cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
Preface JUSAMI Vol. 20, No. 4, July 2019 Preface JUSAMI
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 4: JULY 2019
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.565 KB)

Abstract

PEMBUATAN MAGNET BARIUM HEKSAFERIT ANISOTROP Novrita Idayanti; Dedi Dedi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.31 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5203

Abstract

PEMBUATAN MAGNET BARIUM HEKSAFERIT ANISOTROP. Barium Heksaferit (BaFe12O19) merupakan bahan keramik dan material magnet yang biasanya digunakan untuk pembuatan magnet permanen. Pada penelitian dilakukan pembuatan magnet Barium Heksaferit yang Anisotrop, dan dapat diaplikasikan untuk loudspeaker, motor-motor listrik, dinamo dan KWH meter. Magnet ini sangat banyak digunakan karena mempunyai lnduksi Remanen (Br) dan koersifitas (Hc) yang tinggi. Selain itu teknologi proses yang digunakan lebih sederhana dan mudah, bahan baku murah dan mudah didapat, sehingga komponen magnet yang dihasilkan jauh lebih murah. Teknologi proses yang digunakan adalah Metalurgi Serbuk, yaitu mereaksikan semua bahan dalam bentuk serbuk (oksida) dengan distribusi ukuran tertentu, dan melalui tahapan preparasi yang cukup ketat. Tahap selanjutnya adalah pencampuran bahan baku berupa ferit dan barium karbonat dalam bentuk oksida, yang kemudian dikalsinasi, kompaksi sambil diarahkan (anisotrop), sintering dan karakterisaSi. Tujuan Anisotrop adalah untuk mensejajarkan arah partikel, sehingga magnet yang dihasilkan akan memiliki nilai lnduksi Remanen (Br) dan koersifitas (Hc) yang tinggi. Semua tahapan proses ini akan sangat menentukan karakteristik fisik maupun kimianya. Karakteristik magnet terbaik yang dihasilkan dari penelitian ini adalah : nilai lnduksi Remanen (Br) = 4,27 kG koersivitas (He) = 1,745 kOe dan BHmaks = 2,3l MGOe.
STUDI KEKRISTALAN BARIUM STRONTIUM TITANAT (Ba0,5Sr0,5TiO3) YANG DIDOPING MAGNESIUM DENGAN METODE SPIN COATING N Sueta; Y Iriani; M Hikam; B Soegijono; A Jamaludin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.71 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4726

Abstract

STUDI KEKRISTALAN BARIUM STRONTIUM TITANAT (Ba0,5Sr0,5TiO3) YANG DIDOPING MAGNESIUM DENGAN METODE SPIN COATING. Lapisan tipis Ba0,5Sr0,5TiO3 (BST) yang didoping Mg telah dibuat dengan metode Chemical Solution Deposition yang disiapkan dengan spin coating. Deposisi lapisan tipis BST pada substrat Si menggunakan spin coater dengan kecepatan putar 3000 rpmselama 30 detik. Suhu annealing yang digunakan pada penelitian ini adalah 800 oC. Karakterisasi, komposisi dan kekristalan lapisan tipis BST dilakukan menggunakan X-Ray Fluorosence (XRF) dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil XRF menunjukkan bahwa unsur-unsur pembentuk BST dan doping Mg telah terdeposit pada substrat Si. Hasil analisis Rietveld pada pola difraksi sinar X menunjukkan bahwa doping Mg mempengaruhi struktur kristal dan parameter kisi. Parameter kisi untuk BST murni dan BST yang didoping Mg 1% sama dengan data PDF-ICDD yaitu 3,947 Å. Sedangkan untuk BST yang didoping Mg 2 % dan 4 % sebesar 3,948 Å
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MATERIAL FOTONIK SiO2. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasimaterial SiO2 serbuk sebagai bahan dasar material fotonik.Aplikasi material fotonik pada bidang mikroelektronika memungkinkan transmisi data menggunakan gelombang optik sehingga hambatan yang timbul pada proses pengiriman data dapat dikurangi. Material fotonik memberi harapan untuk mempercepat proses pengolahan data dan dapat menurunkan catu daya. Sintesis material fotonik ini dilakukan dengan Proses Stob Alan Maulana; Andon Insani; Irfan Hafid; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 2: JANUARI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2521.732 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.2.4424

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI MATERIAL FOTONIK SiO2. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi material SiO2 serbuk sebagai bahan dasar material fotonik. Aplikasi material fotonik pada bidang mikroelektronika memungkinkan transmisi data menggunakan gelombang optik sehingga hambatan yang timbul pada proses pengiriman data dapat dikurangi. Material fotonik memberi harapan untuk mempercepat proses pengolahan data dan dapat menurunkan catu daya. Sintesis material fotonik ini dilakukan dengan Proses Stober basah dan karakterisasinya memakai difraksi sinar-X dan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil karakterisasi menggunakan sinar-X menunjukkan bahan serbuk SiO2 tersebut strukturnya amorf dan karakterisasi SEM memperlihatkan partikel berbentuk bola dengan ukuran 350 nm.
PENGARUH WAKTU PELELEHAN TERHADAPRAPATARUS KRITIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x Didin S. Winatapura; Wisnu Ari Adi; Yustinus P.; Ari Handayani; E. Sukirman
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.195 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5081

Abstract

PENGARUH WAKTU PELELEHAN TERHADAPRAPATARUS KRITIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x. Sintesis superkonduktor YBa2Cu3O7-x (YBCO) melalui metode modified melt-textured growth (MMTG) dengan waktu pelelehan berbeda telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu pelelehan yang optimal pada superkonduktor YBCO dengan nilai rapat arus kritis (Jc) yang tinggi melalui proses pelelehan dengan metode MMTG dan mendapatkan informasi yang mempengaruhi nilai Jc tersebut. Proses pelelehan cuplikan dilakukan pada suhu 1100 C selama 1 menit, 6 menit dan 18 menit, kemudian diturunkan dengan cepat ke suhu 1000 C dan diikuti dengan penurunan lambat ke suhu 960 C. Sifat listrik cuplikan dikarakterisasi dengan probe empat titik dan kualitas serta kuantitas fasa-fasa di dalam cuplikan diukur dengan teknik difraksi sinar-x (XRD) dan dianalisis dengan metode Rietveld. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa cuplikan MMTG merupakan bahan superkonduktor YBCO yang berstruktur kristal ortorombik dengan parameter kisi a = 3,886(5) Å, b = 3,821(7) Å dan c = 11,691(2) Å dan grup ruang Pmmm No. 47. Suhu kritis baik cuplikan sinter maupun MMTG tidak memperlihatkan perubahan nilai yang signifikan dan diperoleh baerturut turut, Tc 92 K dan 91 K. Nilai Jc untuk cuplikan YSIN, YM-1, YM-6 dan YM-18 diperoleh berturut-turut 97,37 A.cm-2; 118,55 A.cm-2 dan 93,63 A.cm-2.
STUDI PRODUKSI PEREKAT UNTUK SEPATU KANVAS DARI POLIMER LATEKS KARET ALAM - METIL METAKRILAT (NRL-g-PMMA) Marga Utama; Sudirman Sudirman; Penny Setyowati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 1: OKTOBER 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.76 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.4.1.4885

Abstract

STUDI PRODUKSI PEREKAT UNTUK SEPATU KANVAS DARI POLIMER LATEKS KARET ALAM - METIL METAKRILAT (NRL-g-PMMA). Optimasi proses kopolimerisasi radiasi metil metakrilat (MMA) ke dalam lateks kebun pada dosis 5; 7,5 dan 10 kGy dengan kadar MMA: 25, 50, 75, dan 100 psk serta optimasi proses perekatan pada pembuatan sepatu kanvas telah dikerjakan. Sifat NRL-g-MMA dan film karetnya antara lain: kadar, kandungan padatan, kekentalan, pH, modulus, tegangan putus, kekerasan, perpanjangan putus, dan daya rekat pada pembuatan sepatu kanvas telah dievaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa NRL-g-MMA berkadar 75 psk MMA, dan berdosis radiasi 5 kGy merupakan perekat sepatu kanvas yang stabil dalam penyimpanan. Daya rekat NRL-g-MMA tersebut adalah 16-8 N/6mm, melebihi persyaratan standar SNI 12-0172-1987 yang nilainya 10 N/6mm. Di samping itu ada kecenderungan, bahwa daya rekat yang dihasilkan pada proses perekatan suhu rendah (30-50 0C) lebih kuat dari pada suhu tinggi (100 0C).
PHOTO CATALITIC ACTIVITY OF Fe3O4/SiO2/TiO2 COMPOSITE BY MECHANO CHEMICALPREPARATION Didin S. Winatapura; Sari H. Dewi; Siti Wardiati; Adel Fisli
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 2: JANUARI 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.826 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.2.4210

Abstract

PHOTO CATALITIC ACTIVITY OF Fe3O4/SiO2/TiO2 COMPOSITE BY MECHANO CHEMICALPREPARATION. Asimplemechanochemical activation was used to prepare Fe3O4/ SiO2/TiO2 composite. Fe3O4, and SiO2 nanoparticles powder were prepared by co-precipitation method respectively, while TiO2was synthesized by sol-gel method.All of the samples weremixed into vial and milled by wet milling process. The all prepared sampel were characterized by various equipments i.e. X-ray diffractometry (XRD), transmission electron microscope (TEM) and vibrating sample magnetometer (VSM), Fourier transform infrared (FTIR) and UV-Vis Spectrometer. The result shows that Fe3O4/SiO2/TiO2 composite consisted of anatase TiO2 and Fe3O4 phases. The superparamagnetic behavior of Fe3O4 nanoparticle, Fe3O4/ SiO2, and Fe3O4/SiO2/TiO2 composites exhibit the saturationmagnetic (Ms) of 89.43. and 13emu/g, respectively. The particle size of Fe3O4/SiO2/TiO2 composite was distributed in spherical shape and about 100 nm in diameter. Photocatalytic test showed that Fe3O4/SiO2/TiO2 composite can elimininate the methylene blue (MB) dye solution higher than that pure TiO2 commercial product (TiO2M) catalyst. The Fe3O4/SiO2/TiO2 composites can be easily taken back from treated water by using magnetic bar. Keywords: Mechanochemical, Fe3O4/SiO2/TiO2 composite, methylene blue dye, photocatalytic
KAJIAN PEMBUATAN SENSOR MAGNETORESISTIF BERBASIS BAHAN LAPISAN TIPIS PERMALLOY Ni80Fe20 Fahru Nurosyid; Kamsul Abraha; Agung Bambang S.U.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 1: OKTOBER 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.396 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2000.2.1.4904

Abstract

KAJIAN PEMBUATAN SENSOR MAGNETORESISTIF BERBASIS BAHAN LAPISAN TIPIS PERMALLOY Ni80Fe20. Telah berhasil dilakukan pembuatan sensor medan magnet dengan metoda magnetoresistif. Bahan sensor menggunakan lapisan tipis magnetik permalloy Ni80Fe20 hasil deposisi dengan metode sputtering. Sistem sensor menggunakan sistem jembatan Wheatstone (Sheatstone bridge) yang menggunakan perbandingan R2:R3 = 1:5 (1000 ohm : 5000 ohm) untuk memperoleh keluaran yang optimum. Tegangan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sensor adalah ± 9 volt. Daerah kerja sensor dalam orde 104 sampai dengan 10-3 tesla diperoleh setelah sensor dikalibrasi.
STUDI DASAR PELAPISAN INTERMETALLIC Al-Fe PADA PLAT BAJA DENGAN METODE MECHANICAL ALLOYING Agus Sukarto Wismogroho; M. Ikhlasul Amal; Nurul Taufiqu Rochman; H. Sueyoshi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.411 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4762

Abstract

STUDI DASAR PELAPISAN INTERMETALLIC Al-Fe PADA PLAT BAJA DENGAN METODE MECHANICAL ALLOYING. Akhir-akhir ini, pemaduan mekanik atau Mechanical Alloying (MA) mendapat perhatian akan kemampuannya untuk membentuk pelapisan pada permukaan partikel yang berstruktur nanometer. Struktur nanometer dapat memperbaiki berbagai sifat dari material seperti kecepatan difusi, dan keuletannya. Untuk mempelajari proses perubahan struktur pelapisan menggunakan metode Mechanical Alloying pada suhu kamar, dilakukan pelapisan dengan bubuk Al dan Al-25at% Fe (persen atom) pada plat baja dengan menggunakan planetary ball mill selama 80 jam, yang diatur suhunya dibawah 50 °C. Pelapisan bubuk Al tidak diperoleh, tetapi dengan penambahan 25at% Fe pelapisan dapat diperoleh. Penambahan Fe menstimulasi kristal Al untuk lebih mudah hancur dan menempel lebih baik. Ketebalan pelapisan yang terbentuk mencapai 250 μm. Pada Mechanical Alloying selama 80 jam, terbentuk amorf dari Al-25at% Fe dan intermetallic Al5Fe2.
PEMBUATAN DAN PENCIRIAN POLIPADUAN POLISTIREN-PATI Tetty Kemala; M. Syaeful Fahmi; Suminar S. Achmadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1: OKTOBER 2010
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.91 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2010.12.1.4557

Abstract

PEMBUATAN DAN PENCIRIAN POLIPADUAN POLISTIREN-PATI. Polistiren berbentuk gabus merupakan polimer yang banyak digunakan namun sulit terdegradasi. Oleh karena itu, pada percobaan ini dikembangkan polipaduan polistiren-pati, untuk mendapatkan polimer yang mudah terdegradasi. Pengaruh tambahan gliserol sebagai pemlastis juga diamati melalui analisis mekanik dan termal. Polipaduan polistirenpati dihasilkan dengan mencampurkan larutan polistiren dan larutan pati dengan perbandingan komposisi berat (%) 60:40, 65:35, 70:30, 75:25 dan 80:20. Sebanyak 20% poli(asam laktat) ditambahkan sebagai bahan pengkompatibel. Sifat polipaduan dianalisis dengan pengujian kuat tarik, berat jenis dan sifat termal. Polipaduan polistiren-pati yang dihasilkan berwarna putih keruh dan rapuh. Kuat tarik dan berat jenis polipaduan berada pada kisaran kuat tarik dan berat jenis polistiren. Kuat tarik dan berat jenis meningkat seiring dengan meningkatnya komposisi polistiren dengan komposisi polistiren-pati terbaik 80:20. Puncak suhu transisi gelas dan titik leleh yang tunggal terlihat pada komposisi polistiren-pati 80:20. Pengaruh tambahan gliserol tidak teramati pada sifat termal, serta sedikit menyebabkan penurunan kuat tarik dan berat jenis.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue