cover
Contact Name
Meri Septiani
Contact Email
meryseptia99@gmail.com
Phone
+6281818895790
Journal Mail Official
jurnalmabasan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dokter Soejono, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Mabasan
ISSN : 20859554     EISSN : 26212005     DOI : https://doi.org/10.62107/mab.v19i2.1177
Core Subject : Education, Art,
MABASAN is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. The scope of MABASAN includes linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. MABASAN is published by Balai Bahasa NTB, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. MABASAN accepts articles from authors of national or international institutions.
Articles 277 Documents
LIRIK LAGU KERONCONG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENYIMAK DAN BERBICARA DI HANKUK UNIVERSITY OF FOREIGN STUDIES KOREA M. Oktavia Vidiyanti; Tengsoe Tjahjono
MABASAN Vol. 14 No. 2 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i2.355

Abstract

Lirik lagu sangat menarik dipakai sebagai media pembelajaran menyimak dan berbicara.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana lirik lagu keroncong, sebagai salah satu wujud kebudayaan Indonesia, sebagai media pembelajaran menyimak dan berbicara mahasiswa yang belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Penelitian studi kasus ini memilih subjek penelitian mahasiswa yang memprogram mata kuliah Audio-Visual Bahasa Malay-Indonesian pada tahun pertama semester kedua di Hankuk University of Foreign Language.Untuk mengaji bagaimana langkah-langkah pembelajaran materi tersebut, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil jawaban 15 mahasiswa atas pertanyaan dan pembahasan disimpulkan bahwa mahasiswa dapat memahami informasi dengan baik melalui apa yang diamati dan disimak dan mampu mengungkapkan pengalamannya itu secara lisan. Di samping itu mahasiswa memperoleh pengetahuan tentang budaya Indonesia yang memperkaya wawasannya tentang Indonesia.
Pengembangan Model Buku Pengayaan Berbasis Cerita Rakyat Lampung
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i1.388

Abstract

Tujuan penelitian ini menghasilkan bahan bacaan berupa “Pengembangan Model Buku Pengayaan Berbasis Cerita Rakyat Lampung”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall dengan mengadaptasi lima langkah penelitian. Instrumen, survei, angket, dan wawancara merupakan teknik pengumpulan data lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas empat SD pada tiga sekolah di Kota Bandarlampung sebanyak 70 siswa dengan teknik random sampling. Hasil penelitian ini berupa buku pengayaan yang dapat digunakan untuk pembelajaran di kelas dan pemerkaya bahan bacaan literasi. Buku pengayaan ini memiliki kekhasan, yaitu berupa buku guru dan buku siswa yang dilengkapi dengan kebutuhan mereka. Tiga orang pakar memberikan penilaian rata-rata 88 persen sehingga dinyatakan sangat layak dipergunakan baik siswa maupun guru.    
NILAI-NILAI PENDIDIKAN PUASA RAMADAN DALAM KOMIK WEBTOON NOSTALGIA RAMADHAN SI JUKI KECIL KARYA FAZA MEONK Rudi Rudi; Noviatussa’diyah Noviatussa’diyah
MABASAN Vol. 14 No. 2 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i2.392

Abstract

Nilai-nilai pendidikan puasa Ramadan dalam kehidupan manusia sangat esensial. Ibadah puasa Ramadan dapat meningkatkan kecerdasan spiritual seseorang, dan memperbaiki hubungan kepada Allah dan sesama. Adapun  tujuan artikel ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan puasa Ramadan dalam komik webtoon “Nostalgia Ramadhan Si Juki Kecil” karya Faza Meonk. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis isi kualitatif. Sumber data artikel ini adalah komik webtoon “Nostalgia Ramadhan Si Juki Kecil” karya Faza Meonk. Data berupa kalimat dan dialog yang menggambarkan nilai-nilai pendidikan puasa Ramadan. Teknik pengumpulan data dengan cara sebagai berikut, (1) membaca secara keseluruhan teks cerita komik “Nostalgia Ramadhan Si Juki Kecil” karya Faza Meonk, (2) mengidentifikasi data yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan puasa Ramadan, dan (3) mencatat data yang diperoleh dari komik webtoon “Nostalgia Ramadhan Si Juki Kecil” karya Faza Meonk. Adapun teknik analisa data yang dilakukan dalam artikel ini yaitu, (1) mengklasifikasi data sesuai dengan rumusan masalah, (2) menganalisis data, (3) menginterpretasikan data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil artikel menunjukkan nilai-nilai pendidikan puasa Ramadan dalam komik webtoon “Nostalgia Ramadhan Si Juki Kecil” karya Faza Meonk adalah sebagai berikut. (1) Nilai pendidikan puasa Ramadan dalam aspek kejujuran, dapat dilihat pada pelaksanaan puasa yaitu takut melakukan perbuatan mencuri dan keberanian sebagai bentuk kejujuran. (2) Nilai pendidikan puasa Ramadan dalam aspek kedisiplinan, terdapat pada kegiatan sahur dan buka puasa dan kegiatan pesantren kilat di masjid. (3) Nilai pendidikan puasa Ramadan dalam aspek kepekaan sosial, terdapat pada kegiatan ngabuburit dan kegiatan salat id dan silaturahmi.
HUBUNGAN IMAJINASI DAN FAKTA DALAM STRUKTUR FABEL KARYA SISWA SMP MUHAMMADIYAH 05 SURAKARTA DAN SISWA SMP MUHAMMADIYAH PANGKALAN BUN Yustika Krismoni; Markhamah Markhamah
MABASAN Vol. 14 No. 2 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i2.394

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan hubungan imajinasi dan fakta dalam struktur fabel, yang ditulis siswa dari dua sekolahan yang berbeda yaitu siswa SMP 5 Muhammadiyah Surakarta dan SMP Muhammadiyah Pangkalan Bun. Metode artikel ini menggunakan analisis struktural. Jenis penelitian artikel ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah teknik analisis dokumen. Keabsahan data yang digunakan dalam artikel ini yaitu trianggulasi sumber data. Hasil artikel ini yaitu fakta yang terbanyak dari karangan siswa SMP 5 Muhammadiyah terdapat di struktur orientasi ada 8, fakta di struktur komplikasi ada 6, dan fakta di struktur resolusi hanya ada 1. Fakta yang terbanyak dari karangan siswa SMP Muhammadiyah Pangkalan Bun terdapat di struktur orientasi ada 7 fabel, fakta di struktur komplikasi ada 3, dan fakta di struktur resolusi hanya ada 2. Imajinasi yang terbanyak dari karangan siswa SMP 5 Muhammadiyah terdapat di struktur komplikasi ada 5, imajinasi di stuktur orientasi ada 2, dan imajinasi di struktur resolusi ada 4. Imajinasi yang terbanyak dari karangan siswa SMP Muhammadiyah Pangkalan Bun terdapat di struktur komplikasi ada 7 fabel, fakta di struktur orientasi ada 2, dan fakta di struktur resolusi hanya ada 1.Kemudian fabel yang imajinasinya terletak pada 3 struktur ada 2 fabel, selain itu ada 2 fabel yang hanya berisi fakta semua tidak ada imajinasinya.
ANALISIS KOMPOSISI DALAM CERPEN “PENGANTAR TIDUR PANJANG” KARYA EKA KURNIAWAN: KAJIAN MORFOLOGI
MABASAN Vol. 14 No. 2 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i2.395

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komposisi dalam cerita pendek "Pengantar Tidur Panjang Karya Eka Kurniawan: Kajian Morfologi”. Teori yang digunakan adalah morfologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah bentuk komposisi dalam cerita pendek "Pengantar Tidur Panjang" Karya Eka Kurniawan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode catat. Metode analisis data, yakni metode distribusional. Hasil penelitian ditemukan dua bentuk komposisi, yakni komposisi eksosentris dan endosentris. Hasil analisis disimpulkan bahwa terdapat 23 data yang mengandung unsur komposisi. Unsur tersebut didapatkan 10 data yang bersifat eksosentris dan 13 data yang bersifat endosentris.
Mabasan, Vol. 14, No. 1
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i1.396

Abstract

Mabasan, Vol. 14, No. 1 Lukmanul Hakim
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i1.398

Abstract

CODE-MIXING OF JAVANESE LANGUAGE AND BAHASA INDONESIA IN THE FRIDAY PRAYER SERMON AT MIFTAHUL HIDAYAH MOSQUE, PENDEM VILLAGE, CITY OF BATU, EAST JAVA Afif Ikhwanul Muslimin
MABASAN Vol. 14 No. 2 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i2.400

Abstract

Code-mixing phenomenon which appears in different settings and contexts creates interest for investigation. This research is aimed to analyze the elements of code mixing in Friday prayer sermon, the reasons underlying speaker to mix code, and the responses of audience. This is a qualitative research by implementing content analysis. Based on the analysis, the elements of code mixing in the sermon were in the form of words, phrases, and clauses. The reasons causing speaker mixing the code are making the sermon easy listening, making his sermon accepted, understanding listener that old man preferred local language in sermon, matching sermon with social condition, making himself accepted, making ease to deliver the sermon, making sermon more communicative, and making the sermon get in touch with the listeners. Then, based on the questionnaires which were given to 25 respondents, there were 22 people understood the sermones. However, 10 people of them said that the sermones should be delivered in Bahasa Indonesia only. They thought that the sermon would be more easy listening, more understandable, and created more comfortable listening. On the other hand, they thought many listeners were the outsiders of the village. Hence, it is concluded that phenomenon appears to consider context, goal, and audience.
TINDAK TUTUR DAN KEMAMPUAN PERCAKAPAN ANAK BATITA
MABASAN Vol. 14 No. 2 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i2.404

Abstract

Seorang Anak mulai berkomunikasi dengan mengucapkan satu suku, dua suku kata dan akhirnya dapat mengungkapkan sebuah kalimat. Saat anak mulai berkomunikasi, dia ingin orang dewasa memahami maksudnya meskipun kata yang diucapkannya belum sempurna. Anak berusaha mengungkapkan keinginannya dengan segala keterbatasan pemerolehan bahasanya. Apakah orang disekitarnya memahami keingunan si anak? Bagaimanakah orang dewasa memahami kalimat tersebut sebagai permintaan, pertanyaan, atau pernyataan? Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tindak tutur yang dilakukan oleh anak batita dan kemapuan komunikasi dalam hal ini proses percakapannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian ini  adalah segala perkembangan pemerolehan bahasa anak baik berupa kata, frasa, kalimat, dan segala tindakan komunikasi anak sejak anak berusia 8 bulan hingga 34 bulan. Sampel penelitian ini adalah seorang anak bernama Bintang yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu. Data dikumpulkan menggunakan teknik rekam dan catat. Selanjutnya data dianalisis dengan mendeskripsikan kemapuan bahasa anak untuk mengetahui daya ilokusi sebagai akibat dari ujaran si anak. Data juga dianalisis untuk mengetahui pemerolehan kalimat dan kata pada anak, serta kemampuannya dalam memahami giliran berkomunikasi. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa anak sudah mampu mengujarkan kalimat atau kata yang memiliki daya ilokusi berupa pernyataan, permintaan, dan perintah, serta telah menerapkan aturan giliran berbicara partisipan dalam sebuah percakapan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa anak batita telah mampu menerapkan perilaku tindak tutur dan memiliki kemampuan percakapan yang dapat dipahami oleh orang sekitarnya.
SATUAN LINGUAL {ka} DALAM BAHASA SUMBAWA DIALEK JEREWEH
MABASAN Vol. 14 No. 2 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i2.417

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan status satuan lingual {ka-} dalam bahasa Sumbawa Dialek Jereweh. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan introspeksi (karena penulis penutur dan menguasai bahasa Sumbawa) dengan menghadirkan keseluruhan konteks pemakaian satuan {ka-}, sedangkan data dianalisis menggunakan metode padan intralingual. Hasil analisis data menunjukkan empat status satuan {ka-} dalam bahasa Sumbawa. Pertama,  berstatus sebagai morfem terikat (afiks), misalnya pada kangering ‘kedinginan’, kandatang ‘kedatangan’, kanepat ‘kesiangan’. Kedua, berstatus sebagai penunjuk penanda aspek bermakna ‘telah’, biasanya mendahului verba yang mengisi fungsi predikat dalam konstruksi sintaksis, misalnya dalam kontruksi ka datang ‘telah datang’, ka lalo ‘telah pergi’, ka mate ‘telah meninggal’, dan sebagainya. Ketiga, berstatus sebagai penunjuk ‘ini’, misalnya pada ka nya ‘ini dia’, kabeka ka ‘kenapa ini’, apa ka ‘apa ini’, dan sebagainya. Keempat, bukan sebagai satuan apapun karena merupakan bagian (suku kata) dari unsur morfem dasar, misalnya kamomang ‘terapung’, kameler ‘terbawa arus air’, kamantul ‘tersandung’, dan sebagainya, karena masing-masing tidak ditemukan bentuk *momang, *meler, dan *mantul dalam bahasa Sumbawa Dialek Jereweh.