cover
Contact Name
Meri Septiani
Contact Email
meryseptia99@gmail.com
Phone
+6281818895790
Journal Mail Official
jurnalmabasan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dokter Soejono, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Mabasan
ISSN : 20859554     EISSN : 26212005     DOI : https://doi.org/10.62107/mab.v19i2.1177
Core Subject : Education, Art,
MABASAN is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. The scope of MABASAN includes linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. MABASAN is published by Balai Bahasa NTB, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. MABASAN accepts articles from authors of national or international institutions.
Articles 277 Documents
Maka: Antara Fakta dan Tata Bahasa dalam Bahasa Indonesia
MABASAN Vol. 15 No. 1 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i1.445

Abstract

Banyaknya pemakaian maka dalam kondisi berbahasa Indonesia sekarang bertolak belakang dengan kajian atau bahasan mengenai maka. Tidak ditemukan tulisan pakar yang membahas maka secara terperinci, termasuk dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang hanya menyebutkan maka sebagai konjungtor subordinatif hasil. Uraian mengenai maka yang agak lengkap justru ditemukan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta yang sudah cukup lama terbit. Tulisan ini mencoba mengamati maka dari sisi kenyataan (fakta) yang ada dan dari sisi tata bahasa. Maka dalam tulisan ini ditinjau atas perilaku sintaksis, makna, dan bentuknya. Berdasarkan perilaku sintaksis dan makna, maka yang mengikuti anak kalimat mempunyai frekuensi kemunculan yang paling banyak (jika…, maka….). Batas maka sebagai konjungtor antarkalimat dan konjungtor antarklausa sangat tipis, apalagi dalam ragam lisan. Berdasarkan bentuknya dapat dinyatakan bahwa sebagian besar maka merupakan konjungsi dasar (tidak bergabung dengan bentuk lain). Akan tetapi, ada juga modifikasi maka, yaitu bergabung dengan –nya dan bergabung dengan dari itu.
Stigma Perempuan Lajang dan Perkawinan dalam Metropop 90 Hari Mencari Cinta Karya Ken Terate
MABASAN Vol. 15 No. 1 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i1.448

Abstract

Budaya patriarki telah membuat perempuan didorong untuk bersegera menjadi istri dan ibu dalam sebuah keluarga, sehingga ia lebih dihargai sebagai anggota masyarakat yang utuh. Fenomena ini masih berlangsung dalam situasi aktual, sebagaimana tercermin dalam sejumlah novel populer. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari stigma perempuan lajang dan perkawinan di dalam metropop 90 Hari Mencari Suami (2019) karya Ken Terate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan dengan teknik simak-catat. Data selanjutnya diklasifikasi, diinterpretasi, dan dikaji. Landasan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah perspektif sosiologis dan kritik sastra feminis dari Beauvoir dan Humm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel 90 Hari Mencari Suami: (1) kelajangan merupakan hal yang tidak wajar terjadi pada perempuan dewasa sehingga muncul mitos dan stigma yang mendorongnya untuk segera menikah. Protagonis perempuan membuktikan bahwa mitos itu tidak benar dan memutuskan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. (2) Perkawinan tidak seharusnya terjadi karena perasaan takut melainkan didasari oleh kesadaran penuh untuk menjalaninya. Perkawinan yang ideal adalah yang memposisikan perempuan dan laki-laki dalam kedudukan setara.
Representasi Krisis Ekologi dalam Novel Luka Perempuan Asap Karya Nafi’ah Al-Ma’rab: Kajian Ekokritik M. Busairi; Tengsoe Tjahjono; Haris Supratno
MABASAN Vol. 15 No. 1 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i1.449

Abstract

Krisis ekologi merupakan fenomena yang penting untuk dikaji agar masyarakat sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan. Oleh sebab itu, representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab merupakan salah satu cara menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Novel tersebut menggambarkan permasalahan krisis ekologi di Riau, seperti kebakaran hutan, kabut asap, pencemaran, kekeringan, serta pemanasan global sebagai akibat dari pembukaan lahan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab. Kajian ekokritik menjadi landasan dasar dalam penelitian krisis ekologi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian, yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Langkah-langkah dalam analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Adapun hasil penelitian bentuk representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab yang menggunakan kajian ekokritik ini, yakni (1) krisis ekologi terjadi pada pencemaran tanah dan udara akibat adanya pembakaran hutan yang menimbulkan kabut asap serta tercecernya minyak di area perkebunan kelapa sawit, (2) kerusakan hutan terjadi karena adanya pembukaan lahan kelapa sawit, (3) bencana kekeringan di berbagai daerah karena hutan telah gundul dan minimnya daerah resapan, (4) permukiman penduduk semakin menyempit akibat pembukaan lahan kelapa sawit, (5) pembukaan lahan kelapa sawit mengakibatkan banyak hewan yang punah, dan (6) kondisi bumi semakin panas, tanah mulai kering dan retak, kekurangan sumber air, serta terjadinya kabut asap di mana-mana. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab merupakan novel bergenre sastra hijau yang menyampaikan kepedulian terhadap lingkungan alam. Penelitian yang menggunakan pendekatan ekokritik ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi krisis ekologi. Tidak kalah penting, penelitian ini juga bisa menjadi bahan referensi bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah pada pembelajaran analisis teks sastra berbasis lingkungan.
Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan dalam Ontologi Cerita Pendek Bingkisan Petir Karya Korrie Layun Rampan, Ed
MABASAN Vol. 15 No. 1 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i1.451

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan perspektif sosiologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa teks yang mengacu pada rumusan masalah tentang bentuk kearifan lokal Suku Dayak Kalimantan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu ontologi cerpen Bingkisan Petir karya Korrie Layun Rampan, Ed., yang diterbitkan pada tahun 2005. Instrumen dalam penelitian ini yaitu penulis yang berorientasi pada penelitian tentang bentuk kearifan lokal Suku Dayak Kalimantan dalam ontologi cerpen Bingkisan Petir karya Korrie Layun Rampan. Adapun uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan validitas semantis yang berorientasi pada kedalaman proses interpretasi, ketepatan, dan kecermatan analisis berdasarkan perspektif yang digunakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca, catat dan kepustakaan.  Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ontologi cerpen Bingkisan Petir karya Korrie Layun Rampan, Ed., ditemukan adanya representasi kearifan lokal Suku Dayak Kalimantan, yaitu pertama, kearifan lokal pada sistem kesenian berupa musik sampe serta tari nyelamai sakai. Kedua, kearifan lokal pada sistem bahasa berupa bahasa lokal (bahasa ibu) yaitu bahasa banjar. Ketiga, kearifan lokal pada sistem teknologi berupa ketinting sebagai alat transportasi air. Keempat, kearifan lokal pada sistem kepercayaan yang menganut sistem anchestral belief dan the one God. Kelima, kearifan lokal pada sistem mata pencaharian hidup dengan menerapkan sistem perkebunan di tengah kawasan hutan.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Talkshow Indonesia Lawyers Club
MABASAN Vol. 15 No. 2 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i2.458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam Talkshow Indonesia Lawyers Club dengan tema “75 tahun Indonesia maju”. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung ilokusi yang diucapkan oleh pembawa acara dan narasumber pada acara Talkshow Indonesia Lawyers Club. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak bebas libat dan teknik catat, sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode padan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: jenis tindak tutur ilokusi yang ditemukan yaitu asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Fungsi tindak tutur ilokusi yang ditemukan yaitu: (1) fungsi memberitahukan, (2) menyimpulkan, (3) mengemukakan pendapat, (4) mengklaim, (5) mengajak, (6) meminta, (7) memerintah, (8) melarang, (9) menyarankan, (10) mengharapkan, (11) mengucapkan terima kasih, (12) meminta maaf, (13) menyalahkan, (14) mengkritik, (15) mengucapkan selamat, (16) memuji, (17) menyindir, (18) menjanjikan, (19) mengancam, (20) menolak, (21) bersumpah. Jenis tindak tutur yang paling dominan adalah tindak tutur jenis ekspresif, dan fungsi tindak tutur yang paling dominan adalah fungsi mengucapkan terima kasih.
Kesalahan Berbahasa Bidang Fonologi Lowongan Kerja Soloraya di Instagram
MABASAN Vol. 15 No. 2 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i2.460

Abstract

Informasi lowongan pekerjaan yang tersebar di kalangan masyarakat luas ternyata terdapat kesalahan berbahasa. Segala informasi yang diunggah ke media sosial tidak memperhatikan kaidah kebahasaan. Hal ini tidak berlaku pada informasi lowongan kerja yang notabene menggunakan ragam bahasa tulis resmi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui susunan kesalahan fonologi pada informasi lowongan kerja di instagram serta mengetahui faktor penyebabnya. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan motode simak bebas libat cakap, data berbentuk ungkapan kata informasi yang diobservasi oleh peneliti sehingga mendapatkan hasil yang sesuai. Hasil penelitian ini dari 10 sumber data ditemukan 59 data yang terdapat kesalahan berbahasa bidang fonologi berupa (1) perubahan bunyi 23 data; (2) penghilangan bunyi 12 data; dan (3) penambahan bunyi 24 data. Kesalahan tersebut berupa perubahan bunyi seperti [a] menjadi [e], perubahan bunyi [a] menjadi [o], perubahan bunyi [e] menjadi [a] dst. penghilangan bunyi [n], [e], [o], [r] dan penambahan bunyi [h], [l], [h], [t], [n], [a], [o], [u], [i], [d]. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya pengaruh bahasa asing atau penyerapan unsur serapan, kurangnya kompetensi berbahasa Indonesia atau ketidaktahuan seorang penutur, dan pembiasaan di lingkungan.
Verba Tindakan Nosi `Membawa` Bahasa Bima: Kajian Metabahasa Semantik Alami
MABASAN Vol. 15 No. 2 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i2.461

Abstract

Verba bahasa Bima merupakan salah satu kelas kata utama yang bersifat sentral dan kompleks. Hal ini dibuktikan melalui selalu hadirnya verba dalam tuturan bersifat penentu kehadiran argumen dan memiliki kewenangan sebagai penentu peran-peran semantik yang ada pada setiap argumen yang menyertainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemetaan dan eksplikasi dari verba bernosi `membawa`. Penelitian ini meggunakan metode dengan sumber data berupa data lisan, data tulis yang dikumpukan dari buku cerita bahasa Bima, dan intuisi bahasa. Teknik yang digunakan adalah wawancara dan studi literatur. Metode pengumpulan data yang digunakan metode verifikasi. Sementara itu, metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dalam penerapan teknik ubah ujud dan sisip atau parafrase untuk mengungkapkan makna asali dengan 65 butir yang dikenal dengan eksplikasi. Verba `membawa` dipetakan bersandar atas: entitas, proses, alat, dan hasil. Verba bahasa Bima bernosi `membawa` diungkapkan dengan leksikon: wa`a, tundu, su`u, lemba, tewe, lai, kalei, iwa, hanta, randa, dunggi, geo, ce`i, kapi, sampari, ngenge. Hasil penelitian didapatkan bahwa verba tindakan ini memiliki fitur generic dan specific. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa ada leksikon dende, termasuk verba bernosi `membawa` yang tidak memiliki lokasi di mana terjadinya tindakan itu, tetapi lebih banyak merujuk pada makna asosiasi.
Tindak Tutur Ekspresif pada Anak-Anak saat Bermain Hujan-Hujanan
MABASAN Vol. 15 No. 2 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i2.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan  menganalisis jenis tindak tutur ilokusioner ekspresif yang dihasilkan oleh anak-anak untuk berkomunikasi saat bermain. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi komunikasi .Penelitian dilakukan di Desa Junwangi Dusun Babadan Krian Sidoarjo, Jawa Timur pada bulan Desember 2019. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan. Penelitian ini menghasilkan  data distribusi penggunaan tindak tutur ekspresif dalam dialog anak-anak saat bermain hujan-hujanan, dapat diidentifikasi sepuluh pasang ujaran. Dari sepuluh pasang ujaran, hanya ada tiga jenis ujaran ekspresif, sedangkan  jenis ujaran ekspresif lainnya tidak ada. Tindak tutur yang dihasilkan itu adalah 1) tindak tutur ekspresif menyalahkan berjumlah tiga pasang ujaran, 2) tindak tutur ekspresif meminta maaf tiga pasang ujaran dan 3) tindak tutur ekspresif berterima kasih empat pasang ujaran. Sebaliknya, tindak tutur ekspresif yang tidak dipergunakan  1) memberi selamat, 2) memuji, 3) belasungkawa, 4) menyambut, 5) mengkritik, 6) mengeluh, dan 7) menyanjung. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam bermain hujan-hujanan, anak-anak sering menggunakan tindak tutur ilokusi ekspresif negatif dan positif secara bersamaan, yakni menyalahkan, meminta maaf, dan berterima kasih.
Cerita Rakyat Kek Lesap sebagai Upaya Mewujudkan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal
MABASAN Vol. 15 No. 2 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i2.466

Abstract

Cerita rakyat merupakan warisan sastra yang diwariskan secara turun temurun. Cerita rakyat dapat digunakan sebagai media untuk mewujudkan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, demikian juga dengan cerita rakyat Kek Lesap yang mengandung nilai kearifan lokal di dalamnya. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif menggunakan objek nilai kerarifan lokal cerita rakyat Kek Lesap. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara dengan sesepuh di tokoh masyarakat dan sesepuh di daerah asal cerita rakyat Kek Lesap. Analisis data berpedoman pada model analisis mengalir dari Sutopo, yakni (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan simpulan/verifikasi. Hasil analisis dalam penelitian ini, yakni nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat Kek Lesap yang terwujud dalam karakter tokoh Lesap yakni, pantang menyerah, menghargai lingkungan, rela berkorban, berjiwa patriotik, toleran, dan kemanusiaan.  
Mitos pada Iklan Thailand “Vizer Cctv: Homeless Blind Truth”
MABASAN Vol. 15 No. 2 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i2.468

Abstract

Iklan berbahasa Thailand “Vizer CCTV: Homeless Blind Truth” sarat berisi pesan moral, yang disebut oleh tokoh semiotik Roland Barthes dengan mitos. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna denotasi, konotasi dan mitos yang terkandung dalam iklan“VizerCCTV: Homeless Blind Truth”. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dan  metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Adapun metode penyediaan data yang digunakan peneliti adalah metode simak dengan mengakses data dari Youtub. Berdasarkan teori semiotik Barthes, dikaji makna denotasi, konotasi, kemudian mitos yang terkandung dalam iklan “VizerCCTV: Homeless Blind Truth”. Berdasarkan hasil penelitian,iklan “VizerCCTV: Homeless Blind Truth” terdapat sembilan adegan yang terkandung makna denotasi dan konotasi yang berbentuk tertampil gambar dan audio. Mitos yang terkandung dalam iklan agar kita tidak mudah berprasangka buruk kepada orang lain.