar dari rancangan mungkin karena komponen elektronik yang digunakan pada sistem IDPS tidak sesuai dengan yang direncanakan. Untuk sistem elektrode generator plasma yang mendapatkan catudaya dari sistem ADPS mampu menghasilkan arus plasma lucutan busur sekitar 103,15 ampere dengan lebar pulsa sekitar 96 ms, dan nilai ini sesuai dengan yang direncanakan. Berdasarkan nilai arus plasma lucutan busur ini  dapat ditentukan rapat elektron plasma, yaitu sekitar 10,12 ´ 1019 elektron/m3 dan dengan nilai kerapatan elektron plasma ini, sistem elektrode ignitor dan generator plasma cukup baik jika digunakan sebagai sistem sumber elektron katode plasma.
KAJIAN KEKRITISAN REAKTOR KARTINI DENGAN TERAS BERBAHAN BAKAR PLAT U3Si2-Al Tri Wulan Tjiptono, Tri Nugroho
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Vol 18, No.2 (2015)
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.505 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.2.2654

Abstract

Abstrak KAJIAN KEKRITISAN REAKTOR KARTINI DENGAN TERAS  BERBAHAN BAKAR PLAT  U3Si2-Al.  Telah dilakukan kajian kekritisan reaktor Kartini dengan teras Berbahan bakar plat U3Si2-Al.  Di dalam  makalah ini disajikan hasil kajian kekritisan teras dari aspek neutronik dari beberapa model teras yang mungkin dapat digunakan sebagai pengganti teras reaktor Kartini.   Dua parameter reaktor yang digunakan sebagai indikator keselamatan  adalah nila faktor puncak daya (perbandingan daya maksimum dengan daya rerata teras) dari suatu teras reaktor  dan nilai faktor perlipatan neutron efektip pada kondisi penyerap di dalam teras.  Kedua parameter reaktor tersebut dapat dihitung dengan program MCNP.  Dari beberapa model teras yang dikaji diperoleh hasil bahwa nilai faktor daya puncak  antara  1,64 – 1,84  yang merupakan nilai pada umumnya terjadi dalam operasi reaktor.  Nilai faktor perlipatan neutron efektip dengan penyerap dalam teras berkisar 0,53 – 0,85 berarti tingkat subkrtik yang cukup.  Model teras paling cocok sebagai pengganti teras TRIGA adalah model konfigurasi teras reaktor JRR4.