cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
PREPARASI DAN KARAKTERISASI MATERIAL KERAMIK BARIUM TITANAT (BaTiO3) DENGAN METODE PERTUMBUHAN BUTIR TERORIENTASI UNTUK APLIKASI PIEZOELEKTRIK Bambang Sunendar; Rudy Octavius Sihombing
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.939 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4732

Abstract

PREPARASI DAN KARAKTERISASI MATERIAL KERAMIK BARIUM TITANAT (BaTiO3) DENGAN METODE PERTUMBUHAN BUTIR TERORIENTASI UNTUK APLIKASI PIEZOELEKTRIK. Keramik piezoelektrik tekstur polikristalin telah berhasil ditumbuhkan dengan metode Pertumbuhan Butir Terorientasi (Templated Grain Growth - TGG). Sejumlah fraksi partikel template anisotropik diorientasikanpada partikel matriks yang ukuran butirnya lebih kecil dengan proses tape casting dan terjadi pertumbuhanbutir seiring dengan perlakuan panas, dimana butir matriks tumbuh disekeliling partikel template pada orientasi tertentu. Matriks BaTiO3 skala submikron berhasil disintesis dengan metode konvensional pencampuran oksida BaCO3 dan TiO2. Sedangkan material template BaTiO3 dengan rasio H ≈ 5 : 1 diperoleh dengan metode hidrotermal pencampuran larutan Ba(OH2 dan TiO2 pada pH 13-14. Proses tape casting dilakukan dengan perbandingan % berat matriks : template = 7 : 3. Analisis semikualitatif SEM mengamati fraksi kristal tekstur yang meningkat seiring dengan kenaikan suhu dan terjadi mekanisme exagerated grain growth pada suhu 1200 oC. Konstanta dielektrik juga cenderung meningkat seiring dengan kenaikan suhu dan penelitian inimerupakan studi awal preparasi keramik tekstur piezoelektrik.
PEMBUATAN EPOKSI TERMODIFIKASI POLIURETAN DARI POLIOLAKRILIK DENGAN VARIASI SUHU DAN KOMPOSISI POLIURETAN Evi Triwulandari; Muhammad Ghozali
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 2: JANUARI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.209 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.2.4432

Abstract

PEMBUATAN EPOKSI TERMODIFIKASI POLIURETAN DARI POLIOLAKRILIK DENGAN VARIASI SUHU DAN KOMPOSISI POLIURETAN. Telah dilakukan pembuatan Epoksi Termodifikasi Poliuretan (ETP) dengan menggunakan poliol akrilik dan tolonate sebagai komponen penyusun poliuretan. Proses modifikasi epoksi dengan poliuretan dilakukan pada variasi suhu 50 °C, 70 °C dan 90 °C dan variasi komposisi poliuretan yaitu 10 %, 20 %, 30 %, 40 % (% b/b) terhadap epoksi serta variasi penggunaan pelarut dan tanpa pelarut. Produk ETP yang diperoleh dikarakterisasi dengan menghitung kandungan isosianat sisa untuk menentukan tingkat konversi isosianat, analisis Fourier Transform - Infra Red (FT-IR) dan 1H-Nuclear Magnetic Resonance (1H-NMR). Hasil analisis tingkat konversi isosianat menunjukkan konversi tertinggi diperoleh ketika reaksi dilakukan pada suhu 50 °C dengan menggunakan pelarut yaitu sebesar 97,91%. Hasil analisis kualitatif dengan FT-IR menunjukkan munculnya puncak serapan baru pada daerah bilangan gelombang 1.722 cm-1  yang menunjukkan gugus C=O dari ikatan uretan (-NH-(C=O)-O-) yang merupakan hasil reaksi antara isosianat (N=C=O) dengan gugus hidroksil (-OH) dari epoksi dan poliol. SpektrumFT-IR juga menunjukkan berkurangnya intensitas serapan pada daerah bilangan gelombang 2270 cm-1  yang merupakan gugus isosianat. Hasil analisis 1H-NMR menunjukkan adanya sinyal baru pada daerah pergeseran kimia δ=4,8827 ppm dari ikatan -C-H sp3 yang terikat pada atom -O- ikatan uretan (-CH-O-(C=O)NH-).
PENGUKURAN STABILITAS NATURAL REMANENT MAGNETIZATION (NRM) BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH Husna Husna; Nurlaela Raul; Satria Bijaksana
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.014 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5237

Abstract

PENGUKURAN STABILITAS NATURAL REMANENT MAGNETIZATION (NRM) BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH. Telah dilakukan kajian kemagnetan batuan pada daerah sekitar puncak Gunung Merapi. Penelitian ini berupa uji kestabilan Natural Remanent Magnetization (NRM) yang menggunakan l6 specimen yang diambil dari Pasar Bubar, Kali Gendol dan Kali Gendong. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran intensitas dan arah NRM,dan proses demagnetisasi dengan menggunakan metoda Alternating Field Demagnetization. Hasil Pengukuran menunjukkan bahwa Pasar Bubar mempunyai intensitas rata-rata 2255,468 mA/meter dengan range deklinasi 32,8° - 6,5° dan inklinasinya -37,4° - 3,9°, Kali Gendol mempunyai intensitas rata-rata 2469,387 mA/meter dengan range deklinasi 356,1°- 11° dan inklinasinya -4,9°  - -0,1°, dan Kali Gendong mempunyai intensitas rata-rata 4139,062 mA/meter dengan range deklinasi 62,1° - 125,4° dan inkinasinya -0,8°- 35,2°. Uji kestabilan NRM ini melalui kurva intensitas, Plot stereonet, diagram Zijderveld dan Analisis Komponen Utama (MAD). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sampel Kali Gendol cukup stabil dan memenuhi syarat untuk digunakan dalam studi Paleomagnetik.
PEMISAHAN Ce DARI LIMBAH KATALIS BERBASIS OKSIDA BESI Ridwan Ridwan; Grace Tj. Sulungbudi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.473 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5087

Abstract

PEMISAHAN Ce DARI LIMBAH KATALIS BERBASIS OKSIDA BESI. Limbah katalis untuk produksi stirena dari etilbenzena mengandung Fe dan Ce sebagai unsur dominan. Metode pemisahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengendapan dengan oksalat. Limbah katalis dilarutkan dalam dua media, yaitu dalam larutan HCl encer dan HCl pekat. Reaksi pengendapan cerium oksalat dari larutan cerium klorida dengan penambahkan sedikit demi sedikit larutan 0,2M natrium oksalat pada 50°C. Residu didekomposisi pada 450°C selama 2 jam, kemudian dikalsinasi pada 900°C selama 2 jam untuk membentuk oksida. Proses pemisahan dengan media HCl pekat berupa CeO2, sedangkan dengan media HCl encer diperoleh campuran CaO dan CeO2.
PENGEMBANGAN MODEL MATEMATIKA PERPINDAHAN PANAS PADA KENTANG SELAMA PROSES PEMASAKAN Winarto Winarto; Budi Raharjo; Suhargo Suhargo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 1: OKTOBER 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.283 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.4.1.4892

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL MATEMATIKA PERPINDAHAN PANAS PADA KENTANG SELAMA PROSES PEMASAKAN. Produk/bahan pertanian tidak semuanya dapat langsung dikonsumsi, oleh karena itu agar produk tersebut dapat dikonsumsi, maka perlu perlakuan pemasakan. Teknologi pemasakan melibatkan pengetahuan perpindahan panas dan perubahan fisikawi dan kimiawi produk/bahan akibat pemanasan. Pada pemanasan produk/bahan pangan sering dijumpai masalah yang berkaitan dengan pengontrolan suhu dalam menghasilkan keluaran yang optimal. Faktor yang paling penting dalam pengolahan bahan makanan adalah kenaikan suhu yang dikenakan pada bahan dan lamanya proses pemanasan. Lama pemanasan dan suhu pemanas akan merubah sifat bahan dari mentah menjadi matang, dimana untuk perubahan tersebut diperlukan sejumlah panas yang besarnya berbeda-beda tergantung dari produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematika perpindahan panas pada produk pertanian berbentuk bola pejal selama proses pemasakan tanpa mempertimbangkan panas/energi yang diperlukan untuk merubah sifat fisik dan kimiawi bahan, serta menguji validitas dan kepekaan model. Bahan yang digunakan kentang, diasumsikan berbentuk bola, perambatan panas hanya terjadi pada arah radial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perpindahan panas konveksi pada permukaan lebih besar daripada pengaruh perpindahan panas konduksi dalam bahan. Laju perubahan suhu bahan dipengaruhi oleh suhu media. Dari uji validitas model diperoleh hasil bahwa model perambatan panas konduksi satu dimensi dengan kondisi batas konveksi dan salah satu sisinya diisolasi, serta suhu awal konstan, dapat memprediksi dengan baik distribusi suhu pada berbagai posisi dalam kentang. Sedangkan dari uji kepekaan model, variabel masukan yang peka terhadap perubahan suhu bahan secara berurutan adalah suhu media pemasak, diameter bahan, dan suhu awal bahan.
PENENTUAN BASAL-POLES PADA ZIRCALOY-4 MENGGUNAKAN KOMBINASI POLE FIGURE DAN METODE PROYEKSI STEREOGRAFI Tri H Supriyanto; Bharoto Bharoto; Ahmad Ramadhani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 2: JANUARI 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.724 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.2.4216

Abstract

PENENTUAN BASAL-POLES PADA ZIRCALOY-4 MENGGUNAKAN KOMBINASI POLE FIGURE DAN METODE PROYEKSI STEREOGRAFI.Basal pole dari struktur kristal heksagonal memainkan peran penting dalam analisis tekstur. Perbandingan c/a menentukan karakteristik pole figure 0002. Dalam penelitian ini basal pole zircaloy-4 dianalisis dengan pole figure dan metode proyeksi stereografi. Pole figure eksperimental diperoleh dengan difraktometer tekstur, DN2, BATAN menggunakan metode refleksi pada panjang gelombang 1,279Å. Cuplikan Zircaloy-4 memiliki struktur heksagonal. Dari refinement pola difraksi neutron diperoleh parameter kisi, a = 3,2288 Å dan c = 5,1554 Å, sehingga diperoleh c/a = 1,597. Proyeksi stereographic menggunakan empat buah indeksmiller hkl, yaitu 100, 001, 101 dan 110 dengan berbagai jarak antar bidang (d) antara 1Å dan 3Å. Koordinat pole ditentukan dengan complete pole figure eksperimental 100, 001, 101 dan 110. Dari complete pole figure, basal pole {001} dapat ditentukan dari pole figure 100 dan 110 pada koordinat pole = (90o , 0o , 90o ) dan (90o, 0o , 270o ) di dalam arah pengerolan. Koordinat basal-pole secara detil ditunjukkan pada pole figure 0002 dimana kecondongan pole sekitar ± 40o menjauhi arah normal ke arah transversal, dan pole (100) sejajar dengan arah pengerolan, sedangkan arah (110) terarah sejajar dengan arah transversal.
CRYSTALLIZATION BEHAVIOR AND MICROMORPHOLOGY OF SOL-GEL DERIVED MESOPOROUS NANO-PARTICLES TITANIA Silvester Tursiloadi; Hiroshi Hirashima; Yu Yamanakaz
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.377 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4913

Abstract

CRYSTALLIZATION BEHAVIOR AND MICROMORPHOLOGY OF SOL-GEL DERIVED MESOPOROUS NANO-PARTICLES TITANIA. In this work, effects of drying methods on the micro-morphology ofinesoporpous TiO2 prepared by the sol-gel method has been studied using transmission electron microscopy (TEM), X-ray diffraction analysis (XRD) and N2 gas adsorption. Mesoporous TiO2 consists of anatase nano-particles, about 5nm in diameter, have been obtained by hydrolysis of titanium alkoxide in a methanol solution and supercritical extraction in CO2 at 60°C and 22Mpa. XRD peaks ofrutile have been found after annealing at 600°C. The particle sizes of anatase and rutile are about 13 and 25nm in diameter, respectively. The surface morphology of Ti02 nano-particles has been discussed with the surface fractal dimensions estimated from the N2 gas adsorption isotherms.
PENGARUH DOPANT TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN STRUKTUR ELEKTRONIK POLI (HEKSIL TIOFEN) Fitrilawati Fitrilawati; Tuti Susilawati; Vicka P. Lestari; Yusi S. Syamsiar; Lukman Nulhakim; Anita Anggraeni; Wildan Abdussalam
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.775 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4769

Abstract

PENGARUH DOPANT TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN STRUKTUR ELEKTRONIK POLI (HEKSIL TIOFEN). Poli(3-heksil tiofen) merupakan polimer terkonjugasi yang memiliki sifat optik dan listrik yang menarik dan memiliki potensi aplikasi sebagai bahan solar sel, fotodioda dan transistor organik. Untuk kepentingan aplikasi tersebut, diperlukan bahan polimer dengan tingkat konduksi listrik tertentu, yang besarnya dapat dikontrol melalui proses doping. Dalam penelitian ini dilakukan studi doping poli(3-heksil tiofen) dengan menggunakan dopant perklorat (HClO4) dan dianalisis pengaruhnya terhadap konduktivitas dan struktur elektronik bahan yang bersangkutan. Konduktivitas bahan yang diukur dengan teknik four line probe menunjukkan adanya peningkatan karena pengaruh dopant. Selain itu, hasil pengukuran dengan spektroskopi UV-Vis menunjukkan konsentrasi dopant mempengaruhi spektrum bahan poli(3-heksil tiofen). Konsentrasi dopant yang tinggi (lebih besar dari 0,25 M) menimbulkan puncak absorpsi baru pada panjang gelombang 750 nm, yang diinterpretasikan sebagai munculnya pita energi baru diantara band gap.
UJI STATISTIK PENGARUH PERLAKUAN PERMUKAAN TERHADAP UMUR FATIK DENGAN DATA TERBATAS Agus Suhartono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 1: OKTOBER 2009
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.155 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2009.11.1.4565

Abstract

UJISTATISTIKPENGARUHPERLAKUANPERMUKAANTERHADAPUMURFATIKDENGANDATATERBATAS. Penentuan pengaruh dua atau lebih parameter pada kekuatan fatik bahan terkadang sulit dilakukan karena distribusi data yang bersifat menyebar. Uji statistik dapat mempermudah evaluasi perubahan karakteristik bahan sebagai hasil dari suatu proses pengerjaan yang berpengaruh pada kekuatan fatik secara signifikan. Pada penelitian ini dilakukan uji statistik pada data hasil pengujian fatik benda uji baja AISI 1045. Benda uji terdiri atas 4 kelompok. Pertama adalah benda uji yang tidakmengalami perlakuan permukaan, kedua dan ketiga adalah benda uji yangmengalami proses shot peening dengan 15 intensitasAlmen dan 16 intensitas Almen serta kelompok keempat adalah benda uji yang mengalami karburisasi. Uji fatik dilakukan pada tiga tingkat pembebanan. Data-data kemudian dipetakan pada diagramS-N ( beban terhadap jumlah siklus). Prosedur perhitungan denganmetode transformasi dilakukan dari tiga tingkat pembebananmenjadi satu tingkat pembebanan. Uji statistik yang diterapkan pada data-data tersebut menunjukkan bahwa proses shot peening dan karburisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan fatik benda uji. Sedangkan penambahan waktu shot peening yang mengakibatkan kenaikan intensitas dari 15 intensitas Almen (kelompok benda uji kedua) menjadi 16 intensitas Almen (kelompok benda uji ketiga) tidak menaikkan kekuatan fatik benda ujisecara signifikan.
FABRIKASI LAPISAN TIPIS CuInS2 MENGGUNAKAN METODA REACTIVE SPUTTERING Mohammad Mustafa Sarinanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.983 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2000.1.2.5324

Abstract

FABRIKASI LAPISAN TIPIS CuInS2 MENGGUNAKAN METODA REACTIVE SPUTTERING. Lapisan tipis CuInS2 telah dipreparasi di atas Pyrex slide glass dengan menggunakan metoda reactive sputtering, dengan temperatur substrat 200-350°C dimana sebagai gas pereaksi digunakan CS2. Kecepatan pertumbuhannya adalah 0,5 — 1 pm/jam. Film kristal yang diperoleh mempunyai orientasi (112) sejajar dengan substrat.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue