cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN ZINC STEARATE TERHADAP DEGRADASI TERMAL PADA PADUANAKRILONITRIL-BUTADIENA-STIRENADAN POLIPROPILENASERTAKARAKTERISASI MEKANIK DAN INFRA MERAH Reni Tri Y.S.; Hendro Juwono; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 3: JUNI 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.664 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2003.4.3.4871

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN ZINC STEARATE TERHADAP DEGRADASI TERMAL PADA PADUANAKRILONITRIL-BUTADIENA-STIRENADAN POLIPROPILENASERTAKARAKTERISASI MEKANIK DAN INFRA MERAH. Perkembangan polimer yang sangat cepat tidak lepas dari kebutuhan hidup manusia yang membutuhkan bahan polimer baru dengan sifat yang lebih baik. Blending (polipaduan) adalah salah satu cara untuk menjawab kebutuhan tersebut, baik tanpa ataupun dengan bahan aditif. Penelitian polipaduan Akrilonitril-Butadiena-Stirena (ABS) dan Polipropilen (PP) dengan penambahan zinc stearate dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh, baik secara fisik maupun kimia, bahan hasil paduan terhadap degradasi termal. Polipaduan ABS dan PP dibuat dengan variasi komposisi 95:5, 80:20, 65:35, 50:50 dengan penambahan 0%, 2%, 4%,dan 6% zinc stearate. Paduan tersebut diproses dengan alat rheomix selama 7 menit untuk komposisi. Bahan hasil proses paduan selanjutnya didegradasi secara termal menggunakan oven dengan suhu 80OC selama 300 jam. Karakteristik bahan polipaduan menggunakan uji mekanik dan infra merah (FT-IR) baik sebelum dan sesudah didegradasi. Dari uji mekanik diperoleh hasil bahwa komposisi 95 : 5 dengan penambahan 2% zinc stearate merupakan komposisi terbaik. Dari uji dengan FTIR diperoleh kesimpulan bahwa bahan setelah di degradasi termal selama 300 jam terjadi degradasi meskipun tidak dapat dihitung nilai indeks karbonilnya.
PENGARUH JENIS KARET ALAM TERHADAP SIFAT FISIKA VULKANISAT KARET UNTUK PRODUK BANTALAN JEMBATA Asron Ferdian Falaah; Adi Cifriadi; Mochamad Chalid
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.563 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4205

Abstract

PENGARUH JENIS KARET ALAM TERHADAP SIFAT FISIKA VULKANISAT KARET UNTUK PRODUK BANTALAN JEMBATAN.Vulkanisat karet bantalan jembatan diproduksi melalui beberapa tahapan meliputi pemilihan bahan baku karet, perancangan formulasi kompon, pencampuran, dan vulkanisasi. Pemilihan karet alamuntuk vulkanisat bantalan jembatan merupakan tahapan penting karena mempengaruhi sifat produk akhir. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan beberapa jenis karet alam seperti sit asap, karet kompo, karet sit rakyat dan karet standar Indonesia terhadap sifat fisika vulkanisat karet untuk produk bantalan jembatan. Penelitian ini melakukan uji sifat teknis bahan baku karet yang digunakan meliputi uji plastisitas awal (P0); indek ketahanan plastis (PRI); kadar abu; kadar zat menguap; kadar kotoran dan melakukan perancangan kompon karet dan pengujian sifat fisika vulkanisat berupa uji kekerasan; kuat tarik; perpanjangan putus; pengusangan; pampatan tetap; ketahanan ozon yang mengacu pada SNI3967:2013 untuk bantalan jembatan. Hasil penelitian menunjukkan karet sit asap mempunyai sifat teknis yang lebih baik dibandingkan dengan jenis karet mentah lain berdasarkan nilai PRI, kadar abu dan kadar kotoran. Hasil uji sifat fisika untuk parameter kekerasan, kuat tarik, dan perpanjangan putus tidak berbeda nyata, namun setelah pengusangan menunjukkan perbedaan nyata pada nilai kuat tarik dan perpanjangan putus.
ANALISIS BAHAN KOMPONEN KATUP REGULATOR UNTUK ALIRAN GAS BUATAN IMPOR Mohammad Dani; Nurdin Effendi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.982 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2001.2.2.4899

Abstract

ANALISIS BAHAN KOMPONEN KATUP REGULATOR UNTUK ALIRAN GAS BUATAN IMPOR. Penelitian strukturmikro dan uji kekerasan bahan komponen katup untuk mengatur aliran outlet gas impor telah dilakukan. Bahan diiris dalam arah bulk. Uji kekerasan dilakukan dari mulai dalam matriks bulk hingga bahan lapisan pelindung dengan skala Vickers. Pengamatan dengan mikroskop optik setelah dilakukan pemolesan merupakan pemeriksaan awal. Pengujian dilanjutkan dengan kombinasi SEM, EPMA, dan XRF secara simultan. Hasilnya menunjukkan bahwa bahan ini terdiri dari bulk austenitik dengan bentuk butir koaksial yang sangat tahan korosi yang dilapisi dengan pelindung bahan pengeras dengan unsur utama Ni, Cr, Fe, dan Cu dengan konsentrasi yang cukup tinggi sehingga kekerasan pada permukaan bahan komponen ini sangat tinggi.
PENGARUH PENAMBAHAN LIQUID NATURAL RUBBER PADA POLYBLENDELASTOMER TERMOPLASTIK-POLIPROPILEN Deswita Deswita; Sudirman Sudirman; Aloma Karo Karo; Indra Gunawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.5 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4756

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN LIQUID NATURAL RUBBER PADA POLYBLENDELASTOMER TERMOPLASTIK-POLIPROPILEN. Telah dilaksanakan penelitian pengaruh penambahan Liquid Natural Rubber (LNR) pada polyblend Elastomer Thermoplastik (ETP) - Polipropilen (PP) yang bertujuan untuk mendapatkan ETP yang unggul yang dapat diterima oleh kalangan Industri, khususnya industri automotive. Metode yang digunakan adalah metode blending yang dilakukan pada sekitar suhu leleh dari PP yaitu 180 oC. ETP yang digunakan berbasis karet alam yang dicampur dengan monomer metil metakrilat melalui teknik radiasi sinar gamma. Selanjutnya dilakukan pencampuran polyblend ETP-PP (70% berat PP) dengan variasi komposisi LNR 0% berat, 3% berat, 5% berat, dan 7% berat . Kemudian dilakukan karakterisasi meliputi densitas, sifat mekanik, sifat fisik dan strukturmikro. Hasil yang diperoleh menunjukkan densitas dari polyblend yang terbentuk semakin meningkat dengan penambahan LNR. Untuk uji mekanik hasil terbaik didapatkan pada penambahan LNR 3%berat, hal ini juga didukung data strukturmikro dimana pada penambahan LNR 3%berat ini pola yang dihasilkan lebih teratur (homogen) dan rigid.
SINTESIS NANOPARTIKEL FERIT UNTUK BAHAN PEMBUATAN MAGNET DOMAIN TUNGGAL DENGAN MECHANICAL ALLOYING Suryadi Suryadi; Budhy Kurniawan; Hasbiyallah Hasbiyallah; Agus S.W.; Nurul T.R
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 1: OKTOBER 2009
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.14 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2009.11.1.4550

Abstract

SINTESIS NANOPARTIKEL FERIT DENGAN PROSES MILLING UNTUK BAHANPEMBUATAN MAGNET DOMAIN TUNGGAL. Studi sintesis nanopartikel ferit untuk bahan pembuatan magnet domain tunggal dengan menggunakan metode milling dari bahan scrap magnet telah dilakukan. Preparasi sampel dilakukan menggunakan disk mill yang dilanjutkan dengan menggunakan High Energy Ball mill (HEM-E3D) dengan waktu milling 5 jam, 10 jam dan 20 jam. Sampel tersebut selanjutnya dikarakterisasi menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffractometer (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil karakterisasi XRF yang dikonfirmasi dengan hasil analisis XRD menunjukkan bahwa sampel magnet adalah stronsium ferit. Hasil analisis struktur mikro memperlihatkan terjadinya proses penghalusan ukuran partikel ferit dengan bertambahnya waktu milling. Partikel berukuran nanometer berhasil diperoleh,meskipun distribusinya tidak homogen. Hasil karakterisasi sifat magnetik dari sampel hasil milling yang kemudian disintering menunjukkan peningkatan daerah kurva histeresis pada sampel dengan waktu milling yang lebih lama
PENINGKATAN FLUX PINNING PADA BULK SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-X MELALUI PROSES MELT TEXTURE GROWTH Adi, Wisnu Ari; Sukirman, Engkir; Winatapura, Didin S.; Sulungbudi, Grace Tj.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 1: OKTOBER 2001
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.137 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2001.3.1.5257

Abstract

PENINGKATAN FLUX PINNING PADA BULK SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-X MELALUI PROSES MELT TEXTURE GROWTH. Keberadaan medan magnet luar H terhadap bahan superkonduktor mengakibatkan timbulnya pergerakan vortex yang menyebabkan timbulnya energi yang sangat disipatif. Sehingga bahan memiliki rapat arus kritis (Jc) yang cukup rendah. Untuk itu diperlukan flux pinning yang diharapkan dapat menahan gerakan vortex tersebut. Pada penelitian ini dipelajari adanya peningkatan flux pinning pada sampel superkonduktor sistem YBa2Cu3O7-X dari proses sintering (YBCO-sintering) menuju proses melt texture growth ( YBCO-MTG). Besarnya rapat gaya pinning (Fp) ini dipengaruhi oleh inhomogenity bahan yang berupa batas butir, impuritas bahan yaitu YBCO fasa-211, rendahnya suhu eksperimen, dan tingginya medan magnet luar H. Fp maksimum untuk sampel YBCO—sintering dan YBCO-MTG berturut-turut adalah 1,42 x 108 Nm-3 (H = 17 kOe) dan 7,39 x 109 Nm-3 (H = 14 kOe) yang diukur pada suhu T = 5 K. Jc maksimum untuk sampel YBCO- sintering dan YBCO-MTG berturut-turut adalah 1,78 x 104 A.cm-2 dan 5,76 x 104 A.cm-2. Pada Fp yang optimum didapatkan Jc yang maksimum. Dengan mengontrol dan mengoptimalkan Fp diharapkan dapat meningkatkan Jc yang lebih tinggi.
ANALISIS UKURAN DAN KORELASI NANO PARTIKEL Fe3O4 DALAM FLUIDA MAGNETIK DENGAN TEKNIK HAMBURAN NEUTRON SUDUT KECIL Sistin A. Ani; Edy Giri Rachman Putra; Abarrul Ikram; Suminar Pratapa; Sriyani Purwaningsih; Triwikantoro Triwikantoro; Darminto Darminto
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.031 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5112

Abstract

ANALISIS UKURAN DAN KORELASI NANO PARTIKEL Fe3O4 DALAM FLUIDA MAGNETIK DENGAN TEKNIK HAMBURAN NEUTRON SUDUT KECIL. Telah dilakukan analisis ukuran dan korelasi nanopartikel Fe3O4 dalam fluida magnetik menggunakan Teknik Hamburan Neutron Sudut Kecil. Analisis ukuran partikel dilakukan dengan pendekatan daerah Guinier untuk memperoleh ukuran jari-jari girasi dalam partikel yang selanjutnya digunakan untuk menentukan rerata jari-jari partikel magnetit. Ukuran jari-jari partikel magnetit berkisar antara 17,8 nmhingga 53,6 nm. Pendekatan dengan model Poly Core Shell Ratio menunjukkan harga ukuran rerata jari-jari partikel sebesar 25 nm dengan polidispersitas sebesar 0,4. Pengaruh konsentrasi fluida magnetik terhadap ketebalan lapisan surfaktan tidak menunjukkan perubahan harga yang signifikan yaitu sebesar 6 Å hingga 8 Å dan dalamkisaran variasi 0,5Mhingga 3M belum ditemukan adanya korelasi antar partikel magnetit dalam fluida magnetik.
PREPARASI KOLOID NANOSILVER DENGAN BERBAGAI JENIS REDUKTOR SEBAGAI BAHAN ANTI BAKTERI Asep Handaya Saputra; Agus Haryono; Joddy Arya Laksmono; M. Hilman Anshari
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.717 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4615

Abstract

PREPARASI KOLOID NANOSILVER DENGAN BERBAGAI JENIS REDUKTOR SEBAGAI BAHAN ANTI BAKTERI. Partikel nanosilver diketahui memiliki kemampuan anti bakteri yang baik dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat beberapa metode dalam sintesis partikel nanosilver salah satu yang digunakan adalah metode reduksi kimia. Pada penelitian ini koloid nanosilver dipreparasi dengan variasi konsentrasi umpan AgNO3 sebesar 250 ppm, 500 ppm dan 750 ppm, jenis reduktor yang digunakan meliputi asam askorbat, asam sitrat, dan trisodium sitrat dengan Polivinil Alkohol sebagai stabilizer. Uji anti bakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dengan konsentrasi umpan AgNO3 250 ppm dengan reduktor asam sitrat menghasilkan aktivitas anti bakteri yang paling optimal dengan nilai hambatan yang paling besar untuk bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Besar diameter hambatan sama dengan larutan standar yaitu 8 mm pada konsentrasi yang sama. Dari hasil analisis spektrofotometer didapat panjang gelombang maksimum (λmaks) sebesar 421 nm. Berdasarkan analisis ukuran partikel, didapatkan ukuran partikel rata-rata sebesar 55 nm dengan indeks bias 1,3328, viskositas koloid nanosilver 0,8878 dan indeks polidispersitas 0,3.
KONVERSI SAMPAH PLASTIK STYROFOAM MENJADI BAHAN PEMBERSIH SULFUR LIGHT DIESEL OIL A Z Abidin; O W Lukman; Christian Christian
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.515 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4329

Abstract

KONVERSI SAMPAH PLASTIK STYROFOAM MENJADI BAHAN PEMBERSIH SULFUR LIGHT DIESEL OIL. Sampah plastik styrofoam dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk isolasi polistiren, yang kemudian disintesis menjadi Natrium N-kloro-polistiren sulfonamida (PI) yang dapat menyerap sulfur di dalam minyak diesel. PI ini digunakan pada proses desulfurisasi minyak diesel ringan dan dapat digunakan kembali setelah melalui proses regenerasi menggunakan solvent washing. Hasil penelitian menunjukkan proses isolasi polistiren menghasilkan polistiren yang memiliki karakteristik dan struktur molekul yang menyerupai polistiren standar. PI juga berhasil mendesulfurisasi minyak diesel dari 1491 ppm menjadi 463 ppm. Proses desulfurisasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan polimer PI hasil regenerasi namun dengan hasil yang tidak sebaikmenggunakan polimer PI baru. Proses regenerasi terbaik dilakukan denganmenggunakan kombinasi pelarut toluen dan NaOCl dengan hasil yang dapat mengurangi kadar sulfur dari 1491 ppm menjadi 603 ppm.
PENGARUH SUHU TERHADAP SIFAT MEKANIS BANTALAN LUNCUR KOMPONEN MESIN Sasi Kirono
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.28 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.4943

Abstract

PENGARUH SUHU TERHADAP SIFAT MEKANIS BANTALAN LUNCUR KOMPONEN MESIN. Tulisan ini membahas pengaruh suhu komponen mesin bantalan luncur menggunakan metode pengujian mekanis tarik dan kekerasan. Pembahasan hasil penelitian meliputi korelasi antara kuat tarik, regangan dan kekerasan. Hasil penelitian menyatakan kekuatan tarik 603,29 N/mm2 menurun sampai 23,94%. Peningkatan suhu akan menurunkan kekerasan dan kekuatan.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue