cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
BEAM MODELING FOR PGNAA EXPERIMENTAL FACILITY AT KARTINI REACTOR Tegas Sutondo
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Vol 18, No.2 (2015)
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.144 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.2.2817

Abstract

BEAM MODELING FOR PGNAA EXPERIMENTAL FACILITY AT KARTINI REACTOR. A feasibility study on possible use of Kartini reactor’s beam port for Prompt Gamma Neutron Activation Analysis (PGNAA) experimental facility is going on. This work is part of the revitalization program activities of Kartini research reactor, including utilization of the available irradiation facilities. This paper presents results of beam modeling at the tangential beam port to get neutron beam meeting the specified criteria. The study was conducted by means of simulations using MCNPX code. The result concludes that there are several possible variations of collimator models that can provide neutron beam meeting the specified criteria and that tangential beam port is considered to be feasible enough for the purpose of PGNAA experimental facility
EKSTRAKSI Y, DY, GD DARI KONSENTRAT ITRIUM DENGAN SOLVEN TBP, D2EHPA Tri Handini; Bambang EHB; Sri Sukmajaya
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 20 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3237.493 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2017.20.1.3072

Abstract

EKSTRAKSI Y, Dy, Gd DARI KONSENTRAT ITRIUM DENGAN SOLVEN TBP DAN D2EHPA. Telah dilakukan pemisahan Y, Dy, dan Gd dari konsentrat itrium hasil olah pasir senotim dengan cara ekstrasi cair - cair. Pasir senotim adalah sumber logam tanah jarang dengan kandungan utama itrium. Solven yang akan digunakan untuk proses ekstraksi yaitu TBP dan D2EHPA dalam pengencer kerosen. Umpan ekstraksi adalah konsentrat itrium yang dilarutkan dalam suasana asam nitrat. Penentuan kadar itrium Y, Dy, dan Gd di analisis menggunakan alat pendar sinar - X. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemisahan itrium yang relatif murni. Pada proses ekstraksi pemisahan Y, Dy, dan Gd variabel yang berpengaruh antara lain : konsentrasi asam nitrat dalam larutan umpan, waktu ekstraksi, perbandingan umpan dan fasa organik dan konsentrasi solven dalam fasa organik. Dari hasil percobaan diperoleh kondisi terbaik adalah keasaman umpan 0,5 M, waktu ekstraksi 15 menit, kecepatan pengadukan 250 rpm, solven 15 % D2EHPA dengan pengencer Kerosin, perbandingan FA : FO = 1 : 1. Pada kondisi ini diperoleh harga faktor pisah Y-Dy = 22,576 dan Y-Gd = 59,2.
UJI BANDING METODE SSA DAN AAN PADA ANALISIS UNSUR MAYOR DAN MINORDALAM MINERAL ZIRKON KALIMANTAN. C. Supriyanto, Sukirno, Samin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 18 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.641 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.1.2825

Abstract

UJI BANDING METODE SSA DAN AAN PADA  ANALISISUNSUR MAYOR DAN MINORDALAM MINERAL ZIRKON KALIMANTAN. Telah dilakukan perbandingan metode spektrometri serapan atom (SSA) dan analisis aktivasi neutron (AAN) pada analisis unsur mayor dan minor (Cr, Fe, Al, Si, Hf dan Zr) dalam cuplikan mineral zirkon dari Kalimantan. Validasi metode uji SSA dan AAN dilakukan dengan melakukan analisis unsur Cr, Fe, Al, Si, Hf dan Zrdalam CRM pasir zirkon buatan PTAPB-BATAN tahun 2009. Berdasarkan perhitungan secara statistik, diperoleh nilai akurasi dan presisi dengan metode SSA dan AAN masing-masing berada pada rentang persyaratan 95 – 110 %  dengan presisi masing-masing < 5 %. Diperoleh kadar  unsur Cr, Fe, Al,Si, dan Zr dalam cuplikan dengan metoda SSA masing-masing Cr : 0,123 ± 0,004 %, Fe : 3,522 ± 0,119 %, Al : 0,345 ± 0,002%, dan Zr : 38,161 ± 1,022 %, dengan metode AAN Cr : 0,110 ± 0,007 %, Al : 3,764 ± 0,320 %, Al : 0,549 ± 0,006 %, dan Zr : 38,986 ± 0,330 %. Hasil uji t menunjukkan rerata konsentrasi unsur Cr, Fe, dan Zr pada tingkat perbedaan dengan signifikansi 5 %, tidak ada perbedaan rerata konsentrasi unsur karena masing-masing nilai t0< tt(5%). Sedangkan unsur Al terdapat perbedaan rerata konsentrasi karena nilai t0> tt(5%) (2,793 > 2,28), meskipun demikian pada tingkat perbedaan dengan signifikansi 1 %  tidak ada perbedaan rerata konsentrasi karena nilai t0< tt(1%) (2,793 < 3,169). Hasil uji F terhadap kedua metode uji menunjukkan  untuk analisis unsur Cr dan Zr pada tingkat perbedaan dengan signifikansi 5 % tidak ada perbedaan kecermatan, karena masing-masing diperoleh nilai F0< Ft(5%),(3,063 dan 0,104 < 5,05). Sedangkan unsur Fe dan Al terdapat perbedaan kecermatan karena masing-masing diperoleh nilai F0> Ft(5%)(7,231 dan 9,0 >5,05), meskipun demikian pada tingkat perbedaan dengan signifikansi 1 %  tidak ada perbedaan kecermatan uji karena masing-masing diperoleh nilai F0<Ft(1%), (7,231 dan 9,0  <10,97).
PENGARUH KADAR Mo TERHADAP FASA g-UMo, SIFAT TERMAL DAN DENSITAS PADUAN UMo EFFECT OF Mo CONTENT ON THE g-UMo PHASE, THERMAL CONDUCTIVITY AND DENSITY OF UMo ALLOY M Husna Alhasa; Masrukan Masrukan; Jan Setiawan
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 20 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.941 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2017.20.1.3164

Abstract

PENGARUH KADAR Mo TERHADAP FASA g-U-Mo, SIFAT TERMAL DAN DENSITAS PADUAN UMo. Paduan uranium-molibdenum hasil peleburan dengan kadar 2%, 5%, 10% dan 15%  Mo dalam kondisi vakum dikenai perlakuan panas.  Paduan UMo dipanaskan hingga suhu 900 oC pada daerah g dan didinginkan secara cepat ke daerah suhu kamar dengan media air. Spesimen paduan UMo kemudian dianalisis struktur fasa, konduktivitas termal dan densitas paduan. Hasil analisis pola difraksi sinar x paduan UMo pasca-peleburan dengan kadar 2%, 5% dan 10% Mo menghasilkan puncak puncak fasa a dan d. Pola difraksi paduan UMo pasca-pendingin cepat dengan kadar 2%, 5% dan 10% Mo menghasilkan puncak puncak fasa g dengan bidang hkl 110, 200, 211 dan 220. Pembentukan fasa g dalam bentuk body centered cubic, BCC merupakan hasil  transformasi dari fasa a+d (orthorombik dan tetragonal). Struktur fasa g relatif stabil dan stabillitasnya semakin meningkat dengan semakin tinggi kadar Mo. Namun demikian konduktivitas termal dan densitas paduan UMo mengalami penurunan dengan meningkatnya kadar Mo. Struktur fasa g-UMo metastabil relatif baik diatas kisaran 5-10% kadar Mo.  
DESORPSI ION Fe2+, Cr3+, DAN Zn2+ DALAM KONSENTRAT ZIRKON DENGAN HNO3, HCL, HNO3+HCL DAN H2O Muzakky, Supriyanto C
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.719 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.1.2761

Abstract

ABSTRAK DESORPSI ION Fe2+, Cr3+, DAN Zn2+ DALAM KONSENTRAT ZIRKON DENGAN HNO3, HCL, HNO3+HCL DAN H2O.  Telah dilakukan studi tentang desorpsi ion Fe2+, Cr3+, dan Zn2+ dalam konsentrat zirkon dengan HNO3, HCl, HNO3+HCl dan H2O.  Tujuan dari penelitian ini (1) mendapatkan data % desorpsi, profil desorpsi dan konstanta desorpsi Fe2+, Cr3+ dan Zn2+ kedalam HNO3, HCl, HNO3+HCl dan H2O. Selanjutnya ke (2) penelitian ini akan memprediksi kecepatan konstanta desorpsi (kdes).  Penelitian  desorpsi dan konstanta kecepatan desorpsi dilakukan dengan teflon bom digester dengan variasi waktu kontak.  Hasil % desorpsi, laju desorpsi dan konstanta desorpsi ternyata pelarut HCl terbaik untuk ion Zn2+ dengan harga kdes 6,61×10-3 menit-1, dengan urutan  harga kdes berturut-turut ion Zn2+ > Fe2+> Cr3+. Pada penggunaan pelarut HNO3 diperoleh harga kdes terbaik pada ion Fe2+dengan harga  kdes 6,1×10-3 menit-1, dengan urutan  Fe2+> Cr3+ > Zn2+.  Pada penggunaan campuran HNO3+HCl diperoleh harga kdes yang mirip dengan penggunaan pelarut  HNO3 dengan perolehan kdes untuk ion Cr3+ 3,8 ×10-3 menit-1.  Sementara untuk pelarut H2O tampaknya hanya Fe2+ yang mempunyai harga kdes paling tinggi sebesar 1,04×10-3 menit-1.
ANALISA PERMUKAAN MATERIAL ALUMINIUM PADUAN (AlSiCu) HASIL NITRIDASI ION Suprapto Suprapto; Tjipto Sujitno; Taufik Taufik
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 2 Juli 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.658 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.2.2999

Abstract

ABSTRAK ANALISA PERMUKAAN MATERIAL ALUMINIUM PADUAN (AlSiCu) HASIL NITRIDASI ION. Paduan aluminium (AlSiCu) merupakan material yang banyak digunakan untuk komponen mesin misalnya piston dan pully karena ringan dengan kekuatan spesifiknya yang tinggi.  Kelemahan utama dari paduan ini adalah kekerasan dan kehandalan aus yang rendah.  Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan perlakuan permukaan dengan teknik nitridasi ion untuk meningkatkan kekerasan permukaan maupun kehandalan ausnya.  Proses nitridasi ion ini dilakukan dengan berbagai variasi parameter meliputi: lamanya proses, tekanan dan temperatur.  Untuk mengetahui hasil proses nitridasi dilakukan analisa struktur mikro dan komposisi unsur, uji keras maupun uji aus baik untuk sampel awal maupun yang telah di nitridasi.  Dari hasil pengujian diperoleh bahwa kondisi optimum dari parameter proses dicapai pada lamanya proses 3 jam, tekanan 1,2 mbar dan temperatur 150 °C.  Berdasarkan analisa struktur mikro dan unsur untuk hasil nitridasi pada kondisi optimun diperoleh perubahan struktur permukaan akibat terbentuknya senyawa AlN dan Al2O3 dan terdeksi kandungan unsur nitrogen serta oksigen masing masing sebesar 3.95 %/berat dan 29.93%/berat.  Untuk uji keras dan aus diperoleh kekerasan permukaan meningkat dari 60,24 VHN untuk material awal menjadi 120,88 V setelan dinitridasi yaitu 2,01 kalinya, keausan turun (ketahan aus meningkat) dari 4,1 × 10-5 mm2/kg menjadi 3 × 10-6 mm2/kg atau terjadi peningkatan ketahan aus sebesar 13.67 kalinya.  Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan kekerasan maupun ketahanan aus  kemungkinan besar disebabkan oleh terbentuknya senyawa AlN maupun Al2O3.  Dari data tersebut juga dapat disimpulkan bahwa dengan meningkatnya kekerasan maupun ketahan aus maka umur pemakaiaan komponen juga meningkat (umur pemakaian lebih lama)
PENGARUH DOPING MgO TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK KERAMIK CSZ UNTUK ELEKTROLIT PADAT SOFC Eneng Hasanah, Dani Gustman Syarif, David Edison Tarigan
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Vol 18, No.2 (2015)
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.507 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.2.2653

Abstract

ABSTRAK PENGARUH DOPING MgO TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK KERAMIK CSZ UNTUK ELEKTROLIT PADAT SOFC. Telah dilakukan pembuatan elektrolit padat untuk Solid Oxide Fuel Cell (SOFC). Elektrolit padat SOFC dibuat dari bahan Calcia Stabilized Zirconia (CSZ) yang didoping denganMagnesium Oxide. Konsentrasi dopingMagnesium Oxide dalam % berat adalah 0%; 0,1%, dan 0,3%. Setelah serbuk CSZ dan MgO dicampur dan digerus hingga homogen, serbuk campuran ditekan,yang diikuti dengan penyinteran pada suhu 14500C selama 4 jam. Impedansi keramik hasil sinter diukur dengan menggunakan LCRmeter untuk mengetahui konduktivitas ioniknya. Struktur kristal dianalisis dengan menggunakan X-Ray diffractometer (XRD) dan struktur mikro dianalisis dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa elektrolit padat CSZ dan CSZ yang didoping MgO mempunyai struktur kubik. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi MgO, semakin besar pula ukuran butir.Doping MgO dengan konsentrasi 0,3 % dapat meningkatkan konduktivitas ionik elektrolit padat CSZ dari 0,017 mS/cm menjadi 0,089 mS/cm.
PENGARUH AKTIVITAS 99Mo TERHADAP PROFIL RENDEMEN 99mTc PADA GENERATOR 99Mo/99mTc DENGAN KOLOM MATERIAL BERBASIS ZIRKONIUM (MBZ) Miftakul Munir; Enny Lestari; Endang Sarmini; Herlina Herlina; Sriyono Sriyono; Marlina Marlina
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 20 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.666 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2017.20.1.3038

Abstract

Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN telah mengembangkan Material Berbasis Zirkonium (MBZ) dengan kapasitas serap terhadap Molibdenum-99 (99Mo) lebih dari 150 mg Molibdenum/gram. Material ini masih perlu dikembangkan, salah satunya adalah kemampuannya untuk melepaskan Teknesium-99m (99mTc) pada saat proses elusi. Pada penelitian ini, dilakukan studi pengaruh aktivitas 99Mo terhadap profil rendemen 99mTc. Variasi aktivitas 99Mo yakni diserapkan ke dalam MBZ, kemudian 99mTc dielusi setiap hari sampai hari keenam dengan menggunakan larutan NaCl 0,9%. Berdasarkan analisis ANOVA two-factor without replication dengan taraf signifikansi 5%, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada profil rendemen 99mTc dengan variasi aktivitas 99Mo (P-value=0,017631), perbedaan juga ditemukan pada pola garis regresinya. Semakin besar aktivitas 99Mo yang diserapkan ke MBZ, semakin rendah persentase hasil elusi 99mTc yang diperoleh pada hari pertama dan cenderung meningkat pada elusi berikutnya.
EVALUASI ASPEK FARMASETIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SECARA IN-VITRO KIT DIAGNOSTIK 99mTc-KANAMYCIN Eva Maria Widyasari; Maula Eka Sriyani; Iim Halimah; Hendris Wongso; Teguh Hafiz Ambar Wibawa; Iswahyudi Iswahyudi; Ahmad Sidik
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 18 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.402 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2015.18.1.2786

Abstract

Angka kematian akibat infeksi dari tahun ke tahun terus meningkat. Berbagai usaha terus dilakukan guna menekan angka kematian yang ada, salah satu contohnya dengan pengembangan metode diagnostik berbasis nuklir. 99mTc-Kanamycin merupakan kit diagnostik potensial untuk dikembangkan menjadi senyawa bertanda yang dapat digunakan dalam mendiagnosis penyakit infeksi. Kanamycin adalah sebuah antibiotik berspektrum kerja luas yang telah lama digunakan dalam menekan pertumbuhan bakteri baik itu bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Selain harus memenuhi standar sifat fisika dan kimia, 99mTc-Kanamycin juga harus melalui tahapan uji preklinis sebelum diuji cobakan pada manusia (uji klinis). Berbagai aspek farmasetik yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi uji sterilitas, uji pirogenitas dan uji toksisitas, serta uji aktivitas antibakteri. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa sediaan 99mTc-kanamycin steril, bebas pirogen, tidak toksik dan daya hambat terhadap bakteri relatif sama dengan kanamycin tidak bertanda radioaktif. Uji uptake sediaan terhadap bakteri optimum pada waktu 24 jam inkubasi pada suhu 37oC. Hasil uji uptake maupun uji daya hambat terhadap bakteri menunjukkan bahwa 99mTc-kanamycin lebih aktif terhadap bakteri S. aureus dibandingkan terhadap E.coli.
PENGARUH DOSIS ION NITROGEN PADA KETAHANAN KOROSI, STRUKTUR MIKRO DAN STRUKTUR FASE BIOMATERIAL STAINLESS STEEL AUSTENITIK 316L Lely Susita R.M., Bambang Siswanto, Ihwanul Aziz, Anjar Anggraini H
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.304 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.1.2777

Abstract

ABSTRAK PENGARUH DOSIS ION NITROGEN PADA KETAHANAN KOROSI, STRUKTUR MIKRO DAN STRUKTUR FASE BIOMATERIAL STAINLESS STEEL AUSTENITIK 316L. Keberhasilan pemanfaatan biomaterial untuk piranti cangkok ortopedik ditentukan oleh sifat-sifat mekanik, stabilitas kimia dan biokompatibilitas dalam jaringan dan cairan tubuh. Ketahanan korosi adalah salah satu sifat utama biomaterial untuk menentukan keberhasilan cangkok ortopedik dalam jaringan tubuh. Terlepasnya partikel-partikel dari piranti cangkok ortopedik berbahan metal ke sekitar sel atau jaringan dapat mengakibatkan peradangan, reaksi alergi, toksisitas dan karsinogen. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan perbaikan sifat-sifat permukaan biomaterial stainless steel austenitik 316L dengan teknik implantasi ion nitrogen dan nitridasi ion. Implantasi ion nitrogen dilakukan pada energi ion 60 keV dengan variasi dosis ion 2 ´ 1016 ion/cm2, 5 ´ 1016 ion/cm2, 1 ´ 1017 ion/cm2 dan 2 ´ 1017 ion/cm2. Ketahanan korosi cuplikan stainless steel austenitik 316L dalam larutan Hanks dilakukan dengan menggunakan potensiostat PGS-201T, dan ketahanan korosi optimum cuplikan diperoleh pada dosis ion 5 ´ 1016 ion/cm2 dan terjadi peningkatan ketahanan korosi dengan faktor 2,1 jika dibandingkan dengan cuplikan tanpa implantasi ion nitrogen. Peningkatan ketahanan korosi cuplikan tersebut karena terbentuknya nitrida besi x-Fe2N dan e-Fe3N pada permukaan cuplikan. Selanjutnya cuplikan stainless steel austentik 316L dengan ketahanan korosi optimum tersebut dinitridasi ion pada suhu nitrodasi 350 ºC dan waktu nitridasi 4 jam. Berdasarkan uji korosi cuplikan yang dihasilkan dengan nitridasi ion diperoleh peningkatan  ketahanan korosi dengan faktor 2,96 jika dibandingkan dengan cuplikan sebelum implantasi ion. Peningkatan ketahanan korosi cuplikan tersebut diakibatkan karena terbentuknya  nitrida besi x-Fe2N dan g¢-Fe4N yang memiliki sifat ketahanan korosi yang baik.