cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
EKSPERIMEN PEMBUATAN SISTEM PENGANALISIS UNSUR DENGAN METODE GAMA SERENTAK MENGGUNAKAN SUMBER NEUTRON Pu-Be Syarip Syarip
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 5 Nomor 1 Januari 2002
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.089 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2002.5.1.210

Abstract

EKSPERIMEN PEMBUATAN SISTEM PENGANALISIS UNSUR DENGAN METODE GAMA SERENTAK MENGGUNAKAN SUMBER NEUTRON Pu-Be. Telah dilakukan eksperimen dalam rangka pembuatan sistem penganalisis unsur-unsur dengan metode analisis aktivasi neutron gama serentak atau promt gamma neutron activation analysis (PGNAA). Tujuan eksperimen ini adalah untuk mengembangkan metode analisis aktivasi neutron sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi unsur-unsur yang memiliki waktu paroh sangat pendek. Eksperimen dilakukan dengan susunan alat yang terdiri dari : sumber neutron isotopik PuBe, detektor gama HPGe, kolimator neutron dari grafit, jarak cuplikan dengan sumber neutron 20 cm. Pengujian dan kalibrasi sistem dilakukan dengan menggunakan sumber standar Co60 dan Cs137. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pengukuran fluks neutron pada target cuplikan dengan menggunakan foil Au198 menghasilkan fluks neutron rerata 3,26.104 n cm-2s-1. Sedangkan nilai resolusi dan efisiensi sistem PGNAA tersebut masing-masing adalah 5,6 % dan 0,66 %. Uji coba sistem dengan cuplikan berupa foil Ag108 menunjukkan hasil sesuai yang diharapkan.
KARAKTERISTIK DIAMETER AEROSOL LURUHAN THORON DENGAN IMP AKTOR BERTINGKA T Eko Mulyadi
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 2 Juli 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.705 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.2.1284

Abstract

Telah dikembangkan penelitian tentang Thoron dan luruhannya. Pada penelitianini telah dilakukan pengukuran diameter aerosol luruhan Thoron dalam ruang tertutup denganperlakuan chamber tertutup dan terbuka. Pengukuran diameter aerosol luruhan Thoron dilakukanmenggunakan impaktor Andersen 13 tingkat dengan laju alir 3 liter permenit. Setiap tingkatimpaktor dicacah dengan spektrometri gamma HP-Ge pada energi 238.6 keV (isotop Pb-2I2). Hasilstudi menunjukkan bahwa ikatan aerosol luruhan Thoron terdistribusi bimodal dengan ActivityMedian Aerodynamic Diameter (AMAD) adalah (0. I :t 0.004) j.lm fraksi 36% dan (7.0 :t 5.6) j.lmfraksi 6% dengan perlakuan chamber tertutup dan AMAD (0.1 :t 0.006) j.lm fraksi 39% dan (4.0±3.0) j.lm fraksi 8% dengan perlakuan chamber terbuka.
PENGARUH KANDUNGAN SULFUR TERHADAP KONSTANTE KISI KRISTAL CuIn (Sx,Se1-x)2 Wirjoadi Wirjoadi; Bambang Siswanto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 13 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.153 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2010.13.2.50

Abstract

PENGARUH KANDUNGAN SULFUR TERHADAP KONSTANTE KISI KRISTAL CuIn (Sx,Se1-x)2. Telah dilakukanpreparasi paduan bahan semikonduktor CuIn (Sx,Se1-x)2 yang dapat digunakan sebagai bahan target (CISS) denganteknik Bridgman. Target paduan CuIn (Sx,Se1-x)2 dibuat dari bahan Cu, In, Se dan S. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh kanndungan sulfur terhadap konstante kisi kristal paduan CuIn (Sx,Se1-x)2. Karakterisasistruktur kristal dengan mengunakan XRD. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa struktur kristal CuIn (Sx,Se1-x)2dengan intensitas optimum terorientasi pada bidang (112), dengan sudut hamburan 2θ berturut-turut 26,90o, 27,27odan 27,64o untuk x = 0,2; 0,5 dan 0,8. Dari perhitungan nilai konstannte kisi kristal a dan c serta volume unit sel a 2cdari kristal CuIn(Sx,Se1-x)2 telah mengalami penurunan akibat pengaruh penambahan kandungan sulfur.Kata kunci : sulfur, paduan, bridgman, struktur kristal.
PENGARUH DOSIS IMPLANTASI ION NITROGEN PADA SIFAT KAPASITANSI POLIMER PVDF DAN PVDF-HFP Riza Nor Hudayawan; Darsono Darsono; Damar Yoga Kusuma
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 21 Nomor 2 Juli 2018
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.964 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2018.21.2.4486

Abstract

Material berdensitas energi elektrik tinggi sebagai bahan dielektrik kapasitor sangat diperlukan dalam industri bidang elektronika. Tujuan penelitian ini ialah mengkarakterisasi dan menganalisis polimer PVDF( Poly vinylidene fluorde) dan PVDF-HFP (Poly vinylidene fluoride-co-hexafluoropropene)  sebelum dan sesudah diimplan ion nitrogen. Metode penelitian yang dilakukan ialah menyiapkan sampel lapisan tipis Polimer PVDFdan PVDF-HFP kemudian diimplan menggunakan ion nitrogen pada dosis 4,69 x 1016 ion/cm2 hingga 1,41 x 1018 ion/cm2 pada energi 10 keV. Selanjutnya nilai kapasitansi, faktor disipasi dan kekuatan dielektrik sampel dikarakterisasi menggunakan LCR meter GW-Instek 800. Morfologi dan ikatan struktur dari sampel dikarakterisasi menggunakan SEM dan FTIR. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai kapasitansi sebesar 4,3 kali pada polimer PVDF dan 1,4 kali pada polimer PVDF-HPF. Peningkatan nilai kapasitansi disebabkan bertambahnya ikatan rangkap C=C pada PVDF dan PVDF-HFP yang diimplan ion nitrogen. Hal tersebut dibuktikan dari hasil karakterisasi FTIR dan SEM. Namun demikian nilai kekuatan dielektrik mengalami penurunan akibat semakin konduktifnya polimer PVDF dan PVDF-HPF. Untuk sampel PVDF ada kapasitansi optimum dicapai pada dosis 9,38 x 1017 ion/cm2 sedangkan untuk sampel PVDF-HFP diatas dosis tersebut memperlihatkan gejala saturasi. Nilai kapasitansi optimal diperoleh berturut-turut sebesar 0,089483 nF, faktor disipasi 0,129613 % pada polimer PVDF dan 0,134889 nF, faktor disipasi 0,09784 % untuk polimer PVDF-HFP.
UJI FUNGSI SISTEM NITRIDASI ION UNTUK PERLAKUAN PERMUKAAN Suprapto Suprapto; Tjipto Sujitno; Sayono Sayono
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 10 Nomor 2 Juli 2007
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.823 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2007.10.2.163

Abstract

UJI FUNGSI SISTEM NITRIDASI ION UNTUK PERLAKUAN PERMUKAAN. Telah dilakukan uji fungsi sistemnitridasi ion untuk perlakuan permukaan. Uji fungsi bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem nitridasi ion yang telahdirancang bangun untuk meningkatkan kekerasan permukaan logam. Dalam uji fungsi dilakukan uji kevakuman,penggunaan sistem nitridasi ion untuk nitridasi cuplikan (baja poros) dan karakterisasi cuplikan hasil nitridasi. Hasil ujikevakuman menunjukkan bahwa kevakuman dengan tabung reaktor plasma dan tanpa tabung reaktor plasma tidakmenunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu 3,7 x 10-2 mbar dan 3 x 10-2 mbar sehingga kebocoran yang terjadicukup kecil. Uji penggunaan sistem nitridasi ion menunjukkan bahwa: nitridasi dengan campuran gas N2 dan H2 dapatmengoptimalkan proses nitridasi sehingga diperoleh kekerasan yang lebih tinggi dibanding pada proses nitridasidengan gas N2 yaitu 868,5 KHN dengan kekerasan 4,05 kali kekerasan sebelum dinitridasi, sedangkan dengan gas N2didapatkan kekerasan 523,5 KHN. Pengamatan kedalaman difusi nitrogen dengan pengujian kekerasan penampangmelintang dan struktur mikro mendekati sama terbukti bahwa pengukuran kekerasan melintang pada kedalaman 110mm hampir sama dengan material induk, sedangkan pada pengamatan struktur mikro perubahan butir terjadi sampaipada kedalaman 95 mm. Dengan hasil ini sistem nitridasi ion dapat berfungsi dengan baik untuk proses nitridasisehingga dapat meningkatkan kekerasan permukaan.
PEMBUATAN LAPISAN TIPIS SILIKON AMORF TERHIDROGENASI (a-Si:H) UNTUK BAHAN SEL SURYA Wirjoadi Wirjoadi; Sudjatmoko Sudjatmoko; Yunanto Yunanto; Bambang Siswanto; Sri Sulamdari
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 6 Nomor 1 Januari 2003
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.336 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2003.6.1.201

Abstract

PEMBUATAN LAPISAN TIPIS SILIKON AMORF TERHIDROGENASI (a-Si:H) UNTUK BAHAN SEL SURYA. Telah dilakukan pembuatan lapisan tipis silikon amorf terhidrogenasi (a-Si:H) untuk bahan sel surya. Lapisan tipis silikon amorf telah diketahui dan dapat dibuat, akan tetapi bahan lapisan tipis tersebut tidak dapat dimanfaatkan sebagai piranti elektronik. Pengontrolan valensi semi konduktor telah membuka jalan untuk pemanfaatan bahan tersebut untuk piranti-piranti elektro-nik terutama untuk piranti lapisan tipis photovoltaic, karena piranti photovoltaic seperti sel surya membutuhkan luasan aktif yang sangat besar untuk pengumpulan energi surya. Dalam penelitian ini deposisi lapisan tipis silikon amorf terhidrogenasi (a-Si:H) dilakukan dengan metode sputtering pada beberapa variasi parameter, yaitu suhu substrat, tekanan gas dan lama waktu deposisi untuk mendapatkan sifat listrik, terutama nilai resistivitas lapisan optimum. Berdasarkan perhitungan dan analisa data pengukuran dengan probe empat titik, maka lapisan tipis silikon amorf diperoleh hasil nilai resistansi sebesar R = (1,68 ± 0,02) MΩ, nilai resistivitas ρ = (1,80 ± 0,05) Ωm dan nilai konduktivitas σ = (0,57 ± 0,02) Ω-1m-1, yang ini diperoleh pada kondisi suhu 300 oC, tekanan gas 7 x 10-2 torr, waktu deposisi 1,5 jam. Sedangkan hasil untuk lapisan tipis silikon amorf terhidrogenasi (a-Si:H) diperoleh nilai resistansi optimum sebesar R = 1349,66 MΩ, pada suhu 300 oC, tekanan gas 3,8 x 10-2 torr dan waktu deposisi 1,5 jam.
VALIDASI PAKET PROGRAM NODAL3 UNTUK KASUS STATIS BENCHMARK TERAS REAKTOR PWR Tagor Malem Sembiring; Surian Pinem
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.258 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.2.18

Abstract

VALIDASI PAKET PROGRAM NODAL3 UNTUK KASUS STATIS TERAS BENCHMARK REAKTOR PWR. Persamaan difusi neutron dengan metode nodal telah menjadi metode standar dalam perhitungan parameter neutronik teras reaktor daya air ringan, seperti reaktor air bertekanan (PWR) atau air mendidih (BWR), karena waktu komputasi yang cepat dan hasilnya akurat. Paket program NODAL3 telah dikembangkan untuk menyelesaikan persamaan difusi neutron dengan metode nodal polinom (PNM) dalam geometri 3-dimensi (3-D). Validasi hasil perhitungan NODAL3 untuk kasus statis teras benchmark reaktor PWR (Pressurized Water Reactor), seperti IAEA-2D, BIBLIS, KOEBERG dan IAEA-3D, disajikan dalam penelitian ini. Teras benchmark yang dipilih mewakili kasus 2-D dan 3-D dan mempunyai karaktristik yang berbeda, sehingga dapat menentukan keakuratan NODAL3 dari aspek neutronik yang luas. Parameter neutronik statis yang dihitung adalah faktor perlipatan efektif, keff, faktor puncak daya (FPD) dan profil distribusi FPD ke arah aksial. Dibandingkan dengan acuan, hasil perhitungan NODAL3 menunjukkan bahwa untuk nilai keff terdapat perbedaan maksimum sebesar 0,006% (Δk). Sedangkan untuk FPD radial dan FPD aksial maksimum, selisih maksimum dengan acuan masing-masing sebesar -0,006 dan 0,051. Untuk kasus 3-D, hasil perhitungan NODAL3 konsisten dengan hasil perhitungan paket program nodal tervalidasi PARCS dan NESTLE. Riset ini menunjukkan bahwa akurasi paket program NODAL3 dalam menghitung parameter neutronik teras benchmark reaktor PWR, baik kasus 2-D dan 3-D, menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Oleh karena itu, paket program NODAL3 siap untuk diaplikasikan dalam analisis neutronik reaktor PWR yang riil.Kata kunci : metode nodal, reaktor PWR, teras benchmark, faktor perlipatan efektif, faktor puncak daya
SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZIRKONIUM DIOKSIDA UNTUK DIGUNAKAN SEBAGAI MATRIK KOLOM GENERATOR RADIOISOTOP 113Sn -113mIn Duyeh Setiawan, Fuji Octa Indah Suciati
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 20 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.928 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2017.20.1.3137

Abstract

Radioisotop 113mIn memiliki potensial untuk aplikasi di berbagai situasi industri sebagai pelacak untuk bahan cair, organik dan padat. Sistem dua fase yang terdiri dari padat dan cair sering ditemui di berbagai unit proses di industri yang dirancang untuk memisahkan atau memurnikan suatu komponen.  Memahami perilaku dari tahapan proses dalam industri adalah sangat penting untuk menyelidiki kinerja sistem.  Radioisotop 113mIn dengan energi gamma 391 keV dan waktu paruh 1,7 jam sangat ideal sebagai pelacak kedua fase tersebut, dapat digunakan untuk pengukuran langsung disebagian besar industri.  Radioisotop 113mIn diekstraksi dari generator 113Sn - 113mIn menggunakan kolom matrik zirkonium dioksida dan eluen HCl untuk menghasilkan 113mInCl3.   Zirkonium dioksida dibuat dari zirkonil klorida (ZrOCl2.8 H2O ) menggunakan metode presipitasi telah berhasil dilakukan, yaitu dengan mencampurkan zirkonil klorida dan amonia  yang menghasilkan kristal dan air.  Parameter proses yang dikontrol adalah pH 7 dari larutan, sedangkan variabel yang dibandingkan adalah suhu perlakuan panas pada rentang 400 – 900 oC.  Karakterisasi zirkonium dioksida hasil sintesis dilakukan dengan XRD diperoleh ukuran kristalit antara 12 – 15 nm.  Hasil SEM menunjukkan bentuk partikel zirkonium dioksida adalah spherical menuju granular.  Sintesis zirkonium dioksida dengan metode reaksi pengendapan dapat mengontrol ukuran partikel, komposisi kimia yang diinginkan untuk digunakan sebagai matrik kolom generator radioisotop 113Sn - 113mIn.
PENCANGKOKAN SECARA RADIASI ASAM AKRILAT PADA SELULOSA DENGAN KEBERADAAN METIL METAKRILAT Meri Suhartini
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.15 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.1.2760

Abstract

ABSTRAK PENCANGKOKAN SECARA RADIASI ASAM AKRILAT PADA SELULOSA DENGAN KEBERADAAN METIL METAKRILAT. Dalam studi ini Selulosa pada jerami padi diisolasi secara kimia melalui tahap delipifikasi, demineralisasi, pulping dan delignifikasi. Modifikasi selulosa dilakukan menggunakan metode kopolimerisasi cangkok secara simultan dengan inisiator sinar gamma pada dosis 10 kGy; 20 kGy; 30 kGy; 40 kGy.  Sebagai monomer digunakan asam akrilat (AA) dan metil metakrilat (MMA) dengan 2 macam variasi perbandingan konsentrasi. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan selulosa yang mempunyai sifat fisik kimia tertentu yang dapat dipergunakan sebagai adsorben ion logam pada limbah cair bersuhu tinggi. Pada paper ini konsentrasi pembahasan lebih pada modifikasi selulosa menggunakan metode pencangkokan secara iradiasi. Dilakukan analisis derajat pencangkokan, rasio pengembangan, temperatur degradasi menggunakan differential scanning calorimetry (DSC) dan gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil studi menunjukan  bahwa dosis iradiasi optimal dicapai pada 30 kGy, dengan  persen pencangkokan sebesar 87,99 %. Keberhasilan kopolimerisasi ditunjukkan dengan munculnya puncak baru dari gugus fungsi C=O pada bilangan gelombang 1705 cm-1, C=C pada 1576 cm-1. Temperatur degradasi selulosa setelah pencangkokan dicapai pada 550 °C dan rasio pengembangan dalam air sebesar 117,04%. Keberadaan metil metakrilat menurunkan rasio pengembangan kopolimer selulosa-AA dalam air sebesar  335,42% dibandingkan kopolimer selulosa-AA tanpa MMA.
OPTIMATION OF DECY-13 CYCLOTRON MAGNET MAPPING SYSTEM Taufik Taufik; Kurnia Wibowo; Frida Iswining Dyah; Suprapto Suprapto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 2 Juli 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.879 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.2.2865

Abstract

OPTIMATION OF DECY-13 CYCLOTRON MAGNET MAPPING SYSTEM. A cyclotron magnet serves to deflect the particle beam so that the beam trajectory is circular and also serves to focus the beam. The magnetic flux density of a cyclotron magnet must satisfy the isochronous field. The magnetic field distribution need to be measured in order to know that the magnetic flux density have fulfilled the isochronous field, therefore a mapping system is needed to obtain the magnetic field distribution data. The design and construction of mechanical system of magnetic field mapping has been carried out in 2013 using fly mode algorithm, but the test results is not accurate yet. Therefore it is necessary to  optimize of the magnetic field mapping system.  The aim of this optimation is to improve the accuracy of step position and the precission of magnetic field measurement of the mapping system of DECY-13 cyclotron magnet.  The research was done by changing the mapping methods that previously based on the fly mode with the step mode. In the step mode, the magnetic field data will be taken when the probe has been completely stopped at the specified position. The magnet mapping system has been optimized with 99.89% of the average step position accuracion.  The mapping system has to start at minimum of 2 hours after the MPS is turned on, in order to get 3.53 gauss of the precision of magnetic field measurement. Although the magnetic field measurement of 1st sensor and 2nd sensor have 6.3 gauss of measurement maximum different but the two sensors have the same pattern of magnetic field average. The mapping result from one of 2 sensors can be used to calculate magnetic field parameter if the magnetic field is symmetric.