cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
PREPARASI DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT BERPORI DARI TULANG IKAN Ari Handayani; Sulistioso Giat S.; Deswita Deswita
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 1: OKTOBER 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.978 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.14.1.4640

Abstract

PREPARASI DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT BERPORI DARI TULANG IKAN. Telah dilakukan pembuatan hidroksiapatit (HAp) berpori dengan bahan dasar limbah tulang ikan dan sebagai bahan porogen kitosan dengan metode kalsinasi pada suhu 1.100 °C selama 5 jam. Analisis termogravimetri dilakukan dengan Simultan Thermal Analyzer (STA), identifikasi fasa dilakukan dengan X-Ray Diffractometer (XRD), analisis strukturmikro dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Analisis termogravimetri menunjukkan puncak penurunan berat pada suhu 365,6 °C dan setelah suhu 500 °C tidak terjadi penurunan berat lagi. Identifikasi fasa menunjukkan adanya fasa hidroksiapatit pada tulang ikan mentah dan tulang ikan setelah dikalsinasi pada 1.100 °C selama 5 jam. Hasil SEM menunjukkan strukturmikro berpori antar partikel pada tulang ikan mentah dan setelah kalsinasi 1.100 °C selama 5 jam dengan ukuran partikel sebesar 0,1 μm hingga 1,0 μm. Setelah penambahan kitosan, pori antar partikel yang terbentuk lebih merata dan jelas.
MAGNETIC NANOSTRUCTURES : FABRICATION AND APPLICATIONS FROM MEMORY DEVICES TO BIOSENSOR E. Suharyadi; E A Setiadi; A Riyanto; T Kato; S Iwata; K Abraha
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.733 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4345

Abstract

MAGNETIC NANOSTRUCTURES : FABRICATION AND APPLICATIONS FROM MEMORY DEVICES TO BIOSENSOR. For magnetic storage application, we successfully fabricated nanodots and nanopattern using electron-beam lithography (EBL) technique followed by ion irradiation. Perpendicularly magnetized squared-bits with the sizes of 100 to 500 nmwere clearly observed using magnetic forcemicroscopy (MFM) images. MFM images showed that the most of the patterned squared-bits with size of 100 nm have either uniformly bright or dark magnetic contrasts. Magnetization curves of patterned films were strongly influenced by the bit size and spacing between bits and indicated the existence of exchange coupling between the bits via irradiated spacing. On the other hand, for biosensor application, we recently develop Surface Plasmon Resonance (SPR)-based biosensor for biomolecules detection device.Magnetic nanoparticles such as magnetite (Fe3O4) and CoFe2O4 were purposed as candidate for active materials to increase accumulation of target biomolecules on sensing surface of SPR-based biosensor. Fe3O4 and CoFe2O4 nanoparticles with different sizes of 8 to 17 nm have been successfully synthesized chemically by co-precipitation method. The surface of nanoparticles had been modified using polyethylene glycol (PEG)-4000 to increase the crystallinity, decrease agglomeration and control the shape to more spherical. However, modification using PEG-4000 decreased the saturation magnetization which is due to the existence of α-FeO(OH) and γ-FeO(OH) phases from bonds at interface of CoFe2O4.
SIMULASI DINAMIKA MOLEKULAR REAKTIF PROSES AMORFISASI SILIKON KRISTAL Mauludi Ariesto Pamungkas; Rendra Widiyatmoko
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 3: APRIL 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2017.18.3.4120

Abstract

Silikon kristal dan silicon amorf adalah material utama yang digunakan untuk bahan solar sel. Silikon amorf lebih mudah dibuat dan lebih murah dibandingkan silikon kristal namun efisiensi silikon amorf masih lebih rendah dibanding silikon kristal. Untuk meningkatkan sifat listrik dari silikon amorf diperlukan pengetahuan strukturmikro silikon amorf yang terbentuk dari amorfisasi silikon kristal. Oleh karena itu dilakukan simulasi dinamika molekuler untuk meneliti proses amorfisasi silikon kristal. Proses amorfisasi dilakukan dengan cara yang menyerupai proses dalam eksperimen, yaitu pemanasan sampai silikon kristal mencair kemudian dilanjutkan dengan pendinginan yang cepat sehingga tidak cukup waktu untuk atom-atomnya membentuk struktur yang teratur. Setelah beberapa suhu dan kecepatan pendinginan dicoba, didapati bahwa dengan pemanasan sampai 3500 K dan dengan laju pendinginan 1014K/s silikon amorf terbentuk. Pada suhu yang terlalu tinggi, sistem menjadi rusak, sedangkan pada suhu yang terlalu rendah tidak terjadi perubahan fase. Proses amorfisasi disertai dengan meningkatnya panjang rata-rata ikatan dari ikatan 4-4 fold, 4-5 fold, dan 5-5 fold secara berurutan. Selain itu, didapati bahwa ikatan 5-fold memberikan kontribusi paling besar dalam membentuk puncak sudut 60o.
THE EFFECT OF ADDITIVES AND REDUCTORS IN SELECTIVE REDUCTION PROCESS OF LATERITE NICKEL ORE Fajar Nurjaman; Anis Sa'adah; Achmad Shofi; Wuri Apriyana; Bambang Suharno
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 1: OCTOBER 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2018.20.1.5404

Abstract

THE EFFECT OF ADDITIVES AND REDUCTORS IN SELECTIVE REDUCTION PROCESS OF LATERITE NICKEL ORE. Selective reduction of laterite nickel ore followed by magnetic separation was carried out to produce ferronickel products. The effect of adding additives and reductor types in the selective reduction process was studied in this study. Reductors used were anthracite coal and palm shell charcoal with variations of 5 to 15% by weight, while the additive used was sodium sulfate (Na2SO4). The reduction process was carried out at temperatures of 950 ºC, 1050 ºC and 1150 ºC for 60 minutes. The addition of 10% sodium sulfate additives by weight in the reduction process of laterite nickel ore produced higher concentrations of nickel as 6.09%, compared to no additives, i.e. 2.45%. The addition of reductors in the selective reduction process of laterite nickel ore shows that the higher the amount of reductors causes a decrease in the concentrate level of nickel. Furhtermore, the type of reductors used shows that the concentrate from the reduction result using anthracite coal reductor produces higher level of nickel and lower level of iron compared to the use of palm shell charcoal reductor.
PENGARUH KOMPOSISI, SUHU DAN ALAT MILLING PADA FENOMENA PEMBENTUKAN NANOTUBE SISTEM Bi-Mn-O DENGAN MECHANICAL ALLOYING. Wahyu Bambang W.; Suryadi Suryadi; Widhya B.; Wahyu F.M.I. Amal; Alfian N.; Agus S. W.; Nurul T. R.
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.287 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5151

Abstract

PENGARUH KOMPOSISI, SUHU DAN ALAT MILLING PADA FENOMENA PEMBENTUKAN NANOTUBE SISTEM Bi-Mn-O DENGAN MECHANICAL ALLOYING. Studi tentang pengaruh komposisi, suhu, dan alat milling pada pembentukan nanotube Bismuth Oxide sistem Bi-Mn dengan Mechanical Alloying (MA) telah dilakukan. Bubuk Bi dan Mn dengan komposisi Bi-20 %at Mn dan Bi-50 % at Mn diproses dengan metode Mechanical Alloying menggunakan Planetary Ball Mill dan High Energy Milling (HEM) untuk menghasilkan bubuk paduan Bi-Mn berorde nanometer. Suhu pada proses divariasikan untuk melihat pengaruh suhu pada proses pembentukan paduan dengan variasi suhu kamar (± 25 oC), suhu 0 oC, dan suhu di bawah 0 oC (-50 oC). Bubuk yang telah diproses dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Energized Scanning Electron Microscopy (ESEM) dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS). Hasil analisis struktur memperlihatkan penurunan dan pelebaran spektrum difraksi yang menandakan proses penghalusan butiran. Hasil analisis strukturmikro memperlihatkan munculnya fenomena nanotube yang dikonfirmasi sebagai bismuth oxide oleh analisis EDS. Dari hasil analisis strukturmikro, terlihat pengaruh yang kuat dari komposisi campuran bubuk, suhu proses dan alat milling yang digunakan terhadap fenomena pemunculan nanotube.
KARAKTERISTIK TERMAL POLIESTER MIKROBIAL POLI(HIDROKSIBUTIRAT) Meri Suhartini; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.782 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4687

Abstract

KARAKTERISTIK TERMAL POLIESTER MIKROBIAL POLI(HIDROKSIBUTIRAT). Karakteristik Termal Poliester Mikrobial Poli(hidroksibutirat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik termal dan pengaruh radiasi pada poliester poli(hidroksibutirat). Karakterisasi yang dilakukan meliputi suhu leleh, densitas, kristalinitas, entalpi penggabungan, distribusi rangkaian dan pengaruh radiasi pada kopolimer poli(hidroksibutirat). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik termal kopolimer mengalami perubahan signifikan dengan berubahnya komposisi kopolimer. Densitas kopolimer meningkat secara linier dengan naiknya kandungan 4HB. Entalpi penggabungan kopolimer, ΔHu P(3HB-ko-4HB), sebesar 76 Jg-1. Rangkaian 4HB terpanjang yang tergabung dalam kopolimer P(3HB-ko-4HB) adalah pada komposisi 4HB 68 %mol hingga 78%mol. Radiasi P(4HB) pada kondisi vakumdan udara bebas menyebabkan degradasi yang cukup nyata, yaitu lebih dari 50%. Ikatan silang yang ditandai dengan pembentukan gel terjadi pada P(4HB) yang diradiasi dengan dosis lebih dari 105 kGy pada kondisi vakum.
PELAPISAN YTTRIA STABILIZED ZIRCONIA DAN CALCIA STABILIZED ZIRCONIA PADA BAJA S45C DENGAN TEKNIK FLAME SPRAY COATING Budiana Budiana; Suasmoro Suasmoro
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 1: OKTOBER 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.182 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.15.1.4372

Abstract

PELAPISAN YTTRIA STABILIZED ZIRCONIA DAN CALCIA STABILIZED ZIRCONIA PADA BAJA S45C DENGAN TEKNIK FLAME SPRAY COATING. Telah dilakukan penelitian pelapisan Yttria Stabilized Zirconia (YSZ) dan Calcia Stabilized Zirconia (CSZ) sebagai pelapis baja S45C dengan lapisan pengikat (bond coat) NiCrAlY menggunakan teknik flame spray coating. Penelitian ini diawali dengan persiapan bubuk YSZ (ZrO2 -Y2O3) hasil kalsinasi ZrO2 dan 7%mol Y2O3, sedangkan untuk CSZ (ZrO2 -CaO) digunakan dari produk komersil. Karakterisasi dari lapisan yang terbentuk dilakukan dengan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM) dan Electron Dispersive by X-Ray (EDX). Dari penelitian yang dilakukan, NiCrAlY melapis dengan baik di permukaan substrat S45C dan YSZ kurang dapat melapis dibandingkan dengan CSZ.
KARAKTERISASI KOMPONEN PLAT HARD DISK SEBAGAI MEDIA PENYIMPAN DATA Sinta Rismayani; Rochim Suratman; Ahmad Afandi; Andoko W; Tri P; Novrita Idayanti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 1: OKTOBER 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.153 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2005.7.1.5019

Abstract

KARAKTERISASI KOMPONEN PLAT HARD DISK SEBAGAI MEDIA PENYIMPAN DATA. Plat merupakan komponen terpenting dalam suatu hard disk dikaitkan dengan fungsinya sebagai media penyimpan data. Pengujian komposisi material yang menyusun hard disk dalam percobaan ini dilakukan dengan menggunakan alat EDS (Energy Dispersive Spectometer). Pengujian strukturmikro dilakukan dengan Omniment mikroskop optik dan SEM. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan LECO Hardness Testing Maschine M-400-HI. Material penyusun lapisan hard disk dalam percobaan ini terdiri dari Ni 78%, P 13%, Cr 4% dan Co 5%. Sedangkan material substrat terdiri dari paduan logamAl-Mg. Pengujian hardness sebesar 72 VHN sesuai dengan karakteristik paduan Al-Mg. Pengamatan terhadap strukturmikro lapisan Al-Mg menunjukkan bentuk butiran equiaxial sehingga menggambarkan pembuatan lapisan ini menggunakan cara penekanan isostatik. Tebal lapisan di atas paduanAl-Mg adalah 10 μm, sedangkan strukturmikro lapisan tipis tidak berhasil diamati.
PELAPISAN PERMUKAAN KAYU LAPIS DENGAN POLIMER AKRILAT MENGGUNAKAN RADIASI ULTRA VIOLET Sugiarto Danu; Darsono Darsono; Anik Sunarni
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 3: JUNI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.584 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.3.4841

Abstract

PELAPISAN PERMUKAAN KAYU LAPIS DENGAN POLIMER AKRILAT MENGGUNAKAN RADIASI ULTRA VIOLET. Penelitian pelapisan permukaan kayu lapis dari kayu kamper (Dryobalanops spp.) dengan bahan pelapis polimer akrilat telah dilakukan menggunakan bahan pelapis radiasi dengan nama komersial Overlon, yaitu, dua senyawa polimer epoksi akrilat dan satu senyawa uretan akrilat. Proses pengeringan/pemadatan (curing) dilakukan menggunakan sumber radiasi ultra violet dengan intensitas 80 Watt/cm pada beberapa variasi tebal lapisan dan kecepatan konveyor. Parameter sifat lapisan hasil iradiasi yang diukur meliputi fraksi-gel, weight-swelling ratio, laju nyala, kekerasan pendulum, adesi, kilap, dan ketahanan terhadap bahan kimia, pelarut dan noda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resin epoksi akrilat lebih reaktif dan lapisan yang dihasilkan mempunyai sifat fisik, mekanik, termal, dan kimia yang lebih baik dibanding uretan akrilat.Adesi antara lapisan polimer dengan permukaan kayu lapis yang diuji dengan metode cross-cut memenuhi standar pengujian. Pengujian adesimenggunakanmetode uji tarik menunjukkan tersebarnya data besarnya kuat tarik dan pola kerusakan.
PENGARUH SUHU ANNEALING TERHADAPSTRUKTUR BESI-CARBON NANOTUBE Safei Purnama; Muflikhah Muflikhah; Setyo Purwanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 4: JULI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.706 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.4.4177

Abstract

PENGARUH SUHU ANNEALING TERHADAPSTRUKTUR BESI-CARBON NANOTUBE. Telah dilakukan pengisian karbon nanotube dengan besi menggunakan metode ex-situ. Besi dari senyawa garam FeCl3.6H2O digunakan sebagai pengisi tabung Multy Walled Carbon Nanotubes (MCWNT) dengan proses kimia basah. Pada akhir proses sintesis dilakukan variasi suhu pemanasan pada 450 oC dan 593 oC dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap struktur Fe-MWCNT sehingga diperoleh suhu annealing yang optimum. Hasil analisis pola difraksi Sinar-X menunjukkan bahwa partikel besi yang masuk ke dalam MWCNT adalah ± -Fe2O3. Karakterisasi terhadap morfologi sampel menggunakan Transmission Electron Microscope (TEM) menunjukkan partikel besi mengisi tabung MWCNT. Spektroskopi Raman juga digunakan untuk menginvestigasi sifat vibrasi dan elektrik dari sampel Fe-MWCNT. Hasil analisis X-Ray Diffractometry (XRD), TEM dan Raman juga menunjukkan bahwa suhu annealing sintesis Fe-MWCNT optimum pada 450 oC, sedangkan pada suhu 593 oC terjadi kerusakan struktur. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa suhu pemanasan pada tahap akhir sintesis sangat mempengaruhi struktur dan sifat dari karbon nanotube terisi besi yang dihasilkan.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue