cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Search results for , issue "EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007" : 44 Documents clear
PERANAN BAHAN MAGNET DAN KEMAGNETAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH NUKLIR DAN NON NUKLIR Bardi Murachman
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.018 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5097

Abstract

PERANAN BAHAN MAGNET DAN KEMAGNETAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH NUKLIR DAN NON NUKLIR. Sistem magnet dan elektromagnet telah ditemukan lebih dari satu abad yang lalu. Pada awalnya sistem ini diaplikasikan pada pembuatan generator untuk menghasilkan energi listrik. Dalam perkembangannya berbagai bidang seperti industri, kedokteran, pertambangan, perminyakan dan lingkungan juga memanfaatkan sistemini.Manajemen limbah pada umumnya telah banyak dipresentasikan dengan berbagai prosedur alternatif penanganan limbah dan sistem magnet dan elektromagnet banyak dikembangkan untuk berbagai keperluan seperti : separasi komponen, pencegahan korosi,menurunkan tegangan muka, pembentukan kristal, meningkatkan fungsi desinfektan dan pertumbuhan kecambah. Walaupun belum diketahui secara pasti bagaimana mekanisme efek sistem magnet dan elektromagnet berfungsi untuk beberapa tujuan, terutama pada teknik separasi atau bioteknologi, namun alat komersial yangmenggunakan sistemmagnet dan elektromagnet telah beredar luas, misalnya unit pengolahan air, pengolahan limbah (gas, cairan, dan padatan), berbagai alat medis, dan alat industri terutama pertambangan dan perminyakan. Sejak tiga dasa warsa ini, sistem magnet dan elektromagnet banyak diteliti dan dikembangkan, untuk pengolahan limbah berbahaya termasuk bahan radioaktif atau nuklir. Dimana polemik tentang limbah terutama bahan nuklir dewasa ini makin terasa. Di satu sisi manfaat bahan nuklir untuk berbagai bidang seperti industri energi, medis, dan pertanian telah dapat dibuktikan, disisi lain masyarakat masih trauma dengan resiko dan akibat yang ditimbulkan pada limbah yang dihasilkan dan ketika terjadi insiden kecelakaan.
EFEK KONDISI PEMBASAHAN DALAM PEMBENTUKAN NANOSFER BERBASIS OKSIDA BESI DAN PLA Sonny Affandi; Mujamilah Mujamilah; Mersi Kurniati; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.784 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5131

Abstract

EFEK KONDISI PEMBASAHAN DALAM PEMBENTUKAN NANOSFER BERBASIS OKSIDA BESI DAN PLA. Nanosfer berbasis oksida Fe dan PLA telah dibuat dengan memvariasikan parameter kondisi pembasahan (wetting process parameter). Parameter yang divariasikan meliputi kecepatan proses pengadukan dan kekentalan larutan pembasah. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan adanya kecenderungan ukuran partikel yang makin kecil dengan naiknya kecepatan adukan dan makin homogen dengan menurunnya kekentalan larutan. Identifikasi fasa pada pola difraksi sinar-X menunjukkan tetap terbentuknya fasa kristalin Fe3O4/γ-Fe2O3 dan PLA sampai batas parameter proses yang digunakan. Namun demikian, hasil pengukuran sifat magnetik dengan VSM menunjukkan belum optimalnya pengisian serbuk magnetik dalam sistem nanosfer sehingga nilai magnetisasinya masih rendah. Dari rangkaian proses yang telah dilakukan nanosfer yang dapat dibuat mempunyai ukuran terkecil pada kisaran 500 nm dan nilai magnetisasi tertinggi 7,27 emu/gram.
RAPAT LAPISAN MEDAN MAGNET DALAM SISTEM BESI OKSIGEN SELAMA REAKSI SEDERHANA Sahlan Sahlan
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1844.707 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5154

Abstract

RAPAT LAPISAN MEDAN MAGNET DALAM SISTEM BESI OKSIGEN SELAMA REAKSI SEDERHANA. Difusi oksigen dalam bahan magnet terjadi dengan proses reaksi yang sederhana dalam ikatan system besi oksigen, dimana lapisan-lapisan kerapatan magnet sangat eksklusif dan terjadi sangat lambat bila dibandingkan dengan besi, hal yang terpenting adalah pengaruh kinetis reaksi dari pada difusi oksigen dalam besi terhadap pertumbuhan butirannya. Sehubungan dengan hasil penelitian pada difusi besi dalam bahan magnet. ada dua macam perbedaan cacat yang dominan pada difusi besi dalam bahan magnet yang bergantung pada suhu dan aktifitas oksigennya. Pada cacat titik, kekosongan kation dan intersisi besi terjadi selama pertumbuhan magnet. satu jaringan fluks besi terjadi dari batas fasa dengan aktifitas oksigen yang rendah sampai dengan yang tinggi yang kemudian digerakan oleh fluks interstisial besi dalam arah dan satu kekosongan kation dalam arah yang berlawanan. Dalam lapisan—lapisan magnet yang rapat, butiran berukuran besar atau yang berkristal tunggal difusi terjadi sepanjang batas-batas butiran, pori-pori dan retak-retak diabaikan bila akan dibandingkan terhadap difusi seutuhnya. Kemudian harga rata-rata kemunginan maksimum pertumbuhan magnet bergantung hanya pada struktur caeat dan sifat transformasi magnetnya
MAGNETIK NANOKRISTALIN BARIUM HEKSAFERIT (BaO 6Fe2O3) HASIL PROSES HIGH ENERGY MILLING Akmal Johan; Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah; Ramlan Ramlan
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.883 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5120

Abstract

MAGNETIK NANOKRISTALIN BARIUM HEKSAFERIT (BaO 6Fe2O3) HASIL PROSES HIGH ENERGY MILLING. Telah dilakukan penelitian mengenai sifat magnetik bahan serbuk barium heksaferit melalui proses milling yang disertai proses annealing dari suhu ruang hingga suhu 400 oC, 600 oC, 800 oC dan 1000 oC ditahan selama 3 jam. Hasil pengukuran pola difraksi sinar-X, sebelum dan setelah proses milling secara intensif hingga 30 jam, menunjukkan adanya deformasi struktur kristal yang ditandai dengan tinggi puncak difraksi yang semakin menurun dan semakin melebar serta sifat kemagnetan yang semakin menurun. Dari pengukuran sifat kemagnetan sebelum dan sesudah proses milling selama 30 jam, masing-masing nilai koersivitas intrinsiknya adalah 1,68 kOe dan 1,13 kOe, sedangkan nilai magnetisasi remanennya 42,5 emu/gram dan 8,16 emu/gram. Proses annealing pada suhu 1000 oC selama 3 jam terhadap cuplikan yang telah di milling, dapat memperbaiki sifat magnetik. Hal itu ditunjukkan naiknya nilai koersivitas intrinsik hingga mencapai 4,39 kOe, dan nilai magnetisasi remanen yang cenderung kembali seperti sebelum di milling sekitar 40,8 emu/gram.
SENSOR MAGNETIK FLUXGATE, KARAKTERISTIK DAN APLIKASINYA Mitra Djamal; Suyatno Suyatno; Yulkifli Yulkifli; Rahmondia N. Setiadi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.495 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5145

Abstract

SENSOR MAGNETIK FLUXGATE, KARAKTERISTIK DAN APLIKASINYA. Telah dilakukan pembuatan dan pengembangan sensor magnetik fluxgate berdasarkan prinsip harmonisa ke dua. Sensor ini mempunyai inti yang terbuat dari bahan khusus vitrovac 6025, dan dua buah probe, yakni probe untuk kumparan primer (pengeksitasi atau excitation coil) dan probe untuk kumparan sekunder (penangkap atau pick-up coil). Sensor ini memiliki sensitivitas yang meningkat dengan meningkatnya jumlah lilitan kumparan sekunder dan/atau meningkatnya suhu operasi. Dalam makalah ini akan ditunjukkan beberapa aplikasi dari sensor magnetik fluxgate, misalnya untuk mengukur kuat medan magnet lemah, kuat arus dan jarak. Pada pengukuran kuat medan magnet lemah dilakukan pengukuran pada daerah -20 μT sampai dengan +20 μT dan diperoleh ketelitian hingga 20 nT dengan sensitivitas 533,94 mV/ μT dan kesalahan relatif 2,76%. Untuk pengukuran jarak, sensor ini mampu melakukan pengukuran perubahan jarak hingga 5 mm dengan resolusi 10 μm dan kesalahan relatif sebesar 3,4%. Sedangkan untuk pengukuran kuat arus, fluxgate magnetometer mampu melakukan pengukuran arus (0 mA hingga 1900 mA) dengan kesalahan relatif < 4,6%
DIFRAKSI NEUTRON UNTUK PENELITIAN STRUKTUR BAHAN MAGNETIK Andika Fajar; H. M. Rahardjo; A. Purwanto; Eddy Santoso
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.323 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5102

Abstract

DIFRAKSI NEUTRON UNTUK PENELITIAN STRUKTUR BAHAN MAGNETIK. Difraksi neutron merupakan peralatan yang penting dalam menentukan struktur magnetik dari bahan kristalin.Makalah ini menjelaskan pemanfaatan difraktometer neutron serbuk resolusi tinggi yang terdapat di BATAN, yang didedikasikan untuk penelitian struktur. Diperlihatkan juga hasil pengukuran pola difraksi neutron pada cuplikan MnO dan MnF2 di atas dan di bawah suhu Neel. Pola difraksi di bawah suhu Neel memperlihatkan munculnya puncak-puncak Bragg baru yang disebabkan oleh strukturmagnetik sebagai tambahan dari puncak Bragg nuklir.
FABRIKASI HIDROGEL MAGNETIK BERBASIS NANO PARTIKEL Fe3O4 Sunaryono Sunaryono; Munaji Munaji; Ratna Ediati; Triwikantoro Triwikantoro; Darminto Darminto
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.863 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5136

Abstract

FABRIKASI HIDROGEL MAGNETIK BERBASIS NANO PARTIKEL Fe3O4. Telah berhasil difabrikasi hidrogel magnetik dengan menggunakan nano partikel berukuran < 100 nm yang diperoleh dari bahan dasar pasir besi. Untuk membentuk gel digunakan polyvinyl alcohol (PVA) yang dicampur air sebagai media pengikat silang. Respons magnetik dari hidrogel dapat bervariasi bergantung pada kandungan Fe3O4 yang ditambahkan dengan kadar 2,5% massa hingga 15% massa dari massa total gel. Ferogel dapat menyimpang dan mulur karena adanya pengaruh medan magnet. Simpangan dan pemuluran ferogel sebanding dengan besarnya konsentrasi Fe3O4 di dalam pengaruh medan magnet. Sementara itu, wujud fisik gel dibuat dengan kekentalan bervariasi.
SUBSTITUSI Mn DAN Ti PADA STRUKTUR FASA MAGNETIK BARIUM HEXAFERRITE MELALUI TEKNIK PEMADUAN MEKANIK (MECHANICAL ALLOYING) Priyono K.; Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.496 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5127

Abstract

SUBSTITUSI Mn DAN Ti PADA STRUKTUR FASA MAGNETIK BARIUM HEXAFERRITE MELALUI TEKNIK PEMADUAN MEKANIK (MECHANICAL ALLOYING). Material dengan komposisi BaFe12-x-yMnxTiyO19 (x,y = 0 hingga 2,5) telah berhasil dibuat melalui proses Mechanical Alloying. Sintesis material diawali dengan pembentukan fasa Fe2-x-yMnxTiyO3 oleh komponen pembentuk fasa Fe2O3, MnCO3 dan TiO2 melalui pemaduan mekanik yang berlangsung delapan jam dan diikuti pemanasan pada suhu 1300 oC. Fasa hasil sintesis ini dipadu bersama BaCO3 menjadi komponen barium hexaferrite yang terbentuk setelah menjalani proses pemaduan selama 4 jam pada 1250 oC. Hasil identifikasi puncak pola difraksi menunjukkan secara baik terbentuknya fasa BaFe12O19 tetapi mengalami perubahan parameter kisi pada kisaran a = 5,8487 Å hingga 5,9108 Å, sedangkan konstanta kisi c pada kisaran 22,8146 Å hingga 23,2093 Å yang disebabkan oleh substitusi secara parsial ion Fe oleh ion Mn dan ion Ti. Substitusi parsial ini juga mengakibatkan berubahnya sifat magnet keras menjadi lunak yang ditunjukkan dengan penurunan koersivitasnya secara signifikan.
SINTESIS NANOPARTIKEL MAGNETIT,MAGHEMIT DAN HEMATIT DARI BAHAN LOKAL Mahardika Prasetya Aji; Agus Yulianto; Satria Bijaksana
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.566 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5116

Abstract

SINTESIS NANOPARTIKEL MAGNETIT,MAGHEMIT DAN HEMATIT DARI BAHAN LOKAL. Mineral oksida besi ditemukan pada beberapa bahan lokal, di antaranya mill scale sebagai produk sisa pembuatan baja serta bahan alam pasir besi. Kedua bahan tersebut keberadaannya sangat melimpah dan hingga kini belum termanfaatkan secara optimal. Dalam penelitian ini dikaji sintesis nano partikel bahan oksida besi berupa magnetit (Fe3O4), maghemit (γ-Fe2O3) dan hematit (α-Fe2O3). Proses sintesis dilakukan dengan metode presipitasi basa. Untuk pembuatan precursor digunakan asam klorida (HCl), sedangkan untuk presipitasi digunakan larutan amoniak (NH4OH). Serbuk endapan hasil presipitasi diidentifikasi dengan metode XRD dan ukurannya dikarakterisasimelalui pengukuran magnetik. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa endapan tersebut teridentifikasi sebagai magnetit dengan bulir-bulir magnetik berdomain tunggal (berukuran orde nano). Maghemit diperoleh melalui oksidasi serbuk endapan tersebut pada suhu 300 °C dan hematit diperoleh melalui oksidasi pada suhu 800 °C.
WAKTU RELAKSASI ELEKTRONIK PADA CaMnO3 Muhammad Fikri Radiyan; Budhy Kurniawan
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.266 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5107

Abstract

WAKTU RELAKSASI ELEKTRONIK PADA CaMnO3. Perhitungan waktu relaksasi merupakan salah satu cara untuk menganalisis pengaruh magnetoresistansi terhadap suatu sampel. Perhitungan waktu relaksasi secara teori dilakukan dengan menggunakan data-data rasio magnetoresistansi yang sebelumnya telah diperoleh secara percobaan. Dalam percobaan tersebut telah dilakukan variasi milling dan lama pemanasan untuk pengukuran rasio magnetoresistansi pada sampel CaMnO3. Rasio magnetoresistansi terbaik yang bisa diperoleh dalam percobaan tersebut bernilai Δρ /ρδ= 28% menggunakan proses milling selama 12 jam dan pemanasan pada suhu 1000 °C selama 9 jam. Data tersebut kemudian difittingmenggunakan persamaan y = ax2 untuk selanjutnya dilakukan perhitungan secara teori untuk mencari waktu relaksasi. Waktu relaksasi yang diperoleh dari data tersebut bernilai τ= 4,44 x 10-12 detik.

Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue