cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT POLIPROPILENA/SERBUK KAYU GERGAJI Sudirman Sudirman; Aloma K. K.; Indra Gunawan; Ari Handayani; Evi Hertinvyana
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 1: OKTOBER 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.497 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.4.1.4889

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT POLIPROPILENA/SERBUK KAYU GERGAJI. Komposit polimer polipropilena (PP) dengan bahan pengisi (filler) Serbuk Kayu Gergaji (SKG) merupakan bahan komposit alternatif. Penyebaran bahan pengisi dalam bahan komposit ini secara random atau acak dengan komposisi SKG 10, 30 dan 50 % fraksi volume. Dari sintesis bahan komposit dengan berbagai komposisi dilakukan pengujian mekanik (kuat tarik), sifat fisik (titik leleh dan suhu dekomposisi), strukturmikro dan derajat kristalinitas dengan menggunakan SEM dan XRD. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa seiring dengan penambahan bahan pengisi, kuat tarik, titik leleh, suhu dekomposisi dan derajat kristalinitas mengalami penurunan. Jika dibandingkan antara komposit bermatriks PP MF 2 dengan komposit PP MF 10, untuk kuat tarik komposit bermatriks PP MF 10 lebih tinggi 4,24 % dibanding komposit bermatriks PP MF 2. Untuk titik leleh, komposit bermatriks PP MF 10 lebih tinggi 4,09 % dari komposit bermatriks PP MF 2 dan perbedaan suhu dekomposisi antara komposit bermatriks PP MF 10 dengan komposit bermatriks PP MF 2 hanya 0,17 %. Komposit bermatriks PP MF 10 mempunyai nilai derajat kristalinitas yang lebih tinggi 2,55 % dibanding komposit bermatriks PP MF 2. Komposit dengan derajat kristalinitas yang lebih tinggi mempunyai kuat tarik yang lebih tinggi.
POLIMERISAS IMONOMER VINIL ASETAT DENGAN ASAM AKRILAT MENGGUNAKAN INISIATOR AZOBISISOBUTILRONITRIL (AIBN) SEBAGAI BIOSIDA POLIMER Sri Budi Harmami; Dieni Mansur; Agus Haryono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 2: JANUARI 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.003 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.2.4213

Abstract

POLIMERISAS IMONOMER VINIL ASETAT DENGAN ASAM AKRILAT MENGGUNAKAN INISIATOR AZOBISISOBUTILRONITRIL (AIBN) SEBAGAI BIOSIDA POLIMER. Telah dipelajari Polimerisasi vinil asetat dan asam akrilat dengan Cu sebagai kopolimer biosida (PVAc/AA-Cu) dalam pelapisan material kelautan. Pendekatan proses yang akan digunakan adalah kopolimer untuk pembuatan biosida sebagai antifouling. Proses polimerisasi asam akrilat dengan vinil asetat menggunakan AIBN sebagai inisiator telah berhasil dilakukan. Karakterisasi produk dilakukan dengan menggunakan analisa FT-IR (Fourier transform infra red) untuk menentukan struktur molekul polimer. Selain itu, menggunakan AAS (Atomic absorption spectroscopy) untuk menentukan konsentrasi Cu yang terperangkap ke dalam biosida polimer (PVAc/AA-Cu). Selanjutnya, analisa TEM (Transmission Electron Microscope) untukmengidentifikasi morfologi, ukuran dan bentuk dari produk polimer.
ANALISIS TERMAL DAN STRUKTUR MIKRO MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT DENGAN MATRIKS KARET ALAM Sudirman Sudirman; Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah; Waluyo Trijono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 1: OKTOBER 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.719 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2000.2.1.4907

Abstract

ANALISIS TERMAL DAN STRUKTUR MIKRO MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT DENGAN MATRIKS KARET ALAM. Telah dilakukan analisis termal dan struktur mikro magnet komposit berbasis haksaferit dengan matriks karet alam untuk mengetahui unjuk kerjanya. Magnet komposit berbasis heksaferit dengan matriks karet alam banyak menunjang industri mainan dan alat listrik rumah tangga karena sifat magnet yang sesuai, harga murah, ringan dan tidak kaku (rigid). Magnet komposit berbasis haksaferit dengan matriks karet alat dsintesis dengan metoda blending yaitu mencampurkan serbuk heksaferit SrM (SrFe12O19) atau BaM (BaFe12O19) dengan variasi komposisi karet alat 30% - 70% v/v. Komposit yang diperoleh dianalisis sifat termalnya (Pengukuran DTA/TGA) dan dikarakterisasi struktur mikro (pengukuran SEM). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa karet alam mengalami penggembungan (swelling) optimal pada tempeatur 181,17oC. Unjuk kerja komposit magnet dibatasi oleh perubahan sifat matriks karet alam yang terdekomposisi pada temperatur ± 400oC. Pada pelepasan molekul karet alam yang terjebak didalam komposit maka komposit berbasis BaM lebih sulit dibandingkan dengan komposit berbasis SrM, hal ini dikarenakan struktur mikro BaM lebih seragam dan sebaran partikel lebih homogen didalam matriks kompositnya dibandingkan dengan SrM.
PEMBENTUKAN FASA Y211 DALAM MATRIKS FASA Y123 SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3Ox E. Sukirman; Wisnu Ari Adi; Didin S. Winatapura; Yustinus M. P.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.451 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4765

Abstract

PEMBENTUKAN FASA Y211 DALAM MATRIKS FASA Y123 SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3Ox. Pembentukan fasa Y211 (Y2BaCuO5) dalam matriks fasa 123 (YBa2Cu3Ox) telah diteliti. Tujuan penelitian adalah menentukan periode waktu reaksi antara fasa cair L (3BaCuO2+2CuO) dengan fasa Y211 sedemikian sehingga diperoleh 25 %berat fasa Y211 dan 75 % berat fasa Y123. Percobaan dilakukan dengan cara melelehkan pelet Y123 di atas pelet Y211 sebagai alas. Periode waktu reaksi adalah periode waktu pelelehan fasa Y123. Pembentukan fasa Y211 didasarkan pada reaksi kimia : 2YBa2Cu3Ox→Y2BaCuO5 + 3BaCuO2 +2CuO. Analisis kualitatif dan kuantitatif fasa-fasa dilakukan dengan teknik difraksi sinat-X metode Rietveld. Superkonduktivitas bahan diamati dengan uji efek Meissner. Struktur permukaan cuplikan dievaluasi dengan SEM (Scanning Electron Microscope). Kadar fasa Y211 menyusut dari 47 % berat pada t = 12 menit menjadi 18 % berat pada t = 15 menit dan kuantitas fasa Y211 meningkat lagi dengan bertambahnya periode waktu reaksi hingga dicapai harga 37 %berat pada t = 18 menit. Pada t >18 menit, kadar fasa Y211 cenderung tetap antara 33 % berat hingga 35 %berat. Semua cuplikan yang memiliki kadar fasa Y211 kurang dari 47 %berat, menampilkan efek Meissner. Strukturmikro permukaan cuplikan tidak bertekstur, serupa dengan cuplikan produk sinter. Jika reaksi fasa Y211 dan fasa cair L dilangsungkan dalam waktu t = 14 menit dan atau 16,5 menit, maka dapat dihasilkan 25 %berat dan 75 %berat berturut-turut fasa Y211 dan fasa Y123.
PENGARUH KETEBALAN LAPISAN PENYANGGA GaN TERHADAP STRUKTUR KRISTAL DAN SIFAT OPTIK FILM TIPIS GaN DITUMBUHKAN DENGAN METODE PULSED LASER DEPOSITION I Gusti Agung Putra Adnyana; Komang Ngurah Suarbawa; I Ketut Sukarasa
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 1: OKTOBER 2009
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.47 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2009.11.1.4560

Abstract

PENGARUH KETEBALAN LAPISAN PENYANGGA GaN TERHADAP STRUKTUR KRISTAL DAN SIFAT OPTIK FILM TIPIS GaN DITUMBUHKAN DENGAN METODE PULSED LASER DEPOSITION. Telah dilakukan studi pengaruh ketebalan lapisan penyangga Galium Nitrida, GaN terhadap struktur kristal dan sifat optik film tipis GaN yang ditumbuhkan dengan metode Pulsed Laser Deposition (PLD). Lapisan penyangga ditumbuhkan pada suhu 450ºC dan laju aliran nitrogen 100 sccm dengan waktu deposisi divariasikan antara 15 menit sampai 45 menit. Film yang diperoleh dikarakterisasi dengan Profilometer DEKTAK IIA, Difraktometer sinar-X dan Spektroskopi UV-Vis. Ketebalan lapisan penyangga berpengaruhterhadap kualitas kristal dan sifat optik film tipis GaN yang ditumbuhkan di atasnya. Dari hasil analisis pola difraksi sinar-X dan spektrum UV-Vis, diketahui bahwa film tipis GaN yang ditumbuhkan di atas lapisan penyangga dengan ketebalan 184,6Å cenderungmemiliki orientasi tunggal (0002) yang lebih baik dengan Full Width at Half-Maximum (FWHM) 0,9º dan energi celah pita (Eg) = 3,4 eV dibanding film tipis GaN dengan ketebalan lapisan penyangga 370,2 Å dan 560 Å.
PENGARUH LAKU PASIF PADA PERTUMBUHAN KOROSI SUMUR BAJA KARBON DALAM LARUTAN PEKAT LiBr YANG MENGANDUNG LiOH DAN LiNO3 Harsisto Harsisto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.683 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2000.1.2.5321

Abstract

PENGARUH LAKU PASIF PADA PERTUMBUHAN KOROSI SUMUR BAJA KARBON DALAM LARUTAN PEKAT LiBr YANG MENGANDUNG LiOH DAN LiNO3. Pada hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa timbulnya korosi sumur karena potensial korosi alami yang terjadi melampaui harga potensial kritis untuk terjadinya korosi sumur. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperdalam pengamatan pengaruh laku pasif pada permukaan bebas baja karbon (luas 5,0 dan 30,0 cm2) yang dicelup dalam larutan uji 60% LiBr + 0,2% LiOH + 0,2% LiNO3 terhadap pertumbuhan korosi sumur. Menurut hasil percoban laku pasif pada kisaran potensial katodik —900 hingga —700 (mV vs SCE) dengan waktu penahanan 1 jam, diperoleh harga potensial spontan maksimum (Esp,mAx) pada-750 mV dengan kedalaman korosi sumur 8 mm. Penelitian lebih lanjut pada laku pasif —750 mV dengan variabel waktu penahanan 1 hingga 100 jam menunjukkan bahwa semakin lama waktu penahanan semakin tinggi harga ESP maupun kedalaman korosi sumur yang dicapai. Hal ini dapat dilihat dari hasil penahanan selama 100 jam, diperoleh harga EsP sebesar 0 mV dengan kedalaman korosi sumur 40 um.
MAGNETIK NANOKRISTALIN BARIUM HEKSAFERIT (BaO 6Fe2O3) HASIL PROSES HIGH ENERGY MILLING Akmal Johan; Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah; Ramlan Ramlan
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.883 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5120

Abstract

MAGNETIK NANOKRISTALIN BARIUM HEKSAFERIT (BaO 6Fe2O3) HASIL PROSES HIGH ENERGY MILLING. Telah dilakukan penelitian mengenai sifat magnetik bahan serbuk barium heksaferit melalui proses milling yang disertai proses annealing dari suhu ruang hingga suhu 400 oC, 600 oC, 800 oC dan 1000 oC ditahan selama 3 jam. Hasil pengukuran pola difraksi sinar-X, sebelum dan setelah proses milling secara intensif hingga 30 jam, menunjukkan adanya deformasi struktur kristal yang ditandai dengan tinggi puncak difraksi yang semakin menurun dan semakin melebar serta sifat kemagnetan yang semakin menurun. Dari pengukuran sifat kemagnetan sebelum dan sesudah proses milling selama 30 jam, masing-masing nilai koersivitas intrinsiknya adalah 1,68 kOe dan 1,13 kOe, sedangkan nilai magnetisasi remanennya 42,5 emu/gram dan 8,16 emu/gram. Proses annealing pada suhu 1000 oC selama 3 jam terhadap cuplikan yang telah di milling, dapat memperbaiki sifat magnetik. Hal itu ditunjukkan naiknya nilai koersivitas intrinsik hingga mencapai 4,39 kOe, dan nilai magnetisasi remanen yang cenderung kembali seperti sebelum di milling sekitar 40,8 emu/gram.
PEMBUATAN BAHAN PIEZOELEKTRIK RAMAH LINGKUNGAN Bi0,5Na0,5TiO3 DENGAN METODE MOLTEN SALT Evi Yulianti; Dona Triwahyuni; Syahfandi Ahda; Deswita Deswita
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 1: OKTOBER 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.983 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.14.1.4633

Abstract

PEMBUATAN BAHAN PIEZOELEKTRIK RAMAH LINGKUNGAN Bi0,5Na0,5TiO3 DENGAN METODE MOLTEN SALT. Bahan Piezoelektrik Bi0,5Na0,5TiO3 (BNT) yang ramah lingkungan telah dibuat dengan metode molten salt. Proses pembuatan BNT terdiri dari dua tahapan, dimana pada tahap pertama dilakukan sintesis Bi2Ti4O11 (BTO) sedangkan pada tahap kedua berlangsung proses pembentukan BNT. Proses sintesis BTO terjadi dalam lelehan garam NaCl-KCl dengan terlebih dahulu mencampurkan dua bahan dasar Bi2O3 dan TiO2. Selanjutnya BTO yang telah terbentuk ditambahkan dengan Na2CO3 berlebih dan dipanaskan sampai terbentuk BNT. BNT yang telah disintesis selanjutnya dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) untuk mengidentifikasi fasa, struktur kristal dan ukuran butir kristal dan bentuk morfologi dianalisis dengan Scanning Electron Microscope-EnergyDispersive Spectroscopy (SEM-EDS).Dengan melakukan variasi proses diantaranya variasi suhu dan variasi komposisi berat NaCl-KCl, diperoleh suhu optimal sintesis BTO pada 950 oC dengan perbandingan berat komposisi NaCl-KCl sama dengan berat campuran Bi2O3-TiO2. Sedangkan suhu optimal untuk sintesis BNT adalah pada 600 oC. BNT yang diperoleh mempunyai struktur kristal rhombohedral dengan a = b = c = 3,884 Å dan α = β = γ = 90,12243o. Ukuran kristal BTO yang terbentuk adalah 16,769 nm sedangkan ukuran kristal BNT yang terbentuk adalah 17,139 nm.
SINTESIS Li2TiO3 SEBAGAI BAHAN ANODA UNTUK BATERAI Li-ION DENGAN METODE REAKSI PADATAN Jadigia Ginting; Evi Yulianti; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 4: JULI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.54 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.4.4338

Abstract

SINTESIS Li2TiO3 SEBAGAI BAHAN ANODA UNTUK BATERAI Li-ION DENGAN METODE REAKSI PADATAN. Telah dilakukan sintesis lithium titanat (Li2TiO3) dengan metode reaksi padatan. Perbandingan komposisi Li2O/TiO2 dipilih 0,80 dengan harapan membentuk senyawa γ- Li2TiO3 yang memiliki konduktivitas elektrik yang tinggi dan bahan prekursor yang digunakan adalah Li2CO3. Hasil pengamatan dengan X-Ray Diffractometer (XRD) mengindikasikan terbentuknya senyawa Li2TiO3 yang dicirikan oleh kemunculan puncak pada sudut 18o dan 43o dengan intensitas puncak yang relatif sama dan mengindikasikan gabungan struktur monoklinik dan kubik. Hasil akhir proses sintesis masih menunjukkan adanya sisa Li2CO3 yang dapat dikonfirmasi dari data termograf DTA dan profil XRD. Adanya sisa bahan baku (Li2CO3) tersebut menunjukkan reaksi belum berjalan sempurna dan proses pemanasan lanjut hingga 1.100 oC belum dapat menyempurnakan proses reaksi tersebut. Hasil akhir sintesis menunjukkan terbentuknya kristal Li2TiO3 dengan fasa gabungan atara monoklinik (β-Li2TiO3) dan kubik (γ-Li2TiO3).
PERAMBATAN RETAK AKIBAT PEMBEBANAN MULTIAKSIAL H. Agus Suhartono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 3: JUNI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.49 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.3.4990

Abstract

PERAMBATAN RETAK AKIBAT PEMBEBANAN MULTIAKSIAL.Makalah ini medeskripsikan perambatan retak pada logam dibawah pengaruh beban fatik uniaksial dan multiaksial. Pengujian fatik dilakukan untuk menyelidiki perilaku perambatan retak tahap I dan tahap II. Hasil uji digunakan untuk verifikasi rumus retak perambatan retak yang berasal dari rumus mekanika retak. Pengujian fatik tarik-tekan, uji fatik kombinasi tarik-tekan dan torsi baik dengan kombinasi beban secara proporsional maupun non-proporsional menyebabkan retak merambat tegak lurus terhadap tegangan tarik maksimum, hal ini sesuai dengan rumus tegangan tangensial maksimum yang diberikan oleh G. C. Sih di Richard [1]. Tetapi pada pembebanan torsi murni terjadi penyimpangan dari hukum tersebut, retak merambat parallel terhadap tegangan geser maksimum

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue