cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
BIOCELLULOSEAS EDIBLE STRIPS WITHGINGER EXTRACT Lucia Indrarti; Indriyati Indriyati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 1: OKTOBER 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.667 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.15.1.4376

Abstract

BIOCELLULOSEAS EDIBLE STRIPS WITHGINGER EXTRACT. The purpose of the studywas to analyze the prospect of biocellulose applied as edible strips, a thin film which can dissolve in the mouth. Edible strips have been prepared by mixing homogenized of biocellulose, Carboxymethyl Cellulose (CMC), glycerol, ginger extract and artificial sweeteners. Then, they were casting and drying. In order to evaluate the effect of the addition of ginger extract on edible strips properties, hedonic test was done with the attributes of color, aroma, taste, and solubility. Crude fiber and water content of edible strips were evaluated as well. The result showed that addition of ginger extract influenced the color, aroma, and taste of edible strips, with the value of 1.9-4, whereas the solubility remained stable at around 2.4-2.6 in 1-5 scale. Variation concentration of ginger extract did not influence the crude fiber and water content of edible strips.Water and crude fiber contents showed 11-14% and 4.5-5.5%, respectively. Temperature at 30 oC and 2 hours of drying of biocellulose composites solution showed the best results to get the optimum of save production cost and energy of edible strips. Based on this result, biocellulose has a prospect to be used as matrix in edible strips.
PENINGKATAN BATAS ARUS GAGAL PADA SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER Engkir Sukirman; Wisnu Ari Adi; Didin S. Winatapura; Yustinus Purwatamanggala
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 1: OKTOBER 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.633 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2005.7.1.5022

Abstract

PENINGKATAN BATAS ARUS GAGAL PADA SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER. Penelitian untuk meningkatkan batas arus gagal pada superconducting fault current limiter (SFCL) telah dilakukan. SFCL adalah device pembatas arus gagal, berfungsi sebagai pengaman jaringan listrik. SFCL pada dasarnya adalah sebuah transformator yang tersusun dari lilitan primer berupa kumparan kawat tembaga (Cu) dan lilitan sekunder berupa cincin superkonduktor YBa2Cu3O7-x(YBCO). Dalam eksperimen ini digunakan trafo nomor 170, yakni trafo yang memiliki panjang teras e = 8,5 cm dan cincin YBCO dengan diameter dalam di = 5,74 cm, diameter luar do = 8,09 cm, tebal t = 0,55 cm, suhu kritis Tc = 91 K dan arus kritis Ic = 3,52 A. Pengujian SFCL dilakukan dengan menghubungkan secara seri SFCL, sumber tegangan ac dan beban RL = 250 ohm. Hasil pengujian SFCL menunjukkan bahwa batas arus gagal SFCL adalah If = 0,15A. Padahal pada penelitian sebelumnya menggunakan trafo nomor 130, yakni trafo dengan panjang teras e = 7,0 cm dan cincin YBCO dengan diameter dalam di = 2,44 cm, diameter luar do= 4,20 cm, tebal t = 0,86 cm, suhu kritis Tc = 91 K dan arus kritis Ic = 3,40 A, batas arus gagalnya adalah If = 0,03 A. Batas arus gagal dapat ditingkatkan selain dengan memperbesar dimensi trafo dan cincin superkonduktor juga dengan menaikkan arus kritis superkonduktor
PENGARUH AGLOMERASI AIR-MINYAK SAWIT TERHADAP KADAR KARBON DAN NILAI KALORI BATUBARA SEMI-ANTRASIT,BITUMINUS DAN SUB-BITUMINUS Suhardjo Poertadji; Nukman Nukman; Muhammad Hikam
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 3: JUNI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.653 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.3.4844

Abstract

PENGARUH AGLOMERASI AIR-MINYAK SAWIT TERHADAP KADAR KARBON DAN NILAI KALORI BATUBARA SEMI-ANTRASIT,BITUMINUS DAN SUB-BITUMINUS. Dengan metode pencucian aglomerasi, nilai kalori batubara dapat ditingkatkan. Batubara semi-antrasit, bituminus dan sub-bituminus dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan, diproses dengan metode aglomerasi menggunakan media campuran air dan minyak goreng sawit atau minyak sawit mentah (CPO). Kadar karbon masing-masing batubara yang mengalami proses aglomerasi menurun, tetapi nilai kalorinya meningkat. Minyak goreng sawit sebagai media aglomerasi dapat meningkatkan nilai kalori batubara semi-antrasit, bituminus dan sub-bituminus masing-masing sampai 4,5%, 5,6% dan 11,1%. Sedangkan minyak sawit mentah dapat meningkatkan nilai kalori masing-masing jenis batubara tersebut sampai 4,2%, 8,3% dan 7,1% relatif terhadap nilai kalori batubara yang tidak mengalami proses aglomerasi.
KARAKTERISASI SEDIAAN TOPIKAL ANTI AGING DARI KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN DAN KULIT BUAH MANGGIS Yenny Meliana; Melati Septiyanti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 4: JULI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.63 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.4.4180

Abstract

KARAKTERISASI SEDIAAN TOPIKAL ANTI AGING DARI KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN DAN KULIT BUAH MANGGIS. Pegagan mengandung bahan aktif triterpenoid yang mempunyai aktivitas penyembuh luka dan asiaticoside yang berfungsi meningkatkan perbaikan dan penguatan sel-sel jaringan kulit, mengurangi sklerosis, menstimulasi pertumbuhan kuku, rambut dan jaringan ikat. Kulit buah manggis yang mengandung senyawa aktif alfa-mangostina, gamma-mangostin dan garsinon-E memiliki aktifitas farmakologi sebagai anti inflamasi dan anti oksidan. Kombinasi kedua ekstrak diharapkan dapat mengurangi tanda-tanda penuaan. Kedua bahan aktif ini diracik dalam sediaan topikal dan diharapkan memiliki bentuk nano emulsi yang akan mengakibatkan cepat terserapnya kandungan bahan aktif ke jaringan kulit. Oleh karena itu perlu dilakukan karakterisasi untuk mengetahui dan memastikan ukuran partikel dari sistem emulsi serta kestabilan sediaan topikal berdasarkan parameter pH dan indeks bias. Hasil karakterisasi menunjukkan sistem emulsi produk yang dihasilkan dalam bentuk emulsi mikro dengan ukuran partikel antara 7-20 µm. Nilai indeks bias tidak menunjukkan perubahan yang signifikan untuk produk krim emulsi dengan variasi perlakuan homogenisasi. Berdasarkan parameter dari sistem pH yang diamati selama 20 hari terbukti krim emulsi anti aging yang dihasilkan stabil dengan nilai pH di antara 4,42 sampai dengan 4,85.
THE EFFECT OF RATIO OF GAS MIXTURE FOR MECHANICAL PROPERTIES AND CRYSTAL STRUCTURES ON 316L STAINLESS STEEL BIOMATERIAL USING DC SPUTTERING TECHNIQUE Wiwien Andriyanti; Bunyamin Arsyad; Ravendianto Ravendianto; Tjipto Sujitno; Suprapto Suprapto; Dwi Priantoro
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 21, No 1: OCTOBER 2019
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.785 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2019.21.1.5657

Abstract

316L stainless steel is widely used as an orthopedic implant due to its high corrosion resistance and biocompatibility, but the weakness of these materials is low hardness and high wear. The surface must be modified to improve the material. For the purpose, a titanium nitride (TiN) thin film was deposited on the surface of SS 316L using DC sputtering technique. The sputtering process was carried out for various of a gas mixture of argon (Ar) and nitrogen (N2) such as  90 Ar: 10N2, 80 Ar: 20 N2, 70 Ar: N2, and 60 Ar: 40 N2, while the other parameters kept constant.  The objective of the gas mixture variation is to find out the optimum condition of ratio Ar: N2 gas mixture with the highest hardness and lowest wear resistance. From experiment done it’s found that the highest hardness in order of 232.02 VHN, while before being coated the hardness is 133.61 VHN, or there is an increasing hardness by factor 1.73, while the wear resistance reduces from  11.6 × 10-8 mm2/kg to 1.17 × 10-8 mm2/kg or there is reducing in wear resistance by factor 9.9.  The optimum conditions were achieved at Ar: N2 ratio = 70:30. From XRD analysis, it can be concluded that the crystal structure of TiN thin film is cubic with the peaks (111), (200), (202), (311) and (222). From cross-section microstructure analysis using Scanning Microscope Electron (SEM), it’s found the thickness of the thin film is 744 nm.
PEMBUATAN MAGNET PERMANEN BARIUM HEKSAFERIT BERBAHAN BAKU MILL SCALE DENGAN TEKNIK METALURGI SERBUK Arie Fiandimas; Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.282 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5206

Abstract

PEMBUATAN MAGNET PERMANEN BARIUM HEKSAFERIT BERBAHAN BAKU MILL SCALE DENGAN TEKNIK METALURGI SERBUK. Telah dilakukan pembuatan fasa magnetik BaO.6(Fe2O3) dari serbuk mill scale yang telah mengalami proses oksidasi dan serbuk BaCO3 melalui teknik powder metallurgy. Berdasarkan pengukuran XRD, mill scale terdiri dari fasa Fe2O3 dan Fe3O4 setelah oksidasi pada suhu 900 °C selama l jam, mill scale menjadi material fasa tunggal Fe2O3 menjadikan material ini sebagai salah satu komponen penyusun senyawa magnetik BaO.6(Fe2O3) untuk pembuatan magnet permanen barium heksaferit. Penghalusan serbuk mill scale dilakukan dengan ball mill. Ditemukan bahwa lama waktu milling l0 jam menghasilkan distribusi ukuran serbuk yang cukup baik < l mm dengan nilai rata-rata ~O,5 μm mendekati ukuran partikcl berdomain tunggal (0,49 μm) BaO.6(Fe2O3). Densitas magnet permanen tertinggi yang dicapai melalui tahapan sintering hanya ~78 % dinilai masih terlalu rendah untuk menjadikan sampel sebagai magnet permanen yang baik. Berdasarkan pengukuran magnetisasi sisa (remanen), nilai terukur hanya ~0,4 kG jauh lebih rendah dengan nilai sekarang yaitu l,8 kG. Disimpulkan bahwa meskipun telah berhasil terbentuk fasa magnetik BaO.6(Fe2O3), namun, disebabkan porositas yang relatif tinggi, nilai remanen terukur dari sampel hanya 22 % dari nilai ekspektasi.
PENGARUH IRADIASI GAMMA PADA BAHAN KOMPOSIT AgI0,5 (β-Al2O3)0,5 Safei Purnama; P Purwanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.699 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4729

Abstract

PENGARUH IRADIASI GAMMA PADA BAHAN KOMPOSIT AgI0,5 (β-Al2O3)0,5. Bahan komposit (AgI)0,5 (β-Al2O3)0,5 telah dibuat dengan reaksi padatan yaitu pencampuran antara AgI dengan Al2O3. Bahan elektrolit padat di pelet dengan ukuran diameter 1,5 cm dan tekanan 5 ton. Kemudian bahan komposit (AgI)0,5 (β-Al2O3)0,5 tersebut dilakukan iradiasi sinar-γ dengan dosis 10 kGy dan 50 kGy. Setelah iradiasi, dilakukan pengukuran struktur kristal dengan teknik difraksi sinar-X, konduktivitas ionik dengan alat LCR-meter pada kisaran frekuensi 0,1 Hz hingga 100 kHz, dan diukur kekerasannya dengan alat Vickers. Pola difraksi sinar-X pada bahan komposit AgI0,5 (β-Al2O3)0,5 menunjukkan bahwa struktur campuran yang terbentuk memiliki struktur FCC dan sama dengan fasa γ-AgI, dengan parameter kisi sekitar 6,52 Å. Nilai konduktivitas bahan campuran (AgI)0,5 (β-Al2O3)0,5 sebelum iradiasi berkisar antara 0,11 x 10-5 S/cm hingga 0,13 x 10-5 S/cm, sedangkan sesudah iradiasi adalah sekitar 0,31 x 10-6S/cmhingga 0,61 x 10-6S/cm.
KARAKTERISASI GRAFIT MATRIKS POLISTIREN SEBAGAI MATERIAL UNTUK SEPARATOR PROTON EXCHANGE MEMBRANE FUEL CELL Lies A. Wisojodharmo; Dewi Kusuma Arti; Eniya Listiani Dewi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 2: JANUARI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.501 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.2.4427

Abstract

KARAKTERISASI GRAFIT MATRIKS POLISTIREN SEBAGAI MATERIAL UNTUK SEPARATOR PROTON EXCHANGE MEMBRANE FUEL CELL. Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC) adalah suatu alat yangmenghasilkan listrik langsungmelalui proses elektrokimia denganmereaksikan gas hidrogen (H2) dan oksigen (O2). Komponen termahal dalam setiap unit fuel cell adalah separator atau Bipolar Plates, yaitu sebesar 42%, sehingga sangat diperlukan usaha untukmenurunkan harga produksi fuel cell dengan menggantikan bahan tersebut dengan bahan baku lokal. Karakteristik utama dari separator fuel cell yang baik adalah tingginya konduktivitas dan rendahnya porositas. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan separator berbasis karbon dengan campuran polistiren dengan variabel rasio grafit (G), karbon (K) dan polistiren (PS), dan variasi tekanan. Selanjutnya dilakukan karakterisasimassa jenis, porositas, konduktivitas elektrik, kekerasan, kekuatan tarik dan morfologi. Massa jenis separator yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan untuk separator komersial yaitu tidak lebih dari 5 g/cc. Konduktivitas elektrik mencapai 105,5705 S/cm pada kombinasi 90%G/K dan 10%PS. Polimer konduktif, polianilin (PANI), ditambahkan untuk meningkatkan konduktivitas elektrik. Karena penambahan ini, konduktivitas elektrik separator meningkat dari 105,5705 S/cm menjadi 121,9433 S/cm pada rasio 90 %G/K dan 10 %PS/PANI. Sedangkan pada separator komersial, kriteria konduktivitas elektrik yang baik adalah 100 S/cm.
ANALISIS FENOMENA MAGNETORESISTANSI LAPISAN TIPIS NiFe TERHADAP VARIASI ARAH MEDAN MAGNET LUAR Agus Bambang Irawan; Sudjatmoko Sudjatmoko; Karyono Karyono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.791 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5234

Abstract

ANALISIS FENOMENA MAGNETORESISTANSI LAPISAN TIPIS NiFe TERHADAP VARIASI ARAH MEDAN MAGNET LUAR. Telah dilakukan penelitian tentang analisis fenomena magnetoresistansi lapisan tipis NiFe terhadap variasi arah medan magnet luar. Lapisan tipis NiFe dibuat dengan metode dc sputtering. Sifat-sifat magnetik lapisan tipis dianalisis dengan pengukuran magnetoresistansi. Morfologi permukaan, komposisi bahan dalam lapisan serta struktur kristalnya dianalisis dengan menggunkan SEM-EDAXS dan XRD. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan XRD diperoleh bahwa lapisan tipis NiFe mempunyai struktur kristal kubus pusat badan dan orientasi bidang Miller (321). Oksida-oksida besi juga terbentuk di dalam lapisan tipis NiFe. Oksida besi tersebut adalah FeO dan Fe2O3 bersifat antiferromagnetik serta Fe3O4 bersifat ferrimagnetik. Pengukuran magnetoresistansi digunakan metode probe empat titik dan divariasi terhadap arah medan magnet luar. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis data magnetoresistansi diperoleh nisbah magnetoresistansi terbesar adalah — (l6,l±0,2) % ketika medan magnet luar tegak lurus terhadap arus listrik di dalam bidang lapisan tipis, serta nisbah magnetoresistansi terkecil adalah — ( 2,1±0,1) % ketika medan magnet luar tegak lurus terhadap arus listrik di luar bidang lapisan tipis.
PEMBUATAN KOMPOSIT ARANG AKTIF-ZEOLIT- CMC SEBAGAI BAHAN PENYARING PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM Saryati Saryati; Sutisna Sutisna; Rukihati Rukihati; Wildan Z; Wahyudianingsih Wahyudianingsih; Siti Suprapti; Sumarjo Sumarjo; Istanto Istanto; Ari Handayani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.432 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5084

Abstract

PEMBUATAN KOMPOSIT ARANG AKTIF-ZEOLIT- CMC SEBAGAI BAHAN PENYARING PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM. Telah dibuat bahan untuk pengolahan air minum dengan sitem catu, komposit arang aktif-zeolit dengan karboksi metil selulosa (CMC) sebagai pengikat. Komposisi komposit yang optimum, yang diukur dari kemampuannya menjerap Fe dan MB (biru metilena), adalah l gram arang aktif, 2 gram Mn-zeolit dan O,l gram CMC. Dibandingkan dengan komposit arang aktifzeolit - bentonit dan komposit arang aktif-zeolit - kaolin, penjerapan terhadap ion Fe oleh komposit arang aktif-zeolit -CMC adalah rendah. Komposit arang aktif-zeolit CMC telah diaplikasikan dalam pengolahan air sumur dan air kran. Untuk lOO mL air sumur digunakan l gram komposit dikoeok selama 15 inenit dan diamati kandungan Fe, Cd, Pb dan bakteri coli dalam air sebelum dan sesudah perlakuan. Terlihat bahwa komposit tersebut menurunkan kandungan Fe, Cd, Pb dan bakteri coli dalam air. Kandungan Cd dan Fe turun lOO %, kandungan Pb turun (47,5- 100)%, dan kandungan bakteri coli turun dalam skala l03 sampai 105.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue