cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
STUDI ELECTROCHEMICAL IMPEDANCE SPECTROSCOPY DARI LEMBARAN POLYVINYL ALCOHOL DENGAN PENAMBAHAN LiClO4 SEBAGAI BAHAN ELEKTOLIT BATERAI Li-ION Indra Gunawan; Wahyudianingsih Wahyudianingsih; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 1: OKTOBER 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.795 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.18.1.4173

Abstract

STUDI ELECTROCHEMICAL IMPEDANCE SPECTROSCOPY DARI LEMBARAN POLYVINYL ALCOHOL DENGAN PENAMBAHAN LiClO4 SEBAGAI BAHAN ELEKTOLIT BATERAI Li-ION. Telah disintesis bahan polimer elektolit padat untuk baterai Li ion, yaitu Polyvinyl Alcohol (PVA) dengan penambahan garam Lithium Perchlorate (LiClO4) dengan berbagai konsentrasi. Studi Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dari bahan ini dilakukan dengan membuat plot Nyquist dari pengukuran dengan LCR meter. Bahan elektrolit ini disiapkan dengan cara serbuk PVA dilarutkan ke dalam aquadest dan ditambahkan garam LiClO4 yang divariasi 0 % berat, 5 % berat, 10 % berat, 15 % berat, 20 % berat dan 25 % berat. Setelah proses pengeringan larutan, diperoleh lembaran PVA dengan penambahan garam LiClO4 sebagai bahan elektrolit baterai Li ion. Plot Nyquist untuk lembaran PVA yang ditambahkan garam LiClO4 yang divariasi 0 % berat, 5 % berat, 10 % berat, 15 % berat, 20 % berat dan 25 % berat telah dianalisis. Informasi resistensi elektrolit, ketahanan permukaan film dan resistensi transfer muatan diperoleh dengan pemodelan sirkuit yang setara sesuai dengan plot Nyquist. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan LiClO4 didalam PVA semakin besar pula difusi ion lithium di dalam lembaran bahan elektrolit.
Cover JUSAMI Vol. 20, No. 3 April 2019 Cover JUSAMI
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 3: APRIL 2019
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.502 KB)

Abstract

PENGARUH MEDAN DEPOSISI PADA STRUKTUR MIKRO, RESISTANSI DAN NISBAH MR LAPISAN TIPIS NiemYANG DISIAPKAN DENGAN DC MAGNETRON SPUTTERING Moh. Toifur
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.581 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5200

Abstract

PENGARUH MEDAN DEPOSISI PADA STRUKTUR MIKRO, RESISTANSI DAN NISBAH MR LAPISAN TIPIS NiemYANG DISIAPKAN DENGAN DC MAGNETRON SPUTTERING. Telah dibuat lapisan tipis Ni80Fe20 pada suhu substrat 200°C berbantuan medan deposisi 600 gauss. Penelitian bertujuan untuk mengamati pengaruh medan deposisi terhadap struktur atom lapisan, resistansi dan efek MR. Dari spektrum. XRD dinyatakan bahwa lapisan berstruktur kristal dengan puncak-puncak difraksi pada sudut 37,45°, 43,4° dan 44,75° dan bersesuaian dengan unsur Fe2O3, NiFe dan NiO. Penambahan B menjadikan ukuran butir cenderung berkurang. Dari uji resistansi dengan probe 4 titik diperoleh resistansi maksimum sebesar l7407,04 ohm yang bersesuaian dengan medan deposisi 0 gauss, hal mana menunjukkan spin-spin elektron lapisan memiliki struktur paling acak. Sedangkan dari uji MR pada medan H = 0 — IS gauss diperoleh medan jenu-h (Hs) semua lapisan l2,5 gauss yang menunjukkan lapisan termasuk jenis soft magnetic. Nisbah MR terbesar 10,23 % yang bersesuaian dengan medan B = 0 gauss sedangkan nisbah MR terkecil 0,9 l % bersesuaian dengan medan B = 300 gauss. Lapisan yang pertama sesuai untuk sensor medan magnet berstruktur lapisan tunggal sedangkan lapisan yang kedua sesuai untuk membuat sensor medan magnet berstruktur multilapis.
ANALISIS FASA DAN SIFAT MAGNETIK PADA KOMPOSIT BaFe12O19/NdFe14B HASIL MECHANICAL MILLING Prijo Sardjono; Wisnu Ari Adi; Perdamaian Sebayang; Muljadi Muljadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.101 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.2.4721

Abstract

ANALISIS FASA DAN SIFAT MAGNETIK PADA KOMPOSIT BaFe12O19/NdFe14B HASIL MECHANICAL MILLING. Telah dilakukan analisis fasa dan uji sifat magnetik pada bahan komposit magnet BaFe12O19/NdFe14B hasil mechanical milling menggunakan difraksi sinar-X dan GmbH Permagraph. Hasil refinement dari pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa sampel terdiri dari 2 fasa, yaitu fasa BaFe12O19 dan fasa NdFe14B. Sedangkan fraksi massa dari fasa BaFe12O19 dan fasa NdFe14B berturut-turut sebesar 79,89 % dan 20,11 %. Sampel bahan magnet BaFe12O19 dengan struktur kristal heksagonal (space group P 63/m m c), parameter kisi α = 5,9033(5) Å, b = 5,9033(5) Å dan c = 23,239(2) Å, α = β = 90o dan  = 120o, V = 701,3(1) Å3 dan  = 5.7172 g.cm-3. NdFe14B dengan struktur kristal simetri tetragonal (space group P 42/m n m (No. 136)) dengan parameter kisi sebesar a = 8,865(8) Å, b = 8,865(8) Å dan c = 12,269(1) Å, α = β = γ = 90o, V = 964,3(1) Å3 dan ρ = 7,7508 g.cm-3. Hasil pengukuran sifat magnetik menunjukkan bahwa bahan magnet NdFe14B sebelum dimilling memiliki medan koersivitas dan medan magnet rimanen berturut turut adalah 7984 Oe dan 5250 Gauss. Sedangkan untuk bahan magnet BaFe12O19 berturut-turut adalah 1625 Oe dan 1190 Gauss. Setelah dimilling selama 30 jam, medan koersivitas dan medan magnet rimanen meningkat di atas bahan magnet BaFe12O19 berturut-turut adalah 2650 Oe dan 1580 Gauss. Disimpulkan bahwa proses pencampuran ini tidak memberikan dampak rusaknya struktur fasa masing-masing. Partikel-partikel BaFe12O19 dapat dijadikan sebagai pelindung dari partikel-partikel NdFe14B yang memiliki sifat yang sangat korosif pada suhu kamar. Fasa BaFe12O19 ini relatif stabil pada suhu kamar sehingga partikel-partikel BaFe12O19 tidak mudah berubah setelah bercampur dengan partikel-partikel NdFe14B.
SINTESIS BAHAN MAGNETIK PSEUDO BROOKITE Fe2TiO5 BERBASIS SUMBER DAYA MINERAL LOKAL Prijo Sardjono; Wisnu Ari Adi; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3: APRIL 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.355 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.3.4416

Abstract

SINTESIS BAHAN MAGNETIK PSEUDO BROOKITE Fe2TiO5 BERBASIS SUMBER DAYA MINERAL LOKAL. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi bahan magnet pseudobrookite Fe2TiO5 dari sumber daya alam lokal pasir besi. Mineral pasir besi diperoleh dari pesisir pantai Banten. Pasir besi ini dipreparasi dengan teknik mechanical milling untuk memperoleh ukuran partikel yang kecil. Kemudian pasir besi hasil milling dilakukan leaching dan seperator magnetic untuk menghilangkan pengotor-pengotor non magnetik. Hasil pemisahan dengan separator magnetic ditambahkan TiO2 sesuai kaidah stoikiometri untuk dibuat bahan magnet pseudobrookite Fe2TiO5. Sintesis pseudobrookite Fe2TiO5 menggunakan metode reaksi padatan melalui proses mechanical milling dan di sintering pada suhu 1.000 oC selama 5 jam. Hasil refinement dari pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa telah terbentuk bahan magnet pseudobrookite Fe2TiO5 dengan struktur kristal orthorombik (grup ruang C m c m), parameter kisi a = 3,7233(5) Å; b = 9,774(1) Å dan c = 9,968(1) Å, α  = β = γ = 90o, volume unit sel sebesar V = 362,8(1) Å3 dan kerapatan atomik sebesar ρ = 4,178 g.cm-3. Hasil pengukuran sifat magnetik menunjukkan bahwa pseudobrookite Fe2TiO5 hasil sintesis bersifat soft magnet dengan medan koersivitas dan magnetisasi remanen berturut-turut adalah 461 Oe dan 0,2 emu/g. Disimpulkan bahwa telah berhasil dibuat bahan magnet pseudobrookite Fe2TiO5 dari bahan baku sumber daya alam lokal pasir besi
PENGARUH SUHU REAKSI TERHADAP DERAJAT KRISTALINITAS DAN KOMPOSISI HIDROKSIAPATIT DIBUAT DENGAN MEDIAAIR DAN CAIRAN TUBUH BUATAN (SYNTHETIC BODY FLUID) E. Firman Purnama; S. Nikmatin; R. Langenati
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.264 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5078

Abstract

PENGARUH SUHU REAKSI TERHADAP DERAJAT KRISTALINITAS DAN KOMPOSISI HIDROKSIAPATIT DIBUAT DENGAN MEDIAAIR DAN CAIRAN TUBUH BUATAN (SYNTHETIC BODY FLUID). Hidroksiapatit sangat dekat dengan komponen tulang dan mineral gigi. Kalsium berikatan dengan gugus fosfat, hidroksida dan karbonat. Hidroksiapatit yang digunakan sebagai implant pada tulang harus memiliki sifat biokompatibel dan bioaktif. Biokompatibel adalah kemampuan material untuk menyesuaikan dengan kecocokan tubuh penerima, sedangkan bioaktif adalah kemampuan material bereaksi dengan jaringan dan menghasilkan ikatan kimia yang sangat baik. Penelitian ini menggunakan pelarut air dan pelarut cairan tubuh sintetik (Synthetic Body Fluid). Saat pembuatan HAp dilakukan pengeringan dengan freeze drying dan dihasilkan gas CO2 dari ion karbonat yang tertahan atau tidak banyak hilang atau menguap sehingga dihasilkan butir kristal yang lebih halus. Variasi suhu 40oC, 70oC dan 90oC saat pemanasan pembuatan HAp menghasilkan perbedaan derajat kristalinitas pada setiap suhu. Hasil analisis data XRD memperlihatkan bahwa semakin bertambahnya suhu reaksi pada saat pembuatan hidroksiapatit maka derajat kristalinitasnya semakin meningkat. Pola pita serapan FTIR untuk HAp dengan pelarut SBF memperlihatkan gugus CO32- dengan pita serapan lebih tajam dibandingkan HAp pelarut air. SEM memperlihatkan bahwa morfologi HAp pelarut air berbentuk gumpalan bulat, sedangkan HAp pelarut SBF membentuk serpihan memanjang. AAS dan UV-Vis menunjukan semakin tinggi konsentrasi ion Mg2+ yang terkandung maka nilai perbandingan Ca/P semakin turun akibat substitusi ion Mg2+ dengan ion Ca2+.
PERBANDINGAN NAA DENGAN ICP-MS UNTUK ANALISIS UNSUR KELUMIT DALAM BERBAGAI JENIS BAHAN Rukihati Rukihati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 3: JUNI 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.594 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2003.4.3.4873

Abstract

PERBANDINGAN NAA DENGAN ICP-MS UNTUK ANALISIS UNSUR KELUMIT DALAM BERBAGAI JENIS BAHAN. NAA (Neutron Activation Analysis) dan ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry) adalah dua metode analisis multi-unsur untuk menentukan unsur-unsur kelumit (trace elements) dalam suatu bahan pada tingkat konsentrasi ppb (part perbillion = 10-7 %) atau kurang. Kedua metode ini mempunyai kelebihan spesifik, dan dapat dipilih untuk keperluan analisis bahan tertentu. Tidak seperti ICP-MS, NAA tidak bergantung pada matriks, dan tidak bergantung pada pengkalibrasi. ICP-MS masih terus dikembangkan dan banyak diminati untuk analisis rutin. Sedangkan NAA masih tergolong penting sebagai metode acuan yang mempunyai ketepatan dan ketelitian tinggi.
SINTESIS SILIKA METODE SOL-GEL SEBAGAI PENYANGGA FOTOKATALIS TiO2 TERHADAP PENURUNAN KADAR KROMIUM DAN BES Diana Rakhmawaty Eddy; Atiek Rostika Noviyanti; Dini Janati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4207

Abstract

SINTESIS SILIKA METODE SOL-GEL SEBAGAI PENYANGGA FOTOKATALIS TiO2 TERHADAP PENURUNAN KADAR KROMIUM DAN BESI. Silika merupakan material yang menarik perhatian para peneliti karena aplikasinya yang luas dan pembuatannya yang mudah. Salah satu metode pembuatan silika adalah metode sol-gel. Silika yang dihasilkan bersifat amorf dengan densitas yang rendah sehingga dapat digunakan sebagai penyangga fotokatalis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat fotokatalis TiO2 -SiO2 untuk menurunkan kadar logam kromium dan besi dalam air. Tahapan penelitian adalah sintesis silika dengan variasi konsentrasi amonia dan suhu kalsinasi, imobilisasi TiO2 pada SiO2 , dan uji fotokatalisis TiO2 -SiO2 terhadap kadar logam kromium dan besi dari air Sungai Cikijing. Untuk mengetahui gugus fungsi, morfologi, bentuk kristal, komposisi TiO2 dalam fotokatalis TiO2 -SiO2 , dan kadar logam dilakukan analisis dengan menggunakan Fourier Transform - Infra Red (FT-IR), Scanning Electron Microscope (SEM-EDX), X-Ray Diffractometry (XRD), dan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS).Dalam penelitian ini, jumlah konsentrasi amonia dan suhu kalsinasi divariasikan yaitu; 12,5% dan 25% dengan suhu kalsinasi 400C, 500C, dan 600C. Hasil analisis FT-IR menunjukkan bahwa puncak silika muncul pada bilangan gelombang 3447 cm-1 (regang –OH), 1638 cm-1 (regang Si-O) dan 1107 cm-1 (regang Si-O-Si). Hasil pengukuran TiO2 -SiO2 10% dengan XRD menunjukkan bahwa puncak pada 2θ = 25,26° adalah TiO2 anatase dan 2θ = 23,86° adalah SiO2 amorf sehingga diketahui bahwa TiO2 terimobilisasi pada SiO2 dengan komposisi TiO2 sebesar 10,05% dari hasil pengukuran SEM-EDX. Uji fotokatalisis TiO2 -SiO2 10% memiliki aktivitas optimum dalam menurunkan kadar logam kromium sebesar 95,30% dan besi sebesar 93,62% pada konsentasi awal kromium 3,832 mg/L dan besi 2,039 mg/L.
KONDUKSI PANAS KOMPOSIT POLIMER POLIPROPILENA - PASIR. Betha Betha; Sudirman Sudirman; Aloma Karo Karo; Mashuri Mashuri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.332 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2001.2.2.4901

Abstract

KONDUKSI PANAS KOMPOSIT POLIMER POLIPROPILENA - PASIR. Sifat konduksi panas bahan komposit polipropilena (PP)-pasir telah diteliti. Komposit PP dengan pasir dimaksudkan untuk meningkatkan sifat konduksi panas dari bahan polimer tersebut. Komposit dalam penelitian ini dilakukan dengan mencampur matriks (polipropilena melt flow 2/10) dan filler (pasir) dengan alat labo plastomill. Hasil pengujian konduktivitas panas komposit polipropilena—pasir yang didapat semakin meningkat dengan bertambahnya fraksi volume partikel pengisi. Dan pengkajian konduktivitas termal didasarkan pada model Cheng dan Vachon, model Lewis dan Nielsen, dimana pemodelan ini berfungsi untuk menunjang hasil eksperimen. Terbukti bahwa model Lewis dan Nielsen yang cenderung mendekati hasil eksperimen ini. ,Kemudian peningkatan konduktivitas panas akan dianalisis juga dengan model konduksi seri-pararel sistem dua fasa, yang menunjukkan bahwa pasir dalam komposit PP MF 2 lebih berperan dalam menaikkan konduktivitas panas daripada pasir dalam komposit PP MF 10 namun tidak mudah dalam membentuk medium konduktif.
EFEK CRYOMILLING TERHADAP STRUKTUR MIKRO SISTEM Bi-Mn Wahyu Bambang W.; Suryadi Suryadi; Agus Sukarto W.; Nurul Taufiqu R.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.556 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4759

Abstract

EFEK CRYOMILLING TERHADAP STRUKTUR MIKRO SISTEM Bi-Mn. Pengaruh cryomilling terhadap strukturmikro paduan sistem Bi-Mn telah diamati. Campuran bubuk Bi dan Mn dengan komposisi Bi-20%atMn diMechanically Alloyed (MA) menggunakan Planetary Ball Mill (PBM4A) dengan variasi kondisi MA pada suhu ruang (± 25 oC), 0 oCC, dan -50 oCC. Operasi cryomilling dengan suhu -50 oCC dilakukan dengan mengalirkan nitrogen cair pada ruang pendingin berisi etanol 50 %vol yang akan mendinginkan chamber MA. Campuran bubuk yang telah diMA dikarakterisasi dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Analisis struktur memperlihatkan efek penghancuran dan pemunculan fasa metastabil yang signifikan pada MA kondisi cryogenic dibandingkan dengan MA pada kondisi suhu ruang untuk waktu MA yang sama, sementara analisis strukturmikro memperlihatkan hubungan antara homogenitas dan kehalusan struktur terhadap kondisi MA. Perbandingan hasil milling terhadap suhu memperlihatkan efektifitas milling pada suhu rendah untuk menghasilkan fasa metastabil dengan strukturmikro yang lebih halus dan seragam.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue