cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
DEKOMPOSISI LIMBAH PLASTIK POLYPROPYLENE DENGAN METODE PIROLISIS Siti Naimah; Chicha Nuraeni; Irma Rumondang; Bumiarto Nugroho Jati; Rahyani Ermawati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 3: JUNI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.837 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.3.4677

Abstract

DEKOMPOSISI LIMBAH PLASTIK POLYPROPYLENE DENGAN METODE PIROLISIS. Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengurangi limbah plastik. Salah satu usaha tersebut adalah mengkonversi limbah plastik menjadi sumber energi. Proses konversi limbah plastik melibatkan beberapa tahapan proses, salah satunya adalah pirolisis (thermal cracking). Pirolisis merupakan proses dekomposisi dengan menggunakan sampah plastik sekaligus penyulingan bahan tanpa O2 dengan suhu tinggi (500 oC hingga 1000 oC). Hasil proses pirolisis berupa padatan dan cairan. Dengan suhu reaktor pada suhu 500 oC, alat pirolisis yang telah dibuat dapat menghasilkan crude oil dengan yield sebesar 40%. Crude oil yang dihasilkan dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry dengan kandungan senyawa Benzene, Toluene, octane, Naphthalene, Xylene, Cyclohexane dan Cyclopentane.
PENGARUH POROGEN TERHADAP STRUKTUR DAN KONDUKTIVITAS HIDROKSIAPATIT. Yustinus Purwamargapratala; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.363 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4365

Abstract

PENGARUH POROGEN TERHADAP STRUKTUR DAN KONDUKTIVITAS HIDROKSIAPATIT. Penelitian pengaruh porogen terhadap struktur dan konduktivitas hidroksiapatit telah dilakukan. Hidroksiapatit digunakan sebagai bahan pengganti tulang atau gigi. Transportasi ion dalam hidroksiapatit tersebut dipengaruhi oleh nilai konduktivitas. Hidroksiapatit berpori dapat dibentuk dengan cara penambahan porogen berupa polivinil alkohol (PVA), hidrogen peroksida (H2O2), etilen glikol (EG), dan polietilen glikol (PEG). Hidroksiapatit disintesis dari kalsium hidroksida dan asam fosfat dengan atau tanpa penambahan porogen melalui tahapan kalsinasi 900 oC selama 4 jam. Hasil pengukuran difraksi sinar-X (XRD) yang dibandingkan dengan JCPDS No.011008 menunjukkan bahwa pola difraksi sinar-X hidroksiapatit hasil sintesis sama dengan bahan standar produk Aldrich yang menunjukkan penambahan porogen tidak mengubah strukturmikro hidroksiapatit. Ukuran partikel dan regangan hidroksiapatit semakin membesar dengan adanya penambahan konsentrasi porogen hidrogen peroksida, etilen glikol, polivinil alkohol, atau polietilen glikol sampai konsentrasi 2,5 %. Ukuran partikel dan regangan terbesar didapat pada penambahan porogen polietilen glikol 2,5 % yaitu sebesar 6,31 nm dan regangan 6,17. Penambahan porogen mengakibatkan kristalinitas hidroksiapatit akan semakin mengecil, kritalinitas terkecil terjadi pada penambahan polietilin glikol 2,5% yaitu sebesar 73%. Hasil analisis konduktivitas menggunakan Impedance Conductance Resistance (LCR) meter menunjukkan bahwa penambahan porogen dapat menurunkan konduktivitas hidroksiapatit. Konduktivitas terendah diperoleh pada penambahan porogen PEG 2,5 % yaitu 10-9,1099 S.cm-1 dan konduktivitas tertinggi pada penggunaan polivinil alkohol 2,5 % yaitu 10-7,7383 S.cm-1
STUDI AWAL KARAKTERISASI ESR SAMPEL MANGANAT CaMnO3 Budhy Kurniawan; Indra Putra Siahainenia; Bambang P. S.; Budi Siswanto; Dudung A. K.; Muzadi Didik O.; Suharno Suharno; Sumarjianto Sumarjianto; Adin Sarmawan; Y. E. Gunanto; Lingga Hermanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 1: OKTOBER 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.48 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2005.7.1.5014

Abstract

STUDI AWAL KARAKTERISASI ESR SAMPEL MANGANAT CaMnO3. Fenomena magnetoresistansi adalah fenomena yang menunjukkan terjadinya perubahan resistansi listrik suatu material karena adanya pengaruh medan magnet luar. Fenomena ini banyak ditemukan pada material manganat tanah jarang yang kini telah menjadi pusat perhatian. Karakteristik yang menonjol pada bahan ini adalah terjadinya transisi fasa magnetik dari keadaan isolator (paramagnetik) menjadi konduktor (feromagnetik) atau sebaliknya sebagai fungsi konsentrasi pendopingan material tanah jarang. CaMnO3 merupakan salah satu senyawa induk yang digunakan dalam material manganat tanah jarang. Hasil pengukuran XRD pada suhu ruang menunjukkan bahwa CaMnO3 dapat dihasilkanmelalui pemanasan sampai 1000oC setelah dilakukan penggerusan dan milling campuran CaCO3 dan MnO2. Pengukuran ESR terhadap CaMnO3 pun telah dilakukan pada suhu ruang dengan lebar sapuan 500 mT dan pada frekuensi 9,47 GHz. Hasil pengukuran ESR menunjukkan bahwa CaMnO3 bersifat paramagnetik dan sifat keparamagnetan CaMnO3 ini secara dominan dipengaruhi oleh bahan dasar MnO2.
STUDI ABSORPSI Fe DALAM TUBUH ANAK MENGGUNAKAN METODE PERBANDINGAN ISOTOP. Rukihati Rukihati; Sumardjo Sumardjo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 3: JUNI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.957 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.3.4836

Abstract

STUDI ABSORPSI Fe DALAM TUBUH ANAK MENGGUNAKAN METODE PERBANDINGAN ISOTOP. Isotop stabil adalah bahan yang sangat berguna dalam penelitian absorpsi dan metabolisme nutrien anorganik dalam tubuh manusia. Prinsip dasar studi dengan isotop ini adalah menambahkan isotop stabil yang kelimpahannya rendah setelah diperkaya kedalam makanan. Dalam studi ini isotop stabil besi : 57Fe dan 58Fe digunakan sebagai perunut untuk mempelajari absorpsi Fe dalam tubuh anak. Perunut diberikan bersama susu sapi dan bersama jus apel. Perbandingan isotop Fe ditentukan menggunakan. ICP-MS (inductively coupled plasma-mass spectrometer) yang dilengkapi dengan ETV (elctrothermal vaporization) untuk pemasukan sampel. Pemasukan sampel menggunakan ETV mereduksi gangguan ion-ion poliatom, terutama gangguan terhadap 57Fe dari ion poliatom (40Ar16O1H). Diperoleh hasil bahwa absorpsi Fe oleh anak secara nyata lebih besar (13,8 ± 3,8 %) bila diberikan bersama-sama jus apel dari pada bila diberikan bersama-sama susu sapi (5,8 ± 1,3 %).
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF MAGNETIC-HYDROXY APATITE COMPOSITE USINGONE SPOT COPRECIPITATION METHOD Mujamilah Mujamilah; Ahmad Furqon Syidik; Grace Tj. Sulungbudi; Wildan z Lubis; Aloma Karo Karo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 2: JANUARI 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.423 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2017.18.2.4171

Abstract

SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF MAGNETIC-HYDROXY APATITE COMPOSITE USINGONE SPOT COPRECIPITATION METHOD. Nanocomposite of magnetic-hydroxyapatite (MHAP) has the potential to be developed as a biocompatible-biodegradable material for bone cancer diagnosis and therapy. In this study, such composite materials have been successfully synthesized by one-spot coprecipitation method and ultrasonic dispersion. The mass ratio between magnetic and hydroxyapatite fraction were varied to 30:70 (K30), 40:60 (K40) and 50:50 (K50). X-Ray Diffractometer, Transmission Electron Microscope, Fourier Transform-Infrared Spectrometer and Vibrating Sample Magnetometer were used for characterizing the properties of MHAP composite. X-Ray Diffraction pattern reveals the presence of magnetic and HAP phases, confirm the establishment of MHAP composite system. TEM image and FT-IR spectra shows the spherical morphology of magnetic nanoparticles with a size of ~ 10 nm entrapped within HAP nanorod structure without any chemical bonding between the two phase.With such physical composite mechanismand higher energy induce by ultrasonic dispersion process, magnetic fraction of even 50% mass fraction could still be loaded into HAP matrix and provide maximum magnetisation value of 34.6 emu/g. This magnetization value is higher than the result of another study of MHAP synthesis, giving better prospect for bone cancer diagnosis and therapy.
TUNABLE SURFACE PLASMON RESONANCES OF Au@TiO2 CORE-SHELL NANOPARTICLES ON THE DSSC (DYE SENSITIZED SOLAR CELLS) PERFORMANCE Friska Ayu Fitrianti Sugiono; Doty Dewi Risanti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 3: APRIL 2019
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.441 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2019.20.3.5452

Abstract

Plasmonic core-shell nanoparticles, i.e. gold can improve the efficiency of Dye-sensitized Solar Cell by increase the light harvesting due to the strong near-field effect LSPR (Localized Surface Plasmon Resonance). To achieve maximum enhancement, the morphology of core-shell need to be optimized with coated either by insulator such as semiconductor, i.e. TiO2. In this paper, morphology of Au@TiO2 core-shell precisely control by various TiO2 volume and systematically study its influence on the plasmonic enhancement effect. A gold solution was prepared using Turkevich method. The crystal structure of the powders was determined by powder X-ray diffraction (XRD). The optical properties were measured by UV-Vis absorption spectroscopy using UV-Vis Lambda 750. The photocurrent action spectra or IPCE in visible light spectrum was obtained by adjusting wavelength of incident light, i.e. series connection of halogen lamp and monochromator. UV-Vis absorption spectra of core–shell showed the position of the surface plasmon Au band in the range of 500–550 nm. According to UV-Vis characterization, all samples studied show weak surface plasmon resonance response (~520 to 550 nm) as indicative of the thick TiO2 shells for individual core-shell Au@TiO2.Tunable Surface Plasmon Resonances of Au@TiO2 Core-shell Nanoparticles on the DSSC (Dye Sensitized Solar Cells) Performance
NOVEL MAGNETISM IN SPIN GAP SYSTEM Hidekazu TANAKA
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.212 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5198

Abstract

Most of magnetic properties of conventional magnets can be understood in terms of the classical vector spin model. However, recent development of new quantum magnets and high-field experiments at low temperatures revealed that some systems exhibit many- body effects characteristic of quantum particle system. Such behavior can be observed in spin dimer system, where pairs of ions with spin S=l/2 are coupled antiferromagnetically to form non magnetic singlet state at low temperatures.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL Fe3O4 MAGNETIK UNTUK ADSORPSI KROMIUM HEKSAVALEN Sari Hasnah Dewi; Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.504 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.2.4719

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL Fe3O4 MAGNETIK UNTUK ADSORPSI KROMIUM HEKSAVALEN. Telah dilakukan sintesis nano partikel Fe3O4 dengan menggunakan metode presipitasi. Nano partikel telah di karakterisasi dengan Scanning Electron Microscope (SEM), Vibrating Sample Magnetometer (VSM) dan X-Ray Diffractometer (XRD). Telah dipelajari efisiensi adsorpsi Fe3O4 yang disintesis terhadap kromium (VI) adalah larutan pada pH 6 dan pH 11. Data analisis memperlihatkan bahwa mekanisme adsorpsi sesuai dengan model adsorpsi isoterm Langmuir, dengan kapasitas adsorpsi 29,422 mg/g untuk pH 6 dan 21,739 mg/g untuk pH 11. Hasil percobaan menunjukkan bahwa efisiensi adsorpsi sangat bergantung pada kondisi pH, terjadi peningkatan dengan waktu pengocokan dan jumlah adsorben. Kondisi optimum adsorpsi tercapai pada pH 6. Kinetika adsorpsi dimodelkan dengan persamaan laju pseudo-second-order, dengan konstanta laju untuk pH 6 adalah 9,7087 mg/g dan untuk pH 11 adalah 12,1951mg/g.
MODIFIKASI LIMBAH KULIT PISANG UNTUK ADSORBENION LOGAMMn(II)DANCr(VI) Meri Suhartini Meri Suhartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3: APRIL 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.163 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.3.4414

Abstract

MODIFIKASI LIMBAH KULIT PISANG UNTUK ADSORBENION LOGAMMn(II)DANCr(VI). Pada penelitian ini Bubuk Kulit Pisang (BKP) dimodifikasi. Modifikasi dilakukan dengan mengikat silang polisakarida yang terdapat pada kulit pisang menggunakan Epiklorohidrin (Epi) sebagai zat pengikat silang dengan inisiator sinar gamma dari sumber Cobalt 60. Modifikasi ini bertujuan memperbaiki sifat fisik dan kimia BKP guna memperpanjang masa pakai dan meningkatkan kemampuan penyerapan ion logam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis radiasi optimum pada bubuk kulit pisang hasil modifikasi (BKP-Epi) dicapai pada dosis 10 kGy dengan konsentrasi Epi 10 %, pada kondisi tersebut, kemampuan BKP-Epi dalam menyerap ion logam Mn(II) meningkat 160 % dibandingkan sebelum dimodifikasi. Akan tetapi kemampuan BKP-Epi dalammenyerap ion logamCr(VI)menurun sebesar 43,10%. Terdapat perbaikan terhadap ketahanan asam pada BKP-Epi yang ditunjukkan dengan penurunan kerusakan BKP-Epi sebesar 104,55 %. Analisis Fourier Transform-Infra Red (FT-IR)menunjukkan pergeseran bilangan gelombang puncak sebelumdan sesudah iradiasi, menandakan terjadinya reaksi ikatan silang pada polisakarida tersebut.
ANALISIS REGANGAN DANTEGANGANSISADENGAN METODE RIETVELDPADA YBa2Cu3O7-x HASIL PELELEHAN Engkir Sukirman; Wisnu Ari Adi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.82 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5076

Abstract

ANALISIS REGANGAN DANTEGANGANSISADENGAN METODE RIETVELDPADA YBa2Cu3O7-x HASIL PELELEHAN. Regangan dan tegangan sisa pada YBa2Cu3O7-x hasil pelelehan telah dianalisis dengan metode Rietveld berdasarkan data difraksi sinar-X. Fungsi Sasa–Uda dan March-Dollase digunakan sebagai faktor koreksi orientasi preferred untuk mendapatkan kualitas fitting terbaik. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi pergeseran posisi puncak dan juga pelebaran puncak difraksi sinar-X pada YBa2Cu3O7-x hasil pelelehan. Ini berarti pada YBa2Cu3O7-x hasil pelelehan terbentuk medan regangan yang tidak homogen. Penambahan Y2BaCuO5 hingga sebesar W < 10 % berat mengakibatkan penyusutan regangan dan tegangan, sedangkan penambahan Y2BaCuO5 lebih lanjut, yakni W 10% berat, membuat regangan dan tegangan rata-rata cenderung kembali seperti pada YBa2Cu3O7-x tanpa penambahan bahan aditif Y2BaCuO5. Jadi ada sejumlah tertentu fasa aditif yang menyebabkan terjadinya pelepasan regangan dan tegangan sisa.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue