cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002" : 27 Documents clear
STUDI RSE PADA ANISOTROPI INTERAKSI SPIN DALAM NH4CuCl3 Iwan Sugihartono; Budhy Kurniawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.411 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5224

Abstract

STUDI RSE PADA ANISOTROPI INTERAKSI SPIN DALAM NH4CuCl3. Telah diamati sifat-sifat magnetik dari senyawa NH4CuCl3. NH4CuCl3 memiliki struktur kristal yang sama dengan KCuCl3 dan termasuk dalam model kristal monoklinik dengan space group P2I/c. Struktur utama dari kristal ini berupa rantai ganda yang memiliki susunan oktahedral CuCl6 pada bagian tepi sepanjang sumbu-a. Rantai ganda tersebut berada pada sudut dan pusat dari sel satuan dalam bidang bc dan dibatasi oleh ion-ion NH4+. Senyawa NH4CuCl3 memiliki tiga jenis interaksi antar tetangga terdekat J1, J2, dan J3. Sehingga pada temperatur ruang NH4CuCl3 dapat dimodelkan dalam sistem spin satu dimensi. Telah diukur pula harga Faktor Lande (g ) dalam senyawa rantai ganda NH4CuCl3. Nilai g telah diukur menggunakan spektrometer RSE pada temperatur ruang dengan pengaruh medan magnet hingga 1 T. Dalam pengukuran ini ditemukan indikasi fenomena anisotropi nilai g untuk pemutaran sumbu-a dan sumbu-b kristal. Secara teoritis anisotropi ini diprediksikan berasal dari interaksi pertukaran antisimetri pada model satu dimensi senyawa NH4CuCl3.
STUDI TEORITIK EFEK INTERAKSI ANTAR BUTIR UKURAN BERVARIASI TERHADAP SIFAT KEMAGNETAN MAGNET PERMANEN. Doansi Tarihoran; Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.317 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5250

Abstract

STUDI TEORITIK EFEK INTERAKSI ANTAR BUTIR UKURAN BERVARIASI TERHADAP SIFAT KEMAGNETAN MAGNET PERMANEN. Teori Stoner-Wohlfarth, SW menunjukkan deviasi yang sekitar 30-40% dibandingkan dengan hasil pengukuran bahan magnet permanen dengan butir berukuran nanometer. Hal ini disebabkan Akarena teori ini mengabaikan faktor interaksi antar butir. Dalam penelitian ini dilakukan modifikasi teori SW dengan memperhitungkan efek interaksi antar butir. Modifikasi dilakukan dengan mengasumsikan bahwa energi interaksi yang dimiliki sebuah butir berdomain tunggal berbentuk ellipsoidal terfokus di tepi butir. Sedangkan butir SW dalam model perhitungan ini hanyalah sebuah balok didalam butir dengan semua titik sudut balok berada di kulit butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek interaksi menyebabkan polarisasi remanen meningkat drastis diiringi dengan penurunan medan koersifmulai saat butir berukuran kurang dari 0,2 kali ukuran awal butir sudah berdomain tunggal. Untuk material dengan fasa Nd2Fe14B nilai optimal medan koersif dan polarisasi remanen yang memberikan produk energi maksimum,(BH)max tertinggi terjadi pada material dengan ukuran butir sekitar 5nm. Secara kualitatif terdapat kesesuaian antar hasil perhitungan dan pengukuran.
PENGUJIAN KEKERASAN PRODUK LOGAM FEROMAGNETIK DENGAN PENGUKURAN DERAU BARKHA USEN MAGNETIK M. Isnan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.647 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5241

Abstract

PENGUJIAN KEKERASAN PRODUK LOGAM FEROMAGNETIK DENGAN PENGUKURAN DERAU BARKHA USEN MAGNETIK. Untuk menjamin kualitas dari produk-produk manufaktur massal, diperlukan pengujian secara tidak merusak (Nondestructive Testing) yang memiliki kecepatan pengujian serta ketelitian yang tinggi. Untuk produk-produk yang telah mengalami perlakuan panas, untuk mendapatkan nilai kekerasan tertentu, misalnya komponen-komponen otomotif, perlu diuji untuk menjamin kualitas yang diinginkan. Beberapa parameter seperti koersivitas dan permeabilitas dapat digunakan untuk karakterisasi bentuk kurva histerisis. Sifat-sifat ketergantungan bentuk kurva histeresis pada kekerasan mekanik, pengerjaan panas dan keberadaan tegangan sisa, dapat dimanfaatkan untuk pengukuran kekerasan produk yang bersifat feromagnetik. Khusus untuk pengukuran kekerasan ini, parameter yang diukur hanyalah koersivitas. Nilai koersivitas diperoleh dengan pengukuran derau Barkhausen magnetik. Dalam tulisan ini akan dipaparkan bagaimana pengukuran harga koersivitas dapat dilakukan dengan menggunakan efek Barkhausen, serta kajian tentang korelasi antara harga koersivitas dengan kekerasan suatu material feromagnetik dengan menggunakan metoda analisis regresi.
STUDI ELASTOFERIT BERBASIS ETIL VINIL ASETAT (EVA) DAN ELASTOMER TERMOPLASTIK (ETP) DAN PENGUJIAN SIFAT MEKANIK, STRUKTURMIKRO DAN MAGNETIKNYA. Sudirman Sudirman; Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah; Silviani Budiman; Febriyanti Eka Putri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.155 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5152

Abstract

STUDI ELASTOFERIT BERBASIS ETIL VINIL ASETAT (EVA) DAN ELASTOMER TERMOPLASTIK (ETP) DAN PENGUJIAN SIFAT MEKANIK, STRUKTURMIKRO DAN MAGNETIKNYA. Dalam aplikasi di industri sifat magnetik dari magnet komposit tidak perlu tinggi. Oleh sebab itu, pemakaian polimer sebagai matriks yang berfungsi sebagai binder dapat diterapkan sehingga akan diperoleh magnet komposit yang ringan, fleksibel dan murah. Di Negara China, nilai penjualan magnet komposit berbasis heksaferit (52 juta US$)1ebih tinggi dari pada komposit magnet berbasis NdFeB (13,5 juta US$). Sifat kelenturan magnet komposit ditentukan oleh polimer yang digunakan, bila polimer bersifat elastis maka akan diperoleh elastoferit. Dalam penelitian ini, digunakan serbuk heksaferit SrO.6Fe2O3 (SrM) dan BaO.6Fe2O3 (BaM) yang sudah dikalsinasi pada suhu 1200°C sebagai bahan dasar magnet, dan EVA/ETP sebagai bahan polimer. Kedua jenis bahan tersebut dilakukan pencampuran didalam Labo Plastomill dengan suhu operasi 130°C selama 7 menit dengan kecepatan putaran pengaduk 30 rpm, dengan memvariasi kandungan serbuk heksaferit di dalam komposit sebesar 30, 40 dan 50% fraksi volume. Selanjutnya dilakukan pres sehingga diperoleh benda uji berbentuk lembaran dan di karakterisasi sifat mekanik, magnetik dan struktur mikronya. Dari hasil strukturmikro dengan SEM men unjukkan bahwa ukuran partikel serbuk SrM sebesar 1,6 um dengan bentuk pipih sedangkan BaM berbentuk nodular dengan ukuran partikel sebesar 1,2 μm. Sifat mekanik magnet komposit berbasis EVA 1ebih besar dibandingkan dengan komposit berbasis ETP, seperti komposit antara EVA dengan 30%, 40% dan 50% fraksi volume SrM mempunyai kuat tarik sebesar 44,68 ; 53,87 dan 57,07 kg/cm2 sedangkan untuk ETP dengan 30% fraksi volume SrM, kuat tariknya sebesar 19.72 kg/cm2. Sifat magnetik untuk magnet komposit berbasis polimer EVA mempunyai harga yang hampir sama dengan nilai produk energi terendah pada komposisi 30% fraksi volume BaM adalah 0,0400 MGOe dan tertinggi pada komposisi 50% fraksi volume SrM adalah 0,2860 MGOe. Untuk magnet komposit berbasis polimer ETP dengan nilai produk energi terendah sebesar 0,0242 MGOe pada 30% fraksi volume SrM dan tertinggi sebesar 0,2262 MGOe untuk 40% fraksi volume BaM.
ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN MAGNETIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT SrFe12O19 DENGAN MATRIKS POLIPROPILENA DAN POLIETILENA. Sudirman Sudirman; Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah; Hany Julaiha; Ela Hayati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5143

Abstract

ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN MAGNETIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT SrFe12O19 DENGAN MATRIKS POLIPROPILENA DAN POLIETILENA. Bahan magnet konvensional terbuat seluruhnya dari bahan logam melalui proses casting dan sintering sehingga terdapat kekurangan seperti berat, rapuh dan harganya cukup mahal. Magnet komposit merupakan gabungan antara serbuk magnet heksaferit dan bahan pengikat bukan magnetik seperti polimer. Oleh sebab itu sekarang ini dikembangkan magnet komposit, mengingat akan diperoleh bahan magnet yang ringan, elastis dan murah. Pada penelitian ini, digunakan binder berupa polimer yaitu polipropilena melt flow 2 (PP MF2) dan 10 (PP MFlO) serta polietilena jenis LDPE. Pembuatan magnet komposit dilakukan dengan metoda blending yaitu mencampurkan polimer (LDPE, PP MF2 dan PP MF10)dengan variasi fraksi volume serbuk heksaferit SrM (SrFe12O19) sebesar 29, 33, 38, 41, 50 dan 60% v/v ke dalam labo plastomill pada suhu 130 °C untuk LDPE dan 180 °C untuk PP MF2 dan PP MF10. Hasil yang diperoleh berupa bahan magnet komposit dibuat dalam bentuk lembaran dan dikarakterisasi sifat mekanik (kekuatan tarik, perpanjangan putus dan kekuatan luluh) dan sifat magnetnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ketiga jenis polimer PP MF2, PP MF10 dan LDPE dapat berfungsi sebagai binder didalam pembuatan magnet komposit, tetapi hanya polimer jenis PP MF2 yang dapat berfungsi sebagai binder untuk komposisi 60% fraksi volume (%v/v). Dari sifat mekanik magnet komposit dengan matriks polimer yang berbeda hanya kekuatan tarik yang diperoleh, sedangkan kekuatan luluh dan perpanjangan putus tidak diperoleh. Sedangkan kekuatan tarik magnet komposit berbasis SrM untuk matriks polimer PP MF10 paling tinggi dicapai pada komposisi 33% volume serbuk sebesar 205,8 Kg/cm2. Untuk LDPE diperoleh tegangan tarik maksimum sebesar 99,2 Kg/cm2 pada komposisi 50% fraksi volume, sedangkan pada polimer PP MF2 diperoleh tegangan tarik sebesar 220,5 Kg/cm2 untuk komposisi 50% fraksi volume. Sifat magnetik untuk ketiga jenis komposit ini mempunyai harga yang hampir sama dengan nilai produk energi terendah pada komposisi 29% fraksi volume SrM adalah 0,07 MGOe dan tertinggi pada komposisi 60% fraksi volume SrM adalah 0,276 MGOe.
AC MAGNETIC RESPONSE IN (Bi-2223+SrCO3)/Ag SUPERCONDUCTING TAPES M. Diantoro‘; I. M. Sutjahja; M. O. Tjia; F. Gomory; P. Kovae
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.793 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5246

Abstract

AC MAGNETIC RESPONSE IN (Bi-2223+SrCO3)/Ag SUPERCONDUCTING TAPES. A Bi-22231 Ag superconducting tape has been fabricated by means of conventional PIT, followed by eccentric and two axial rolling and heat treatment were introducing an oxide additive (SrCO3) as a barrier. Temperature dependent of AC magnetic susceptibility measurements have been conducted at various external field Ba. The resulted data were analyzed on the basis of strip model using the wills bandfoiitizilation. It was found that the imaginary part ofthe critical current density at O K (Jco) is consistently larger than its real part, but both of them tend to decrease with increasing Ba.
PENGUKURAN STABILITAS NATURAL REMANENT MAGNETIZATION (NRM) BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH Husna Husna; Nurlaela Raul; Satria Bijaksana
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.014 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5237

Abstract

PENGUKURAN STABILITAS NATURAL REMANENT MAGNETIZATION (NRM) BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH. Telah dilakukan kajian kemagnetan batuan pada daerah sekitar puncak Gunung Merapi. Penelitian ini berupa uji kestabilan Natural Remanent Magnetization (NRM) yang menggunakan l6 specimen yang diambil dari Pasar Bubar, Kali Gendol dan Kali Gendong. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran intensitas dan arah NRM,dan proses demagnetisasi dengan menggunakan metoda Alternating Field Demagnetization. Hasil Pengukuran menunjukkan bahwa Pasar Bubar mempunyai intensitas rata-rata 2255,468 mA/meter dengan range deklinasi 32,8° - 6,5° dan inklinasinya -37,4° - 3,9°, Kali Gendol mempunyai intensitas rata-rata 2469,387 mA/meter dengan range deklinasi 356,1°- 11° dan inklinasinya -4,9°  - -0,1°, dan Kali Gendong mempunyai intensitas rata-rata 4139,062 mA/meter dengan range deklinasi 62,1° - 125,4° dan inkinasinya -0,8°- 35,2°. Uji kestabilan NRM ini melalui kurva intensitas, Plot stereonet, diagram Zijderveld dan Analisis Komponen Utama (MAD). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sampel Kali Gendol cukup stabil dan memenuhi syarat untuk digunakan dalam studi Paleomagnetik.
SIFAT MEKANIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS SERBUK MAGNET MQP-0 DAN POLIMER TERMOPLASTIK Evi Yulianti; Sudirman Sudirman; Ridwan Ridwan; Devi Listiana P
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.053 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5139

Abstract

SIFAT MEKANIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS SERBUK MAGNET MQP-0 DAN POLIMER TERMOPLASTIK. Telah dilakukan pembuatan dan uji sifat mekanik dari bahan magnet komposit berbasis MQP-0 dengan bahan polimer EVA (Etil Vinil Asetat), dan membandingkannya dengan magnet komposit berbasis MQP-0 dengan polimer LLDPE (Linier Low Density Poly Ethylen). Sifat-sifat mekanik yang diuji adalah kekuatan regang (Tensile Strength), tegangan luluh (Yield Strength), persen peregangan putus (Percent Elongation Break) serta uji kekerasan. Sifat-sifat tersebut diukur pada berbagai komposisi komposit dan ukuran serbuk magnet. Hasil analisis sifat mekanik menunjukkan bahwa tegangan luluh magnet komposit MQPO-EVA (fraksi berat serbuk magnet 40—75%) berkisar antara 39,6-62,8kg/cm2, kekuatan regang berkisar antara 57,9-134,9kg/cm2 dan kekerasan 78—91 SHA, sedangkan tegangan luluh magnet komposit MQPO-LLDPE (fraksi berat serbuk magnet 40—75%) berkisar antara 63,2-89,1kg/cm2, kekuatan regang berkisar antara 69,0-194,5kg/cm2 dan kekerasannya 81-92SHA. Dari hasil uji sifat mekanik terhadap keduajenis bahan magnet komposit telihat bahwa bahan magnet komposit MQP0-LLDPE mempunyai sifat mekanik yang lebih baik
PEMBENTUKAN FASA DAN PENGARUHNYA PADA SIFAT MAGNETIK KOMPOSIT MAGNET BERBASIS SERBUK MAGNET Nd2Fe14B HASIL MELTSPINNING. Mujamilah Mujamilah; Bambang Sugeng; Evi Yulianti; M. Refai Muslih; Setyo Purwanto; Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.681 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5130

Abstract

PEMBENTUKAN FASA DAN PENGARUHNYA PADA SIFAT MAGNETIK KOMPOSIT MAGNET BERBASIS SERBUK MAGNET Nd2Fe14B HASIL MELTSPINNING. Telah dilakukan studi pembentukan fasa dan sifat magnetik pada komposit magnet berbasis serbuk magnet Nd2Fe14B dengan poliester. Studi dilakukan dengan menganalisis fasa dan kurva histeresis komposit magnet dengan komposisi 75% v/v MQP-0/25% v/v poliester sebagai fungsi berbagai kondisi serbuk. Hasil studi menunjukkan bahwa serbuk MQP-0 mempunyai komposisi dengan tingkat Fe berlebih yang mengakibatkan terbentuknya fasa magnet lunak α-Fe disamping fasa magnet keras Nd2Fe14B pada serbuk. Proses penghalusan awal akan memisahkan fasa—fasa ini dan memberikan fraksi α-Fe dominan pada serbuk dengan ukuran halus dan fraksi magnet keras dominan pada serbuk kasar. Proses penghalusan lanjut akan menurunkan fasa α-Fe dan menumbuhkan fasa kristalin Nd2Fe14B. Kehadiran fasa magnet lunak α-Fe pada matriks fasa magnet keras Nd2Fe14B menyebabkan peningkatan pada harga magnetisasi saturasi dan remanensi bahan namun menurunkan tingkat medan koersivitas bahan. Secara umum kondisi ini mempengaruhi harga produk energi magnetik bahan.
PEMBANGKIT PULSA ARUS SEBAGAI SUMBER ARUS DENGAN METODA ISI-BUANG MUATAN KAPASITOR UNTUK PEMBUATAN MAGNET Djati Handoko; Hasan Fahad; Budhy Kurniawan; Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.143 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5256

Abstract

PEMBANGKIT PULSA ARUS SEBAGAI SUMBER ARUS DENGAN METODA ISI-BUANG MUATAN KAPASITOR UNTUK PEMBUATAN MAGNET. Telah dibuat dan dianalisis sebuah instrumen pembangkit arus yang besar dengan metoda pengisian dan pembuangan muatan pada kapasitor. Arus listrik yang dihasilkan berbentuk pulsa dengan besar 0,25 kA. Rangkaian yang dibuat seperti terlihat pada gambar menggunakan 2 buah kapasitor dengan kapasitansi 3300 mF/350V yang dihubungkan secara paralel. Proses pengisian dan pembuangan muatan dilakukan dengan membuka/menutup saklar (menggunakan SCR) yang dapat diatur waktunya menggunakan timer. Analisis dilakukan terhadap perubahan lama waktu pengisian terhadap besar tegangan kapsitor yang dihasilkan. Pada kasus ini timer dan SCR sangat memegang peranan. Ternyata waktu yang dibutuhkan untuk mencapai harga tegangan maksimum berada pada orde milidetik. Untuk membuktikan keberhasilan instrumen ini dilakukan pengujian terhadap bahan magnet yang berbasis Nd-Fe-B dan SmCo. Magnet yang diperoleh memiliki intensitas medan magnet yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang menggunakan sistem elektromagnet biasa.

Page 1 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue