cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
ANALISIS STRUKTUR SINGLE PHASE SISTEM Ba1-xLaxMnO3 > (0 < x < 0,3) Azwar Manaf; Wisnu Ari Adi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 2: JANUARI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.705 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.2.4435

Abstract

ANALISIS STRUKTUR SINGLE PHASE SISTEM Ba1-xLaxMnO3 > (0 < x < 0,3). Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi bahan magnetic system BaxLa1-xMnO3 > dengan (x = 0; 0,1; 0,2 dan 0,3) hasil proses mechanical alloying. Bahan magnetic ini dibuat dari oksida penyusun BaCO3, La2O3, dan MnCO3. Campuran di milling selama 10 jam kemudian di sintering pada suhu 1.000 °C selama 10 jam. Hasil refinement pola difraksi Sinar-X menunjukkan bahwa sampel Lantanum dengan substitusi Barium sebesar x = 0,1 dan x = 0,2 memiliki fasa tunggal (single phase), yaitu fasa La0,9125MnO3 > yangmemiliki struktur monoclinic (I12/a1) dengan parameter kisi a = 5,4638(7) Å, b = 5,5116(6) Å dan c = 7,768(1) Å, α= γ= 90o dan β = 90,786(9)o, volume unit sel sebesar V = 233,93(3) Å3 dan kerapatan atomik sebesar ρ = 6,449 g.cm-3. Disimpulkan bahwa kemampuan substitusi atom Barium ke dalam atom Lantanum pada sistem ini hanya sampai pada batas x ~ 0,2 membentuk struktur Ba0,2La0,8MnO3 . Penambahan unsur Barium selanjutnya x > 0,2 akan membentuk dua fasa yaitu Ba0,2La0,8MnO3  dan BaMnO3 .
PENGUKURAN ANISOTROPI MAGNETIK SUSCEPTIBILITY BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH Wahyuni Wahyuni; Nurlaela Rauf; Satria Bijaksana
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.366 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5240

Abstract

PENGUKURAN ANISOTROPI MAGNETIK SUSCEPTIBILITY BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH. Anisotropy Magnetic Susceptibility (AMS) adalah gambaran perbedaan harga susceptibility magnetik pada suatu sampel yang bergantung pada arah atau orientasi medan yang mempengaruhinya. Dua puluh dua sampel dari empat daerah gunung merapi, di Jawa Tengah telah diukur anisotropi susceptibility magnetiknya dengan menggunakan MSZ Bartington. Kedua puluh dua sampel tersebut menunujukkan susceptibility yang tinggi sampai dengan 8037,5 x 10-5 (SI unit). Sebelas sampel sangat anisotropik (dengan derajat anisotropi mencapai 16%). Sampel lainnya memiliki derajat anisotropi kurang dari 6% (dari daerah pasar bubar, Kali Kuning, Kali Gendong, Kali Gendol Utara), hal ini menunjukkan bahwa sebagian sampel dapat digunakan dalam paleomagnetik.
ANALISIS STRUKTUR KOMPOSIT (AgI)x(AgPO3)1-x DENGAN METODE RIETVELD Supandi Suminta; Evvy Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.165 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5090

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KOMPOSIT (AgI)x(AgPO3)1-x DENGAN METODE RIETVELD. Analisis struktur kristal fasa γ-AgI bahan baru gelas komposit superionik (AgI)x(AgPO3)1-x, pada x = 0,7 dan x = 0,6 telah dilakukan dengan metode Rietveld, Regangan mikro dan ukuran partikel diperoleh dari persamaan Hall’s. Pengukuran struktur bahan komposit dilakukan menggunakan Difraktometer Sinar-X di Departemen Fisika Universitas Ibaraki, Japan. Profil pola difraksi Sinar-x bahan tersebut memperlihatkan beberapa puncak Bragg yang menunjukkan kesesuaian dengan kristalin fasa -AgI. Analisis struktur kristal dengan metode Rietveld fasa γ-AgI telah dilakukan. Hasil refinement masing-masing fasa menunjukkan bahwa struktur kristal presipitat tersebut teridentifikasi dari fasa γ-AgI, simetri grup ruang F -4 3 m No. 216, FCC dengan parameter kisi masing-masing adalah 6.506(1), 6.503(2) and 6.500(2) untuk x =1,0 (AgI murni), x = 0,7 dan 0,6. Regangan mikro (η) masing-masing adalah 4,665 x 10-3, 6,95 x 10-3. dan 7,45 x 10-3, serta ukuran patikel (D) masing-masing adalah 1075 Å, 493 Å dan 461 Å. Menurunnya harga D dan parameter kisi (a) serta naiknya harga η pada x = 0,7 dan 0,6, akan meningkatkan mobilitas ion yang diikuti dengan meningkat konduktivitas ioniknya. Disimpulkan bahwa proses solidifikasi AgI cair ke dalam matriks gelas AgPO3 menurunkan parameter kisi dan ukuran partikel yang mengakibatkan naiknya regangan mikro dan konduktivitas ionik.
ACTIVATION AND PURIFICATION OF BENTONITE FOR THE TREATMENT OF CRUDE PALM OILAS VEGETABLE OIL Tutun Nugraha; Yestine Yuliantina; Supandi Suminta
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.187 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.2.4596

Abstract

ACTIVATION AND PURIFICATION OF BENTONITE FOR THE TREATMENT OF CRUDE PALM OILAS VEGETABLE OIL. Crude Palm Oil (CPO) to be used for cooking oil requires processing that includes bleaching step which is typically done using bleaching earth made from activated bentonite. Bentonite is a type of mineral that is very rich in montmorillonite. Currently, substantial amount of activated bentonite used by vegetable oil industries are imported. In this research, the bentonite was obtained locally from the region of Leuwiliang (Bogor, West Java). The bentonite was purified using solution of sodium-hexa-metaphosphate (NaPO3)6, and was activated using acid reflux methods (H2SO4, 100 oC). The bentonite activation was done at two different reflux times (1 and 3 hour), and three different acid concentrations (1 M, 2.5 M and 5 M). To assist the interpretation of results, the bentonite samples were also studied using XRF and XRD. Bleaching power of active bentonite was initially studied using adsorption of methylene blue for optimation, which was followed by bleaching of CPO. The results showed that, the purified bentonite and activated at 1 molar H2SO4 for 1 hour duration, had the highest bleaching capacity. In addition, the treated oil also showed substantial reduction of peroxide number, and also some reduction of free fatty acid content (FFA) which further improve the quality treated palm oil.
KORELASI RADIOMETRI TERHADAP KANDUNGAN BESI PADA BIJIH URANIUM BM-179 KALAN-KALIMANTAN BARA Rachmat Sahputradan; M. Rif’at
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 4: JULI 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.029 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.4.4219

Abstract

KORELASI RADIOMETRI TERHADAP KANDUNGAN BESI PADA BIJIH URANIUM BM-179 KALAN-KALIMANTAN BARAT. Bijih uraniumBM-179 Kalan Kalimantan Barat adalah bijih batuan dari Kalan, Kalimantan barat. Penelitian bertujuan mengetahui korelasi radiometeri terhadap kandungan besi serta keterkaitannya dengan kandungan uranium. Metode untuk pemilihan sampel menggunakan ROS alat SPP-NF; pengayaan mineral menggunakan preparasi fisika flotasi. Penentuan kandungan besi menggunakan analisis dengan AAS Varian Spectr AA-20 (λ=248,3 nm) dan analisis kandungan uranium melalui spektrum uranil-Br-PADAP (λ=574 nm). Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi linier antara radiometri dengan kandungan uranium mengikuti persamaan y=3,5408x+1867,3, dan penurunan kandungan besi terhadap peningkatan radiometri dengan persamaan y=-1,351x+31261. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bijih akan memiliki kandungan uranium tinggi dengan kandungan besiminimal dapat diperoleh dengan radiometri ≥ 6000 cps.
ANALISIS SIFAT KEKUATAN TARIK, DERAJAT KRISTALINITAS DAN STRUKTURMIKRO KOMPOSIT POLIMER POLIPROPILENA-PASIR Sudirman Sudirman; Aloma Karo Karo; Ari H.; Bambang Sugeng; Rukihati Rukihati; Mashuri Mashuri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1666.012 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4916

Abstract

ANALISIS SIFAT KEKUATAN TARIK, DERAJAT KRISTALINITAS DAN STRUKTURMIKRO KOMPOSIT POLIMER POLIPROPILENA-PASIR. Telah dilakukan modifikasi bahan berbasis polimer menjadi komposit polimer dengan menambahkanfiller. Sifat mekanik berupa kekuatan tarik, derajat kristalinitas dan strukturmikro dari komposit polimer berbasis polipropilena denganfiller pasir telah diteliti. Pembuatan komposit polimer dalam penelitian ini dilakukan dengan mencampurkan matriks berupa polipropilena melt flow (MF) 2 atau polipropilen melt flow (MF) 10 dengan filler pasir di dalam alat labo plastomill. Komposisi pasir yang diberikan bervariasi yakni 10%v/v, 30%v/v, 40%v/v dan 50 %v/v. Kemudian dicetak berbentuk lembaran film dan dilakukan karakterisasi meliputi sifat kekuatan tarik, derajat kristalinitas dan strukturmikro. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan fraksi volume pasir didalam komposit polimer mengakibatkan nilai tensile strengthnya berkurang sesuai dengan pengamatan strukturmikro yang menunjukkan daerah matriks mengalami deformasi plastis (retakan terbanyak) danfillernya terdeformasi elastis sehingga mekanisme penguatan olehfiller tidak tercapai sesuai dengan harapan (teori Danusso dan Tieghi). Untuk komposisi lebih besar dari 30 firaksi volumefiller, harga tensile strength polipropilena MF 10 lebih besar daripada polipropilena MF2, hal ini dikarenakan adanya plastisitas didalam polipropilena MF 10. Untuk komposisi di bawah 30 % fraksi volumefiller, polipropilena MF 2 mempunyai nilai tensile strength yang lebih besar daripada polipropilena MF 10, hal tersebut dikarenakan polipropilena MF 2 mempunyai derajat kristalinitas yang lebih besar.
PERUBAHAN STRUKTURMIKRO KOMPOSIT POLIPROPILEN-CaCO3 AKIBAT PENAMBAHAN COUPLING AGENT 3-AMINOPROPIL TRIETOKSISILAN Ari Handayani; Aloma Karo Karo; Deswita Deswita; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1885.371 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4772

Abstract

PERUBAHAN STRUKTURMIKRO KOMPOSIT POLIPROPILEN-CaCO3 AKIBAT PENAMBAHAN COUPLING AGENT 3-AMINOPROPIL TRIETOKSISILAN. Telah dilakukan studi pengaruh coupling agent 3-aminopropil trietoksisilan terhadap perubahan strukturmikro komposit PP-CaCO3 dengan metode mikroskopik menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Untuk meningkatkan kompatibilitas antara PP dan CaCO3 pada komposit PP-CaCO3 ditambahkan coupling agent 3-aminopropil trietoksisilan dengan volume 5 mL, 10 mL dan 15 mL. Komposit PP-CaCO3 dibuat dengan metode blending pada labo plastomill dengan suhu 180 oC dan kecepatan rotasi 40 rpm selama 10 menit. Komposit yang diperoleh dikarakterisasi SEM untuk melihat homogenitas dan diuji sifat mekaniknya. Hasil yang diperoleh menunjukkan penambahan coupling agent 3-aminopropil trietoksisilan dapat meningkatkan kompatibilitas komposit PP-CaCO3 dan menaikkan nilai kekuatan tarik (188,48 kg/cm2 hingga 281,76 kg/cm2) serta kekerasan komposit PP-CaCO3 (95 HVN). Penambahan 5 mL coupling agent 3-aminopropil trietoksisilan memberikan hasil yang lebih baik dibanding 10 mL dan 15 mL baik dari nilai kekuatan tarik (281,76 kg/cm2) maupun distribusi CaCO3 dalam polipropilen yang lebih homogen.
PENUMBUHAN FILM CdO DENGAN METODE CHEMICAL BATH DEPOSITION (CBD) Akhiruddin Maddu; Johan D. Sirait; Setyanto Tri Wahyudi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 10, No 1: OKTOBER 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.749 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2008.10.1.4569

Abstract

PENUMBUHAN FILM CdO DENGAN METODE CHEMICAL BATH DEPOSITION (CBD). Film CdO ditumbuhkan pada supstrat kaca dalam dua tahap, yaitu deposisi dengan metode Chemical Bath Deposition (CBD) dan dilanjutkan dengan pemanasan pada 250 oC dan 400 oC. Morfologi film CdO memperlihatkan bentuk bongkahan berukuran sekitar 1 μm, sedangkan ketebalan filmsekitar 1 μm berdasarkan hasil SEM. Hasil analisis XRD memperlihatkan bahwa fasa kristal mengalami transformasi akibat pemanasan. Film yang dipanaskan pada 250 oC didominasi oleh fasa CdCO3 dan pemanasan lanjutan pada 400 oC berubah fasa CdCO3 menjadi fasa CdO. Fasa kristal CdO memiliki struktur FCC dengan nilai parameter kisi yang diperoleh sebesar 4,70 Å. Nilai celah pita energi (Eg) ditentukan berdasarkan spektrum transmisi film CdO,diperoleh nilai Eg sebesar 2,1 eV untuk kedua film.
ANALISIS STATIK SAMBUNGAN PIPA BERTEKANAN DENGAN PENDEKATAN METODA ELEMEN HINGGA Bambang Rustianto; Anwar Anwar
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 3: JUNI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.391 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2000.1.3.5327

Abstract

ANALISIS STATIK SAMBUNGAN PIPA BERTEKANAN DENGAN PENDEKATAN METODA ELEMEN HINGGA. Analisis statik dalam perancangan struktur merupakan hal yang penting. Analisis elemen hingga sebagai bagian dari proses perancangan dengan menggunakan simulasi komputer dapat menghemat waktu dan biaya. Makalah ini membahas tentang analisis statik, dengan menggunakan simulasi komputer yang dilakukan terhadap benda uji sambungan pipa-T. Pipa ini dimodelkan dengan silinder yang pada kedua ujungnya ditahan. FEMAP digunakan untuk membuat pemodelan elemen hingga, dimana elemen padat digunakan untuk membuat model pipa silinder. Beban yang diberikan pada model ini adalah tekanan yang diberikan pada semua elemennya. Hasil analisis statik ini berupa distribusi tegangan dan deformasi akibat adanya beban yang terjadi pada permukaan pipa. Tegangan pada sambungan pipa yang diperoleh dari perhitungan analisis dan pengujian menunjukkan perbedaan yang kecil. Hal ini berarti bahwa data yang diperoleh dari metode analisis cukup baik.
PREPARATION OF BARIUM HEXAFERRITE BY SOL GEL SELF COMBUSTION USING POLYVINYL ALCOHOL N. Idayanti; A. Nuruddin; Suyatman Suyatman
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.462 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5128

Abstract

PREPARATION OF BARIUM HEXAFERRITE BY SOL GEL SELF COMBUSTION USING POLYVINYL ALCOHOL. Barium hexaferrite powders were produced by sol-gel auto-combustion. Ferric and barium nitrate in the molar ratio of 1:2, and Poly Vinyl Alcohol (PVA) are used as starting materials. After gelation with ammonium hydroxide, dehydration and subsequent mechanical milling, auto combustion and calcination at temperature from 300 oC to 1250 oC were performed to produce barium ferrite powder. XRD pattern showed barium ferrite phase started to form at temperature of 500 oC and grew to single phase at 1000 oC, with hexagonal structure. At this stage, the powder has saturation and remanence magnetization of 50.9 emu/g and 33.6 emu/g, respectively, and coercivity of 2.94 kOe.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue