cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
ESTIMASI MEDAN KRITIS-ATAS SUPERKONDUKTIVITAS DARI KRISTAL TUNGGAL Bi2Sr2CaCu2O8+δ DENGAN KADAR OKSIGEN BERBEDA Adi Purwandana; Darminto Darminto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 1: OKTOBER 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.601 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2005.7.1.5023

Abstract

ESTIMASI MEDAN KRITIS-ATAS SUPERKONDUKTIVITAS DARI KRISTAL TUNGGAL Bi2Sr2CaCu2O8+δ DENGAN KADAR OKSIGEN BERBEDA. Dilaporkan dalam makalah kajian batas medan kritis-atas superkonduktivitas Bc2 pada sampel kristal tunggal Bi2Sr2CaCu2O8+δ yang dipersiapkan dengan metoda travelling solvent floating zone. Penentuan nilai medan kritis dilakukan berdasarkan data magneto-resistivitas pada bidang-ab kristal, ρab(T,H), dari kristal-kristal dengan kadar oksigen rendah, optimal dan tinggi dengan suhu kritis berurutan Tc = 80,6 K, 93 K dan 76 K. Hasilnya menunjukkan bahwa sampel-sampel yang berturutan memiliki medan kritis-atas pada suhu mutlak 0 K : Bc2(0) = 4,01 T, 49,52 T dan 55,10 T. Hasil ini menyiratkan bahwa bertambahnya kadar oksigen dalam kristal menimbulkan peningkatan kekuatan pinning dan penurunan derajat anisotropi, yang berdampak lebih jauh pada peningkatan nilai medan kritis-atas tersebut.
APPLICATION OF BENZOTRIAZOLEAS CORROSION INHIBITOR OFAPI 5LX65 IN SODIUM CHLORIDE SOLUTION P. Yatiman; N. M. Surdia; S. Purwadaria; B. Ariwahjoedi; R. Suratman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 3: JUNI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.004 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.3.4845

Abstract

APPLICATION OF BENZOTRIAZOLEAS CORROSION INHIBITOR OFAPI 5LX65 IN SODIUM CHLORIDE SOLUTION. The inhibition mechanismofAPI 5LX65 carbon steel corrosion by benzotriazole (BTAH) in 0.5% NaCl solution saturated with CO2 at temperatures of 25, 45, 65 and 85 oC was investigated using electrochemical impedance spectroscopy (EIS). The measurements were done on the steel specimens after they were immersed into the test solutions containing BTAH for 30 hours. The polarization resistance, Rp, of each specimen was then determined with respect to electrical equivalent circuit proposed by Randall for a metal which is actively corroding in its environment. The data were then used to calculate the inhibition efficiency and surface coverage of carbon steel by BTAH. It was found that the BTAH concentration and temperatures of the test solutions affected significantly the inhibition efficiency. The presence of carbonic acid decreases the inhibition efficiency, however by using 8.40 mmol/LBTAH the inhibition efficiency had reached more than 90% at all temperatures. The increase of temperature has reduced the surface coverage and has lead to decrease the inhibition efficiency. The re-increase of inhibition efficiency at 85oC was related to the decrease in FeCO3 and CO2 solubility. Moreover, it was revealed that the adsorption of BTAH on the steel surface obeyed the Temkin’s adsorption isotherm.
SYNTHESIS AND ELECTROCHEMICAL CHARACTERIZATION OF Li3PO4 FORSOLID STATE ELECTROLYTES Heri Jodi; Supardi Supardi; Evvy Kartini; Anne Zulfia
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 1: OKTOBER 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2016.18.1.4181

Abstract

SYNTHESIS AND ELECTROCHEMICAL CHARACTERIZATION OF Li3PO4 FORSOLID STATE ELECTROLYTES. The application of solid state electrolytes to solid state battery becomes important research area, recently, to overcome leakage and combustion issues involved in liquid electrolytes. Solid state electrolytes are safer, easily packaged and have several advantages, including easy fabrication, high ionic conductivity at room temperature and wide compositional range. Here in this study we characterized Li3PO4 for solid state electrolyte, synthesized by solid state reaction and wet chemical reaction methods. The samples were characterized using Electrochemical Impedance Spectrometer (EIS) to determine its electrical properties in addition to X-Ray Diffraction and Scanning Electron Microscope -Energy Dispersive X-Rays Spectroscopy (SEM-EDS) characterizations. Both of samples that have been characterized have a high electrical resistivity on the order of tens MW, with DC conductivity in order of 10-10 to 10-9 S/cm.
Study of Microstructural and Corrosion Properties of Aluminium Alloy 7075 after Plasma Nitriding Haerul Ahmadi; Rizky Abdul Aziz; Suprapto Suprapto; Tjipto Sujitno; Sophie Hapsari
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 21, No 1: OCTOBER 2019
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.372 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2019.21.1.5649

Abstract

Plasma nitriding is a treatment process of metals by depositing nitrogen into metal that considered to be nitrided by mean of increasing the mechanical, physical, and chemical properties of the metal. This treatment will form a hard layer compund of Al-N on the surface of the sample. In this study, aluminium alloy 7075 was nitrided which the application of it to structural part of aircraft makes it vulnarable to not only corrosion and wear attack but also decreasing the hardness of the material. One method to overcome these issues is plasma nitriding. The purpose of of this research is to do the characterizations of plasma nitrided aluminium alloy 7075 regarding its microstructure, mechanical, and chemical properties. The characterizations that had been done were microhardness Vickers testing, SEM-EDX, and electrochemical corrosion testing Potensiostat. The hardness of the sample increased 55% from 75,88 VHN (raw material) to 117,68 VHN (at optimum parameter). The depth of the white layer of plasma nitriding is approximately 6 µm, while the EDX result reported carbon, oxygen, and nitrogen presence. Corrosion testing showed that the highest corrosion rate is on the raw material, 0,15393 mpy. While the optimum one is 0,07184 mpy.
PRODUKSI HEMATIT (α-Fe2O3) DARI PASIR BESI: PEMANFAATAN POTENSI ALAM SEBAGAI BAHAN INDUSTRI BERBASIS SIFAT KEMAGNETAN Agus Yulianto; Satria Bijaksana; Waloejo Loeksmanto; Daniel Kurnia
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.079 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5208

Abstract

PRODUKSI HEMATIT (α-Fe2O3) DARI PASIR BESI: PEMANFAATAN POTENSI ALAM SEBAGAI BAHAN INDUSTRI BERBASIS SIFAT KEMAGNETAN. Dalam rangka meningkatkan nilai ekonomis pasir besi, kami telah melakukan pengolahan mineral magnetit (Fe3O4) yang diambil dari pasir besi menjadi mineral hematit (α-Fe2O3) melalui proses oksidasi. Mineral magnetit dipisahkan dari pasir besi yang diambil dari suatu lokasi di pesisir utara Jawa Tengah melalui proses ekstraksi, penghalusan dan pemisahan sehingga diperoleh dengan kemurnian yang tinggi. Magnetit yang dimurnikan tersebut kemudian dioksidasi pada suhu 500°C, 600°C dan 700°C, masing-masing selama 15 jam. Hasil oksidasi mempunyai penampakan fisika yang berbeda dan nilai susceptibility magnetik yang lebih kecil dibanding mineral magnetit asalnya. Semakin tinggi suhu oksidasi semakin mirip warnanya dengan diperoleh dengan mineral hematit yang dihasilkan oleh industri. Nilai susceptibility magnetik juga menurun dengan semakin tingginya suhu oksidasi. Analisis fotomineralogi menunjukkan bahwa kandungan hematit meningkat dari ll% pada suhu oksidasi 500°C, menjadi sekitar 99% pada 700°C. Analisis dengan metode difraksi sinar-X memperlihatkan bahwa puncak-puncak intensitas magnetit yang semula mendominasi pada bahan awal secara bertahap diganti dengan puncak-puncak hematit pada sampel-sampel hasil oksidasi
PEMBUATAN KOMPOSIT SEKAM PADI-LATEKS DENGAN BAHAN PENGISI SEMEN DAN ABU TERBANG Marsongko Marsongko; Sugiarto Danu; Made Sumarti K
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.233 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4730

Abstract

PEMBUATAN KOMPOSIT SEKAM PADI-LATEKS DENGAN BAHAN PENGISI SEMEN DAN ABU TERBANG. Telah dilakukan penelitian pembuatan komposit sekam padi dan limbah lateks dari proses pemekatan lateks dengan lateks iradiasi sebagai perekat. Secara garis besar proses pembuatan komposit sekam padi-lateks dilakukan dengan mencampurkan sekampadi yang telah kering dengan ukuran lebih kecil yaitu 40 sampai dengan 80 mesh dengan tepung slugde (limbah lateks), abu terbang, lateks iradiasi, dan semen sehingga menjadi adonan. Masing-masing adonan dengan komposisi yang berbeda yaitu konsentrasi semen adalah 0%, 6%, 8%, 10%, 12%, lateks iradiasi dan abu terbang masing-masing adalah 15%dan 10%dari berat campuran. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam cetakan, dan ditekan dengan mesin pres pada suhu 160 ºC, tekanan 60 kg/cm2 selama 15 menit. Sifat fisik dan mekanik komposit yang diukur meliputi kadar air, kerapatan, pengembangan tebal, kuat lentur (MOR), modulus elastisitas (MOE), kuat ikat internal (IB), dan kuat pegang sekrup (SW). Kadar air, kerapatan dan pengembangan tebal masing-masing 4,05% hingga 5,02%, 0,95 g/cm3 hingga 0,97 g/cm3 dan 6,50 % hingga 9,06 % (perendaman dalam air selama 2 jam), 9,32 % hingga 12,44 % (perendaman dalam air selama 24 jam). Standar Nasional Indonesia (SNI) mensyaratkan kadar air papan partikel maksimum 14 %, kerapatan 0,50 g/cm3 hingga 0,70 g/cm3, dan untuk pengembangan tebal pada perendaman dalam air 10 % hingga 20 %. Nilai kuat lentur 292,92 kg/cm2 hingga 349,54 kg/cm2 (SNI = minimum 100 kg/cm2), modulus elastisitas 14,819 kg/cm2 hingga 20,238 kg/cm2, IB = 4,88 kg/cm2 hingga 25,87 kg/cm2, SW= 70 kg hingga 88 kg. SW telah memenuhi standar SNI yaitu minimal 40 kg.
PENGARUH ASAM STEARAT TERHADAP KARAKTERISTIK PEMATANGAN, SIFAT MEKANIK DAN SWELLING VULKANISAT KARET ALAM DENGAN BAHAN PENGISI ORGANO CLAY Arief Ramadhan; M. Irfan Fathurrohman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 2: JANUARI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.19 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.2.4428

Abstract

PENGARUH ASAM STEARAT TERHADAP KARAKTERISTIK PEMATANGAN, SIFAT MEKANIK DAN SWELLING VULKANISAT KARET ALAM DENGAN BAHAN PENGISI ORGANO CLAY. Pengaruh asam stearat terhadap karakteristik pematangan, sifat mekanik dan swelling vulkanisat karet alam dengan bahan pengisi organoclay telah dipelajari. Pencampuran organoclay ke dalam karet alam dibuat dengan menggunakan metode pelelehan kompon (melt compounding). Asam stearat ditambahkan ke dalam karet secara insitu dan eksitu bertujuan untuk meningkatkan eksfoliasi organoclay dalam matriks karet alam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa torsi maksimum (Smax) dan perbedaan torsi (Smax-Smin) semakin menurun dengan peningkatan dosis asam stearat. Penambahan asam stearat tidak berpengaruh terhadap waktu kematangan optimum (t90) dan hanya sedikit meningkatkan waktu pematangan dini (ts2). Kekerasan vulkanisat karet alam dengan bahan pengisi organoclay relatif tetap dengan semakin meningkatnya dosis asam stearat. Perbandingan asam stearat terhadap organoclay lebih dari 1:1 akanmenurunkan kuat tarik vulkanisat karet alam dengan bahan pengisi organoclay. Perpanjangan putus vulkanisat karet alamdengan bahan pengisi organoclay sedikit meningkat sampai dengan perbandingan asam stearat : organoclay sebesar 1 : 1. Kekuatan sobek vulkanisat karet alam dengan bahan pengisi organoclay semakin meningkat dengan peningkatan dosis asam stearat secara eksitu, akan tetapi jika secara insitu, kekuatan sobek vulkanisat karet alam dengan bahan pengisi organoclay naik sampai dengan perbandingan asam stearat : organoclay sebesar 1 : 1. Swelling vulkanisat karet alam dengan bahan pengisi organoclay meningkat dengan peningkatan dosis asam stearat.
EFEK GMR (GIANT MAGNETORESISTANCE) PADA LAPISAN TIPIS MAGNETIK FeSiAl YANG DIHASILKAN DENGAN TEKNIK SPUTTERING Yunanto Yunanto; Trimardji Atmono; Sudjatmoko Sudjatmoko
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.043 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5235

Abstract

EFEK GMR (GIANT MAGNETORESISTANCE) PADA LAPISAN TIPIS MAGNETIK FeSiAl YANG DIHASILKAN DENGAN TEKNIK SPUTTERING. Telah dilakukan pembuatan lapisan tipis FeSiAl dengan, metodapin hole menggunakan teknik RF sputtering. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat lapisan tipis magnetik yang terdiri dari bahan magnetik, nonmagnetik dan semikonduktor yang mempunyai sifat GMR. Senyawa FeSiAl diperoleh dengan menggunakan metoda pin hole, dimana metoda ini lebih sederhana dibandingkan dengan metoda multi layer maupun target paduan. Target pin hole Si, Al dan dan target utama Fe, ditembaki dengan ion argon berasal dari gas argon yang telah terionisasi oleh tegangan RF. Penelitian efek GMR dilakukan dengan mengukur tahanan lapisan tipis magnetik dengan ohm meter menggunakan metoda probe empat titik, sebagai fungsi medan magnet luar. Analisis unsur dilakukan dengan menggunakan metoda Analisa Reaksi Inti. Dari hasil pengukuran yang dilakukan didapatkan hasil efek GMR yang paling baik dengan nisbah GMR 34 %. Perubahan tahanan lapisan tipis paling besar dari 7,551 ohm menjadi 2,567 ohm terjadi pada kuat medan magnet 0 gauss sampai dengan 60 gauss Parameter yang menghasilkan efek GMR paling baik timbul pada perbandingan komposisi unsur Fe 83:%, Si 6%, Al 7%, daya RF 185 watt, tekanan 9x10-2<>/sup torr dan waktu deposisi 3O menit.
DEPOSISI LAPISAN TIPIS ZnO SEBAGAI LAPISAN TIPIS TIPE N DAN JENDELA SEL SURYA CuInSe2 Yunanto Yunanto; Trimardji Atmono; Wirjoadi Wirjoadi; Bambang Siswanto; Sri Sulamdari
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.241 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5085

Abstract

DEPOSISI LAPISAN TIPIS ZnO SEBAGAI LAPISAN TIPIS TIPE N DAN JENDELA SEL SURYA CuInSe2. Telah dilakukan deposisi lapisan tipis ZnO pada substrat kaca sebagai lapisan tipis tipe N dan jendela sel surya CuInSe2 menggunakan teknik RF sputtering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter sputtering terhadap resistansi, tipe konduksi, transmitansi dan struktur kristal, sehingga dapat digunakan untuk sel surya CuInSe2 (CIS). Pembuatan lapisan tipis ZnO menggunakan teknik RF sputtering pada frekuensi 13,56 MHz dengan target ZnO. Bahan target ditumbuki dengan ion Ar, sehingga atom ZnO terpecik pada substrat membentuk lapisan tipis ZnO pada substrat kaca. Pengukuran resistansi dan tipe konduksi menggunakan probe empat titik, transmitansi menggunakan UV Vis, struktur kristal menggunakan XRD. Dari hasil pengamatan diperoleh resistansi terendah 19 k dengan tipe konduksi N, transmitansi tertinggi 99,3 %, struktur kristal lapisan tipis adalah kristal ZnO dengan bidang (100), (002), (101). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahan lapisan tipis yang dibuat dapat digunakan sebagai jendela sel surya CIS.
ANALISIS STRUKTURMIKRO, POROSITAS DAN KEKERASAN DARI PADUAN AlSi HASIL COR PERAH Sulistioso G. S.; M. Dani; Wagiyo Wagiyo; Elman P.; Sunardi Sunardi; Firdaus Firdaus
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 1: OKTOBER 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.465 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.4.1.4890

Abstract

ANALISIS STRUKTURMIKRO, POROSITAS DAN KEKERASAN DARI PADUAN AlSi HASIL COR PERAH. Telah dilakukan penelitian dan analisis sifat fisis dan mekanik dari paduanAlSi yang dibuat dengan metoda cor perah. Kegagalan dari produk yang sekarang digunakan yang dibuat dengan cetakan pasir, adalah keausan (wear) yang terjadi di bagian lubang tempat penyangga poros baling-baling, di ujung dari flens. Untuk mendapatkan karakteristik yang sesuai dengan bentuk aslinya, maka dibuat spesimen yang bentuknya menyerupai ujung dari flens tersebut dengan cara cor perah. Spesimen dibuat dengan parameter sebagai berikut suhu die 450oC, 500oC, 550oC, dengan tekanan 70 MPa, 100 MPa dan 130 MPa untuk masing-masing suhu die. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji komposisi, uji keras , analisis strukturmikro dan densitas. Kekerasan sampel uji yang merupakan produk cetakan pasir (CP) = 76,51 Kg/mm2, dan kekerasan spesimen produk cor cara perah (SQ) = 88,270. Porositas CP = 6,53 %, porositas SQ = 0,79%. Dari hasil foto strukturmikro didapat bahwa sampel produk cor perah mempunyai denrit yang lebih halus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah cara cor perah dapat menaikkan kekerasan, menurunkan porositas, dan memperbaiki strukturmikro.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue