cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
STUDI KAITAN DISPERSI DAN PITA FREKUENSI TERLARANG GETARAN KEKISI Ni50Fe50 dan Ni66Fe33 Moh. Toifur; Sujatmoko Sujatmoko; Ridwan Ridwan; Wisnu Ari Adi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.628 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5125

Abstract

STUDI KAITAN DISPERSI DAN PITA FREKUENSI TERLARANG GETARAN KEKISI Ni50Fe50 dan Ni66Fe33. Telah dilakukan telaah mengenai getaran kekisi NiFe dengan perbandingan massa keduanya 1:1 dan 1:2, untuk mengetahui kaitan dispersi mode optik dan mode akustik dari frekuensi getarnya. Kekisi dimisalkan berbentuk rantai atom1 dimensi yang dihubungkan dengan pegas seragam. Sebagaimasukan digunakan tetapan kekisi (a) 3,62009 Å yang merupakan nilai terhitung dari pola XRD untuk lapisan NiFe hasil deposisi dengan teknik sputtering pada suhu 200 oC berbantuan medan annealing 150 G serta tipikal konstanta pegas (β) 32 N/m. Hasil penelitian menunjukkan, untuk Ni50Fe50 profil kaitan dispersi terdiri dari mode optik dan akustik dan tidak ada perbedaan bentuk antara Brillouin zone pertama (0 < k < π/2a) dengan yang lain. Sedangkan untuk Ni66Fe33 pada larik kekisi Ni-Fe terdapat perbedaan kaitan dispersi antara zone pertama (0<k<π/2a) dan kedua (π/2a<k<π/a) baik untuk mode optik maupun mode akustik. Untuk larik kekisi Ni-Ni, kaitan dispersi berupa mode optik yang terjadi pada zone pertama (0 < k < π/a). Selain itu pada kedua jenis kekisi Ni50Fe50 dan Ni66Fe33 ditemukan lebar pita frekuensi terlarang yang sama yaitu 2,56 x 1013 Hz hingga 2,63 x 1013 Hz.
PENUMBUHAN CARBON NANOTUBE DENGAN TEKNIK MILLING MENGGUNAKAN Fe SEBAGAI KATALIS PENUMBUH Yunasfi Yunasfi; Salim Mustofa; Muflikhah Muflikhah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 1: OKTOBER 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.169 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.14.1.4637

Abstract

PENUMBUHAN CARBON NANOTUBE DENGAN TEKNIK MILLING MENGGUNAKAN Fe SEBAGAI KATALIS PENUMBUH. Telah dilakukan penumbuhan Carbon Nanotube (CNT) dengan teknik milling menggunakan partikel Fe sebagai katalis penumbuh. Campuran serbuk Fe-C berukuran nano dibuat dari campuran serbuk grafit dan Fe dalam berbagai variasi persen berat Fe (1% berat hingga 5 %berat), lalu diproses milling memakai teknik High Energy Milling (HEM) selama 50 jam. Hasil analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan hadirnya puncak-puncak karbon C(002), C(004) dan C(110) dan puncak Fe(101) dan Fe(200), Puncak karbon menurun intensitasnya dan cenderung amorf dengan meningkatnya%berat Fe, sedangkan puncak Fe makin menajam. Hasil pengamatan struktur mikro dengan TEM memperlihatkan adanya penumbuhan awal CNT dengan dimensi yang dipengaruhi %Fe. Pada kandungan 2 % berat Fe terbentuk struktur CNT dengan ukuran lebih panjang dibanding pada kandungan berat Fe lainnya. Pembentukan CNT ini juga teridentifikasi dari spektrum Raman yang memperlihatkan hadirnya puncak G-band pada 1590 cm-1 dan puncak D-band pada 1310 cm-1 dengan intensitas ID yang lebih tinggi dibanding IG serta tak hadirnya puncak RBM-band pada bilangan gelombang rendah. Kondisi ini merupakan jenis spektrum untuk bahan dengan struktur Multi Wall Carbon Nanotube (MWCNT). Rasio ID/IG tertinggi pada 2 % berat Fe mendukung hasil analisis dimensi CNT dari pengamatan Transmission Electron Microscope (TEM). Secara umum dari data-data yang diperoleh pada penelitian ini dapat ditunjukkan bahwa Fe dapat berfungsi sebagai katalis dalam penumbuhan CNT.
KARAKTERISTIK KOPOLIMER RADIASI SELULOSA ASETAT-ko-GLUTARALDEHIDA Meri Suhartini; E Evy Ernawati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 4: JULI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.114 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.4.4341

Abstract

KARAKTERISTIK KOPOLIMER RADIASI SELULOSA ASETAT-ko-GLUTARALDEHIDA. Kopolimerisasi radiasi selulosa asetat -ko- glutaraldehida telah dilakukan dengan menambahkan glutaraldehida pada selulosa asetat pada berbagai konsentrasi keberadaan. Sebagai inisiator digunakan iradiasi sinar-γ dari sumber Co-60 pada berbagai variasi dosis iradiasi. Hasil menunjukkan bahwa kopolimerisasi selulosa asetat-ko-glutaraldehida menurunkan derajat penggembungan serta meningkatkan sifat mekanik dan termal pada kopolimer tersebut. Konsentrasi optimum glutaraldehid diperoleh pada 3 % berat/berat dengan dosis iradiasi sinar-γ pada 30 kGy, derajat penggembungan turun dari 7,95 % menjadi 1,32 %, pada derajat kopolimerisasi 16,42 %. Analisis gugus fungsi menggunakan spektrometer Fourier Transform-Infra Red (FT-IR) memperlihatkan adanya pergeseran puncak serapan sebelum dan sesudah penambahan glutaraldehid menunjukkan bahwa proses kopolimerisasi telah terjadi
PENGARUH PENDOPINGAN Y2O3 TERHADAP STRUKTUR DAN RELAKSASI DIPOLE Ba0,95Sr0,05TiO3 Erna Hastuti; Suasmoro Suasmoro
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.679 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.2.4993

Abstract

PENGARUH PENDOPINGAN Y2O3 TERHADAP STRUKTUR DAN RELAKSASI DIPOLE Ba0,95Sr0,05TiO3. Komposisi Ba0,95Sr0,05TiO3 disintesis melalui kalsinasi prekursor yang diperoleh melalui kopresipitasi oksalat. Bubuk didoping dengan Y2O3 dengan kadar % mol Y3+: 0; 0,2; 0,4 dan 0,6. Pengaruh doping Y3+ terhadap sampel dianalisis melalui difraksi sinar X, permitivitas, resistivitas dan konduktivitas. Diperoleh data bahwa sampel yang didoping mempunyai tetragonalitas yang lebih kecil dibandingkan dengan sampel tanpa doping. Tetragonalitas sampel tanpa doping 1,00910, sampel dengan doping Y3+ 0,4 % 1,0083 dan doping Y3+ 0,6%1,00846. Karakterisasi relaksasi dipole menunjukkan adanya dipole granuler pada sampel yang didoping akibat adanya muatan ruang disamping dipole kisi.
KARBURASI BAJA ST 40 DENGAN TEKNIK SPUTTERING Suprapto Suprapto; Sayono Sayono; Lely Susita R. M.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.855 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.8.1.4814

Abstract

KARBURASI BAJA ST 40 DENGAN TEKNIK SPUTTERING. Telah dilakukan karburasi baja ST 40 dengan teknik sputtering. Karburasi bertujuan untuk memperbaiki sifat-sifat mekanik permukaan khususnya peningkatan kekerasan permukaan. Dalam proses karburasi dengan teknik sputtering, material yang dikarburasi ditempatkan dalam reaktor plasma dengan tekanan rendah (vakum) dan gas argon dialirkan ke dalam reaktor plasma serta diplasmakan dengan tegangan DC untuk men-sputter sumber karbon dari grafit. Atom- atom karbon dari grafit yang ter-sputter dideposisikan pada baja sehingga terjadi proses karburasi. Karburasi dilakukan dengan variasi suhu dan waktu untuk mendapatkan hasil yang optimal. Hasil karburasi didapatkan kekerasan maksimum sebesar 919, 65 KHN atau dengan persentase kenaikan kekerasan sebesar 365 % dari kekerasan awal (197,54 KHN) yang dicapai pada waktu karburasi 3 jam dan suhu 300 0C. Kedalaman karburasi didasarkan pada pengujian kekerasan mikro penampang melintang didapatkan antara 100 µm sampai dengan 150 µm.
PENGARUH KANDUNGAN Co TERHADAP SIFAT OPTIK FILM TIPIS TiO2-Co YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE MOCVD E. Supriyanto; G. Wiranto; I. D.P. Hermida; M. Budiman; P. Arifin; Sukirno Sukirno; M. Barmawi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.475 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5148

Abstract

PENGARUH KANDUNGAN Co TERHADAP SIFAT OPTIK FILM TIPIS TiO2-Co YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE MOCVD. Film tipis TiO2-Co telah ditumbuhkan di atas substrat Si (100) tipe-n dengan metode metalorganic Chemical Vapor Deposition (MOCVD), menggunakan Titanium (IV) isopropoxide (Ti(OCH(CH3)2)4 dan tris (2,2,6,6-tetra methyl-3, 5-heptanedionato) cobalt (III) [Co(TMHD)3), masing-masing dengan kemurnian 99,99% dan 99% sebagai prekursor metal organik. Tetrahydrofuron (THF) digunakan sebagai pelarut bahan prekursor. Sifat optik dari filmtipis TiO2-Co sebagai fungsi dari kandungan Co telah diinvestigasi menggunakan metode spektroskopi reflektansi pada rentang 200 nm hingga 2400 nm. Hasil karakterisasi secara optik menunjukkan bahwa bertambahnya konsentrasi Co akan menurunkan energi band-gap (Eg) dan indek bias (n) dari film tipis TiO2-Co tersebut. Kurva histeresis yang diperoleh melalui pengukuran VSMmemiliki nilai koersivitas dan saturasi magnetik, masing-masing sebesar 100 Oe dan 280 emu/cm3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa film tipis yang dihasilkan pada penelitian ini bersifat soft ferromagnetic, yang sangat potensial untuk diaplikasikan dalam teknologi spintronik.
PERFORMANCE EVALUATION OF BACTERIAL CELLULOSE REINFORCED POLYETHYLENE COMPOSITES L. Indrarti; R. Yudianti; A. Syampurwadi; M. Karina
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3455.854 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.2.4681

Abstract

PERFORMANCE EVALUATION OF BACTERIAL CELLULOSE REINFORCED POLYETHYLENE COMPOSITES. This paper discusses the influence of bacterial cellulose reinforced polyethylene composites on the physical and mechanical properties. Composites consisting of polyethylene and bacterial cellulose were prepared by extrusion and compression process. The content of bacterial cellulose subjected to polyethylene was set from 0-50 (w/w)% with the addition of 2 % Polyethylene Maleic Anhydride (MAPE). The effect of bacterial cellulose content in the composites was evaluated. The tensile strength and elongation at break of composite declined with increasing of bacterial cellulose, but the Young’s modulus increased, demonstrating that composite becoming more rigid. At 23 oC 50 % RH, tensile strength, break strain and modulus of elasticity of polyethylene was 21.2 MPa, of 270 % and 763 MPa respectively. With the bacterial cellulose loading up to 50 %, tensile strength dropped to be half, break strain to be less than 0.5 %, but Young’s modulus increased more than 230 %. In addition, the composite became more hydrophilic and more amorphous loading with bacterial cellulose.
PRODUKSI HIDROGEN DARI GLISEROL DAN AIR SECARA FOTOKATALISIS DENGAN TiO2 TERMODIFIKASI N, Cu DAN Ni A. Salim Afrozi; Slamet Slamet; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 1: OKTOBER 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.406 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.15.1.4368

Abstract

PRODUKSI HIDROGEN DARI GLISEROL DAN AIR SECARA FOTOKATALISIS DENGAN TiO2 TERMODIFIKASI N, Cu DAN Ni. Telah dikaji modifikasi fotokatalis TiO2 dan pengaruhnya terhadap hasil produksi hidrogen (H2) dari gliserol dan air. Prekursor yang digunakan adalah TiO2Degussa P-25. Modifikasi dilakukan dengan nitrogen (N), tembaga (Cu) dan nikel (Ni) sebagi dopant, dengan metode impregnasi. Pengaruh konsentrasi gliserol terhadap hasil produksi H2 menggunakan katalis TiO2 termodifikasi juga telah dilakukan. Hasil analisis Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS) menunjukkan bahwa dopant N, Cu dan Ni menyebabkan peningkatan absorbansi katalis TiO2 ke arah pita cahaya sinar tampak, sehingga katalis memiliki kemampuan lebih untukmenyerap cahaya pada panjang gelombang yang lebih tinggi. Hasil pengujian menunjukkan fotokatalis TiO2 termodifikasi mampu menghasilkan H2 lebih banyak dibanding TiO2 Degussa P-25, sebesar 4 kali untuk dopant N, 10 kali untuk dopant Cu(5%) dan N serta 8 kali untuk dopant Ni(5%) dan N. Pengaruh konsentrasi gliserol terhadap proses produksi H2 dengan katalis TiO2 termodifikasi Cu dan N menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi gliserol semakin banyak H2 yang dihasilkan.
ANALISIS STRUKTURMIKRO MAGNET PERMANEN SISTEM NdFeB-SmCo Taufik A. Bonaedy; Mabe Siahaan; Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 1: OKTOBER 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.833 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2005.7.1.5016

Abstract

ANALISIS STRUKTURMIKRO MAGNET PERMANEN SISTEM NdFeB-SmCo. Telah dilakukan penelitian magnet hibrida berbasis Sm2Co17 dan Nd2Fe14B dengan komposisi 80% Sm(Co,Fe,Cu,Zr)8.5 dan 20% Nd12Fe82B6 (% berat). Proses preparasi pembentukan struktur komposit yang dimaksud adalah melalui teknik konvensional metalurgi serbuk. Proses ball mill dilakukan pada serbuk dengan variasi waktu milling 2 jam sampai dengan 22 jam. Dari serbukmaterial hibrida hasil proses milling ini dilakukan pembuatan magnet hibrida melewati proses sintering dengan suhu sintering 1100 oC, 1130 oC, dan 1160 oC. Studi identifikasi fasa terhadap sampel magnet dengan XRD menunjukkan bahwa fasa magnet utama yaitu Sm2Co17 dan Nd2Fe14B dapat dipertahankan, meskipun telah menjalani proses perlakuan panas. Namun pada sampel magnet hibrida dengan ukuran serbuk semakin halus yaitu hasil penghalusan dengan waktu relatif lama diidentifikasikan fasa oksida berupa Sm2O3, NdO2, Nd2O3. Ditemukan bahwa suhu 1160 oC merupakan suhu pemadatan optimal untuk menjadikan fasa 2/17 sebagai fasa dominan pada sampel magnet hibrida.
DEVELOPMENT OF TiCoO2 SEMICONDUCTOR FILM M. N. Indro; A. Kartono; M. Kurniati; B. Safitri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 3: JUNI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.736 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.3.4838

Abstract

DEVELOPMENT OF TiCoO2 SEMICONDUCTOR FILM. Good quality of TiO2 and TiCoO2 films may be developed using Metal Organic Chemical Vapor Deposition (MOCVD) technique at the temperature around 450 oC on silicon substrate. The X-Rays Diffractometer (XRD) investigation on their crystals structure has shown that the samples resulted through this technique are almost as homogenously single crystals. Observation using Scanning Electron Microscope (SEM) technique on their surfaces has shown that the films have a constant thickness around 0.7mm and smooth surfaces. Further investigation on their magnetic behavior results in magnetic hysteresis at the coercive field around 80-150 Oe, with the largest remanent magnetization about 150-250 emu/cm3.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue