cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Alara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Buletin Alara terbit pertama kali pada Bulan Agustus 1997 dengan frekuensi terbit tiga kali dalam setahun (Agustus, Desember dan April) ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana informasi, komunikasi dan diskusi di antara para peneliti dan pemerhati masalah keselamatan radiasi dan lingkungan di Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
TINDAKAN PROTEKTIF TERHADAP KELENJAR TIROID PADA KECELAKAAN RADIASI Mukh Syaifudin; Fadil Nazir
Buletin Alara Vol 7, No 3 (2006): April 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.603 KB)

Abstract

Kata-kata ”radiasi” dan ”nuklir” bagi orang awam adalah sesuatu yang menakutkan. Hal ini cukup beralasan karena nuklir pertama kali dikenali karena efek negatifnya. Hal ini juga tidak selamanya benar karena radiasi terbukti merupakan suatu alat dan teknologi yang telah dipergunakan secara meluas untuk membantu kebutuhan manusia seperti dalam hal kesehatan, makanan dan pertanian, industri, energi dan lingkungan. Banyak data dan informasi mengenai pemanfaatan teknologi berbasis radiasi ini, bahkan tidak dapat diperoleh atau dilakukan melalui teknologi lain, dan hasilnya pun dapat diandalkan (impresif). Sebagai contoh lebih dari 25 juta prosedur pencitraan nuklir dilakukan setiap tahunnya di seluruh dunia untuk diagnosa penyakit, dan setiap tahun hampir 10 juta orang memanfaatkan radiofarmasi (obat mengandung zat radioaktif) terutama untuk pengobatan kanker. Pada saat yang sama, teknik molekuler dan radioisotop saat ini sedang digunakan untuk mengembangkan teknologi dan pengukuran yang lebih efektif untuk melawan dan memberantas penyakit infeksi seperti malaria, hepatitis dan tuberkulosis. Teknologi berbasis radiasi yang telah terbukti efektif selama berpuluh-puluh tahun ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia pada hampir setiap sektor kehidupan.
PENGARUH KOMPOSISI VOLUME LARUTAN SINTILATOR PADA PENGUKURAN AKTIVITAS 90 Sr Gatot Wurdiyanto
Buletin Alara Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.256 KB)

Abstract

Pemanfaatan teknologi nuklir dalam berbagai bidang baik penelitian maupun industri telah berkembang dengan pesat. Seiring dengan perkembangan pemanfatan teknologi ini menuntut beberapa aspek antara lain aspek pengawasan, aspek hukum, aspek teknis, aspek manajerial/koordinasi dan aspek kelayakan. Pengawasan diperlukan guna melindungi baik pekerja maupun lingkungannya terhadap bahaya yang ditimbulkan. Aspek hukum diperlukan guna memberikan perlindungan ataupun sangsi hukum baik oleh pengusaha/pemanfaat, pekerja, masyarakat sekitar maupun lingkungannya. Aspek koordinasi diperlukan guna melakukan koordinasi dalam masalah administrasi, kerjasama, prosedur, tata tertib, pendidikan dan pelatihan dan lain-lain. Aspek kelayakan diperlukan guna membahas dan mempertimbangan perihal keuntungan dan kerugian dari suatu penggunaan teknologi nuklir tersebut. Aspek teknis diperlukan guna mempersiapkan segi sumber daya manusia, peralatan yang memadai, teknik proses/pengukuran yang diperlukan serta masalah teknis yang diperlukan dalam rangka pengawasan, pengawasan mutu, jaminan kualitas, pengendalian terhadap hal-hal yang dapat timbul, serta penanganan dalam keadaan darurat.
UJI KONTAMINASI RADIONUKLIDA DAN SERTIFIKASI KOMODITI EKSPOR – IMPOR Syarbaini Syarbaini
Buletin Alara Vol 7, No 1&2 (2005): Agustus & Desember 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.743 KB)

Abstract

Pelayanan uji kontaminasi radionuklida dalam bahan makanan, bahan bangunan dan komponen lingkungan beserta sertifikasi komoditi ekspor-impor adalah bagian dari tugas dan fungsi Puslitbang Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir (P3KRBiN), Badan Tenaga Nuklir Nasional. Untuk menunjang pelaksanaan tugas ini, P3KRBiN mempunyai fasilitas laboratorium penguji yang diberi nama Laboratorium Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan atau disingkat “Lab. KKL”. Lab. KKL bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi. Lab. KKL telah terakreditasi sebagai laboratorium penguji dengan No. LP-206-IDN pada tanggal 19 Maret 2004. Lab. KKL memberikan pelayanan pengujian dalam lingkup keselamatan daerah kerja, keselamatan pekerja radiasi, bungkusan zat radioaktif, kesehatan pekerja dan keselamatan lingkungan. Khusus untuk pelayanan uji kontaminasi radionuklida dan sertifikasi komoditi ekspor – impor dilaksanakan oleh Lab. KKL-unit Lingkungan. Lab. KKL-unit lingkungan merupakan laboratorium acuan nasional dalam bidang uji kontaminasi radionuklida dan pengkajian keselamatan radiasi lingkungan sekaligus diberi wewenang untuk mengeluarkan sertifikat bebas bahan radioaktif (Non Radioactivity Certificate) untuk komoditi ekspor dan impor. Lab. KKL-unit lingkungan mempunyai peralatan yang mutakhir, terpelihara dengan baik dan didukung personil yang berpengalaman baik dalam maupun luar negeri. Untuk menjaga kualitas hasil pengujian, Lab. KKL-unit lingkungan menjalankan program quality assurance dan quality control yang terdiri dari accuracy check menggunakan certified reference materials, precision check dengan cara melakukan analisis secara duplo, cross-check dengan metode analitik lain dan laboratorium lain baik dalam maupun luar negeri. Dari tahun 1997 sampai sekarang, setiap tahun dilakukan program interkomparasi dengan laboratorium Japan Chemical Analysis Center (JCAC). Lab. KKL unit lingkungan juga mengikuti program interkomparasi dengan laboratorium lingkungan negara-negara lain yang dikoordinir oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA, International Atomic Energy Agency).
MENANGANI KANKER DENGAN RADIOPEPTIDA Rohadi Awaludin
Buletin Alara Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.703 KB)

Abstract

PENDAHULUANPeptida adalah rangkaian asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida. Zat ini memainkan berbagai peran penting yang spesifik di dalam tubuh seperti chemical messenger, neurotransmiter serta pemacu dan penghambat metabolisme tertentu. Zat ini mendapat perhatian besar para peneliti dari berbagai disiplin ilmu karena potensi yang disimpannya dalam menyelesaikan masalah kesehatan. [1] Istilah peptida biasanya digunakan untuk rangkaian asam amino dengan jumlah kurang dari 100 buah. Peptida berikatan secara spesifik dengan protein tertentu yang merupakan reseptornya. Di dunia penanganan kanker, peptida telah dikembangkan untuk diagnosis dan terapi dengan mengadopsi konsep magic bullet yang dikemukakan oleh Paul Ehrlich, penerima hadiah nobel kedokteran pada tahun 1908.[2] Konsep magic bullet, yang sering dinamakan pula targeted terapy adalah konsep penanganan sebuah penyakit dengan mengirimkan bahan aktif secara spesifik ke sumber penyakit, tidak menyebar ke seluruh tubuh. Jadi pembawa (carrier) bahan aktif seperti sebuah peluru kendali yang dapat dipandu untuk menuju sasaran [1].
ABERASI KROMOSOM PADA PILOT DAN AWAK KABIN MASKAP AI PENERBANGAN KOMERSIAL Dwi Ramadhani; Sofiati Purnami; Viria Agesti Suvifan
Buletin Alara Vol 13, No 2: Desember 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2351.169 KB)

Abstract

Tidak ada abstrak