cover
Contact Name
Ishartiwi
Contact Email
-
Phone
+62274554689
Journal Mail Official
jpk_plb@uny.ac.id
Editorial Address
Department of Special Education, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jalan Colombo No 1 Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus)
ISSN : 18580998     EISSN : 25806475     DOI : https://dx.doi.org/10.21831/jpk
Core Subject : Education, Social,
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) is a multidisciplinary publication presenting primary research and scholarly reviews related to special education. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) provides research articles and scholarly reviews on special education for individuals with mild to severe disabilities. The journal publishes traditional, ethnographic, and single-subject research; intervention studies, integrative reviews on timely issues, and critical commentaries; and special thematic issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Khusus" : 5 Documents clear
ANALISIS POTENSI DAN MASALAH PADA FASE KONSEPTUALISASI PENGEMBANGAN MODEL SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Hermanto Hermanto; Bambang Budi Wiyono; Ali Imron; Imron Arifin
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.884 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v12i1.12836

Abstract

Tahap penting dalam penelitian dan pengembangan adalah analisis potensi dan masalah. Analisis potensi dan masalah dimaksudkan untuk mendapatkan jawaban alasan kebutuhan pengembangan dilakukan. Untuk mendapatkan jawaban atas kebutuhan pengembangan model supervisi pembelajaran di SD inklusi, maka dilakukan dengan: 1) menganalisis literatur yang mendukung pendidikan inklusif; 2) analisis kebijakan atau undang-undang yang mendukung pendidikan inklusif; 3) analisis pembelajaran yang mendukung pendidikan inklusif; dan 4) melakukan penelitian pendahuluan untuk memetakan kebutuhan pengembangan supervisi pembelajaran. Empat cara telah dilakukan dalam analisis potensi dan masalah pada tahap konseptualisasi pengembangan model supervisi pembelajaran di SD inklusi. Namun, dalam tulisan ini, penulis membatasi paparan pada analisis potensi dan masalah pada nomor satu sampai tiga di atas. Metode penelitian dengan menggunakan literatur, yaitu: untuk mengumpulkan berbagai referensi dan dianalisis lebih lanjut. Literatur yang membahas isu-isu inklusif adalah: psikologi pendidikan dan ilmu pendidikan. Produk hukum yang memperkuat pendidikan inklusif di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, lebih dari 15 produk undang-undang dan peraturan baik tingkat provinsi maupun tingkat dua. Pembelajaran yang mendukung pendidikan inklusif, seperti dalam standar proses, terutama dalam penyusunan prinsip RPP, harus memperhatikan perbedaan individu peserta didik.
KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN KHUSUS DALAM PENDIDIKAN TRANSISI Nur Azizah
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v12i1.12517

Abstract

Transisi merupakan fase yang sulit dilalui tidak hanya oleh siswa berkebutuhan khusus tetapi juga bagi orang tua dan orang yang terlibat didalamnya. Transisi dalam konteks pendidikan anak berkenutuhan khusus dapat berupa transisi dari rumah ke sekolah atau tempat pemberian intervensi dini, transisi antar jenjang sekolah, dan transisi dari sekolah ke masyarakat. Guru pendidikan khusus memiliki peran yang sangat besar dalam merencanakan dan memberikan program layanan transisi. Namun, kompetensi guru pendidikan khusus dalam memberikan layanan ini masih sangat terbatas. Selain tidak ada standar profesionalisme yang jelas yang mengatur kompetensi guru dalam memberikan layanan dan program transisi, banyak universitas penyelenggara pendidikan guru khusus juga belum membekali calon lulusannya dengan keterampilan professional terkait.
PELAKSANAAN EVALUASI ASESMEN AKADEMIK SISWA TUNALARAS DI SLB-E PRAYUWANA Ibnu Syamsi
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v12i1.12837

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi keberhasilan asesmen akademik bagi siswa tunalaras di SLB-E Prayuwana yang dapat digunakan untuk intervensi penanganan dalam proses pembelajaran. Tempat penelitian di SLB-E Prayuwana, subyek penelitian adalah guru dan siswa tunalaras. Penelitian dilaksanakan selama tujuh bulan pada tahun 2014. Tipe penelitian adalah eksplanatif; dimana penelitian ini akan berupaya untuk mendapatkan gambaran secara rinci dan komprehensif dalam mengidentifikasi dan asesmen siswa tunalaras di SLB-E Prayuwana. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, test, dan interview pada siswa tunalaras. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) pengembangan program pembelajaran atau intervensi, kegiatan asesmen memerlukan pemahaman dan ketekunan tersendiri. Kita ditutut lebih cermat mengamati segala kegiatan yang berkaitan dengan bidang yang akan menjadi sasaran asesmen; (2) ditemukan beberapa kebutuhan subjek asesmen terkait dengan perilaku sosial dalam lingkungan masyarakat, keluarga maupun sekolah, kemampuan koordinasi, dan kemampuan dalam proses pembelajaran; (3) untuk sarana dan prasarana meliputi alat asesmen, meliputi media pembelajaran, seprti media pembelajaran latihan sensori perabaan, media pembelajatran sensori pengecap dan perasa, media pembelajaran latihan bina diri, media pembelajaran konsep dan simbol bilangan, media pembelajaran kreativitas, daya pikir dan konsentrasi, alat pengajaran, media pembelajaran latihan perseptual motor; (4) adanya ruang asesmen yang ditujukan bagi peserta didik di SLB E Prayuwana. Asesmen dilaksanakan saat anak masuk sekolah pada awal tahun pelajaran untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan siswa. Selain itu, adanya asesmen dapat dilakukan setiap awal semester, maupun saat dibutuhkan. Proses asesmen didukung oleh beberapa multidisiplin ilmu seperti guru, psikolog, orang tua, dan konselor; (5) kasus yang sering dihadapi adalah masalah prestasi siswa, hubungan antara siswa dengan keluarga dan sekolah, serta bagaimana perkembangan belajar dan kemajuan siswa. Dalam konsultasi didukung oleh beberapa multidisiplin ilmu seperti guru, psikolog, orang tua, dan konselor; (6) ruang latihan sensori anak tunalaras dapat dilakukan di ruangan khusus dan juga ruang kelas tergantung pada kebutuhan siswa dan guru dala pembelajaran.
MEMAHAMI PERKEMBANGAN ANAK SUSPEK DISLEKSIA Heri Purwanto
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v12i1.12839

Abstract

Tumbuh kembang setiap anak memiliki irama yang berbeda, namun pada dasarnya sama untuk mencapai tahap kematangan (maturitas) yang normatif. Ada sebagian pengecualian bagi anak-anak yang memiliki tumbuh kembang berbeda dikenal dengan anak gagal tumbuh dalam istilah medis dan perkembangan nonnormatif pada terminologi psikologi. Anak-anak yang demikian dalam pendidikan dikenal dengan istilah anak berkebutuhan khusus. Disleksia, merupakan sebuah kesulitan dalam belajar membaca dengan pengajaran konvensional walaupun inteligensi dan lingkungan sosial normal. Ini berkaitan dengan gangguan fungsi kognisi. Disleksia sangat erat kaitannya dengan adanya gangguan neurologis pada masa perkembangan usia prasekolah. Kesulitan atau hambatan perkembangan akan mengakibatkan adanya gangguan pada bidang akademik dikemudian hari termasuk kesulitan belajar membaca atau disleksia. Penanganan anak disleksia yaitu kesulitan membaca, harus diidentifikasi sejak dini pada masa perkembangan atau prasekolah. Penanganan oleh guru dan orang tua harus memperhatikan variabilitas dan individualitas anak sehingga program intervensi dapat sesuai dengan kebutuhan anak dan lingkungannya. Program penanganan anak pada prasekolah meliputi semua aspek perkembangan yang menjadi prasyarat belajar akademik meliputi persepsi, sensori-motor, komunikasi, dan kognisi.
STRATEGI PENGEMBANGAN PERILAKU ADAPTIF ANAK TUNAGRAHITA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG Dyah Retno
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v12i1.12840

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengembangan perilaku adaptif anak tunagrahita melalui model pembelajaran langsung. Karaketristik dan keterbatasan anak tunagrahita terutama yang berhubungan dengan perilaku adaptif menjadi menjadi pertimbangan khusus dalam merancang program pembelajaran. Program yang akan dilakukan disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi anak, yang diperoleh dari hasil asesmen yang telah dilakukan. Salah satu strategi yang dapat digunakan yaitu dengan model pembelajaran langsung untuk mengembangan perilaku adaptif. Pembelajaran langsung memiliki tahapan-tahapan yang harus dilalui, diantaranya tahap orientasi, demonstrasi, latihan terstruktur, latihan terbimbing, serta mengadakan latihan mandiri. Peran guru memberikan pengalaman langsung dan melibatkan anak secara aktif dalam setiap kegiatan. Salah satu bentuk pembelajaran langsung yang dapat dilakukan yaitu latihan menggosok gigi. Latihan pembelajaran menggosok gigi ini dapat mengembangkan perilaku adaptif anak dilihat dari aspek komunikasi, bina diri, sosial dan gerak dalam setiap fase kegiatannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5