cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
MORFOLOGI DAN AKTIFITAS KATALIS LOGAM Cu DENGAN PENYANGGA MONODAN BIMETALIK OKSIDA UNTUK KONVERSI GLISEROL MENJADI PROPANDIOL Rachman Sarwono; Silvester Tursiloadi; Kiky C. Sembiring
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 2: JANUARI 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.894 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.2.4214

Abstract

MORFOLOGI DAN AKTIFITAS KATALIS LOGAM Cu DENGAN PENYANGGA MONODAN BIMETALIK OKSIDA UNTUK KONVERSI GLISEROL MENJADI PROPANDIOL. Gliserol merupakan hasil samping dari industri biodiesel. Diperkirakan produksi biodiesel akan terus bertambah, dengan sendirinya produksi gliserol juga akan bertambah, dan akan terjadi kelebihan produk gliserol dan harga gliserol akan cenderung menurun. Untuk meningkatkan nilai tambah gliserol, gliserol dikonversi menjadi monomer seperti propandiol (PDO) sebagai bahan baku polimer yang akan memberi nilai tambah tinggi. PDO bisa dipolimerisasikan menjadi poly methylene terephthalate, poly urethane dan elastic polymers. Katalis logamCu dengan penyangga mono-metalik oksida seperti ZnO dan Al2O3 memberi konversi gliserol yang rendah, sedangkan penyangga bi-metalik oksida ZnO/Al2O3memberi konversi jauh lebih besarmenjadi 49,14%. Logam Cu lebih aktif dibandingakan dengan oksidanya CuO pada penyangga Al2O3 karena partikelnya terpisah, sedangkan pada penyangga ZnO, CuO lebih aktif dibandingkan dengan logamCu. Ukuran partikel katalis yang lebih kecil akan memberi keaktifan yang lebih tinggi. Kristal CuO dan Al2O3 tidak terjadi aglomerasi, jadi kristal terpisah, sedangkan CuO/TiO2 dan CuO/ZnO terjadi aglomerasi dan membentuk partikel yang lebih besar. Pada katalis dengan penyangga bi-metalik Cu-ZnO/Al2O3 terjadi juga aglomerasi, terjadi alloy antara logamCu-Zn dan bukan campuran antara Cu dan ZnO yang bisa meningkatkan aktifitas katalis.
PENGARUH EFEK SINTER PADA SIFAT MAGNETORESISTANCE BAHAN PADUAN (Sm,La)Mn2Ge2 Setyo Purwanto; Wagiyo Wagiyo; Teguh Yulis Surya P.P; Wisnu Ari Adi; Y. Yamaguchi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 1: OKTOBER 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.017 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2000.2.1.4911

Abstract

PENGARUH EFEK SINTER PADA SIFAT MAGNETORESISTANCE BAHAN PADUAN (Sm,La)Mn2Ge2. Makalah ini memaparkan hasil penelitian pada bahan (Sm,La)Mn2Ge2 yang memiliki sifat magnetoresistance pada suhu ruang. Bahan yang menjadi objek pengamatan memiliki komposisi unsur La 10,20 dan 30% berat yang dibuat dalam bentuk pelet dari cuplikan ingot yang sudah mengalami proses sinter selama 1,8 dan 16 jam pada suhu 900oC. Dari hasil pengukuran sifat magnetoresistance dengan metoda four point probe dengan medan magnet sampai sekitar 1 Tesla, diketahui terjadi peningkatan sifat magnetoresistance yang amat berarti pada cuplikan dengan komposisi La 30% yang telah dianil selama 8 jam, dari hanya sekitar 7% menjadi lebih dari 66%. Pengamatan secara sistematis terhadap struktur mikro bahan memperlihatkan bahwa peningkatan sifat tersebut berkaitan dengan pertumbuhan/growth dari populasi pola seperti domain magnetik yang ditandai dengan citra pola abu-abu putih pada hasil foto mikroskop elektron.
SINTESIS DAN PENGUKURAN KONDUKTIVITAS LISTRIK KONDUKTOR SUPERIONIK GELAS (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x Saeful Yusuf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2549.9 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4766

Abstract

SINTESIS DAN PENGUKURAN KONDUKTIVITAS LISTRIK KONDUKTOR SUPERIONIK GELAS (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x. Telah disintesis konduktor superionik berbasis gelas (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x dengan x bervariasi yaitu 0,3, 0,4, 0,5, 0,6, 0,7 dan 0,8 menggunakan teknik quenching dengan pendingin nitrogen cair. Sifat termal (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x yang terbentuk diamati dengan menggunakan Differential Thermal Analysis (DTA), sedangkan fasa kristal dan amorf diamati dengan teknik difraksi sinar-x (XRD). Konduktivitas ionik dari (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x diamati dengan cara mengukur hambatan listrik menggunakan metode-ac yang menerapkan prinsip jembatan wheatstone pada suhu yang bervariasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa suhu transisi gelas, suhu kristalisasi dan suhu lebur (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x menurun dengan bertambahnya kandungan AgI. Hasil pengukuran sifat termal dan XRD tidak menunjukkan adanya transisi fasa β AgI menjadi fasa α AgI pada bahan (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x. Konduktivitas ioniknya ≈ 10-4 S/cm pada suhu kamar atau sekitar seribu kali lebih tinggi dibandingkan AgI murni. Konduktivitas juga bertambah dengan naiknya suhu. Bahan (AgI)0,5Ag2O-B2O3)0,5 memiliki konduktivitas paling tinggi dibandingkan konduktivitas (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x pada komposisi lain.
DEGRADASI ZAT WARNA METHANIL YELLOW SECARA SONOLISIS DAN FOTOLISIS DENGAN PENAMBAHAN TiO2 ANATASE Safni Safni; Fardila Sari; Maizatisna Maizatisna; Zulfarman Zulfarman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 1: OKTOBER 2009
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.078 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2009.11.1.4562

Abstract

DEGRADASI ZAT WARNA METHANIL YELLOW SECARA SONOLISIS DAN FOTOLISIS DENGAN PENAMBAHAN TiO2 ANATASE. Degradasi zat warna methanil yellow telah dilakukan secara sonolisis dan fotolisis dengan penambahan TiO2 anatase. Metode sonolisis menggunakan iradiasi ultrasonik dengan frekuensi 47 kHz. Degradasi zat warna methanil yellow 6 mg/L secara sonolisis dengan penambahan 0,1000 g TiO2 anatase optimum pada pH 5 suhu 40 ºC, dan persentase degradasi diperoleh sebesar 41,74% setelah 300 menit sonolisis. Metode fotolisis menggunakan iradiasi sinar UV dengan  = 359 nm. Degradasi methanil yellow 6mg/L secara fotolisis dengan penambahan 0,1000 g TiO2 anatase optimumpada pH 5 dengan persentase degradasi mencapai 80,99% setelah 90 menit fotolisis, sementara secara sonolisis hanya diperoleh persentase degradasi sebesar 26,86% pada waktu yang sama.
EFEK ANIL SUHU RENDAH PADA TERFENOL-D YANG DIBUAT DENGAN METODE REDUKSI-DIFUSI M. I. Maya Febri; Mashadi Mashadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.552 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2000.1.2.5322

Abstract

EFEK ANIL SUHU RENDAH PADA TERFENOL-D YANG DIBUAT DENGAN METODE REDUKSI-DIFUSI — Dalam kegiatan ini dipelajari efek anil suhu rendah pada paduan magnetostriktif yang diperoleh dengan metode Reduksi-Difusi (RD). Diharapkan bahwa apabila cuplikan sebelumnya mengandung fasa sekunder berupa hidrida, fasa tersebut dapat dihilangkan dengan perlakuan anil tersebut. Anil dilakukan pada suhu 200°C, selama 8 jam, dalam vakum dinamis pada cuplikan berbentuk pelet yang dibungkus dalam lembaran Tantalum. Dalam ruangan cuplikan diletakkan pula 'getter' yaitu Ti murni. Hasil analisis data XRD menunjukkan beberapa aspek: pertama, ada kecenderungan penyempitan puncak-puncak difraksi setelah anil. Diduga ini akibat 'internal stress relieve', karena pada suhu anil tersebut, tidak ada perbaikan tingkat kristalisasi sampel. Kedua, fasa hidrida dapat dihilangkan melalui perlakuan anil ini, dan ketiga, pada cuplikan tertentu terlihat ada pergeseran posisi puncak-puncak difraksi fasa utama ke arah sudut yang lebih besar, menandakan bahwa fasa utama tersebut pada awalnya juga mengandung hidrogen dalam jumlah yang sangat kecil, yang belum pernah terdeteksi sebelumnya. Sebagai kesimpulan, perlakuan anil tersebut memberikan dampak positif pada cuplikan Terfenol-D, dan merupakan modifikasi penting dari metode sintesis Reduksi-Difusi.
VARIASI BASA PADA PEMBENTUKAN NANO PARTIKEL MAGNETIK OKSIDA BESI Grace Tj. Sulungbudi; Mujamilah Mujamilah; Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.519 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5123

Abstract

VARIASI BASA PADA PEMBENTUKAN NANO PARTIKEL MAGNETIK OKSIDA BESI. Nanopartikel magnetik oksida besi dapat terbentuk dalam proses presipitasi campuran garam Fe(II)/Fe(III) oleh basa. Dalam penelitian ini variasi jenis basa yang digunakan adalah NaOH, NH3 dan TMAOH (Tetramethyl Ammonium Hydroxide).Magnetisasi saturasi,Ms, tertinggi diperoleh pada oksida besi hasil presipitasi dengan basa TMAOH yaitu 82,2 emu/g, dengan fraksi massa Fe3O4 79,43 %, dan ukuran butir 12,52 nm. Ukuran butiran terkecil diperoleh pada oksida besi hasil presipitasi dengan basa NaOH yaitu 9,34 nm dengan magnetisasi saturasi, Ms, 73,8 emu/g.
STRUCTURAL AND MORPHOLOGICAL CHARACTERISTICS OF PLASMA SPRAYED TiO2-COATINGS Dwi Bayuwati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 1: OKTOBER 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.758 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.14.1.4634

Abstract

STRUCTURAL AND MORPHOLOGICAL CHARACTERISTICS OF PLASMA SPRAYED TiO2-COATINGS. TiO2 thin layers have been deposited on glass substrates using Plasma Spray technique. The TiO2 starting powders are a laboratory grade commercial powders. Before spraying, to check the availability of the basic material for Plasma Spray technique, a series of characterization was conducted. The TiO2 starting powders were identified its particle size using Particle Size Analyzer (PSA) resulting diameter at 90% was 42.72 µm. X-Ray Diffractometer (XRD) measurement was done to identify the peaks of the basic material elements using Kα radiation at wavelength 1.5406 Å resulted TiO2 of Anatase structure. Spray dry process was then conducted in order to get circular and free flowing particles for feedstock of plasma spray system. Distribution of particles showed a dominat of 20 µm diameter-free flowing particle. Plasma Spray process of TiO2 powder furthermore was conducted on slide glass microscope under several parameter conditions such as power, flame-substrate distance and preheating treatment variation. The TiO2/glass coatings with variation of flame-substrate distance (10 and 12 cm) resulted in 5.806 µm and 4.913 µm layer thickness with grain size in the range of 0.8-2 mand 1-2.8 µm, respectively. XRD diffractogram results revealed that the TiO2 layer are dominat in rutile phase but at a little higher of plasma power, low anatase phase existed. The preheated-plasma sprayed TiO2 coatings were visibly difussed into the glass substrate and resulted in dominat rutile phase (at 2 cycles preheating) but not existed in a longer preheating time (4 cycles preheating treatment).
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KOPOLIMER VINIL ASETAT DAN ASAM AKRILAT -Cu SEBAGAI BIOSIDA UNTUK ANTIFOULING Yulianti Sampora; Dieni Mansur; Agus Haryono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 4: JULI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.222 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.4.4339

Abstract

PREPARASI DAN KARAKTERISASI KOPOLIMER VINIL ASETAT DAN ASAM AKRILAT -Cu SEBAGAI BIOSIDA UNTUK ANTIFOULING. Perkembangan teknologi navigasi pada saat ini sangat dibutuhkan, salah satunya dengan penggunaan biosida antifouling untuk efisiensi bahan bakar. Mengingat pentingnya biosida untuk anti fouling maka perlu dilakukan penelitian untuk mencegah terjadinya fouling pada material yang terendam air laut. Pada penelitian ini dikembangkan proses polimerisasi untuk menghasilkan biosida. Biosida disintesis dengan mereaksikan monomer-monomer asama krilat dan vinil asetat yang ditambah CuprousOxide (Cu2O)melalui reaksi polimerisasi membentuk kopolimer. Pada proses polimerisasi tersebut digunakan inisiator Benzoyl PerOxide (BPO), dengan variabel perbandinganmol monomer 1:1 dan 1:2, konsentrasi Cu2O 1%; 5% dan 15%, serta digunakan pula etanol 93% sebagai pelarut. Polimerisasi selama 3 jam. Struktur dari kopolimer tersebut dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform-Infra Red (FT-IR), Nuclear Magnetic Resonance (NMR) Spektrofotometer, dan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa poli(asam akrilat-ko-vinil asetat-Cu) telah berhasil dipreparasi.
DOUBLE AXIS MODE OF BATAN’S TRIPLE AXIS SPECTROMETER Agus Purwanto; Eddy Santoso; Irfan Hafid; M. Refai Muslih
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.239 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.2.4991

Abstract

DOUBLE AXIS MODE OF BATAN’S TRIPLE AXIS SPECTROMETER. Triple Axis Spectrometer (TAS), which is an indispensible tool to microscopically probe inelastic scattering processes in condensed matter, has been installed at the Neutron scattering Laboratory of the R & D Center for Materials Science & Technology, BATAN, since 1992. However, the control and data acquisition system have been nonfunctional since 1996. Following an in-house development of the alternative control and data acquisition hardware last year, TAS started to show the capability and reliability of handling the measurement in the double axis mode. This paper reports a double axis mode control and data acquisition software development which benefits from the hardware development.
PENGARUH TEBAL LAPISAN SEALANTS TERHADAP LAJU KOROSI ATMOSFERIK LINGKUNGAN ASAM SULFAT PADA PELAT LOGAM BADAN MOBIL Dyah Sawitri; Agung Budiono; Bagus Novan I.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.253 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.8.1.4812

Abstract

PENGARUH TEBAL LAPISAN SEALANTS TERHADAP LAJU KOROSI ATMOSFERIK LINGKUNGAN ASAM SULFAT PADA PELAT LOGAM BADAN MOBIL. Hujan asam merupakan salah satu penyebab korosi yang sangat besar pengaruhnya di kota-kota besar bagi pelat logam badan mobil. Selain itu kandungan garam diatmosfer juga turut mempengaruhi laju korosi disuatu tempat. Pelapisan sealants pada logam merupakan cara termudah dan termurah untuk dapat menurunkan laju korosi yang terjadi pada logam badan mobil. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh tebal lapisan sealants terhadap laju korosi atmosferik lingkungan asam sulfat pada pelat logam badan mobil. Untuk mempercepat proses pengkorosian dalam penelitian ini digunakan instrumen berupa fog chamber dengan medium pengkorosi asam sulfat. Dari penelitian ini didapatkan bahwa tebal lapisan sealants 7 mils dapat menghambat laju korosi yang terjadi dengan kecepatan terkecil sebesar 1,4878 mm/y pada medium pH 3,00 dan laju korosi mencapai puncaknya pada waktu ekpos 20 jam sampai dengan 45 jam pertama. Semakin tebal lapisan sealants yang digunakan, semakin kecil laju korosi pada pelat logam badan mobil sesuai dengan persamaan secara umum w = 9.8189(s)-1.0898 untuk medium korosi pH 2,75, w = 21.77(s)-2.2964 untuk medium korosi pH 3,00, dan w = 29.159(s)-3.6574 untuk medium korosi pH 3,25. Dan laju korosi dilingkungan asam mempunyai kecenderungan 30 kali lebih cepat dari laju korosi dilingkungan garam.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue